Cinta Terhalang Musuh

Cinta Terhalang Musuh
Mama Laura


__ADS_3

"Seperti nya ada yang mencoba menyusup di keluarga kita," ujar Laura.


Robert dan Anna tidak langsung pulang, setelah kejadian di pelabuhan. Mereka langsung datang menemui Laura di kantornya, dan mereka pun sengaja naik taxi agar tidak ada yang tahu masalah ini.


Robert pun menceritakan semuanya secara detail dan rinci kepada Laura, Laura pun nampak bingung dan sangat terkejut.


"Bukan sepertinya, mah. Tapi memang benar ada yang mau menyusup di keluarga kita," ujar Anna.


"Tapi siapa? kita harus menelfon Austin untuk memastikan dan menyelidiki nya," ucap Laura.


"Tidak, jangan. kita harus selidiki sendiri tanpa ada yang ikut campur," cegah Robert.


"Biarkan mereka bermain dan kita ikuti alur permainan nya seperti apa, jika waktunya sudah tiba. Kita langsung tangkap," lanjut nya lagi.


"Lalu bagaimana dengan mobil dan jam tangannya?" tanya Laura.


"Sudah ku urus semuanya," jawab Robert.


"Baiklah kalau begitu, sisanya biar ku urus. Akan ku pastikan si tikus itu terkena getahnya sendiri," ujar Laura dengan senyum yang sangat sinis.


Sebagai info, Laura adalah seorang Hacker yang sangat jenius, dia mampu meretas semua sistem apapun. Dan semua usaha Robert bisa sukses pun karena ada campur tangan Laura yang memain kan perannya di sistem komputer.


Hanya sayang, Laura tidak bisa mengakses sistem di kepolisian terkait kematian Putranya, Edwin. Itu yang membuat Laura frustasi dan awal-awal sangat membenci Anna, lebih tepat nya dia tidak menerima atas kematian Edwin dan menyalahkan diri Anna.


Tetapi seiring berjalannya waktu, Laura semakin luluh karena melihat kegigihan Anna untuk bisa mencapai posisi sekarang dan memantas kan diri untuk sebagai penerus yang pantas.


"Apa kamu terluka?" tanya Laura kepada Anna.


"Tidak ada, saya cukup kuat untuk mereka," jawab Anna lalu tersenyum.


"Astaga kamu ini, jika sampai kamu kenapa-kenapa lagi, aku akan bunuh diri," ujar Laura.


Anna hanya tersenyum, melihat ibunya mengkhawatirkan nya.


"Oh iya, aku hampir lupa. Lusa kamu harus ikut mamah ke pesta ulang tahun teman mamah," ujar Laura,


"Dan ada yang harus kita lakukan disana," lanjutnya lagi.


"Baiklah, jadi mana kartunya?" tanya Anna


"Kartu apa?" jawab Laura bingung


"Saya butuh gaun untuk pesta, saya tidak punya gaun," ujar Anna.


"Tenang saja, sudah ku persiapkan semuanya," jawab Laura dengan senyum kepuasan.


"Firasatku buruk tentang hal ini," pikir Anna


"Ah, keluarga Valke juga akan datang. jadi kita bisa tahu, apakah mereka yang mengirim cecunguk itu atau bukan," ujar Laura.


Mereka bertiga menatap satu sama lain.


...----------------...

__ADS_1


"Alexander, kapan kamu akan menikah?" tanya Amalia, ibu Alexander atau yang sering disapa Alex.


"Secepatnya, bu," jawab Alex acuh tak acuh.


"Bagaimana kamu bisa bertemu dengan wanita, kalau kamu saja lebih fokus dengan pekerjaan mu, di banding dengan bermain?" tanya Amalia lagi,


Alex hanya bisa menahan tawa jika melihat ibunya ini sedang menceramahinya.


"Baiklah, jadi saya harus ke pertemuan kapan?" tanya Alex.


Sebenarnya Alex sering melakukan perjodohan atas perintah Amalia, akan tetapi Alex belum menemukan wanita yang tepat untuk dia nikahi.


"Sekarang bukan perjodohan, kamu harus ikut dengan ku ke acara pesta ulang tahun teman ibu," ujar Amalia.


"Baiklah.. Baiklah, saya akan ikut. Jadi kapan waktunya?" tanya Alex.


"Lusa, kita aka berangkat lusa jam 7 malam. Kalau kamu tidak datang,ibu akan marah padamu," kata Amalia


"Saya akan datang, jadi maukah ibu pulang? saya harus meeting 15 menit lagi," ujar Alex pada ibunya.


"Baiklah, ibu akan pulang," ucap Amalia.


Amalia pun pergi, lalu tinggal lah Alex sendiri di ruang kerjanya.


Alex merupakan pemilik dari perusahaan Alexander Company yang dia bangun sendiri dari nol, walaupun tidak terlalu besar, tetapi perusahaan ini adalah perusahaan yang masuk dalam kategori perusaan yg sukses di bidang makanan.


sebenarnya keluarga Alex termasuk keluarga terkaya, tapi Alex tidak pernah melakukan pekerjaan yang menggunakan background keluarganya.


Karena Alex sedang fokus di karier nya, sehingga dia lupa akan waktu untuk berpacaran, oleh karena hal itulah Amalia menjadi khawatir, karena dia belum kunjung juga menikah.


"Siap, tuan," ujar Nickolas.


Lalu Nickolas menelfon seseorang, setelah menutup telfonnya, mereka pun pergi untuk meeting.


"Ayo kita pergi ke tempat meeting," ujar Alex.


Mereka pun berjalan ke arah koridor kantor, ke tempat pertemuan meeting tersebut.


Nickolas mendapat kan telfon dari seseorang yang tidak di ketahui Alex.


"Oh, baiklah kalau begitu. Saya akan segera melihatnya, terimakasih atas bantuanmu," ujar Nickolas, dan menutup panggilan telefon nya.


"Tuan, laporannya sudah di kirim ke email anda," ujar Nickolas.


"Cepat sekali, baiklah aku akan melihatnya setelah meeting," ujar Alex.


Meeting berjalan kurang lebih 2 jam, tapi Alex merasa belum puas dengan hasil meeting tersebut.


Alex pun memberikan perintah untuk break meeting karena Alex ingin mencari solusi secepatnya terkait masalah perusahaan yang sedang di hadapi hari itu juga. Jadi selama dewan rapat berdiskusi, Alex pun melihat-lihat hasil laporan terkait undangan yang akan datang yang telah di kirim ke Emailnya.


Dia menatap layar handphone nya, tersenyum lebar ketika melihat daftar nama yang hadir itu.


"Sepertinya menarik, Aku harus datang," gumam Alex.

__ADS_1


...----------------...


Hari pesta pun datang, Anna dan Laura sudah sampai di tempat Nyonya Adell sahabat Laura.


Mereka pun menyapa pemilik pesta tersebut,


"Hai Laura, senang kamu mau hadir di pestaku ini," Sapa Adell lalu memeluk Laura.


"Maafkan aku adell, aku sangat sibuk kemarin-kemarin dan baru ada waktu sekarang," ucap Laura.


Adell penasaran dengan wanita yang di samping Laura itu, karena dia baru melihat nya.


"Siapa dia Laura?" tanya Adelle kepada Laura


"Dia anakku, Anastasia," jawab Laura dengan tersenyum.


" Ya ampun cantik sekali, aku baru dengar kamu mempunyai anak perempuan, aku hanya mengetahui anak laki-lakimu," ucap Adell


"Bagaimana kamu bisa tahu bahwa aku mempunyai dua anak, sedangkan kita tidak pernah bertemu" ujar Laura.


"Dan mereka kan tinggal di Luar Negeri yang cukup lama," lanjut nya lagi.


Selama Edwin dan Anna pergi dari kediaman Bridd, orang-orang mengetahui bahwa mereka tinggal di Luar Negeri, yang mengetahui fakta sebenarnya hanya orang-orang terdekatnya saja.


"Pantas saja aku tidak tahu, dan maaf kan aku. Aku tidak datang saat Edwin meninggal," ucap Adell sedih


"Tidak apa-apa," ujar Adell.


Di sisi lain, ada yang memperhatikan mereka berbincang.


"Wah siapa itu?" tanya Amalia, ternyata yang memperhatikan Laura dan Adell adalah Amalia.


"Mereka nyonya Adell dan nyonya Laura, bu. Bukankah ibu mengetahuinya?" ujar Alex


"Apa kamu tidak melihat wanita lain selain mereka" tanya Amalia.


"Tidak," tegas Alex, karena memang Alex tidak memperhatikan sekelililingnya.


"Lihat lah wanita yang bergaun cream itu," tunjuk Amalia.


Alex pun langsung menoleh ke arah yang ibunya tunjuk itu, Alex melihat sosok wanita yang sangat cantik. dan entah kenapa itu membuat hati Alex bergetar sedikit.


"Siapa dia?" gumam Alex


Amalia yang memperhatikan tingkah Alex yang tidak biasa itu langsung tersenyum lebar.


Anna yang mulai bosan tampak gelisah, dia ingin pergi tetapi ada yang harus di lakukan.


"Mah, tante, saya ingin berkeliling menikmati pesta dahulu," ujar Anna.


"Ah ya Ampun, kamu di tahan oleh kami. Silahkan, nikmati pestanya ya" ucap Adell


Anna pun pergi untuk melihat-lihat, karena ini adalah pertama kalinya bagi Anna pergi ke tempat pesta, jadi tidak ada yang mengenal nya.

__ADS_1


Alex hanya memperhatikan Anna dari jauh.


...****************...


__ADS_2