
"Dimana? saya sudah hampir sampai kantor anda," tanya Alex.
"Saya masih di jalan .. sepertinya saya akan lama sampai, karena saya harus membereskan masalah dahulu," ujar Anna
"Maaf maksud anda apa?" tanya Alex karena masih bingung
"Sepertinya ada yang ingin bermain dengan saya, jadi saya harus meladeninya bukan? ada beberapa mobil yang sedang mengikuti saya, jadi saya harus bermain dengan mereka dahulu .. maafkan saya tuan, saya membuat anda menunggu lama," ujar Anna dan menutup telfonnya
Di tempat lain Alex pun menelfon anak buahnya, "Temukan lokasi pemilik handphone yang saya kirim tadi sekarang juga," ujar Alex kepada anak buahnya. Dan Alex pun kembali ke mobilnya lalu menacapkan gasnya hendak mencari Anna yang sedang dalam bahaya.
Satu jam sebelumnya...
Handphone milik Anna berdering, Anna mengangkat telfonnya karena itu adalah telfon dari Alex.
"Halo nona Anna, maaf karena saya menelfon anda .. apakah ada dokumen milik saya yang terbawa oleh anda? karena ada salah satu dokumen saya hilang," tanya Alex
"Ooh iya saya akan cek dahulu, sebentar saya akan menepikan mobil saya terlebih dahulu," ujar Anna, Anna pun menepikan mobilnya lalu mengecek tas bawaan miliknya tanpa menutup telfonnya. Dia menemukan sebuah map berwarna biru tua.
"Apakah dokumen anda adalah map berwarna biru tua?" tanya Anna
"Ah iya benar, itu milik saya .. dokumen itu sangat penting untuk rapat besok," jelas Alex
"Baiklah saya akan mengantarkan nya, kebetulan saya akan kembali ke kantor," ujar Anna
"Tidak usah, biar saya yang akan ke kantor anda, maafkan saya merepotkan anda," ujar Alex
__ADS_1
"Tidak apa-apa tuan, saya berencana akan kembali ke kantor lagi .. sampai bertemu di kantor," ujar Anna
"Baiklah Nona,"
Anna pun melajukan kembali mobilnya dan bergegas pergi menuju kantornya.
Ketika Anna hampir sampai di kantor, dia melihat ke arah spion mobilnya ada 3 buah mobil hitam sedang mengikutinya, awalnya dia tidak curiga tetapi mereka selalu mengikuti mobil yang di kendarai oleh Anna.
"Apalagi ini? kenapa mereka membuntutiku? mereka tahu kalau suasana hatiku sedang kacau, waktu yang pas untuk bermain," gumam Anna dan menancapkan gasnya lagi dia sengaja membiarkan mereka mengikutinya.
Di jalan Anna saling salip menyalip dengan mobil yang mengikutinya, ternyata ada lebih dari tiga mobil yang sedang mengikutinya saat ini. Terkadang Anna melambatkan gasnya kadang juga menancapkan gasnya lagi, dia begitu senang sedang mempermainkan orang-orang yang mencurigakan itu.
"Aku harus pergi ke tempat yang sepi," gumam Anna, Anna pun langsung mengarahkan mobilnya ke sebuah dermaga kecil yang sudah lama terbengkalai.
Sekarang...
Anna turun dari mobil dan di susul oleh orang-orang yang mengikutinya tadi.
Ternyata kurang lebih sekitar 20 orang yang sudah mengepungnya.
"Sial, aku kalah jumlah," pikir Anna
Anna yang tidak membawa apapun menyusun rencana agar tidak kalah telak melawan orang-orang itu, dia hanya mengandalkan sebuah pistol kecil yang selalu dia bawa kemana-mana.
"Siapa kalian? kenapa kalian mengikutiku?" hardik Anna. Anna sudah benar-benar terkepung dari segala arah, tidak ada celah untuk dia bisa kabur lagi.
__ADS_1
Salah satu dari mereka pun mendekati Anna, dan dia berkata "Ikutlah dengan kami nona, maka anda akan selamat," ujar pria gendut yang sedang mendekati Anna.
"Untuk apa? siapa tuan kalian?" hardik Anna lagi
"Turutilah kami nona, mari kita pergi baik-baik .. anda akan segera tahu, siapa yang memerintahkan kami," jawab pria itu.
"Tidak," bentak Anna
Karena Anna tidak mengikuti kemauan mereka, orang-orang itu pun langsung menyerang Anna hendak membawa paksa Anna pergi, dengan cekatan Anna pun bisa menghindar dan segera dia mengeluarkan pistolnya yang dia sembunyikan di balik kemeja hitamnya. Dia menembaki dan menyerang semuanya sendirian, karena kalah jumlah Anna pun hampir kelelahan dan isi peluru sudah habis. Hanya beberapa orang yang terluka karena tembakan Anna, selebihnya mereka masih menyerang dirinya.
Untuk saat ini Anna masih bisa menghindar dan menyerang. Anna pun sudah lemas dan jatuh tersungkur, ternyata mereka sangat ahli bertarung jalanan. Kalau saja Anna bisa memanggil anak buahnya mungkin dia akan menang.
Alex pun menyusul Anna setelah dia mengetahui titik lokasi keberadaan Anna saat ini, dan ternyata Anna sedang berada di dermaga yang tidak jauh dari tempat dia berada.
Dari kejauhan Alex melihat mobil Anna dan beberapa mobil lainnya, Alex membanting pintu dan mengumpat, "Siaaal!" dia pun mencari keberadaan Anna.
Beberapa menit kemudian anak buah Alex sampai dan menyusul keberadaan tuannya.
Alex melihat Anna yang sudah terjatuh pun langsung berlari, dia menyerang dan menembaki orang-orang yang hendak membawa Anna pergi. Anak buahnya pun tidak tinggal diam saja ketika melihat tuannya sedang di serang oleh orang lain, mereka saling serang dan saling tembak, Alex fokus membawa Anna pergi dari tempat itu.
"Pergilah tuan, biar kami yang membereskan tempat ini," ujar Joe salah satu anak buah Alex.
Alex hanya mengangguk dan menggendong Anna yang sedang pingsan pergi, diapun akan membawa Anna pergi ke Rumah Sakit.
...****************...
__ADS_1