
Door ..Door..Door..
Suara tembakan itu terdengar sangat nyaring sekali, itu suara tembakan Anna tepat mengenai tubuh Andreas. Untungnya Anna datang tepat waktu, sebelum Andreas menembakan pistol ke kepala Robert.
Andreas masih tetap sadar, dan ingin menodongkan pistol lagi ke kepala Robert.
Tetapi Anna dengan cepat langsung menembak lagi ke arah tubuh Andreas dan anak buahnya secara bersamaan, karena dia memegang pistol di tangan kanan dan kirinya.
Andreas dan anak buahnya langsung terkapar jatuh ke tanah, Anna mendekat ke arah nya.
"Berani-beraninya kalian mengganggu kami, siapa kamu sebenarnya?" tanya Anna.
Andreas hanya menyerigai sinis kepada Anna,
"Bunuh saja," lirih Andreas.
"Tanpa kau suruh pun, aku akan membunuhmu," tegas Anna. Dan langsung saja dia menembaki Andreas dengan brutal, sedangkan anak buahnya memang sudah meninggal di tembakan pertama tadi.
Andreas pun mati di tempat, Robert yang hanya menyaksikan tontonan menarik itu pun langsung tersenyum lebar.
"Kamu hebat,Anna," ujar Robert.
Seketika itu juga, Anna langsung memeluk Robert dan menangis.
"Jangan membuatku harus merasakan kehilangan lagi, cukup bagiku hanya Kak Edwin saja," ujar Anna
"Maafkan aku, karena aku berfikir kamu pasti akan datang menolongku tanpa ku suruh," jawab Robert, lalu membalas pelukan anaknya itu.
.
.
.
Sebelumnya, Anna memang merasa ada yang tidak beres tentang pertemuan Robert, akhirnya setelah berpisah dengan Robert di perempatan jalan tadi, Anna langsung memutar balikan mobilnya dan mengikuti mobil Robert dari belakang.
Anna memantau mobil Robert lewat GPS di mobilnya, jarak mereka sekarang cukup jauh.
Robert di kawal oleh 5 orang anak buahnya, sedangkan Anna hanya sendiri.
"Halo Pak Han, siapkan mobil ku di Distrik 3 sekarang. Aku ingin mengganti mobil ku, dan siapkan yang lainnya," perintah Anna, dia menelfon Han, supir pribadi nya.
"Siap, nona," ujar Han.
Setelah 15 menit dalam perjalanan, Anna sudah tiba di Distrik 3, dan Han pun sudah sampai terlebih dahulu. Dia langsung bergegas mengambil kunci dari tangan Han, dan memberikan kunci mobil yang dia pakai padanya.
__ADS_1
"Hati-Hati,nona," ujar Han seraya membungkukan badannya.
Anna hanya membalas dengan senyuman, Han sudah tahu apa yang akan di lakukan tuannya tersebut, karena sudah bertahun-tahun Han lah yang mengurus segala keperluan Anna, mulai menyiapkan mobil khusus, senjata, belati kecil, peluru dan baju khusus anti peluru. Dia sangat kagum dengan keberanian putri tuan Robert itu.
"Andai saja tuan muda masih hidup, mungkin nona tidak akan melakukan hal berbahaya seperti ini, semoga nona ku baik-baik saja" batin Han.
Tepat di dalam mobil, Anna langsung mengganti bajunya dengan baju khusus, menyiapkan senjata, belati kesayangannya, dan tentu saja kacamata hitam pendeteksi musuh.
Setelah semuanya di rasa cukup, Anna mulai menancapkan gas mobil sport Mercedes hitam kesayangannya.
"Let's go, Honey," gumamnya kepada mobil kesayangannya itu.
Dengan kecepatan penuh, Anna mengejar mobil Robert yang sudah ketinggalan jauh.
Di tengah perjalanan sebelum sampai di tempat tujuan, jalan yang menuju Pelabuhan itu di blokir. Anehnya lagi, itu bukanlah seorang Polisi yang memblokirnya, melainkan beberapa orang yang mengenakan baju serba hitam dan 2 mobil sebagai penghalang nya.
"Benarkan? perasaanku tidak pernah salah," gumam Anna.
Mobil Anna pun tidak luput dari pemblokiran jalan, dan orang-orang yang menjaganya mengusir Anna untuk pergi, tetapi Anna hanya diam di mobil tanpa memutarbalikkan arah mobil nya.
Orang-orang itu cukup kesal karena Anna tidak mau balik arah, lalu mereka menyuruh Anna untuk keluar dari mobil.
"Hei, kalau kau tidak mau balik arah. kamu keluarlah dari mobil," ucap mereka.
Ada kurang lebih sekitar Empat orang yang menjaga blokiran itu, mereka cukup mudah untuk Anna tangani.
"Kamu mau kemana, cantik?" tanya salah satu di antara mereka.
"Aku ingin pergi ke pelabuhan,paman. Bolehkan?" jawab Anna.
"Tidak bisa, jalannya sudah di tutup," ujar pria penjaga itu.
"Sayang sekali, baiklah kalau begitu. Aku akan pergi," ujar Anna.
Anna pun pura-pura berbalik dan langsung menyerang mereka dengan tangan kosong.
Anna memukul dan menangkis setiap serangan mereka, hingga akhirnya mereka kewalahan dan kalah telak dari Anna.
Setelah beres, Anna langsung berlari menuju mobilnya dan melanjutkan perjalanan.
Tepat setelah dia sampai, Anna diam-diam melihat dari kejauhan bahwa Robert sedang berbicara dengan orang Falke.
Anna menyalakan kamera jarak jauh yang ada di dalam mobilnya, agar lebih jelas melihat mereka. Tetapi tidak di sangka, kamera itu langsung terkoneksi dengan Robert saat ini.
Sehingga Anna bisa melihat berdua tanpa susah payah, layaknya CCTV yang menontonkan rekaman saat ini.
__ADS_1
"Tapi kapan dia mempersiapkan nya? Ah, pasti jam tangan yang di pakai nya sekarang adalah jam tangan berkamera yang sudah terkoneksi dengan mobilku," gumam Anna
Akhirnya Anna pun tahu bahwa Robert sudah mengetahui bahwa dia akan datang untuk menemui nya, terlihat mereka berdua masih berbincang dan masih belum ada sesuatu yang mencurigakan, tapi entah kenapa hati Anna merasa tidak tenang, dia menunggu dengan harap-harap cemas.
Tidak lama kemudian Anna mendengar suara tembakan, Anna sudah lengah.
Anna yang sedari tadi diam, sudah mulai geram melihat Orang Tuanya di todong oleh pistol, dia tidak ingin kejadian masa lalu terulang kembali.
Anna langsung keluar dari mobil, ketika melihat Robert sedang di todong pistol oleh Andreas, dan untungnya Anna tepat waktu menembakan pelurunya, tepat di tubuh Andreas dan membuatnya lengah.
.
.
.
Anna dan Robert sedang dalam perjalanan menuju rumah, Robert berada di mobil Anna sekarang. dan untuk tempat kejadian tadi sudah di bersihkan oleh orang-orang Bridd,
"Apakah papah tau siapa mereka?" tanya Anna.
"Sepertinya mereka bukan Falke, tapi hanya mengaku saja. Mereka sedang mengincar ku untuk di bunuh," jawab Robert
"Apa ada yang sedang di curigai oleh anda?" tanyanya lagi.
"Sepertinya banyak, kamu tahukan siapa aku?" jawab Robert.
"Kita lupakan untuk hari ini, dan jangan beritahu siapapun termasuk orang-orang rumah," lanjutnya lagi.
"Baik, pah," ujar Anna.
"Oh iya pah, kapan anda mengkoneksikan kamera jam tanganmu dengan kamera mobilku?" tanya Anna.
"Apa? aku tidak pernah mengkoneksikan nya," jawab Robert terkejut.
"Tapi saya bisa melihat anda di kamera tanpa harus di koneksikan dahulu, sedangkan kamera mobil ku harus ada penyandingan koneksi dahulu sebelum bisa melihat rekaman langsung, jadi saya berfikir bahwa anda tahu saya akan datang dan menyiapkan nya," tegas Anna.
Anna terkejut dan mulai sadar, dia langsung memberhentikan mobilnya itu. Anna dan Robert pun saling menatap satu sama lain, Robert pun memberi kode untuk menutup mulut Anna. Karena dia yakin, bahwa mereka juga sedang di awasi oleh kamera pengintai yang ada di kamera jam tangan milik Robert dan di mobil Anna.
Robert membuka jam tangannya, dan Anna pun langsung mematikan mobilnya, mereka keluar dari mobil, dan meninggalkan mobil serta jam tangan di dalamnya.
Yah, mereka membuang semuanya di jalan, akhirnya mereka berjalan kaki untuk mencari taksi, karena mereka berhenti di tempat yang agak sepi dan jarang ada mobil yang melintas.
"Padahal aku sangat menyukai mobil itu," ujar Anna sedih sambil berjalan kaki dengan gontai nya.
"Tenanglah, Aku akan membelikan mu yang lebih bagus dan canggih dari itu," ucap Robert.
__ADS_1
...****************...