
PERTENGKARAN HEBAT
POV,: ANA
Entah apa yang aku pikiran, serasa aku ini ingin berteriak tapi tak mampu, ingin berlari namun ada putra putra ku.. ingin bunuh diri tapi bagaimana dengan masa depan anak anak ku. aku sangat merasa bersalah dan merasa jiji pada diri ku sendiri kenapa aku bisa se hina ini, aku telah mengkhianati suami ku dengan cara yang tak wajar, aku sudah melakukan dosa yang sangat besar.
ini semua berawal dari Riko, seandainya dia tak mengkhianati ku dulu aku tak mungkin menjadi seperti ini. seandainya ia bisa menjaga hati nya untuk ku. aku tak mungkin masuk ke lembah yang hina ini. ingin melepas namun sulit ingin lanjut namun resiko nya besar. ini semua gara gara Riko
di satu sisi aku ingin lari namun aku memiliki tanggung jawab yaitu membesar kan anak anak ku dan menjamin masa depan mereka., namun di sisi lain aku juga mencintai Ibrahim, rasa nya aku tak ingin jauh jauh dari nya namun, aku juga tak ingin mengecewakan anak anak ku nanti bila mereka besar.
aku harus bagaimana aku ingin memutus hubungan ku dengan Ibrahim namun terasa sangat sulit bagi ku, aku terus menerus terbayang bayang wajah nya dan perlakuan nya terhadap ku. apa yang harus aku lakukan, aku bingung tak ada tempat untuk ku mencurahkan rasa kekesalan ini dan rasa benci ini pada diri ku sendiri.
bagai mana ini rasa kebencian ini terhadap Riko semakin besar namun hati kecil ini tak terima bila aku meninggal kan Riko di pikiranku apakah Ibrahim benar benar tulus terhadap ku dan anak anak ku. selalu itu yang terus menerus menghantui pikiran ku.
lama ku terbaring di kasur memikirkan hal ini dan untung nya anak anak ku sedang bermain di kamar mereka. ku lihat hp ku tak ada pesan dari siapa pun, aku sangat kesepian. rasa kesendirian ini muncul lagi dan rasa ingin di perhatikan datang dengan membayangkan kebersamaan ku dengan Ibrahim. kenapa harus Ibrahim dan kenapa bukan Riko suami ku.
pikiran ini terus menerus berputar dan perasaan ini selalu muncul rasa bersalah, rasa benci, rasa dendam, rasa rindu pada seseorang, rasa ingin di perhatikan, rasa ingin di sayang sayang, rasa ingin di manja. entah lah apa yang aku alami ini. rasa tak sanggup ingin hidup namun anak anak ku yang membuat ku selalu sadar bahwa aku memiliki buah hati yang tak dapat ku pungkiri
ting... pesan masuk di tengah lamunan ku
" kamu masih marah ya sama aku." tulis seseorang yang ternyata itu adalah Ibrahim
" aku perlu teman aku kesepian.. aku lagi gak mood " ujar ku yang memberi tahu perasaan ku pada Ibrahim.
" tunggu aku ya.. aku segera kesitu.. sekalian aku mau ketemu sama anak anak aku kangen sama mereka " ujar Ibrahim.
aku hanya membaca pesan nya saja tanpa membalas nya tak berselang lama terdengar suara seseorang mengetuk pintu belakang rumah ku. aku segera membuka pintu nya.. yaa ternyata yang ku tunggu tunggu telah datang itu ternyata adalah Ibrahim.
" mana Anak anak " ujar nya. yang masih berdiri di depan pintu.
" masuk dulu.. nanti di liat orang. mereka ada di dalam " ujar ku
kami berdua menyusuri ruangan demi ruangan dan sampailah kami di kamar anak anak ku.
__ADS_1
" halo anak anak..... " ujar nya
" halo juga om " ujar ketiga ank ku
" tos dulu dong " ujar nya sembari mengulurkan tangan nya.
" ini om ada sesuatu.. " ujar nya dan aku hanya memperhatikan mereka saja ..
" waaahhh.. buah anggur.. ini untuk kami om " ujar Riyan anak kedua ku..
" iya.. ini untuk kalian semua" ujar nya..
"wah makasih banyak ya om " ujar mereka serempak menjawab.
" yasudah kalian makan ya.. om mau ngobrol sama mama kalian dulu.. ok gaes.. " ujar Ibrahim sembari bercanda.
" ok.. "ujar ank ank ku
kami pun pergi meninggal kan mereka bermain di kamar. kami berjalan menuju Ruang tamu yang terletak di ruang tengah agak berjauhan dengan kamar anak anak. sesampai nya kami duduk bersampingan
" gak tau perasaan ku aneh.. rasa nya bingung mau berbuat apa " ujar ku.
" kamu gak usah merasa kesepian ya.. kan ada aku.. kamu gak usah mikir yang macam macam.. ya.. kalo ada apa apa langsung telfon aku aja.. " ujar nya menunjukan bahwa ia sangat perhatian dengan ku dan tulus.
aku hanya menganggu kan kepala lalu berdiam, mataku tertuju pada tv yang sedang menyala. Ibrahim pun sama ia menikmati siaran di televisi tersebut. kami menghabis kan waktu bersama dengan menonton televisi.
tak berselang lama Ibrahim berpamitan untuk pulang, aku pun mengantar nya sampai ke depan pintu. ia pun berjalan menyusuri jalan belakang rumah, aku pergi ke kamar untuk melihat anak anak, ternyata mereka sedang tertidur. ku biar kan mereka tidur aku berjalan menuju kamar ku.
ting...
suara pesan
dan ku lihat ternyata Ibrahim lagi, entah kenapa aku seperti merasa bosan bila ia selalu mengirim pesan.
" sayang kamu sekarang lagi apa " ujar nya dalam pesan tersebut
" baring " ujar ku membalas ny.
__ADS_1
" udah mkn belum. " ujar nya lgi
" belum " ujar ku singkat.
" kok belum... makan ghii nanti sakit lo " ujar ny.
" nanti" ujar ku.
" cuek amat si " ujar nya
" gak " ujar ku.
" kamu itu kenapa sih cuek banget apa lagi pas aku ke rumah mu tadi kamu juga cuek. " ujar nya.
" tau ah malas aku bahas itu " ujar ku.
" kalo ada apa apa coba ngasih tau jangan diem ajha kaya patung " ujar nya yang membuat ku semakin marah.
" kamu itu bukan suami aku jadi kamu gak berhak tau segalanya tentang perasaan ku kamu kira aku patung bodoh hah" ujar ku.yang marah
" lo aku kan tanya nya baik baik. " ujar nya
" baik apa nya kalo ngatain aku kaya patung. dasar kurang ajar dasar laki laki gak tau di untung. " ujar ku yang sangat marah.
" dasar perempuan gak punya harga diri sudah dapet enak nya di buang sisa nya " ujar nya.
" dasar laki laki bangsat.. kurang ajar. kamu itu yang gak tau diri. sudah jelek, hitam , bau, dan gak sadar diri lagi. pantesan ajha istri mu gak mau lagi sama kamu orang kamu laki laki kasar terus gak tau diri. " ucap ku yang mengungkit masa lalu nya.
" jaga cara bicara mu ******. " ujar nya
" kamu itu yang harus jaga cara bicara mu. dasar laki laki bangsat. mangkanya kalo gak mau di kata kata in itu jangan cari gara gara ngomongin orang kaya patung. mulut mu kaya sampah " ujar ku yang semakin emosi sampai kata kata yang jelek pun keluar dari mulut ku saking marah nya
" gak usah cari cari aku lagi kalo memang kamu gak membutuh kan aku lagi. aku siap untuk pergi jauh dari kehidupan mu. " ujar nya.
" pergi aja sana jauh jauh. aku gak perlu laki laki yang gak bisa menjaga cara bicara nya. " ujar ku. tanpa basa basi lagi aku langsung memblokir nomor telfon nya .
( hay kak.. maaf ya kalo ada kata kata kasar nya.. ini hanya untuk melengkapi isi cerita nya saja.. oiya kak masih penasaran kan dengan cinta terlarang berujung dendam.. yuk kak ikuti terus jalan ceritanya ya.. terimakasih ya masih sudah membaca..
__ADS_1