
PERTEMUAN
POV: "AUTHOR
terdengar suara ayam berkokok menujukan waktu pagi telah tiba, Ana pun terbangun kala mendengar suara ayam yang sedang berkokok. Ana melihat jam yang menunjukan pukul 4.30 dan Ia pun menggosok kelopak matanya dan bergegas bangun untuk mandi lalu sholat. selesai sudah Ana Mandi lalu Ia bergegas mengambil air wudhu dn melanjutkan sholat subuh.
usai sudah melaksanakan sholat subuh, Ia berjalan menuju dapur untuk memasak. tapiAna lupa bahwa persedian makanan nya sudah habis dan terpaksa Ana pun harus makan diluar. dan Anapun menuju kamarnya untuk bersiap siap berangkat ke kantor.
Anapun sudah siap berangkat Ia menyalakan motor dan mulai membawanya. Ana melihat jam nya waktu menunjukan pukul 5.15 menit, Ia melihat kana dan kekiri untuk mencari warung yang buka pada jam segini 30 menit berlalu akhirnya Ia menemukan warung makan sederhana. lalu Ana bertanya kepada pemilik warung tersebut.
"Assallammuallaikum... permisi bu.. disini menyediakan makanan apa ya.."? ucapnya bertanya kepada pemilik warung
" wa'allaikumsalam.. disini ada nasi goreng nasi campur dan nasi pecel mbak, dan minumnya Air putih ada es teh ada dan es susu ada.. sampean mau makan apa ? ". tanya dari pemilik warung kepada nya
" saya pesen nasi campur aja bu... minumnya air putih saja " ucapnya singkat
" oiya mbak ditunggu ya " ucap pemilik warung
" enjeh bu " ku mengiyakan nya
sembari membuatkan nasi pemilik warung bertanya.
" oiya mbanya ini dari mana mau kemana.. kok pagi pagi gini sendirian ". ucapnya yang sedikit penasaran pada Ana.
" oohh ini bu saya dari rumah mau berangkat bekerja.. karena terasa lapar jadi singgah hehehe. " ujar Ana yang sedikit terkekeh dan agak merasa malu.
" emang embaknya ghk takut toh jalan sendirian " ucap pemilik warung yang merasa waswas
" Alhamdulilah enggak bu.. kan saya sudah sering lewat disini.. kurang lebih sdh 3 tahun saya lewat lewat jalan ini .. emang ada apa toh bu " ujar Ana yang penasaran. karena memang ia merasa baik baik saja jika melewati jalan ini.
" ini mbak nasinya sudah siap.. silahkan dimakan dan ini minumnya... enggak ada apa apa mbak.. yg penting sampean hati hati saja " ucap pemilik warung memperingati untuk hati hati pada Ana.
dan itupun membuat Ana menjadi sedikit ketakutan.
__ADS_1
" Ah ibu jangan takut nakutin deh " ujar Ana yang merasa sedikit takut
disela pembicaraan antara ibu pemilik warung dan Anapun terhenti sebab ada pembeli lain yang datang. pembeli itu adalah seorang lelaki Iapun langsung menduduki kursi tepat di depan Ana.
" Nasi pecel sama es teh nya ya bu " ujar pembeli itu seperti sudah sering membeli makanan di warung itu.
" sebentar ya mas saya buatkan dulu " ucap pemilik warung yang ramah itu.
tanpa sengaja Ana melirik pada pembeli itu, Anapun kagum pada ketampatannya yang memiliki hidung yang mancung, kulit kuning langsat dan alis yang menyambung. dalam hati Ana pun bertanya tanya siapa gerangan nama lelaki tersebut. iapun sempat terfikir dalam benaknya. pagi pagi begini minum es teh, iapun merasa aneh sebab baru ini ia melihat ada orang yang meminum es teh di pagi buta sepeeti ini.
" hay mbak " ujar lelaki itu menyapa Ana. ia pun seperti gugup baru kali ini ada orang yang gak ia kenal menyapanya.
Anapun membalas " hay juga " balas ana sambil sedikit tersenyum pada lelaki itu.
" boleh kenalan ghk namaku Riko Anang saputra " ujar lelaki ini yang sedang mengulurkan tangan untuk memperkenalkan diri.
" namaku Ana Tasya " balasnya singkat sambil tersenyum malu dn membalas uluran tangannya
" ohhh pagi pagi gini mau kemana mbak " tanya lelaki tersebu yang sedikit penasaran. dalam benak lelaki tersebut sempat terlitas. cantik nya manis lagi di pandang tanpa sadar lelaki itu memandangi Ana tanpa berkedip.
" hehehe jangan panggil embak.. panggil saja aku Ana. aku mau berangkat bekerja." ujar Ana yg merasa malu karena di pandang seperti itu.
" ini mas nasi pecelnya sama es teh nya " ucap pemilik warung yang meletakan makanan tepat di depanya sembari tersenyum ramah.
" teeimakasih ya bu " ucap lelaki itu pada pemilik warung sembari tersenyum
" iya sama " ujar pemilik warung yang sembari berlalu menuju pada pekerjaannya itu.
" mari makan mbak..... eemm eehh A-ana maksudnya " ucap lelaki tersebut yang agak gugup.
" silahkan mas... trimakasih banyak " ujar Ana singkat
" jangan panggil mas dong... panggil ajha Riko " ucap nya yang menyela saat dipanggil mas. yaa... mamang ia tak mau jika seseorang memanggilnya dengan sebutan mas.. menurutnya itu panggilan yang membosankan.
"oh iya " ucap Ana yang singkat.
Riko pun melanjutkan makan nya yang sebelumnya terhenti untuk sesaat.
" berapa bu ini semuanya.. " ungkap Ana yang membayar makan nya.
__ADS_1
" 35.000 saja mbak " ujar pemilik warung
" ini bu kembaliannya ambil saja.. terimasih ya bu.. " ujar Ana kepada pemilik warung yang agak tergesa gesa itu
" mbak kembalianya mbak.. " ujar pemilik warung.
" ghk usah bu ambil saja.. saya buru buru.. sudah terlambat ini " ungkap Ana yang menjelaskan dirinya sedang terburu buru.
" eeehhhhh mbaaa.. emmm Ana maksudnya.. kamu bekerja dimana " ujar Riko yang berlari menghentikan motor milik Ana.
" di Perusahaan tambang batu bara KM 63 Simpang Jaya.. ada apa bertanya atau mau cari lowongan. " ujar Ana kembali bertanya dengan raut wajah penasaran.
" eemm enggk apa apa hanya bertanya saja. " ucap Riko yang singkat. seketika sedikit membuat Ana kesal. tapi ia tidak memperlihatkan raut wajah kesalnya itu.
"oohh ya sudah. maaf ya aku buru buru " ujar Ana yang singkat dan berlalu pergi mengendarai sepeda motornya dengan laju.
" heeemm... cantik juga ya.. udah punya pacar atau suami belum ya.." ujar Riko yang bertanya tanya didalam hati. ia pun masih memandangi Ana yang sudah tidak terlihat itu dengan raut wajah gembira seakan akan telah menemukan wanita pujaannya.
hari pun berlalu siang dan Ana masih disibukan dengan pekerjaan nya yang menumpuk itu. dan di sisi lain Riko di sibukan pula dengan pekerjaan nya sebagai pengawas Alat berat di sebuah perusahaan tambang batu bara juga. sama dengan Ana hanya berbeda perusahaan saja. kini waktu sudah menunjukan pukul 17.00 waktu nya Ana pulang kerumahnya. saat sedang Asyik mengendarai motor ia dikejutkan akan kedatangan seorang lelaki mengendari motor Ninja berwarna biru campur hitam dan menggunakan helm yg menutupi seluruh bagian wajahnya. dan saat lelaki tersebut membuka kaca helm nya Ana terkejut.
" kamu..." ucap Ana yang merasa bingung.
"hay kita bertemu lagi " ujar lekaki tersebut yang tak lain adalah Riko.
Ana yang masih terdiam dan fokus mengendarai motornya masih bingung. entah dari mana datangnya lelaki itu. sampai sampai ia bisa mengenali Ana dan motor nya. saat sampai di lampu merah yaitu lampu lalu lintas. Ana menghentikan motornya diikuti pula dengan Riko untuk menunggu lampu hijau.
" kamu ngikutin aku ya " tanya Ana yang agak kesal .
" enggak kok aku juga baru pulang kerja.. gak nyangka ya kalo kita se arah " ujar Riko sambil tersenyum manis pada Ana. tapi Ana cuek padanya,
yaaa memang Ana adalah orang yang sangat cuek dan dingin terhadap lelaki. oleh sebab itulah lelaki takut untuk mendekatinya. tapi lain dengan Riko ia semakin ingin mendekati wanita yang sangat cuek ini. lampu hijau sudah menyala saatnya mereka mengendarai motornya lagi. Anapun masih terdiam saat mengendarai motor nya itu sedangkan lain dengan Riko yang mengendarai motornya disamping mtornya Ana dan sesekali Riko melihat ke arah Ana. tapi yaa lagi dan lagi Ana tak memperdulikannya. sampainya di persimpangan yang memisahkan perjalanan mereka. Ana menuju ke arak kanan sedangkan Riko menuju kearah kiri. Riko pun meng klakson Ana tapi lagi dan lagi Ana tak perduli.
sesampainya di rumah Ana mematikan motornya lalu melepaskan helm nya dan dan memasuki rumahnya.
" Assallammu'allaikum " ujar Ana yang melangkah masuki rumahnya. ia pun menuju ke kamar dan membaringkan badan nya ke kasur sederhananya itu.
" uuhhff kok bisa ya dia mengenali motorku sedangkan baru beberapa menit saja bertemu itupun tidak di sengaja. udah ahh ngapain mikirin dia. ghk penting. " ujar Ana yang masih kesal
(Terimakasih ya kak sudah mampir di novel saya... masih penasaran kan dengan CINTA TERLARANG BERUJUNG DENDAM. YUUK KAK ikuti terus kelanjutan ceritanya ya....
__ADS_1