
ADA NYA RASA CINTA YANG MENGGEBU GEBU
POV. ; AN
dua hari begitu cepat berlalau hari ini waktu nya ku mengais rezeki.. aku pun sudah bersiap siap untuk berangkat. ku nyala kan motor ku lalu ku mengendarai nya dengan santai dan penuh dengan kehati hatian karena perjalan di pagi hari sangat lah ramai. tak terasa kini aku sampai di kantor aku pun di sambut dengan teman kerja ku
" gimana An libur nya..kamu kemana libur kemaren.. " ucap teman kerjanya yang bernama Ica
" uuuhhhhf sepi Ca.. gak ada hiburan mau keluar pun males itu pun jalan jalan aja di pasar" ucap ku sembari menghela nafas panjang.
" gimana kerjaan nya lancar? " lanjut ku bertanya kepada ica
" ya seperti biasa An, aku lanjut dulu ya mau nganter berkas ni " ucap nya smbari berllu pergi.. dan aku pun hanya mengangguk kan kepalaku saja.
aku pun melanjut kan aktifitas ku di dalam kantor kesana kemari tak terasa waktu cepat berlalu dan waktu pulang pun telah tiba.. saat lu ingin mengendarai motor ku melihat seorang lelaki memasuki kantor dimana aku berkerja. aku terus memperhatikan nya karna seperti tak asing bagi ku setelah beberapa menit memperhatikan baru lah ku tahu siapa dia rupanya dia adalah Riko.
" ngapain dia kesini ya.. ahh bodo amat. ngapain ngurusin dia mending aku pulang biar bisa istirahat. " aku pun berlalu pergi mengendarai motorku tanpa melihat kebelakang lagi.
dan disisi lain Riko yang sudah memasuki ruangan bos itu pun terlihat akrab sekali dengan bos besar di perusahaan itu.
"apa kabar ni.? lama ghk kesini" ucap bos besar kepada Roko
" baik baik.. kalo kamu gimana?" tanya Riko pada bos besar
" baik juga.. nanti ya ngobrol nya aku masih ada miting. ' ucap nya smbari berlalu pergi.
tampak Riko yang duduk di sofa berwarna merah muda itu terlihat dia sedang mulai membaringkan badan nya saat dia melihat bos besar keluar dari ruangan meninggalkan nya sendirian. dan tanpa sadar ia mulai memejamkan mata dan tertidur pulas di sofa.
" An tunggu dong... aku mau ngomong sesuatu sama kamu.. jangan cuek gitu dong.. aku serius ini " ucap Riko sembari memegang tangan ku yang hendak berlalu pergi.
" ngomong apa sih. aku gak ada waktu " ucap ku yang sembari melepaskan pegangan tangan Riko
" jangan gitu dong An..kamu dari pertama ketemu sampe sekarang kok masih cuek sih sama aku. aku mau nelpon kamu tapi gak punya nomor telpon kamu jadi ya aku bicara langsung sama kamu. tolong dengerin sebennntaaaarrrr ajhaaaa yaaa An... plisssssss" ucap Riko yang memelas. yang entah ku tak tahu ia ingin berbicara apa. tapi mendengar ia sangat memohon itu aku jdi kasian juga penasaran.
" cepet lo mau ngomong apa.? jangan banyak basa basi aku gak suka " ucap ku yang memaling kan muka dari pandangan Riko tersebut.
" gini lo An..." ia pun terdiam sejenak entah apa yang ia fikir kan.. " duuuuhh susah mau ngomong nya An.. aku gak tau harus mulai dari mana. " ucap nya sambil membuang nafas panjang.
" kalo gak bicara aku pergi lo ini. tinggal bicara kok susah amat sih." ucapku yang sedikit kesal
" gini lo An.." ucap Riko yang terlihat gugup
" gini lo gini lo gini lo terus sih.! " ucap ku yang masih kesal
" aku sebener nya...." ucap Riko yang terjeda lagi.
" udah ah. lama banget mau ngmong ajha" ucapku sembari berlalu pergi meninggalkan Riko.
" Aku suka sama kamu Aaaaaannnn" ucap nya yang sedikit teriak karna aku memang sudah agak jauh. tapi masih bisa ku dengar. dn aku pun kembali berjalan ke arah nya lagi
" kamu bilang apa tadi " ucap ku yang ingin ku dengar sekali lagi apa yang dia katakan.
" aa-aku suka sama kamu. "ucapnya lagi yang terlihat sangat gugup.
" hahahahaha..." aku pun tertawa terbahak bahak..
" kamu kok ketawa sih.. " ucap Riko yang mengerutkan kening nya dan merasa heran.
" kamu lagi latihan drama ya.. hahahahah... udah udah aku mau pergi dulu lah. buru buru ni. kamu kalo mau latihan drama cari guru yang profesional dong.... aku kan gak tau drama tu gimana.. hahahhaaha. " ujar ku yang masih ngakak tertawa terbahak bahak dan aku pun berlalu pergi dan mengendarai motorku. Riko yang melihatku berlalu ia terdiam sejenak..
" Aaaanaaaa aku serius sama kamuuuuuuu... " ucap nya yang berteriak. tapi aku tak mendengar nya karena aku sudah jauh dipandangan.
seketika.. ada yang memanggil manggil Riko.tetapi ia melihat kesana kemari tidak terliat siapa yang memanggil. dan secepat kilat ia membangunkan badan nya.
" aduuuuhhhhhh... kacauuu kacau.. " ucap nya yang baru terbangun dari tidur nya.
__ADS_1
"kacau apa nya pak.." ucap Seorang karyawan kantor.
" gak ada apa apa. sedang apa kamu disini. " ucap Riko..
"saya dengar bapak tadi teriak teriak jtakut ada apa apa jadi saya kemari.. " ucap karyawan tersebut.
" huuuff.. rupanya cuma mimpi too.. aduhh gatot ini mah.. " ucap nya dalam mimpi.
" kok bapak bengong.. " tanya karyawan itu.
" udah aku cuma mimpi tadi.." ucap riko yang menjelas kan
"ooohhh ya sudah pak kalo gitu saya permisi. " ucap karyawan itu
dan Riko pun hanya menganggukan kepala.
. dan dia pun kembali termenung memikirkan mimpinya..
" apa Ana gak suka kalo ku deketin ya.." ucap nya dalam hati. ia masih di sibukan oleh renungannya
dan di sisi lain aku yang sudah sampai dirumah pun . lanjut untuk membersih kan badan dan menunaikan kewajiban ku sebagai seorang muslim. selesai sudah memenuhi kewajiban ku. aku pun berlalu mengambil hp dan mulai menelpon ibu ku.
tuuuuddd tuuddd terdengar suara telepon yang sedang memanggil tak lama kemudian pun teleponku terangkat.
" Assallammu'allaikum ndok.." ucap seorang wanita yang tak lain adalah ibuku sendiri.
"Wa'allaikumsalam bu.. ibu sampean kaleh bapak pripun kabare( ibu sampean sama bapak gimana kabar nya) " ucapku
" alhamdulilah baik ndok.. waktu itu kamu ada nelpon ibu yo..ibu sama bapak waktu itu lagi di sawah terus hp nya ada di gubuk.. jadi ndak kedengaran. " ucap ibuku yang menjelaskan saat aku menelpon tidak ada yang menjawab.
" ala... bu.. ndak apa apa.. Ana juga tau pasti bapak sama ibu sibuk.. ibu sampean ndak ada niatan mau tinggal di kalimantan sama Ana to bu. Ana rindu tapi belum bisa pulang " ucap ku yang selalu merasa kesepian saat di rumah sendirian..
"kalo ibu sama bapak kesitu gak ada yang ngurus sawah ndok.. sayang kalo di anggurin " ucap ibu ku
"iya juga si bu.. ya sudah nanti kalo Ana sudah dapat cuti ana pulang ke kampung bu.." ucapku pada ibu ku.
" ooohh ya sudah bu.. kalo gitu Ana tutup dulu telpon nya. Assallammu'allaikum.. " ucap ku
"wa'allaikumsalam" ibu menjawab salam ku. dan aku pun menutup telpon ku.
saat sedang berbaring aku terus terfikir oleh Riko yang mengesal kan itu. entah kenapa saat terlintas ia di fikiran ku jantung ku selalu berdegub kencang seakan akan orang itu orang yang istimewa. sedang kan aku tak pernah mengalami hal seperi ini sebelum nya.
malam pun berlalu aku yang sydah menunaikan kewajiban ku sebagai seorang muslim. kini aku bersiap siap untuk berangkat ke kantor lebih awal karena aku ingin menghirup angin segar dan ingin merasakan kembali dingin nya angin di pagi hari. kini ku nyalakan motor ku dan ku berlalu mengendarai nya beberapa kilo perjalan sudah ku tempuh. kini ku bertemu kembali dengan lampu merah yang selalu setia menyapa. saat lampu hijau sudah menyala ku lajukan kendaraan ku dan tak sengaja ku melihat Riko yang entah dari mana dan berlawanan arah seperti nya dia tak melihat ku. tapi ternyata dia putar arah
" hay cantik " sapa Riko dengan kata kata manis nya
"ada apa " ucap ku yang masih mengendarai motor ku. seketika itu juga jantung ku berdegub kencang dag dig dug dag dig dug.
" aduh kenapa lagi ini jangan sekarang dong aku lagi berkendara ni.. " ucap ku pada diriku sendiri.
" mau berangkat kerja ya. " ucap Riko yang bertanya.
" iya ni" aku pun mulai mengubah cara bicaraku. untuk menenangkan diriku yang berdebar debar.
" kamu mau kemana " lanjut ku bertanya pada Riko.
" habis pulang kerja.. aku Shiff malam minggu ini jauh gak si temlat kerjamu" ucap nya yang bertanya juga yang masih mengendarai motor Ninja nya.
" enggak kok tinggal beberapa kilo lagi. " ucap ku yang masih fokus mengendarai motorku.
" aku anter ya sampe tujuan." ucap nya
" buat apa gak usah ah. dah biasa sendiri kok " ucap ku yang menolak
" gak papa biar aku tau di mana tempat kamu kerja " ucap nya
" ohhh ya udah " ucap ku. dan disambung dengan keheningan karena ku di berkendara didepan jadi ku hanya melihat nya dari kaca spion ku. sekilat ku tatap wajah nya.
" bener ganteng lo." ucap ku dalam hati..
__ADS_1
tak terasa perjalanan pun sampai.
" dah sampai " ucap ku memberi tahu Riko.
" oooohh di sini kamu kerja to. yayaya" ucap nya.
" kenapa memang nya" ucapku bertanya
" enggak papa. ya sudah aku pulang dulu ya.. selamat berkerja semoga sukses" ucap nya yang mendukung ku.
" iya makasihm makasih juga sudah nganter aku. " ucap ku..
" ala gitu aja kok pake bilang makasih. dahhhh " ucap nya berlalu pergi dan melambai kan tangam nya.
aku pun membalas lambaianya dn aku tersenyum bahagia. entah kenapa aku merasa hari ini aku sanygat bahagian setelah bertemu dengan Riko.
aku berjalan memasuki kantor dan memulai lekerjaan ku. dan disisi lain Riko yang sudah sampai dirumah nya itu. ia langsung membersihkan diri.. usai sudah membersihkan diri kini ia sedang dudu bersantai. ia menelpon seseorang yang entah siapa..
tuuuuuuuuddd tuuuuuudd tuuuddd
suara telepon memanggil. tak lama terdengar suara.
" Halo ada apa ni. tumbenan nelpon. " ucap seseorang di dalam telfon tersebut.
" ada kan karyawanmu yang nama nya Ana " ucap nya yang ternyata itu adalah bos besar di kantor tempatku berkerja.
" ANA TASYA kah " ucap bos besar itu.
" iya.. apa kantormu punya nomor hp nya gak. " tanya Riko pada bos besar tersebut.
" ya punya to masa kanton gak punya nomor karyawan nya. kenapa kamu suka sama dia ya? " tanya bos besar tersebut
" ahhh itu urusan nanti deh.. sekarang tolong dong kirim kan nomonya pliss.. " ucap riko yang memelas pada bos besar tersebut dan entah apa hubunganereka sebenarnya.
" ok lah nanti ku kusuruh sekertaris ku mencari kan di bagian pengawas komunikasi." ucap bos tersebut yang tak pernah bercanda ia selalu serius dalam berbicara.
" makasi makasih makasih banyak yaaaa... aku tunggu kabarnya secepat mungkin. " ucap Riko
" yasudah aku tutup dulu telpon nya " ucap bos besar itu. dan tak ada kata kata lagi telfon pun sudah mati.. terlihat Riko yang masih menunggu. beberapa menit kemudian ada nomor tak di kenal mengirim kan nomor telfon ke hp nya Riko. dan Riko yakin kalau nomo yang di kirim itu adalah milik Ku. ia pu segera mencatat nomor ku ke hp nya ia pun mencoba untuk mengechatt ku
" Assallammu'allaikum" tulisan yang Riko ketik di hp nya lalu mengirimkan nya ke nomorku. tapi aku yang di sibukan dengan bekerja tak ku pedulikan lagi dengan hp ku.. yang ku tau aku harus bekerja agar cepat selesai dan pulang lalu istirahat.
" kok ghk di balas ya.. aaahh mungkin dia lagi sibuk kerja mungkin." ucap nya sembari memandangi hp nya. tak lama ada Chatt masuk ke nomo nya Riko yang ia kira Adalah Ana ternya ta sahabatnya..
" Rik sibuk gak.. kita jalan jalan yukk.. " ucap Dzaki lewat chatt tersebut.
" Enggak ah Dzak aku mau tidur capek.. " ucap Riko yang membalas chatt tersebut.
" ok lah maseeehh.. " ucap sahabatnya itu. Riko pun tak membalas.. ia memilih untuk membaringkan diri di kasur nya dan terlelap tidur.
dan di sisi lain aku yang masih sibuk bekarja kini waktunya untuk istirahat.. dan aku pergi membeli nasi yang ada di depan kantor tampat ku kerja. seusai mbeli nasi ku memakan nya sembari melihat hp ku siapa tau ada hal hal penting yang belum aku baca.
"Assallammu'allaikum. " terlihat nomo baru yang masuk di hp ku. lalu ku membalasnya.
" Wa' allaikumsalam. maaf siapa " ketik ku si dalam hp.. tapi beberapa menit kemudian. tak ada balasan. dan aku pun membiar kan itu. selesai ku makan ku lanjut kan untuk bekerja. hari pun sudah telihat sore waktu nya aku untuk pulang dan seperti biasa aku mengendarai motor kesayanganku dengan santai. disisi lain Riko yang sudah terbangun dan sudah bersiap untuk bekerja. ia melihat hp nya ada nomor yang dia chatt membalas chatt nya. .
" ini Aku Riko An.." selsai membalas. ia pun lnjut bekemas kemas.
aku pun sudah sampai di rumah dan ku letak kan semua barang bawaan ku saat bekerja. ku lihat kembali hp. dan nomor yang mengechatt ku dia pun mbalas ku. dan memberi tahukan bahwa itu adalah Riko. saat ku membaca Chatt nya itu aku semakin bahagia.. waktu berlalu begitu cepat dan kami pun terlihat sudah sangat akrab.
waktu demi waktu kami lalui bersama sama. dan hari ini Riko membawa ku berjalan jalan. aku pun menyetujui nya. dan ia datang menjemput ku. perjalanan kami lalui dan akhirnya kami sampai ketempat tujuan. kami duduk berdua di sebuah taman.
" An kita kan dah lama berteman.. aku mau kejenjang yang lebih serius sama kamu.. apa kamu mau nikah sama aku. " ucap Riko yang melamarku di sebuah taman yang indah itu. yaaa kami tak pernah berpacaran hanya sebagai teman kini Riko meminang ku dan dengan senang hati aku menerimanya.
" iya Rik aku mau.. tapi kamu harus bertemu dengan orang tua ku dulu untuk membicara masalah ini. " ucapku pada Riko.
" iya An secepat nya kita akan bertemu dengan orang tua mu.. tapi An.. aku ini sebatang kara orang tuaku sudah lama tiada.. mungkin nanti saat aku bertemu dengan kedua orang tua mu aku hanya ditemani oleh kakak ku saja. " ucap Riko yang menjelas kan. dan aku hanya menganggukan kepala yang entah siapa kakak nya itu karena memang aku tak pernah bertanya pada nya dari mana asal usul nya.
( hay kak terimakasih ya yang masih setia membaca novel ku...masih penasaran kan dengan CINTA TERLARANG BERUJUNG DENDAM.. yukkk kak ikuti terus kelanjutan cerita nya ya......
__ADS_1