Cinta Terlarang Berujung Dendam

Cinta Terlarang Berujung Dendam
CINTA TERLARANG BERUJUNG DENDAM


__ADS_3


TIMBUL NYA RASA KECEWA DAN DENDAM



POV: AUTHOR.


Satu minggu usai melahir kan Kakak Riko yaitu Andra dan istri nya datang mengunjungi nya. yaa mereka baru mengunjungi Adik nya karena mereka sudah beberapa minggu di luar Kalimantan untuk mengurus bisnis nya jadi baru bisa mengunjungi Adik nya itu. Andra dan Istri nya tak membawa tangan kosong mereka membawa oleh oleh dari luar Kalimantan untuk ponakan nya itu. dan beberapa hari lagi Ana dan Riko akan mengadakan syukuran untuk memberi nama bayi nya itu.


" maaf ya Rik kalo kami baru mengunjungi soal nya kamu tau sendiri kan aqhu sibuk banget belakangan ini . oiya ini ada oleh oleh untuk ponakan Jonior ku. " " ucap Andra


" iya ni.. coba liat aku juga bawa sesuatu untuk jonior. " ucap Nia yang melanjut kan pembicaraan. yaa mereka memanggil nya jonior karena blum di kasih nama.


" gak usah repot repot kak... yang penting sampean datang itu kami sudah cukup bahagia... " ucap Ana yang sedang menggendong bayi nya.


" hhhmmm cuma gituan aja kok gak seberapa... " ucap Nia yang berlalu menghampiri Ana dan mengambil alih untuk menggendong.


sementara bayi Ana sedang di gendong oleh Nia Kakak Ipar Ana. ia berlalu kedapur untuk membuat kan minum kakak Ipar nya. usai sudah membuat kan teh ia berlalu ke ruang tamu.


" maaf ya kak.. cuma ada teh sama cemilan aja " ucap Ana sembari meletak kan minuman di atas meja.


" gak usah repot repot. kami kesini gak minta minum kok kan kami kesini mau nengok jonior... iya kan Nak... " ucap Nia sembari berbicara kepada Bayi Riko.


" jadi kapan syukuran nya Rik. " ucap Andra yang menyambung pembicaraan pada Riko.


" mungkin besok kak " ucap Riko.


" kamu gak ngabarin ibuk mertuamu Rik kok gak ada disini " ucap Nia yang bertanya


" sudah di telpon sama Istriku kak cuma gak ada jawaban mungkin lagi sibuk. " ucap Riko. Ana pun mengangkat kan alis nya pertanda yang di katakan Riko benar.


" jadi syukuran besok ibuk mu gak datang dong An " ucap Nia pada Ana.


" bisa jadi kaya gitu mbak soal nya Ana berkali kali nelpon tapi gak diangkat sama tidak aktif pemberitahuan nya di hp. " ucap Ana yang merasa sedih karena orang tua nya tak datang saat ia bersalin sampai sekarang.


" gak papa An.. mungkin sibuk sama jaringan nya susah.. kalo perlu bantuan kan kami ada " ujar Andra pada Ana Nia pun menyiyakan..


" mii.. bermalam di sini aja ya dari pada bolak balik besok " ucap Andra pada istri nya


" iya lah Bi.. sekalian bantu masak masak besok. " ujar Nia. mendengar bahwa istri nya pun setuju ia hanya mengangkat kan alis nya.


malam pun datang, Ana dan Nia sedang sibuk di dapur menyiap kan makan malam, sedang kan disisi lain Riko dan Andra yang menjaga bayi yang sedang tertidur. tak lama kemudia makan malam pun siap. nereka pun makan bersama terkecuali Ana, Ana yang sedang menjaga bayi nya setelah Riko selesai makan baru lah dia yang makan. yaaaaa memang jika di Kalimantan ini kita tak boleh sembarangan jika kita mempunyai bayi atau yang masih dalam kandungan pantang untuk keluar malam malam. yaaa memang karena di Kalimantan terkenal akan hal Mistis nya . salah satu nya adalah makhluk KUYANG yang hanya terdiri dari Kepala Jantung Usus dan organ dalam lain nya sedangkan tubuh nya ia sembunyikan di tempat yang aman. ia mencari mangsa menggunakan kepala nya dan organ dalam nya saja berterbangan mencari korba nya. pada senja dan malam hari. oleh karena itu Bila di Kalimantan ini sangat berhati hati akan makhluk itu jika kita mempunyai bayi atau yang sedang hamil. oleh karena itu lah Ana dan Riko bergantian untuk menjaga bayi nya. kini giliran Ana pula yang makan sedang kan Riko yang menjaga bayi nya lagi. Andra menyusul Riko yang sedang menjaga bayi nya Nia, yang masih menemani Ana untuk makan malam.


" gimana kak lancar bisninya...? " ucap Riko yang membuka pembicaraan agar tak merasa sepi.


" yaaa Alhamdulilah lancar sii.. " ucap Andra


" gimana besok syukuran nya aku panggilin karyawan kantor ya untuk bantuin masak masak " ucap Andra


" takut ngerepotin orang orang kak. biar lah istriku aja yang masak, nanti aku bantu sedikit sedikit " ujar Riko


" istrimu kan baru seminggu melahirkan masak sudah disuruh masak masak " ucap Andra


" gak papa kok kak dari pada ngerepotin orang luar kan aku gak enak " ujar Ana yang menyambung pembicaraan


" emang kamu dah sehat An... bener kok kata kakak mu nanti kalo ada apa apa sama diri kamu gimmana coba.. " ujar Nia yang menjawab Ana.


" mudah mudahan gak ada apa apa kak.. kasian kalo ngerepotin orang yang lagi kerja. " ujar Ana dan Riko hanya berdiam mendengar kan mereka berbicara.


" tenang Rikk bisa dilibur kan 2 hari untuk mereka istirahat" ujar Andra

__ADS_1


" gak usah kak sayang kalo di liburin belum waktunya apa lagi bisnis sampean lagi lancar lancar nya. " ujar Riko pada Andra, Ana pun menganggukan kepala dan mengiyakan nya.


" bisnis gak seberapa Rik dibanding kan keluarga" ucap Andra.


" besok lah kak di liat gimana bagus nya " ujar Riko


" ya sudah lah kalo gitu sebener nya kepengen ku tu di pastiin sekarang biar gak repot banget besok nya" ujar Andra


" besok la kak kita liat " ujar Riko yang masih kekeh


" ya udah tunggu besok aja... kalo gitu aku mau istirahat dulu la ya.. " ucap Andra


" ooh iya lah " ujar Riko. Andra pun berlalu pergi menuju kamar nya dan di susul oleh Nia.


begitu pun dengan Riko dan Ana mereka pun beristirahat mengumpul kan tenaga untuk besok.


malam pun berlalu Ana dan Riko sudah terbangun begitu pun dengan Andra dan Nia. Mereka hari ini berbelanja yang pergi hanyalah Riko Andra dan Nia sedang kan Ana menjaga anak nya dirumah dan memotong motong bumbu yang di perlukan jika kurang tinggal menunggu tabahan yang di beli oleh Riko.


" kami berangkat kepasar dulu An hati hati di rumah.. oiya.. mana nota belanja nya hampir aku lupa " ucap Nia


" oiyaaaa... akupun malah lupa juga.. " Ana berlalu mengbil nota belanja yang sudah di siapkan tadi malam. dan memberikan nya pada Nia.


mereka pun berlalu menaiki mobil milik Andra sedangkan Ana melanjut kan kegiatan nya untuk memotong motong bumbu selagi anak nya masih tertidur pulas ia gunakan kesempatan itu sebaik baik nya.


Andra Riko dan Nia yang sibuk di pasar untuk membeli barang barang untuk keperluan syukuran. Ana yang di rumah sudah menyelesaikan pekerjaan nya semua mulai dari cuci piring cuci baju mengemas rumah dan pekerjaan nya yang lain lain. kini waktu menunjukan pukul 9.00. pagi. kini Andra dan yang lain telah sampai di rumah. tak lama kemudia datang lah Sahabat Riko yang bernama Dzaki yaaa dia lama tak terlihat oleh disibuk kan dengan pekerjaan nya. ia datang menemui Riko untuk memberi selamat atas kehadiran sang buah hati nya mereka. Ana yang sedang menyusui anak nya dan yang baru sampai dari pasar mereka melanjutkan untuk memasak masak di dapur. dan mereka berencana membuat acara seadanya dan sederhana. Dzaki yang baru datang di persilah kan duduk dan Nia memberi nya cemilan dan air hangat Riko pun menemani nya mereka berbincang bincang di temani pula dengan Andra.


" yank gendong dulu anak mu aku mau bantu mba Nia di dapur kasian dia sendirian " ujar Ana sembari menyerah kan bayi nya pada suami nya. Riko pun mengangguk dan tersenyum. Ana berlalu kedapur dan Mereka yang di ruang tamu melanjut kan perbincangan mereka.. lama mereka memasak akhirnya waktu menunjukan pukul 4.30. sore pun tiba akhirnya mereka selesai memasak kini tugas Riko dan Andra untuk mengundang warga komplek tempat tinggal Ana dan Riko.


" Dza kamu tunggu di sini aja ya gak lama kok tunggu selesai acara baru kamu boleh pulang kalo kamu pulang awas ya " ujar Riko yang mengancam Dzaki sambil bercanda dan takut teman nya pulang tanpa membawa apa apa.


" iya iya iya... jahat amat si papa baru ini.. " ucap Dzaki yang terkekeh.


Riko dan Andra berlalu pergi berjalan kaki karena setiap Rumah mereka singgahi. usai mengundang para tetangga. mereka berdua pun membantu Ana untuk menyiap kan yang akan di hidang kan. Dzaki hanya membantu untuk menjaga bayi Riko. waktu menunjukan pukul 6.30 malam. para tamu satu persatu datang. dan acara syukuran pun di mulai.


pembacaan Do'a Annas


pembacaan do'a yasin untuk keselamatan


dan pemberian nama untuk si bayi.


acara makan makan bersama


berbagi berkat untuk di bawa pulang


acara pun akhirya selesai Anak Riko Dan Ana di beri nama RIZKI ANA RIKOMANDARA.


yaaa sedikit aneh tapi memang itu lah nama bayi mereka. malam semakin larut teman Riko, Dzaki masih bermalam Di rumah Riko. mereka pun istirahat semua.


pagi pun tiba Ana yang sudah disibuk kan di dapur untuk memanasi makana yang masih tersisa tadi malam dibantu ole kakak ipar nya yaitu Nia. usai memanas kan makanan akhirnya makam bersama lagi.


usai makan bersama Dzaki berpamitan pulang begitu pula dengan Andra dan Nia banyak pekerja an mereka yang harus di kejar. mereka berpamitan untuk pulang.


hari demi hari mereka lalui bersama bayi mereka kini Rizki sudah berumur 3 bulan Anak yang gemoy kulit yang kuning langsat wajah yang tampan dan menggemas kan itu lah anak Riko dan Ana. Riko yang hari hari bekerja berangkat pagi pulang sore. Riko tak seperti biasa yang selalu berkumpul dengan Anak Istri nya kini ia lebih suka menyendiri di temani oleh hp nya. dan setiap Ana ingin meminjam hp nya tak pernah lagi di boleh kan oleh karena itu Ana jadi merasa curiga akan tingkah suami nya itu yang tak seperti biasa nya. malam pun tiba akhirnya Rizki sudah tertidur begitu pun dengan Riko. Ana yang masih heran dengan suami nya kenapa bisa berubah dingin. Ana memberanikan diri untuk mengecek di dalam hp Riko. Ana mencoba membuka nya dengan sandi yang biasa di gunakan Riko rupa nya salah jantung Ana mulai berdebar, namun ia mencoba untuk tenang dan dua sandi masih salah dan terakhir Ana menggunakan tanggal lahir Anak nya pun berhasil Anq sedikit lega bisa membuka sandi hp Riko tapi masih berdebar debar jantung nya. ia langsung membuka wa dan memeriksa semua nya namun ia di fokus kan dengan nomor yang tidak Ana kenal dengan nama lelaki yang tak pernah ia ketahui. lalu ia mencoba untuk membaca perbincangan mereka. namun betapa terkejut nya Ana melihat ada kata kata yang menjunjukan bahwa Riko mencintai orang tersebut.


" aku suka dan cinta sama kamu Len tapi apalah daya ku aku sudah beristri dan sudah mempunyai Anak. " itulah yang tertulis di dalam Chattingan mereka dan masih banyak lagi dengan menggunakan kata sayang. betapa terkejut nya Ana saat membaca bahwa itu yang mengungkap kan adalah suami nya. hati Ana merasa sedih tanpa disadari air mata menetes dari pipi nya. Ana benar benar merasa sakit hati akan tingkah suami nya itu. timbulah rasa kecewa yang sangat dalam. Ana pun menangis semalaman entah apa salah nya hingga Riko tega melakukan itu pada Istri nya. malam pun berlalu.


dan pagi pun tiba Riko yang sudah bangun melihat istrinya yang sedang sibuk di dapur. Riko pun tak menegur istri nya tak seperti biasa nya bila bangun tidur selalu mencium istri nya dan memeluk nya namun sekarang tidak lagi. Ana masih terdiam melihat Riko yang acuh. Ana pun seketika berubah acuh dan dia terdiam tak membuka suara atau bertanya pada Riko. Ana mencoba untuk tenang dengan melakukan pekerjaan nya.


"yank kok makanan nya belum siap kan aku mau berangkat kerja.." ucap Riko Ana tak menanggapi atau menjawab pertanyaan Riko


" yank " panggil Riko lagi

__ADS_1


" yank kamu di panggil dari tadi gak dengar apa pura pura gak dengar.. padahal lo suara ku agak kencang. " ujar Riko yang mulai kesal. namun Ana masih berdiam tak berbicara ia berusaha sibuk dengan kerjaan nya yaitu mencuci piring.


" aaaahhhj kalo gitu aku makan diluar ajha orang gak di siapin makanan di rukah kok " ujar Riko yang berlalu pergi.


" iyaaa makan aja di luar sama pacar mu sekalian gak usah pulang. makan tidur tempat nya sana katanya kamu suka, sama dia cinta sama dia. kenapa gak minta pacar mu buat masakin.. aku bukan pembantumu. ambil pakaian mu bawa ketempat dia kan dia pacar mu. " ucap Ana sembari membanting barang barang di sekitar nya.


Riko terkejut karena dia tak pernah melihat istrinya marah sampai membanting barang barang.


" pacar apa si yank maksud mu.. kenapa kamu banting banting barang barang sih hah. " ujar Riko setengah berteriak.


Ana langsung mengambil hp Riko yang di kantongi nya itu.


" mana hp mu. sini. " ujar Ana yang emosinya membeludak.


" apa sih yank. jangan lo.. banyak berkas penting disitu. " ujar Riko yang mengelak saat hendak diambil hp ny oleh Ana


" sini hp mu sini. aku bilang sini hppp muuuuuu " ucap Ana yang berteriak. Ana pun berlalu mengambil pisau dan mengancam suami nya.


" bawa sini gak hp mu itu hah. " ujar Ana yang menodong kan pisau di hadapan Riko dengan mata dan muka yang memerah tanpa air mata. dengan rasa taku dan terpaksa ia memberikan hp nya dan pada Ana membacanya dia tidak lupa untuk menyimpan gambar chattingan Riko dengan pere.puan lain.


dengan rasa amarah yang tinggi Ana menunjukak gambar yang sudah dx ambil tadi malam di hp ny Riko.


" maksud kamu apa becara kaya gini dan menulis nama lelaki di nomor wanita.. hah apa maksud nya. " ujar Ana yang menunjukan chattingan mereka berdua


Riko tak membuka suara membuat Ana bertambah emosi dan akhirnya Ana membating hp Riko sekencang kencang nya dan menginjak ijak hp tersebut dan Ana mengambil sebuah palu untuk menghancur lebur kan hp tersebut dengan rasa emosi yang tinggi.. dan tak dia pedulikan lagi suara tangisan Rizki putra nya tersebut.


" yank.. kamu salah faham.. sumpah aku gak ada apa apa sama dia.. aku berbicara seperti itu aku khilaf yank. aku berani sumpah kehilangan kamu. yank. " ujar Riko yang mengelak dari tuduhan Ana .


Ana yang masih merah mata dan muka dia tidak peduli apa yang dia katakan karena tak habis fikir. dan dia bertanya tanya dalam hati salah apa kh dia sampai suaminya seperti itu.


" yank aku minta maaf ya yank.. aku minta maaf.. " ujar Riko yang mencoba mendekati Ana. seketika Ana berdiri dan melempar palu yang ia pegang hingga mengenai Rak piring yang terlihat rapi dan dinding. hingga membuat piring berjatuhan dan pecah. hampir semua pering terlihat pecah berantakan di tambah lagi dengan dinding keramik yang hancur.


" makan itu khilaf sama sumpah. Bangsattttttttttt...dasar laki laki gak tau bersyukur. kamu kira enak kah ngurusin anak dirumah sama nyuciin bajumu. baru kamu enak enak pacaran di luar. otak mu tu dimana jadi laki laki hahhhh " ujar Ana meluapkan emosi nya dan berlalu pergi menuju kamar Anak nya. tetangga yang mendengar mereka ribu pun sampai takut untuk melihat bayi Ana. dan Riko. al hasil para tetangga hanya berkumpul di halaman untuk memastikan agar bayi nya tak kenapa napa.


Riko yang masih terdiam berdiri di tempat kejadian. ia melihat sekeliling yang tadi nya terlihat rapi kini seperti rumah kosong yang tak berpenghuni dan seperti rumah yang hancur. piring pecah dimana mana dan dinding yang hancur berserakan dimana mana. Riko tak habis fikir bila istrinya jika marah sampai menghancur kan barang. padahal dulu jika marah tak seperti itu. dan Riko pun sadar mungkin memang ini kesalahan nya yang membuat istri nya marah seperti setan dan seperti orang kerasukan.


suara pun menjadi hening. Riko yang tadi nya ingin berangkat kerja kini tak jadi berangkat karena masalah rumah tangga nya. Riko melihat ke arah jendela rupanya sudah banyak tetangga yang mendengar kan perkelahian mereka. Riko pun merasa malu atas perbuatan nya dan suara istri nya yang berteriak teriak.


satu persatu Riko memberes kan barang barang yang di pecah kan Ana. dalam hati nya merasa sangat bersalah karena telah menyakiti hati istri nya. dengan menetes kan air mata ia selalu membodoh bodohi diri nya sendiri.


lama ia membereskan pecahan piring dan pecahan tembok akhirnya selesai juga dengan perasaan bersalah ia mendatangi Ana dan Putra nya.


" yankk.... aku minta maaf yaa.. aku gak bermasud untuk menghianati kamu.. itu kan cuma bercandaan aku sayang banget sama kamu yank.. tolong jangan salah faham gitu dong. " ujar Riko yang berbicara lembut pada Ana dan berusaha mendekati Ana dan menenangkan perasaan Ana.


" kalo gak bermaksud menghianati gak mungkin kamu lakukan hal bodoh kaya gitu. kalo kamu sudah bosen sama aku tinggal bilang. gampang kok tinggal bilang aku sudah bosan sama kamu. biar aku pergi dari sini. aku ini bukan pembantumu. enak enak kamu pacaran di luar. sedangkan aku susah payah jagain anak sambil nyuci baju kamu. ngotak sedikit otak mu itu jagan kesenangan mu terus kamu fikir. dasar laki laki kurang ajar. seandai nya kalo aku gahk sabar sudah ku bunuh kamu di tempat tadi. " ucap Ana yang mengancam dengan nada amarah yang sangat besar dan mata yang masih memerah tanpa mengeluarkan setetes air mata. ia berbicara kasar bagai hati yang membatu. Riko yang mendengar Ancaman nya itu sangat terkejut bagaimana bisa istri nya berbicara sekejam itu pada suami nya.


" emang gak takut durhaka bicara sekasar itu sama suami nya sendiri" ucap Riko


" suami gak akan masuk surga kalo dia menyakiti hati istri nya dan membuat istri meneteskan air mata. " ujar Ana yang menjelas kan. Riko mendengar penuturan Ana ia terdiam sebentar dengan tatapan sayu dan merasa bersalah.


" iya yankk.. aku minta maaf yaa.. aku berani sumpah untuk kehilangan kamu kalo aku bohong. " ujar Riko yang mengeluarkan sumpah palsu nya.


" aku gak perlu sama sumpah mu aku juga gk percaya sama sumpah mu yang aku percaya kalo kamu buktiin baru aku percaya. kamu berbuat kaya gitu untung nya itu apa sih.. hah" ujar Ana yang masih marah. berbicara dengan nada sewot, kesal, dan sangat sangat marah.


" iya yank.. aku minta maaf yaa pliss maafin aku.. aku gak bakal ngulangin lagi kok. " ujar Riko yang memohon mohon.


" inget karma masih berlaku " ujar Ana yang berlalu pergi dari kamar membawa Anak nya dan keperluan anak nya di tengah malam. ia tak ingin satu kamar dengan pecundang. ia ingin bermalam di kamar satu nya di rumah mereka.


" yank... kamu mau kemana kan aku udah minta maaf tadi.. " ucap Riko yang memegang tangan Ana. seketika Ana menghempas kan tangan Riko yang memegangi nya.


" maaf mu gak semudah itu buat nyembuhin luka yang kamu timbul kan. " ujar Ana yang berlalu pergi. dan Riko pun hanya terdiam melihat kepergian Ana dari kamar mereka. dan menyesali perbuatan nya. Riko menggaruk garuk kepala nya dengan kasar. dan membaringkan tubuh nya di kasur dengan rasa penyesalan yang dalam. tak terasa ia pun terlelap dalam penyesalan nya. dan disisi lain Ana yang masih murka menetes kan air mata saat menatap bayi nya yang tertidur pulas. padahal ia belum pernah makan dan Ana pun tak merasa kelaparan yang ada hanya lah hati yang kecewa.

__ADS_1


( hay kak.. maaf yaa.. kalo ada kata kata kasar nya.. itu semua hanya untuk melengkapi isi cerita.. masih penasaran kan dengan CINTA TERLARANG BERUJUNG DENDAM yuukk kak ikuti terus ya jalan ceritanya akan tambah seru lagi lo.. salam manis dari Author.. 🥰


__ADS_2