
INDAH NYA MALAM PERNIKAHAN
POV: AOTHOR
hari ini Riko merasa kesepian kala kakak nya sudah pulang dahulu dikarenakan ada miting mendadak. Riko dan Ana masih disibukan membantu warga yang masih belum usai membereskan sisa pernikahan nya. hari pun menjelang sore. akhirnya tugas yang menumpuk selesai juga. senja pun tiba semua warga yang membantu berbenah kini sudah pulang halaman dan rumah sudah terlihat rapi. malam pun tiba kini Ana dan ibunya menyiap kan makan malam untuk semua nya, usai sudah menata makanan di atas meja.
" pak ayok makan.. " ucap Ana memanggil bapak nya.
" iya nduk... dimana ibuk mu " tanya Udin yaitu bapak nya Ana.
" sudah ada di dalam pak lagi nungguin kita " ucap Ana
" ya sudah ayok " ujar Udin. Udin pun berlalu pergi tinggalah Ana dan Riko.
" kamu kok gak panggil aku juga si yank.. " ucap Riko pada Ana
" iiiiiisssss kamu ini kaya anak anak.. ya sudah ayo sayang ku suamiku cinta ku my darling ku.. ayo kita makan. " ucap Ana sembari tersenyum senyum.
" hehehehheeh... gitu dong yankk.. kan aku suami kamu jadi yang di utama kan itu aku lo.. " ucap Riko yang mulai menimbulkan manja nya. mereka pun berlalu pergi menuju meja makan yang sederhana.
" ayo ayo duduk nak Riko silah kan di makan. " ucap Udin dan istri nya
" iya buk pak.. " ujar Riko
Mereka pun makan sambil berbincang bincang. usai sudah mereka makan kini Ana dan Ibu nya memberes kan piring piring yang untuk makan tadi sedangkan Riko dan Udin mereka melanjut kan bincangan nya di ruang tamu yang hanya beralaskan tikar. malam pun semakin larut Ana menuju kamar nya untuk beristirahat. ia membaring kan tubuh nya di atas kasur sederhana tak lama kemudia Riko datang dan langsung menghampiri Ana ia memeluk Ana kala Ana sedang berbalik badan.
" Riko " Ucap Ana yang terkejut.
" Riko lagi... Riko lagii.... piye to nduk.." ucap Riko yang sambil bercanda.
" nduk nduk.. emang aku ank mu " ucqp Ana
" kamu si.. kan kita dah nikah.. jadi panggil ayank dong di biasa kan jangan panggil nama terus . " ucap Riko. Ana pu hanya tersenyum tipis.
" gak nyangka ya klo kita udah nikah padahal dulu kamu itu galak, ganas, cuek, jutek, lagi aaaaaaaaa rupa nya luluh juga sama aku..kan terbukti kan kalo aku ganteng mangkanya kamu mau sama aku.. hehehehhe" ujar Riko yang sedikit memuji diri nya..
" elehhhhh kepedean luuuu " ucap Ana yang menarik hidung Riko. Dan Riko pun membalas tari kan nya mereka pun bercanda tawa. sampai akhir nya candaan mereka terhenti kala mereka saling bertatap muka sangat dekat. Riko mulai membelai wajah Ana. Ana pun menutup mata nya. sampai lah belaian itu di leher nya Ana.
" aku gak mau gagal yang kedua kali nya lagi. " ucap Riko yang berbisik di telingan Ana membuat jantung Ana berdetak kencang tak karuan. Riko kembali meraba kepala Ana dan mulai mencium nya. Ana pun pasrah karena dia sadar bahwa itu kewajiban nya. Riko terus membelai dan mencium Ana. Riko mulai melepaskan kancing kancing baju istri nya lalu membuka nya secara perlahan dan mulai menciumi nya. Ana pun menikmati nya dan terjadi lah perang di antara mereka berdua.
malam pun berlalu kini Ayam berkokok secara bergantian. Ana yang membuka mata nya melihat tubuh nya tak berpakai an sehelai pun hanya bertutup kan selimut dan Ana melihat darah di tempat Tidur nya.
" yank.. yank.. yankk bangun... yankk iiihh bangun lo.. " ucap Ana membangun kan Riko.
" ada apa si yank.. capek nii... habis perang tadi malam. " ujar Riko.
" coba liat deh ada darah. " ucap Ana. Riko pun langsung terbangun dn melihat.
" sakit kah yank ? " tanya Riko.
" yo iya lah jelas sakit. " ucap Ana sembari mengerut kan alis nya.
" yo yank.. masih sempat sekali lagi ni. " ucap Riko yang mengajak perang dunia ke lima
__ADS_1
" udah pagi lo yank.." ucap Ana yang mengeluarkan ekspresi manja nya.
" ayok lah yank... mumpung masih sepi lo yank ayo lah ayok lah.." ucap Riko. Ana pun menghela nafas nya dan melayani suami nya dengan baik. dan mereka pun melanjut kan peperangan nya.
usai sudah mereka melakukan peperangan nya.. mereka pun pergi mandi bersama dan bersiap siap untuk pergi. yaaa ini mereka akan pulang ke Kalimantan untuk melanjut kan pekerjaan mereka. usai sudah mereka mandi Ana yang sedang bersiap siap. sedangkan Lilis yaitu ibu nya Ana sedang membuat kan makanan serta bekal untuk mereka di perjalanan nanti. Ana pun yang sudah bersiap siap ia menuju kedapur untuk membantu ibu nya.
" Maaf ya buk kalo Ana harus pulang ke Kalimantan ." ujar Ana yang sedikit merasa tidak enak pada ibu nya.
" gak papa nduk.. kan suami kamu haru bekerja. ibuk faham kok." ujar Lilis yang masih sibuk membuat sambel kesuka an Ana yaitu sambel terasi.
" sebener nya Ana lo masih mau di sini buk tapi Ana gak bisa berbuat banyak " ucap Ana yang mengangkat sayur ke meja makan.
" yo mau di apa nduk. wong kamu sudah punya Suami yo harus nurut sama Suami.. " ucap Lilis sembari tersenyum pada Ana . Ana pun hanya terdiam dan melanjut kan pekerja an nya. usai sudah menyiap kan makanan merekapun makan bersama tanpa berbincang bincang. usai makan bersama Lilis dan Ana memberes kan piring piring kotor yang sudah mereka gunakan tadi. sementara di sisi lain Udin Bapak nya Ana membatu Riko mengeluarkan barang barang yang ingin mereka bawa ke Kalimantan.
" Terimasih ya pak sudah bantuin Riko " ucap Riko
" gak popo le... wong cuma sedikit kok ee.. pake terimakasih segala" ucap Udin.
" nanti kalo sudah sampai kabarin. hati hati disana. bapak cuma minta satu. tolong jaga anak bapak dengan baik kalo jadi suami jangan pernah main tangan keistrimu. kalo kamu sudah gak cinta sama anak bapak kembalikan dia dengan baik. " ujar udin yang mewanti wanti Riko agar jadi suami yang baik.
" iya pak InshaAllah " ucap Riko
merekapun sudah bersiap untuk berangkat dan mereka berpamitan
" ibuk kami permisi ya buk sampean sama bapak hati hati disini kalo ada apa apa kabarin Ana " ucap Ana yang menetes kan air mata nya
" iya nduk jangan lupa in ibuk sama bapak ya..hati hati juga di sana. nak Riko tolong jaga Anak ibu dengan benar lo ya. " ucap lilis yang sedang menangis.. sedangkan udin hanya mengguk kan kepala nya saja
" ya sudah buk kami permisi dulu ya takut lambat ke bandara nya nanti. " ucap Riko, Ana pun memeluk ibu dan bapak nya. di lanjut kan dengan Riko yang menyalami mertua nya. mereka pun berlalu menaiki taxi yang mereka pesan. taxi yang mereka kendarai berlalu pergi meninggal kan orang tua yang setengah renta itu.
tak berapa lama pesawat pun mulai keberangkata nya.. Ana dan Riko pun hanya diam tak banyak berbincang bincang karena Ana masih sangat merindukan orang tua nya. tapi bagai mana lagi ini lah takdir yang harus dijalani. dan rupanya Riko tertidur di kursi duduk nya. Tak lama pesawat pun sandar da bandara yang ada di BANJARMASIN .
" yank bangun kita dah sampai ni.. " ucap Ana yang sedang membangun kan Riko.
" eeeeeeemmmmmm" ucap Riko yang memalingkan wajah nya.
" ooooooo tak tinggal lo kamu nanti yank kalo gak bangun " ucap Ana yang menakut nakuti Riko. terlihat Riko langsung membuka mata nya dan menggosak mata nya memakai kedua tangan nya. dan terlihat pula Ana yang beranjak dari tempat duduk nya.
" yank gendong dong.. " ucap Riko yang bercanda
" yoooo penyet no aku kalo aku yang gendong kamu to yank yank... " ucap Ana yang sedang mengoceh. dan mengerutkan alis nya serta menatap tajam pada Riko.
" hehehehe jangan marah marah.. nanti hilang cantik nya.. " ucap Riko yang terkekeh dan menggobalin ana. terlihat pula Ana hanya menunjukan ekspresi tanda tanya. Ana pun berlalu meninggal kan Riko yang masih terduduk.
" kalo gak cepet keluar di bawa sama pesawat lagi kepok koe nanti. " ucap Ana sembari berlalu pergi.
Riko pun beranjak dari duduk nya dan mengikuti Ana dari belakang. mereka pun menuruni pesawan. lalu lanjut menaiki taxi lagi untuk sampai dirumah nya memerluka waktu sekita Dua jam.
beberapa jam mereka menaiki taxi akhirnya sampai lah mereka tepat di Rumah Riko. yaaa sekara Ana sudah tidak mengontrak lagi karena Riko memiliki rumah sendiri dan lain kali kalo ada waktu mereka berdua akan mengambil barang barang yang tersisa di kotrakan Ana dulu. Ana memasuki Rumah Riko yang sederhana tapi terlihat mewah. Riko pun membawa Ana menuju ke kamar untuk memberes kan baju baju mereka. tapi sampai nya di kamar Ana langsung membaring kan badan nya karena merasa lelah usai melakukan perjalanan yang jauh.
" uuuuhhhff capek nyaaa... " ucap Ana berbicara sendiri. tetapi masih dapat di dengar oleh Riko. Riko yang melihat tingkah istrinya itu pun tersenyum. iya merasa tak percaya bahwa dia sudah memiliki Istri.
" Ayank capek too... sini tak pijetin.. " ucap Riko.
" gak mau ah " ujar Ana yang menolak.
" kok gak mau memang nya kenapa " tanya Riko.
__ADS_1
" kalo sama kamu nanti bukan nya di pijetin tapi malah mandi keramas.. " ujar Ana yang mengerutkan kening nya.
" hehehheehe kok tau si.. tapi beneran lo yank aku tu cuma mau pijetin doang. " ucap Riko yang terkekeh.
" gak ah.. lain kali ajha " ujar Ana yang membalik kan tubuh nya.
" kok gitu siii.. yank..." ujar Riko yang berlalu pergi merebah kan diri di samping Ana.
" eehh... ngomong ngomong rumah mu besar juga ya ynk " tanya Ana.
" hehehe.. ini rumah kita yank bukan rumah ku " ujar Riko.
" memang ini rumah mu kok " ucap Ana. aku tidur dulu deh ynk.. ngantuk nya pol " lanjut Ana. Riko pun mengangkat kedua alis nya yang menandakan keiyaan nya.
malam pun tiba Ana yang sudah terbangun ia menyiap kan makan malam untuk nya dan untuk suami nya. usai sudah menyiap kan makan malam. dan mereka pun makan bersama dan berbincang bincang serta canda dan tawa, usai makam malam Ana pun memberes kan piring piring nya dan dibantu oleh Riko. usai berkemas mereka pun istirahat. malam yang dingin kini haya mereka berdua di rumah tak ada pembantu atau apa pun. mereka merasa nyaman tinggal bersama. tak terasa merekapun terlelap dalam tidur nya.
pagi pun tiba hari ini seperti biasa mereka melanjut kan pekerja an nya. Riko berangkat kekantor tempat nya bekerja dan Ana pun berangkat ke kantor tenpat nya bekerja juga. yaaa Ana memang bekerja karena memang sudah di beri izin untuk bekerja. Ana merasa kesepian jika dirumah sendirian. jadi dari pada tak punya kesibukan Ana pun melanjutkan pekerjaan nya. hari demi hari mereka lalui dan bulan demi bulan mereka lewati. dan Satu Tahun Enam Bulan sudah umur pernikahan mereka. kini Ana pun sedang hamil Delapan Bulan sudah menjelang lahiran tapi Ana terus melanjut kan pekerja an nya. berkali kali dilarang oleh Riko ia tetep ngotot ingin bekerja seperti biasa, jadi apa lah daya Riko jika Ana yang selalu memaksa untuk bekerja jika tak di boleh kan ia selalu menangis seperti anak yang masih kecil.. yaaaaaa.. bisa jadi itu keinginan dari calon bayi nya sebab sebelum hamil Ana selalu menuruti perkataan suami nya itu. dan suami nya pun memaklumi namun terus rasa khawatir di benak dan di hati Riko selalu muncul. ia selalu berfikir bagai mana jika Ana melahirkan di jalan .
waktu terus berlalu tibalah saat di mana Ana sedang melipat lipat baju ia merasa bahwa perut nya terasa sakit dan mules rasa ingin selalu membuang air besar. ia pun memanggil Riko suami nya yang sedang mengerjakan tugas kantor yang belum selesai.
"yankk.... sayang.. oooo yankkkkk..... " ucap Ana yang berteriak. mendengar teriakan Ana seketika Riko langsung berlari dari ruang tamu menuju kamar nya dengan tunggang langgang. sesampai nya dikamar ia melihat Ana yang sedang memegangi perut nya dan pinggang nya.
" kenapa yank.. kenapa kemapa.. .. perutmu sakit kah.. ayokkk kita pergi ke dokter yok.. yok yok.. pelan lelan ya.. " ucap Riko yang terlihat sangat panik. sedangkan Ana hanya mengangguk dan menuruti Riko untuk pergi kerumah sakit karena memang benar benar merasa sakit sekali perut dan pinggang nya bagaikan tulang yang mau di patah kan. ..
tak lama sampai lah di rumah sakit
" Dok istri saya kenapa perut nya sakit. " ucap Riko yang saking khawatir nya. dan ia pun masih belum faham tanda tanda melahir kan itu seperti apa.
" bapak mohon tenang dulu ya biar saya periksa ibu nya dulu. " ujar Dokter tersebut. Ana pun di tanya kesana kemari oleh dokter tentang tafsiran melahir kan.
" Dokter ini gimana sih. orang istri saya sedang sakit perut kok malah banyak banget pertanya an nya. " ucap Riko yang merasa kesal karena di tanya terus menerus.
" bapak tenang ya.. istri bapak ini sedang mengalami pembukaan jalan lahir.... dan perut nya istri bapak ini sakit perut diakibat kan bayi yang di dalam kandungan yang sedang mencari jalan lahir. dengan menimbulkan mengejan dengan sendiri nya" ujar Dokter yang menjelas kan dengan sabar kepada Riko yang terlihat panik. sedangkan Riko yang mendengar penjelasan dari Dokter pun langsung terdiam tak mampu berkata kata lagi.
dan Dokter pun melanjut kan untuk mengecek posisi bayi dan pembuka an nya. dan ternyata Ana sudah memasuki pembukaan sepuluh. Ana pun terus mengejan mengejan dengan sendiri nya. tak terasa waktu cepat berlalu air ketuban sudah pecah. dan Riko bertambah panik.
" "Dokter dokter dokterrrrrr... ada air yang keluar dari perut istri saya Dok.. " ujjar Riko yang panik namun sangat sangat lugu dan polos nya. Dokter mendengar itu pun langsung bersiap siap untuk menangani Ana.
Dokter yang sudah memakai baju bersalin dan memasang kaos tangan beserta perlengkapan lain pu pergi menghampiri Ana.
Ana Di baringkan oleh Dokter dan terlihat Riko mendampingi Ana di samping nya. Dokter menyuruh Ana untuk mengejan.. terlihat Riko yang menyemangati istrinya dan menggenggam erat istri nya iia pun berulang ulang kali mencium istrinya sebagai tanda kasih sayang dan suport. beberapa kali mengejan akhir nya bayi laki laki pun keluar. Riko terlihat gembira dan penuh dengan haru. bagai mana tidak. pertama kali nya ia melihat bagai mana bayi keluar dan bagai mana perjuangan istri nya yang bertaruh nyawa. untuk mengeluar kan nyawa. air mata kebahagian an pun menetes dari mata Ana dan Riko. betapa bahagian nya mereka dengan hadi nya Pahlawan laki laki tangguh itu. .
Dokter pun mengurus bayi mereka dan menimbang bayi nya.yaaa ternyata bayi Ana dan Riko cukup Imut dan gemoy yaitu berat nya hampir mencapai 3, 4 ons bisa dibilang bayi cukup besar.
" terimakasih ya sayang sudah berjuang demi anak Kita " ucap Riko yang menciumi Ana berkali kali. Ana pun hanya tersenyum tipis dan mngeluarkan air mata. ia merasa bahwa rasa sakit yang ia rasakan sudah hilang berbarengan dengan keluar nya si bayi.
usai sudah Dokter mendandani Bayi mereka dan memberikan Bayi itu ke pelukan ibu nya. namun diambil alih oleh Riko untuk di Azan kan. usai sudah di Azan kan.
" sehat terus ya nak semoga jadi anak yang sholeh. .. jadi ank yang pintar... " ujar Riko yang mmgeluarkan air mata. dan disisi lain Dokter kembali mengurus Ana yang baru saja selesai bersalin. Dokter membantu membersih kan sisa sisa lahiran dan membantu membersih kan Ari Ari nya dari Si Bayi. usai membersih kan semua nya Dokter dan perawat nya pun membawa Ana Dan si Bayi untuk pindah keruangan lain.
Satu hari berlalu diRumah Sakit kini Ana sudah diboleh kan pulang Akhirnya mereka memesan Taxi dan pergi.. tak lama kemudian akhir nya mereka sampai di Rumah Riko. Mereka pun menuruni taxi, Riko yang menggendong bayi sembari membawa barang barang. sedang kan Ana di bantu oleh supir Taxi yang relabantu mereka.
" terimakasih banyak ya pak " ucap Ana yang membuka suara.
" sama sama bu.. saya permisi dulu ya bu " ucap pak supir sembari menerima uang bayaran nya dan Riko yang sedang menggendong bayi nya terseyum dan mengangguk kan kepala, mereka pun memasuki Rumah mereka .
( hay kak.. mohon maaf ya kalo ada adegan dewasa nya karena untuk melengkapi cerita nya .. terimakasih ya masih setia dengan CINTA TERLARANG BERUJUNG DENDAM. masih penasaran kan dengan kelanjutan ceritanya yukkk kak ikuti terus jalan ceritanya ya.... salam manis dari author.. 🥰
__ADS_1