
MALAM PERTAMA
POV: ANA
Hari yang sore kini berlalu senja dan aku yang sedari tadi menahan lapar ku untuk memakan nasi. yaa walaupun sudah memakan kue kue tapi aneh rasa nya bila tak memakan nasi dengan lauk pauk. yaaa ini adalah salah satu kebiasa an orang indonesia bila tak memakan nasi rasa nya masih tetap lapar. tamu kini berkurang dan aku berusaha bangkit dari tempat duduk ku untuk mengambil makanan.
" Kamu laper gak Rik" ucap ku yang bertanya pada suami nya.
" Rik Rik Rik Rik kita kan sudah menikah sayang ku.. kenpa kamu panggil aku Rik Rik Rik.. " ucap Riko yang mengelak ketika di panggil Rik.
" hehehehehhe maaf yaaa.. kan belum terbiasa.. hehehe maaf... " ucap ku yang terkekeh sembari meminta maaf.
" ya harus biiasa dong.. masa suami istri panggil nama kan jelek di dengar. " ucap Riko menjelas kan
" iya iya iya sayang ku kamu mau makan gak.. ayok kita turun makan sama sama " ucap ku sambil tersenyum manis.
" hehehe gitu dong.. dengan senang hati sayang ku. " ucap Roiko yang beranjak berdiri dan menggandeng ku untuk turun ia memegang tangan ku untuk menuruni tangga panggung.di ikuti dengan orang tua ku dan Kaka ipar ku. mereka tak banyak berbicara yaa karena mereka agak pendiam orang nya.
" mau makan apa Yank biar aku ambilin " ucap Riko suamiku.
" aku ambil sendiri ajha ". ucap ku yaa aku masih belum terlalu bisa menghilangkan sikap cuek ku ini.
" udah gak papa aku yang ambilin kamu duduk di meja makan aja" ucap Riko suamiku. sementaraitu aku tidak melihat bapak dan ibu ku entah mereka kemana apa mungkin saja mereka sibu didalam ya. dan aku melihat kakak ipar ku mas Andra dan istrinya sudah mengambil makanan nya.
" hey kalian berdua kenapa berdiri aja mumpung ada waktu cepet makan nya.. nanti tamu datang lagi kalian gak bisa makan malah" ucap mbak Nia Anita yaa sedari tadi Mbak Nia ini disibuk kan dengan kegiatanya dalam membantu warga untuk penikahanku dan Riko. jadi kami jarang berbicara bahkan bisa dibilang belum pernah mengobrol.
" hehehe iya mbak sebentar lagi kami makan kok " ucap ku sambil terkekeh pelan.
" mana kak Andra kak " ucap Riko suamiku yang menyambung pembicaraan
" dia ada urusan sebentar. yasudah aku mau makan dulu ya.. laper nya minta ampun ini.. " ucap Mbak Nia. sembari berlalu pergi membawa piring yang sudah berisi nasi.
" iya mbak.. jangan lupa nambah ya "ucap ku dan Riko suamiku berbarengan. terlihat dari kejauhan Mbak Nia yang hanya mengacung kan sempol tangan nya.
" kitaambil sendiri sendiri aja bias gak lama. " ucap ku berlalu pergi kemeja hidangan meninggal kan Riko suami ku yang masih berdiri.
" tunggu dong yank " ucap nya sembari berjalan laju menyusul ku. aku yang menoleh kebelakang melihat nya aku hanya tersenyum saja. sampai sudah di meja hidangan kami pun mengambil sesuai selera masing masing.
usai mengambil hidangan kami lanjutkan makan tanpa berbicara apa pun. tempat resepsi sudah terlihat sepi sisa hanya para warga yang masih membantu memberes kan barang barang yaaa.. hari sudah berlalu malam kini jam menunjukan pukul 21. 00 WIB tar terasa jam segini baru bisa makan malam. ku mengenyah makanan sembari merasakan lelah nya diri ku yang duduk berdiri berdiri lagi. karena menyalami tamu yang tiada hentinya. usai sudah ku makan. lalu ku di panggil oleh ibu ku.
" nduk sini dulu. " ucap ibu ku.
" iya bu ada opo to.. Ana capek banget lo bu.. banyak banget temen nya ibu. " ucapku yang mengikuti ibuku dari belakan dan mengeluh kecapean pada ibu ku. entah lah aku ini mau di bawa kemana.
" baju mu ganti o nduk sudah malam kalian istirahat saja. lagian tamu juga sudah habis.. " ucap ibuku yang membaantu MUA melepas hiasan ku. yaa MUA terlihat pada saat dibutuhkan saja.
" maaf ya mbak kalo agak sakit saya ngelepas hiasan nya " ucap MUA pada ku.
" gak papa mbak " ucap ku sambil tersenyum. make up pun sudah mulai di hapus kini aku hanya memakai baju tidur saja. aku pun tak tau suamiku dimana mungkin saja dia masih makan. karna tadi selesai aku makan tak ku hiraukan lagi dia karena aku dipanggil oleh ibu ku. aku yang masih duduk di meja rias.
" ibu tinggal dulu ya nduk.. mau cari bapak mu. kamu cari suamimu suruh dia ganti pakai an nya.. sudah malam.. kasian MUA nya kalo kemaleman banget nanti. " ucap ibu ku yang berlalu pergi meninggal kan ku dan MUA.
" Mbak kalo kemaleman gak usah pulang dulu bermalam aja di sini lagian sudah malam banget lo.. terus sampean sendirian lagii kan gelap mbak apa lagi kalo mau menuju desa sebelah haru negelewati hutan... kan serem yaaa.. " ucap ku yang merasa kasian pada MUA kalo pulang tengah malam
" Aduh mbak Ana ini kok malah nakut nakutin to piye iki.. " ucap mbak MUA nya
" mbak bermalam aja disini besok aja baru pulang sampean tinggal kabarin orang rumah kalo sampean besok baru pulang. " ucap ku yang menjelas kan.
" ya sudah kalo gitu tak tinggal nelpon dulu yo mbak e.. sampean nakut nakutin kadi takut aku pulang nya.." Ucap MUA. aku pun hanya menganggukan kepalan dia pun berlalu pergi. dan aku juga pergi mencari dimana gerangan sumiku ini kok dari tadi gak muncul muncul. ku lihat dari jauh rupa nya dia sedang berbincang bincang pada Mas Andra. aku pun mendatangi nya
__ADS_1
" ganti baju dulu baru ngobrol.. mbak MUA nya lagi beres beres baju lo.. kasian mesti dia capek.. baru baju nya yang ini masih kamu pake. " ucap ku pada Riko suamiku.
" iya iya. " mas aku ganti baju dulu ya. " ucap Riko suami ku pada aku dan Mas Andra.
iya pun berlalu pergi meninggal kan kami berdua.
" mas andra sudah makan apa belum. ? " ucap ku..
" tadi sudah makan.. kalo kamu gimana apa sudah makan" tanya mas Andra padaku.
" sudah juga tadi.. Mbak Nia dimana kok gak keliatan maaf ya pak bos besar kalo saya panggil nya mas Andra. " ucap ku
" mungkin sudah istirahat.. kan kamu sudah jadi ipar ku gak perlu lagi panggil panggil pak bos pak bos.." ucap mas Andra.. dan aku hanya tersenyum terlihat dari kejauhan Bapak sedang menuju kemari.
" sudah pada makan apa belum. nduk.. nak Andra. " tanya bapak ku pada mas Andra dan pada ku
" sudah tapi pak..kalo bapak gimana" ucap Mas Andra . dan aku hanya mengangguk kan kepala menunjukan bahwa aku pun sudah makan.
" iya bapak sudah makan juga tadi.. itu suami mu di mana nduk kok gak keliatan. " tqnya ayah ku.
" ono di dalam lagi ganti baju dia pak " " ucap ku
" ooh ya sudah " ucap bapak ku sembari berlalu duduk di kursi bersama Mas Andra.
" Ana pergi dulu ya pak mas. " ucap ku
" iya nduk " ucap bapak ku dan mas Andra hanya mengangguk saja. aku pun berlalu pergi menyusuri dapur yang masih banya teman nya ibu membungkus bungkus nasi dan lauk pauk yang tersisa untuk di bagikan kewarga yang sudah hadir membantu. aku pun ikut duduk dan ikut membantu
" eeeeeeee eeeee eeeee penganten kok malah bantuin to gimana ini. ndak ndak usah bantuin masa baru pengantenan masuk ke dapur ki piye.. " kata salah satu teman ibuk ku.
" iyaaa.. betul itu nek baru jadi pemganten itu istirahat aja mesti capek kui duduk terus tadi diatas panggung. " ucap lagi salah satu teman ibuk ku.
" heheh mosok iyo buk baru penganten gak boleh masuk ke dapur wong nanti juga bakal di dapur kerjanya. " ucap ku sambil terkekeh.. sembari membantu membungkus makanan.
" wong dia tadi sudah makan kok buk.. " ucap ku sambil tersenyum.
" Aaaaduuuuhhh salah alamat ini " ucap temen nya ibuk ku yang bercanda. aku pun ikut tersenyum dan tertawa. aku merasa begitu nyaman walau aku tak lama mengenal mereka yaitu warga desa ini.. tapi mereka sangat ramah ramah orang nya pantas aja desa nya makmur tentram damai wong orang orang nya aja saling mendukung satu sama lain dan saling membantu satu sama lain. aku dan Riko suamiku pun disibuk kan dengan pekerjaan kami masing masing. malam semakin larut dan membungku bungkus makanan belum selesai tapi aku sudah mengantuk banget rasa nya dah kaya mau jatoh sendiri. aku pun berpamitan pada ibu ibu yang sedang ku bantu
" buk ibuk eee.. saya istirahat dulu nggeh.. rasanya dah koyo mau jatoh ee. " ucap ku pada ibu ibu di tempat.
"yo wes tinggak ae nduk.. lgian sisa sedikit juga ini " ucap salah satu ibu dan yang lain mengiyakan nya. aku pun beranjak berdiri dan berlalu pergi sembari tersenyum meninggal kan ibuk ibuk itu. ku lihat rupa nya Riko bapak ku dan mas Andra sedang berbincang bincang. ku abar kan mereka dan aku berlalu menuju kamar ku untuk beristirahat.. sampai nya ku di depan pintu kam ku mengicap salam dan masuk lalu menutup pintu aku sengaja tak menguncinya siapa tau ada yang mengambil ssesuatu di kamar ku. dan ku lihat rupa nya mbak MUA tak ad di kamarku entah di mana dia tidur.
" uuuhhh capek eee... " ujar ku. berbicara sendiri sembari membaring kan badan ku dan tak terasa begitu cepat aku terlepap.
dan di sisi lain Mas Andra melihat jam nya yang menunjukan pukul 1.30 menit..
"pak saya permisi mau tidur dulu ya sudah setenga dua ini " ucap mas Andra.
" walah iyo to.. ee gak terasa lama sunga ngobrol nya. yawes silahkan istirahan bapak juga mau tido takut besok kesiangan " ucap bapak ku dan mas Riko hanya diam dan berdiri lalu berlalu pergi. mereka pun pergi masing masing ke tempat nya. dan Riko suamiku menuju ke kamar ku untuk beristirahat. ia melihat ku yang sudah terlepap. ia membelai lembut rambut ku dan mencium ku. lalu menyelimutiku. dia tak mengganggu ku karena dia faham bahwa aku sangat kelelahan satu harian duduk dan berdiri lagi. ia pun tidur di samping ku. tak terasa sudah menjelang pagi kini waktu menunjuka pukul 7.30. aku yang teebangun kala mendengar suara ayam yang sedang berkelahi itu. aku yang melihat jam.
" haaaaaa... aduuuhhh kelewatan sudah subuh nya.. " ucap ku sambil menepuk jidad ku.. dan ku balikan badan ku. ku terkejut melihat Riko ada di samping ku.
" heh bangun ngapain kamu disini hah. gak sopan banget si.. ini kan kamar aku. " ucap ku yang marah karena terkejut dan menunjukak sifat sangar ku. aku yang lupa bahwa dia sudah menjadi suamiku.
" apa si yank. masuh ngantuk ini lo.. " ucap nya yang masih terpejam. akupun yang masih lupa bahwa kami sudah menikah.
" yank yank yank jidad mu. ngapain kamu di sini banguuuuunnnnnnn . " ucap ku yang menggoyang goyang kan tubuh nya. tak lama Riko suamiku pun terbangun
" kasar amat si sama suami nya sendiri " ucap Riko suami ku. mendengar itu pun aku terkejut.
" suamii. " ucapku yang trkejut
" kita lo dah nikah kemaren yank..jangan ksar kasar gitu dong jadi cewek.. nanti hilang lo cantik nya " ucap Riko suamiku. yang lagi dan lagi menggoda ku. aku pun teringat kembali..
__ADS_1
" hehehe maaf yaa.. aku lupa.. " ucap ku yang meminta maaf.. lalu Riko suamiku pun menarik tangan ku hingga kami bersentuhan dia memandang ku dengan tatapan kasih sayang..
" istriku cantik banget makasih ya sayang sudah mau hidup bersama ku. " ucap Riko suamiku yang muka nya dan muka ku berdekatan jantungku pun berdetak kencang. aku berusaha bangkit menjauhi badan nya namun ia malah memeluk ku erat. aku semakin gemetar dan semakin berdetak kencang jantung ini. perlahan lahan suamiku mencium kening ku dan berganti ke bibirku. namun seketika aku menjauh dengan sekuat tenaga untuk menghindar.. pegangan nya pun terlepas aku langsung pergi meninggal kan suamiku yang masih terbaring.. ku pergi kekamar mandi untuk mandi lalu sembahyang subuh di lanjut kan dengan Duha.
usai melaksana kan keduanya aku kembali memakai make up di kamar ku. dan ku lihat Riko masih tertidur.. asyiku ku dengan make up ku. tiba tiba Riko memeluk ku dari belakang. dan mencium ku lagi. jantungku kembali berdetak kencang lagi
" iiihhh lepasin dong.. " ucapku yang meronta
" aku kangen yank.. " ucap nya.
" orang suda di depan mata kok masih kangen. " ucap ku sewot sembari melepaskan tanya nya dari ku.
dia terus memeluk ku dan terus menciumiku. aku yang terdiam ku lanjut kan pula make up ku. ku abai kan dia. lalu dia membalik kan badan ku dan menggendong ku membawaku ke kasur aku yang masih memegang pensil alis dan cermin pun aku di buat lagi dan lagi mematung melihat tingkah Riko. yang memandang ku tanpa berkedip. kami pun terhenti dari lamunan saat mendengar seperti suara mas Andra mengetuk pintu.
" Riko Rik bangun " ucap mas Andra seketika suamiku kelabakan dan aku pun buru buru menduduku kursi rias ku.
" ada apa kak " Riko yang berpura pura mengusap usap matanya.
" sorry kalo ya kalo ganggu aku mau ngasih tau kamu masih mau disini atau ikut pulang soalnya ada miting mendadak di kantor baru ini proyek besar besaran sayang kalo di sia sia in. " ucap mas Andra aku yang mendengar pun agak sedih karena baru kemaren akami menikah masak sudah mau balik lagi ke kalimantan.
" Aku masih ingin beberapa hari di sini kak. gak enak kalo kamu baru nikah langsung pergi. " ucap Riko suamiku.
" ya sudah kalo gitu mungkin nanti siang kami berangkat ke bandara . " ujar mas Andra.
" iya kak.. nanti kasih tau kalo mau berangkat.. aku mau mandi dulu soal nya. " ucap suamiku mas andra pun berlalu pergi sbari mengangguk kan kepala nya. suamiku pun kembali menutup pintu nya.
" yank aku mandi dulu ya" ujar suamiku. akupun mengangguk
" uuuuhhhh gagal lagi gagal lagi.. " ucap suamiku yang berlalu pergi. aku yang mendengar nya ku abaikan saja.
usai ber make up aku leluar rumah untuk .embantu ibu yang sedari tadi sudah sibuk di dapu memanas manas kan makanan yang masih tersisa. para teman teman ibu pun sudah pulang jadi tinggal keluarga ku dan keluarga mas Riko. usai suamiku mandi dia sudah bersiap siap untuk membantu bapak yang sedang membereskan halaman rumah terlihat beberapa bapak bapak sedang membantu membuka tenda tenda. aku yang di suruh ibu ku membuat kan teh serja mengeluarkan kue mue untuk bapak bapak supaya mengganjal kan perut nya dulu. dan terluhat setelah di kuarkan teh dan cemilan nya mereka langsung menduduki kursi masing masing sambil mengobrol. ku kembali menyiap kan makanan untuk untuk bapak bapak diluar ibu yang sedang sibuk cuci piring.
" aga cepet ya nduk taku nanti yang bantu bantu keburu pulang belum makan. " ujar ibu ku.
" ohh iya bu.. tenang ajha secepan nya Ana akan siapin"ucap ku.
tak lama kemudian makanan siap dihidang kan ku membawa makanan ke meja hidangan agar para bapak bapak yang membantu dapat cepat mengisi perutnya dengan nasi.
" ayoookk bapk bapak mas mas makan dulu" ucap ku memanggil..
" iyaaa neng... " ucap bapak bapak serempak.
Suamiku mendatangiku.
" terimakasih ya sayang" ucap nya pada ku...
" sama sama sayng..." ucap ku yang sembari tersenyum manis pada suamiku.
" nah gitu dong.. kLo gini kan tambah cantik istriku. " ucap nya
" hehhehe makasih.. aku mau bantu ibuk dulu di dapur ya.. " ucap ku sembari nerlalu pergi.
" hati hati lo sayang " ujarnya " hati hati kaya mau kemana aja. " ucap dalam hatiku aku pun berlalu pergi menuju dapur.. apa yang belum dikerja kan aku bergegas mengerjakan nya. hari pun sudah siang. kini mas Andra dan Mba Nia sudah bersiap siap untuk pergi ke bandara. mereka pun berpamitan pada kami dan balak ibuk ku.
" semoga pernimahan kalian langgeng ya sampai Ajal menjemput. " ujar Mbak Nia dan mas Andra.
" Aamiin terimakasih mbak kak.. " ucah ku dam Suamiku.
" hati hati di jalan yo nak Andra " ujar bapak ku
" iya pak makasih. " ujar kak Andra ibuku pun memberikaan bekal untuk di perjalanan awalnya mereka menolak tapi kami paksa baru mereka mau membawanya. mereka pun berpamitan dan berlalu pergi menaiki taxi.. mereka melambaikan tangan begitupun dengan kami. taxi itu pun berlalu pergi..
( hay kak terimakasih ya masih setia dengan CINTA TERLARANG BERUJUNG DENDAM masih penasaran kan gimna kelanjutan ceritanya.. yuukk kak ikuti terus jalan ceritanya ya....salam manis dari Author 🥰🥰
__ADS_1