
9:. siapa dia?
POV:. ANA
Aku mencoba melupakan kejadian dimasalalu dimana Riko telah menghianatiku. tetapi itu terlalu sulit bagiku dan terlalu menyakitkan untuk ku . aku mencoba dengan berbagai cara namun tak membuah kan hasil kejadian itu selalu menghantui fikiranku.
tak terasa kini pernikahan kami sudah menuju yang ke 13 tahun. hari hari ku lalui dengan rasa kecewa dan kesal yang tak kunjung hilang. namun kini kami di karuniai 3 orang anak laki laki yang tampan tampan dan berkulit senada dengan Riko yang berkulit kuning langsat.
yaa Rizki kini sudah berumur 11 tahun dan anak ke 2 berumur 9 tahun yang kami beri nama RIYAN ANDIKA sedangkan yang ke tiga berumur 5 tahun dan kami beri nama MUHAMMAD RAKA. ya walaupun aku bertahan dengan rasa kecewa namun ada anak anak ku yang memberiku semangat untuk hidup.
ketiga anak ku sangat lah pintar mereka masih kecil tetapi sudah bisa mandiri. pekerjaan rumah ku sehari hari di bantu oleh kedua anak ku yang sudah besar. mereka bekerja sama untuk membantuku aku bangga miliki mereka. disaat aku kesulitan dalam melakukan pekerjaan merekalah yang sedia membantu lain dengan Riko yang kini menjadi pendiam sejak kejadian di masalalu.
" Rizki bantu tolong bantu mama nak.. " ucap ku. dan ku melihat anak ku berlari menuju ku.
" ada apa ma.. ? " ucap Rizki.
" kamu masak nasi dulu yo le.. lima takar aja masak nya. " ujar ku. " Dimana adek mu Riyan le..? lanjut ku.
" ada di luar ma" ucap Anak ku Rizki yang berlalu menakar beras untuk dimasak.
" panggil kan dulu sebentar untuk goreng kan telur buat Raka. mama belum selesai nyuci ini " ujar ku.
" iya ma.. " ucap Rizki yang berlalu pergi memanggil Riyan
" Yan... dipanggil mama tu.. suruh goreng kan telur buat Raka " ucap Rizki.
" kok aku. emang kamu ngapain mas. " ucap Riyan
" iya to.. wong mama nyuruh kamu. aku tu mau masak nasiiiii" ucap Rizki yang melotot kan mata nya ke Riyan.
" hiii serem kaya hantu. " ucap Riyan yang berlari ke dapur dan di susul oleh Rizki.
" mama nyuruh aku goreng telur ya?. " ucap Riyan yang bertanya padaku.
" iyo... buat adek mu dia belum makan " ujar ku.
merekapun melakukan pekerjaan nya masing masing sesuai perintah ku. usai Riyan menggoreng telur ia langsung menyuapi adik nya itu.
" ma.. papa. kemana ya kok gak keliatan kan hari ini papa libur kerja to.. ??" ucap Rizki.
" mama gak tau mungkin ke rumah sepupu nya atau temen nya " ujar ku.
" biasa nya kan papa selalu membawa aku kalo kemana mana kok sekarang enggak ya.. " ujar Rizki
" paling sibuk. " ujar ku sembari menjemur kain.
" oh " ucap Rizki singkat. dan ia melanjut kan kegiatan nya
Tak terasa hari pun menjelang sore. ku tunggu Riko tapi tak kunjung datang entah lah kemana dia pergi.
waktu sudah menunjukan pukul 19.25 malam. namun ia tak kunjung datang. dan akhirnya aku dan anak anak ku pun makan malam tanpa menunggu dia datang lagi karena sudah lelah aku menunggu.
" ma... papa gak pulang to ? " ujar Rizki anak ku.
" iya papa kok gak pulang" lanjut Riyan
" udah lah makan aja.. nanti juga pulang sendiri" ujar ku yang merasa kesal entah lah kemana lagi dia pergi.
kami pun melanjut kan makan. tak lama kemudian kami selesai makan dan mengemas piring piring tadi dan aku pun di bantu oleh kedua Anak ku. dan yang masih kecil ia masih belajar makan sendiri.
kami pun bercanda dan tertawa ria. kemudian Riko datang entah dari mana ia pun tak membuka suara begitu pun dengan ku. ia datang dan langsung mengambil nasi serta lauk pauk untuk dia makan.
" papa dari mana kok gak ajak aku pergi nya " ucap Riyan.
" papa tadi ada urusan sama tetangga " ujar Riko. dilanjut kan dengan keheningan.
aku pun berlalu ke kamar untuk menidurkan anak anak ku. tak terasa aku pun ikut tertidur dikamar anak anak ku.
terdengar suara ayam berkokok menunjukan waktu sudah pagi. malam yang singkat rasanya belum hilang lelah ini sudah pagi aja. ku keluar ke depan rumah untuk menghirup udara segar tak sengaja ku lihat seperti ada orang baru yang menempati sebelah rumah ku tapi ku lihat sepertinya dia sendirian . dan ku lihat lihat seperti orang dari jauh karena aku tak pernah melihat orang itu di sekitar sini.
kulihat ia tersenyum pada ku yaa.. aku pun membalas senyum nya. ia adalah seorang lelaki yang sepertinya sopan dilihat.
" mbak tinggal disini juga ya..?" ucap pria tersebut.
" iyaa mas.. " ujar ku sambil tersenyum pada nya sembari mengangguk kan kepala ku.
" mbak sudah lama ya disini ?" tanya lagi pria tersebut.
" ya lumayan mas.. paling ada 12 tahunan mungkin " ujar ku
" wah... lama banget ya?" ucap pria itu.
" ya begitu lah mas.. " ujar ku. " sampean orang baru ya disini ? " lanjut ku.
" iya mbak baru pindahan tadi malam dari kampung " ucap nya.
" hehe kalo dari kampung yo sama mas saya juga dari kampung" ujar ku. kami pun lanjut mengobrol dengan obrolan yang panjang.
" mbak nya asli mana ya.. oiya kenalin nama saya IBRAHIM" ujar nya memperkenalkan diri.
" saya dari jawa.. oh mas Ibrahim... kalo sana Ana" ujar ku. lama kami berbincang bincang hingga lupa waktu.
" ma.. laper ni.. " ujar anak ku Riyan. yang seketika menghentikan obrolan kami
" wah.. maaf ya sayang mama jadi lupa kalo kita belum sarapan.. ya sudah ayo kita masuk yuk.. kita masak baru makan ya sayang.. " ujar ku yang berlalu pergi dan tersenyum pada lelaki itu.
kami pun melakukan kegiatan kami masing masing. tak terasa waktu terus berlalu kini waktu menunjukan pukul 18.30.
"yank ada liat dompet ku gak?" ujar Riko
" enggak tu.. mungkin kamu taroh di meja kamar kali" ujar ku.
__ADS_1
" oiya tetangga kita tu baru datang ya?" tanya Riko
"iya.. " ucapku singkat
Riko pun berlalu kekamar untuk mencari dompet nya yang entak ku tak tau dimana dia menyimpan nya. aku yang duduk santai di depan tv bersama anak anak ku tiba tiba ada yang mengetuk pintu rumah ku.
tok tok tok
terdengar suara seseorang mengetuk pintu. aku pun bergegas untuk membuka pintu dan ternyata yang mengetuk pintu adalah tetangga baru ku.
" maaf mas ada apa ya?" ujar ku.
" maaf mbak kalo mengganggu.. ini tak kasih oleh oleh dari kampung.. biar sampean sekeluarga bisa ngerasain makanan kampung kami.." ucap nya sembari tersenyum padaku.
" oalah kok yo repot repot to mas.. " ujar ku.
" alah gitu aja kok repot mbak" ucap nya sembari tersenyum lagi.
" ayo sini masuk mas kebetulan suami saya ada di rumah" ujar ku mempersilahkan nya masuk.
" gak usah mbak lain kali aja.. ya sudah saya pamit dulu ya mbak " ujar nya
" kok buru buru amat.. iya sudah terimakasih banyak ya mas.. " ujar ku sembari tersenyum. aku pun memperhatikan nya berjalan sampai kedepan rumah nya.
" siapa tadi yank.. ? ujar suamiku Yang tak lain adalah Riko
" tetangga sebelah ngasih cemilan.. " ujar ku yang berjalan kearah depan tv menemui anak anak ku.
" cemilan apa tu?" ujar Riko yang mendekatiku.
" itu cobain aja " ucap ku sembari menyodorkan cemilan tersebut. Riko pun mencicipi makanan tersebut.
" enak juga cemilan nya.. kue apa ini nama nya ? " ucap Riko.
" gak tau aku juga lupa tanya " ujar ku singkat.
" kamu gak suruh dia masuk to" ujar Riko
" sudah tapi dia gak mau.. " ujar ku sembari menyuap cemilan tersebut.
kami pun menikmati cemilan pemberian tetanggaku. malam pun sudah larut kini waktu menunjukan pukul 09.00. aku berlalu menidurkan anak anak ku dikamar mereka masing masing.
lama ku menidurkan nya akhirnya mereka pun tertidur dan aku pun juga bisa beristirahat. aku membaringkan badan ku di kasur dan merasakan lelah nya melakukan pekerjaan rumah yang hanya bisa ku rasakan sendiri.
" Yank... " ujar Riko memanggil ku dari samping tidur ku.
" emmmm " ujar ku singkat dengan rasa lelah ku. dan Riko yang berusaha mendekatkan diri kepadaku dan mencoba memeluk ku.
" yank.. " ujar nya mengulangi panggilan nya.
" kenapa " ujar ku menatap ke arah Riko aku sudah tau maksud nya dia apa. namun aku mencoba kesabaran nya.
" capek enggak " ujar Nya
" hemm.. yang bener siii.. " ujar nya.
" emang ada apa si.. kalo bicara yang jelas.. jangan setengah setengah.. " ujar ku.
" hehehehe.. yuk yank.. malam jum'at ni.. yuk.. hemm.. lagi pengen.. " ujar nya sembari meraba bagian tubuh ku.
" hemmm.. besok aja yaa " ujar ku yang masih menguji kesabaran nya.
" ayok lah.. hemm... " ujar nya yang menciumiku dan berbisik ditelinga ku.
" heemmm " ujar ku singkat. kurasa sudah cukup untuk menguji kesabaran nya rupa nya dia memang gak sabar untuk melakukan perang.
aku yang tadi nya merasa lelah seakan akan lelah ku hilang saat aku terbuai dalam ciuman dan pelukan dari Riko. Riko terus meraba raba bagian tubuh ku dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang. saat dalam buaian nya, terlintas di benak ku masa lalu yang pernah ia menyakitiku. secara perlahan nafsuku pun hilang. namun aku terus mencoba agar bisa melayani suamiku dengan baik
dengan rasa was was aku melayani suamiku dengan baik walau pun aku teringat masa yang telah lalu. aku dan Riko melakukan pertempuran di tengah gelap nya lampu. yaaa.. agar tak ada yang curiga.
usai sudah aku dan suamiku melakukan pertempuran yang ke 3. kini waktu menunjukan pukul 01.00 malam. aku yang merasa kelelahan terbaring lemas di ranjang dan perut ku pun tak bisa diajak kompromi, tengah malam begini terasa lapar. yaa mungkin akibat peperangan ronde ketiga yang membuat perut terasa lapar.
tetapi enggan rasa nya ingin meninggalkan tempat tidur sedangkan di sisi lain Suamiku yang sudah ngorok ngorok. tak peduli dengan ku usai melakukan pertempuran. al hasil aku hanya dapat menahan rasa lapar ku.
malam pun berlalu berganti dengan sinar matahari pagi dan Sinar yang menembus kamar ku melalui jendela kaca ku
" eemmhh " ujar ku yang mengeraskan otot otot tubuh ku. kulihat Riko yang masih tertidur pulas, dan belum kudengar pula suara anak anak ku. berarti mereka belum bangun.
ku berlalu bangun dari tempat tidur untuk membuka jendela dan membersihkan rumah. ku buka pintu rumah ku tanpa sengaja mata ku melirik ke arah rumah tetanggaku. kulihat ia sedang duduk di kursi yang berada di teras rumah nya. alu merasa lain perasaan ku saat memandangi nya. tapi aku berusaha untuk menyadar diri.
ia tersenyum pada ku. aku pun membalas senyuman nya. lalu aku melanjutkan pekerjaan ku yang sudah menunggu.
tak berselang lama aku mengerjakan pekerjaan rumah ada suara yang memanggil ku. aku pun berlari dari dapur menuju pintu depan. saat aku membuka pintu ternyata tetangga ku lagi. entah lah mengapa ia suka sekali mengetuk ngetuk pintu rumah ku.
" ada apa ya mas.. kok pagi pagi benget " ujar ku.
" ini lo ada lagi cemilan saya beli di luar tadi subuh.. untuk si kecil " ucap Ibrahim yang tak lain adalah tetangga baru ku.
" aduh.. mas jangan keseringan ngasih nya nanti kantong kering lo. " ujar ku sembari bercanda.
" ah embak bisa aja... makanan segini gak akan deh bikin kantong kering " ujar nya sembari tersenyum.
" silahkan masuk dulu mas.. terimakasih lo ya " ujar ku
"makasih mbak.. langsung pulang aja.. masih pagi " ujar nya sembari berlalu pergi.
" iya mas makasih banyak ya.. " ucap ku yang sedikit berteriak. ia pun hanya mengangguk kan kepala nya saja sembari berjalan.
Entah perasaan apa kah ini ?
tak terasa sudah 3 bulan saja tetangga ku bertempat di kampung ini. aku merasa semakin dekat dengan nya.. karena ia selalu memberi kan sebagian makanan nya ke anak anak ku. aku merasa semakin lama semakin dekat entah apa perasaan ini bisa dibohongi atau bagaimana.
__ADS_1
aku merasa selalu nyaman bila dekat dengan nya karena. dari perlakuan nya dan tutur kata nya yang lemah lembut pada wanita, yang membuat ku merasa nyaman dan tanpa sadar aku telah membagikan nomor telfon ku ke dia. dia pun selalu memberi kabar dan selalu perhatian . lain dengan Riko yang dingin dan cuek akan segala hal.
dan tanpa ku sadari aku telah menjalin hubungan dengan pria lain selain Riko. entah apa yang ada di benak ku sehingga aku bisa terperangkap cinta nya. dan entah kenapa aku sangat mencintai nya melebihi Riko namu aku juga tak dapat meninggal kan Riko.
bagaimana nasib anak anak ku kelak. aku menyadari bahwa ini dosa besar namu apalah daya ku, aku juga wanita yang memerlukan perhatian dan kasih sayang tak hanya di beri uang dan di puaskan di ranjang. usai bercinta lalu ku di tinggal begitu saja. bagaimana perasaan ini tak ter iris usai di pakai lalu ia tinggal kan.
dari situ lah ku melampiaskan semua rasa kecewa di masa lalu dan masa sekarang dengan satu cara walau ini berdosa. aku tau ini salah besar tapi aku harus bagaimana aku hanyalah wanita yang kurang akan kasih sayang dan perhatian. sedangkan bersama pria itu aku mendapat kan semua nya dari perhatian nya kasih sayang nya lembut tutur kata nya dan sebagai nya.
dan karena aku kurang kasih sayang dan perhatian aku sampai melakukan dosa yang tak seharusnya ku lakukan bersama dengan Ibrahim. pada suatu hari Riko di tugas kan untuk melakukan pekerjaan di luar desa ku. akhirnya Riko harus menginap di Mes yang sudah disiapkan oleh bos ny.
oleh karena itu aku merasa kesepian. dan saat itu juga hadir lah Ibrahim dalam keseharian ku kami bercanda tawa dan menghabis kan waktu berdua. ank ku pun terlihat akrab dan nyaman bersama ibrahim tanpa sepengetahuan Riko. aku selalu berfikir apa kah ini karma untuk Riko yang telah menghianati ku dulu.
bukan ku ingin membalas dendam tetapi aku terlanjur sakit hati dan sangat kecewa terhadap Riko yang telah menyakitiku dulu.
druut.... druuuuttt...
suara dering hp yang membangunkan ku dari lamunan.. entah siapa yang mengganggu ku
" hallo.. " ujar ku yang pada nomor yang tak ku kenal.
" yank.. ini aku hp ku rusak.. jatuh ke air.. ini aku pakai hp nya temen ku.. " ucap seseorang di sebrang hp yang ternyata adalah Riko
" oh.. pantesan beberapa hari gak ngabarin.. sekarang gimana ap kamu baik disitu." ujar ku
" ya baik aja.. anak anak gimana sehat semua kah..?" ucap Riko.
" ya mereka sehat sehat aja. " ujar ku singkat.
" emang mereka gak nanyain aku kah?" ucap nya.
" ya nanyain ya ku jawab juga kalo kamu lagi kerja. emang sampai kapan kamu disitu?" ujar ku.
" mungkin minggu aku baru bisa pulang.. soal nya di sini masih banyak pekerjaan.." ujar nya
" oh.. jadi minggu pulang terus berangkat lagi. " ujar ku. yang bertanya
" iya.. ya sudah ya.. nanti lagi takut hp nya mau di pakai sama yang punya. " ujar Riko
" iya.. hati hati disitu. " ujar ku..
" iya.. jaga anak mu baik baik ya.. Assallammu'allaikum " ucap Riko
" wa'allaikumsalam.." ucap ku lalu menutup telfon ku.
tanpa berfikir panjang lebar aku berlalu mencari anak anak ku. rupa nya mereka sedang bermain. aku merasa sedih melihat mereka.. karena aku sadar aku harus mendidik mereka dengan benar dan harus sukses. tapi yang ku lakukan sekarang sangat lah salah besar.
Ting..
suara hp berbunyi, menandakan ada chatt dari seseorang.
" assallammu'allaikum sayang.. apa sudah makan kah. ??" tertulis di dalam pesan yang ternyata adalah Ibrahim.
" wa'allaikumsalam iya sudah mas.. " ujar ku membalas pesan nya.
" ayang.. ini aku tadi beli rujak.. ayok kita makan sama sama.. aku ke rumah mu ya..? " ujar nya didalam pesan.
" iya ke rumah aja.. awas lo jangan sampai keliatan sama orang.. nanti orang lain takut nya curiga. " ujar ku yang mewanti wanti
" siap bos " ujar nya. tak lama kemudian ada yang mengetuk pintu melalui pintu belakang. tak heran lagi itu adalah Ibrahim. ia sudah berlangganan berlalu masuk ke rumah melalu pintu belakang.
" ayo masuk. " ujar ku.
" anak mu mana kok sepi. " ujar nya.
" ada lagi main di kamar " ucap ku.
" panggil mereka kita makan sama sama " ujar nya. tanpa basa basi aku pun berlalu pergi memanggil semua anak anak ku.
usai memanggil kami pun memakan rujak bersama sama dengan riang gembira dan canda tawa. tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 19.00 malam .
" aku nidurin anak ku dulu ya mas... meraka sudah pada mau tidur.. " ujar ku
" iya ku tunggu disini ya " ucap nya. dan tanpa basa basi aku pun berlalu membawa anak anak ku ke kamar
" bobo ya nak.. dah malam " ujar ku
" iya ma.." ucap anak anak ku. tak berapa lama mereka tertidur dengan pulas nya..
aku pun keluar menemui Ibrahim yang sedang duduk di sofa menyaksikan siaran tv.
aku sampai dan duduk di sofa yang sama hanya aku agak menjauh. saat aku sedang asyik menonton Ibrahim mendekatiku dengan banyak basa basi. tak berselang lama tangan nya mulai memegang tangan ku.
" apa kamu nyaman sama aku " ucap nya.
" iya gitu lah " ujar ku singkat.
" kalo gitu ayok ikut aku pergi ke kampung ku.. kita menjalin rumah tangga di sana " ujar nya yang membuat ku terkejut.
" aku belum siap mas.. anak anak ku masih kecil kasian kalo mereka harus terpisah dengan ayah nya" ujar ku yang memalingkan wajah..
ia memegang wajah ku dan di arah kan ke wajah nya. ia pun lalu mendekat kan wajah hingga bibir nya sangat dekat jarak nya dengan bibir ku.
" aku bener bener sayang sama kamu..apa kamu gak percaya sama aku ? ucap nya.
dan aku hanya terdiam. ia berusaha menggapai bibir ku namun aku selalu menghindar. tetapi ia tak menyerah. ia hadap kan lagi wajah ku ke arah nya dan ia mulai menikmati bibir ku.. aku hanya pasrah karena memang ini yang aku butuh kan sekarang. aku sangat merasa kesepian setelah 2 bulan lebih Riko tak kunjung pulang untuk menemui ku.
aku pun menikmati setiap sentuhan nya yang lembut. dan ku biar kan tangan nya meraba ke seluruh tubuh ku. dan secara perlahan ia membuka baju ku tanpa sadar kami telah melakukan dosa yang entah sudah berapa kali kami lakukan.
usai sudah kami melakukan peperangan Ibrahim pun tertidur. sedangkan aku yang masih memikirkan bagaimana keadaan Riko di sana sedangkan aku di sini telah mengkhianati nya dengan melakukan hubungan badan dengan lelaki lain. namun terlintas pula difikiranku seandainya dulu ia tidak mengkhianatiku aku tidak mungkin menjadi seperti ini. rasa kecewa dan dendam lah membuat ku seperti ini.
penghianatan yang ia lakukan dulu begitu sulit untuk aku lupakan oleh karena itu lah aku terhasut bisikan setan yang menyesatkan ini. aku tau perbuatan ku dosa besar namun bagaimana dengan hati yang terluka ini hati yang telah di khianati dan hati yang terluka ini.
__ADS_1
aku masih belum bisa tertidur waktu menunjukan pukul 02.00. ibrahim terbangun dari tidur nya dan ia mencium lalu memeluk ku dengan penuh kasih sayang. tak lama kemudian ia berpamitan untuk pulang karena takut kalau di lihat oleh tetangga.
( hay kak.. maaf ya jikalau ada adegan dewasanya itu hanya untuk melengkapi isi cerita. terimakasih ya kak masih setia dengan CINTA TERLARANG BERUJUNG DENDAM. masih penasaran kan.. yuk kak ikuti terus jalan cerita nya ya.. salam manis dari author 🥰