
16; TAK MUDAH UNTUK MELUPAKAN NYA
POV: ANA
hari hari ku hanya di hiasi dengan lamunan yang tak ada usai nya.. suami ku sendiri pun heran kenapa aku tak seperti dulu yang suka ceria bermain bersama anak anak.. dan sekarang aku menjadi sangat pemarah.. jika sesuatu terjadi biar sekecil apa pun aku langsung memarahi siapa pelaku nya.
aku juga tau bila ada perubahan di dalam diri ku.. namun entah kenapa aku jadi seperti ini.. apa kah mungkin ini karena aku terlalu memikirkan Ibrahim dan beban yang menumpuk di dalam benak ku.. aku juga tak ingin seperti ini.. namun sulit bagi ku untuk menahan amarah ku.
semenjak kejadian demi kejadian yang ku alami dan aku berfikir bahwa yang ku alami sudah melewati batas kewajaran akhir nya aku memutus kan untuk pergi ke orang yang lebih pintar dalam hal yang seperti aku alami..
karena di kampung kami tidak ada Ustadz atau Kiyai.. akhir nya aku memutus kan untuk pergi ke orang pintar atau yang orang yang lebih tau di kampung kami tidak ada orang seperti itu.. dan akhir anya aku pergi ke kampung seberang bersama anak ku yang kecil dan kenalan ku sejak kecil.. tanpa sepengetahuan dari Riko.
aku hanya meminta izin dengan Riko pergi menemui teman lama ku.. hanya itu yang bisa ku jadi kan alasan agar aku dapat keluar bebas. aku dan teman ku mengendarai ojek.. dan setelah beberapa menit perjalanan akhir nya kami sampai di tepi sungai.
oh iya aku lupa memperkenal kan teman masa kecil ku.. Rara... yaa... itu adalah nama nya. aku baru beberapa hari bertemu dengan nya.. dan aku pun meminta tolong pada nya untuk mengantar ku ketempat seseorang.. karena dia memiliki banyak kenalan.
sampai nya kami di tepi sungai.. kami melanjut kan perjalanan menggunakan kelotok atau perahu.. karena rumah nya di pedalaman jadi kemungkinan agak lama sampai nya..
kelotok pun berjalan waktu tak terasa perjalanan kami menempuh waktu sekitar 30 menit dan kami pun sampai di desa yang kami tuju.. tapi tak semudah itu untuk sampai di rumah nya..
kami pun melanjut kan perjalanan dengan berjalan kaki ya.. sekitar 20 menitan kami berjalan.. waktu tak terasa berlalu kami berjalan sembari berbincang bincang. jadi membuat waktu perjalan kami tak terasa..
__ADS_1
akhir nya kami pun sampai di rumah nya.. itu pun kami tak langsung dapat menemui nya kami harus menunggu di teras rumah nya. karena pemilik rumah tak ada di rumah sehingga kami harus menunggu lagi.
sekitar 1 jam kami menunggu akhir nya pemilik Rumah pun pulang... seseorang yang sudah renta, namun masih sehat.. dengan kumis tipis yang sudah memutih dan janggut sedikit panjang.. dan badan yang masih tegak namun agak sedikit bungkuk.
" Assallammuallaikum.. maaf sedang cari siapa nak..? " ucap bapak tersebut.
" wa'allaikumsalam... hehe ini pak kami sedang menunggu pemilik rumah ini... " ujar ku di barengi dengan anggukan teman ku.
" saya pemilik rumah.. ayok silahkan masuk " ujar bapak tersebut.
kami pun mengikuti langkah beliau untuk memasuki Rumah nya.. sesampai nya kami di dalam kami di persilahkan duduk dan beliau memberikan kami hidangan beserta cemilan Roma Kelapa. kami di persilahkan meminum teh dan memakan cemilan nya.
" maaf ada keperluan apa dengan saya ya mbak " tanya bapak tersebut..
" och iya iya.. panggil saja saya Kakung Roso enggeh.. " ujar bapak tersebut...
. ( KAKUNG adalah bahasa jawa yang arti nya EMBAH atau KAKEK. jadi bisa di artikan bahwa panggilan tersebut.. bergelar KAKEK ROSO dalam bahasa indonesia.)
" och enggeh.. maaf Kung.. kedatangan kami kemari karena hal hal yang di luar nalar. " ujar ku..
" kami bermaksud untuk meminta bantuan sampean siapa tau sampean bisa menyembuh kan sakit saya ini.. " lanjut ku..
__ADS_1
" saya bukan siapa siapa saya juga gak bisa menolong sampean.. yang bisa menolong sampean cuma Gusti Allah... saya cuma bisa mendo'a kan saja.. " ujar Kakung.
" sampean harus pasrah sama Gusti Allah.. banyak banyak berzikir dan bersholawat.. jangan sampai kelewat.. hati hati.. " ujar Kakung Roso.. seakan akan dia sudah mengetahui maksud ku datang ke rumah nya.
" sampean ada yang mengincar... saya bukan bermaksud mendahulukan takdir atau atau ikut campur atau apa pun itu.. saya hanya berniat untuk membantu. apakah sampean ini menjalin hubungan dengan seseorang lalu sampean tinggal kan atau kata kata sampean yang kasar.. " ujar Kakung Roso yang memandang ku secara halus dan bertanya pada ku secara lembut.
aku hanya bisa menganggu kan kepala mendengar penuturan tersebut.. dan tanpa ku jelas kan beliau sudah tahu permasalah ku.
" hemm... maaf nggeh mbak.. kalo saya liat disini ada orang yang dendam sama sampean.. karena perkataan sampean yang kasar.. dan dia gak terima sehingga di bikin mbak seperti sekarang ini. " ujar Kakung Roso...
aku menjadi heran mendengar penuturan beliau.. bisa bisa nya Ibrahim berbuat seperti ini pada ku. seandainya dia di sini sudah bonyok kau.. hati ku berbisik bisik tak jelas.. entah lah perasaan apa ini.. entah rasa takut entah rasa kecewa atau entah rasa benci.. aku bingung dengan perasaan ku sendiri.
yaaa aku tak perlu menjelas kan masalah ku pada nya.. beliau sudah mengetahui masalah ku semenjak ia menatap ku aneh..pada saat beliau melihat ku pada pertama kali tadi.
" Maaf Kakung.. apa kah sampean bisa membantu saya untuk menghilang kan efek negatif di diri saya.. " ujar ku.. teman ku pun tak ikut berbicara.. karena ia juga sadar bahwa itu bukan urusan nya.
" Gini ya mbak.. sampean nanti kalo sampai rumah jangan lupa bersholawat dan berdzikir.. soal nya ini bukan sedikit yang mengganggu sampean.. " ujar Kakung.. lalu berlalu pergi masuk kedalam kamar nya dan meninggal kan kami di ruang tamu.
sungguh Kakek yang misteri.. aku pun merasa malu kalau memang ia sudah mengetahui masalah masalah ku.. entah lah mau ku taruh di mana wajah ini. di sisi lain teman ku hanya berdiam begitu pun dengan ku, entah apa yang ada di fikiran ku terasa otak ku mutar mutar tak karuan..
tak beberapa lama keluar lah Kakung Roso tersebut dengan membawa sebotol air yang berisi air putih saja. lalu kembali menduduki kursi.
__ADS_1
" ini air putih.. nanti sampean minum 3 teguk terus usap kan di muka sebanyak 3 kali.. jangan lupa bersholawat dulu sebelum melakukan nya.. lakukan terus hal yang sama sampai habis.. inshaAllah nanti nya berkurang masalah sampean.. " ujar penuturan Kakung Roso, sembari memberikan sebotol air tersebut.
(makasih ya kak sudah setia dengan CINTA TERLARANG BERUJUNG DENDAM. masih penasaran kan.. yuk kak ikuti terus kelanjutan cerita nya ya..