
PENYESALAN
POV.: AUTHOR
tak terasa waktu berlalu begitu cepat kini pertengkaran Ana dan Ibrahim sudah lebih dari satu bulan. Mereka yang masih bertengkar namun saling merindukan satu sama lain di satu sisi Ana yang selalu terbayang bayang akan kehadiran Ibrahim. namun, di sisi lain ibrahim terus mencoba menghubungi mengguna kan nomor telfon yang baru.
tapi tidak pernah berhasil karena Ana bila nomor baru yang mengirim pesan ia langsung memblokir nomor tersebut, di hantui rasa bersalah dan penyesalan ia merasa hidup nya tak berarti lagi, apa lagi dengan dosa yang pernah ia buat bersama Ibrahim.
ia menggaruk garuk kepala nya lalu berteriak entah lah bagai mana nanti ke depan nya. Ana ingin terlepas dari semua ini namun di pikiran nya selalu di bayang bayangi oleh sosok ibrahim.
ia pun mencoba membuka blokiran nya kembali karena ia merasa hampa dan tak berdaya apa lagi ia sudah tak dapat menemui sosok pria tersebut. sudah beberapa minggu ibrahim meninggal kan perkampungan tersebut dan pulang ketanah air nya.
Ana membuka blokiran tersebut di karenakan ia tak ingin ada dendam di antara mereka Ana hanya ingin mereka berteman dengan baik tanpa dendam.
usai sudah Ana membuka blokiran nya dan ia berharap kalau Ibrahim akan memberi nya kabar hari hari ia selalu di hantui rasa bersalah.
" Assallammu'allaikum " terdengar seseorang mengetuk pintu Rumah Ana
" wa'allaikumsalam " ujar Ana sembari membuka pintu.
" hay sayang.. " ujar seseorang yang ternyata itu adalah Riko
" Sayang.. " ujar Ana Riko pun tersenyum sembari memasuki Rumah
" hey... anak papa sudah gede gede ya... " ujar Riko yang berjalan menuju anak anak nya yang sedang bermain.
" papa kapan pulang nya kok tiba tiba ada disini.. kami kangen lo.. " " ujar anak anak mereka.
" iya papa lama banget si baru pulang kasian mama gak ada temen nya" ujar Riyan anak kedua mereka.
" papa baru ajha pulang.. peluk papa dulu dong.. ayok ayok sini.. " ujar Riko yang memeluk anak nya satu per satu.
__ADS_1
" sini mama juga dong peluk papa " ujar Riko pada Ana sembari bercanda
Ana pun mendekati mereka dan mereka pun berpelukan. Ana menetes kan air mata ia terharu sekaligus bahagia bisa memeluk suami nya lagi setelah sekian lama tak berjumpa apa lagi memberi kabar.
" ni papa punya oleh oleh untuk kalian semua " ujar Riko sembari melepas pelukan nya lalu mengambil oleh oleh tersebut yang ternyata itu adalah buah buah han baju cemilan dan lain sebagai nya.
" wah... terimakasih banyak ya pa.. " ujar anak anak nya.
" iya sama sama sayang.. dah cepat di makan oleh oleh nya tu.. terserang kalian mau makan seberapa banyak bebas....papa mau bicara dulu sama mama ya sayang " ujar Riko sembari tersenyum dan bercanda, lalu Riko mengajak Ana untuk pergi ke kamar mereka. sesampai nya di kamar.
" sayang sini deh.. aku juga juga punya hadiah lo buat kamu.. " ujar Riko yang tengah duduk di atas kasur nya itu.
" hadiah apa" ujar Ana yang berjalan mendekati Riko dan duduk di samping Riko.
" tutup mata dulu dong " ujar Riko yang terlihat gembira dan merasa senang. Ana pun mengikuti perintah nya tanpa banyak bertanya dan menutup mata nya dengan kedua tangan nya.
Riko mengeluarkan sebuah kotak yang berukuran besar dari dalam tas yang sejak tadi ia tenteng tenteng lalu ia membuka kotak yang berwarna merah tersebut
" dah buka mata nya sayang " ujar Riko yang lemah lembut.
" yank.. kenapa kamu belikan aku kaya gini an.. " ujar Ana yang menatap haru suami nya dengan mata yang berkaca kaca
" ini hadiah untuk kamu dari aku ya sayang.. semoga kita bisa melewati cobaan cobaan yang datang. " ujar Riko
perkataan Riko pun membuat Ana menangis dan mengingat perbuatan nya dengan Ibrahim kala suami nya sedang mencari nafkah. di dalam hati nya mengapa ia sejahat itu kepada suami nya saat suami nya bekerja keras untuk nya dan Anak anak nya.
" eh eh eh sayang kok malah nangis.. " ujar Riko sembari mengusap air mata istri nya itu.
" maafin aku ya sayang kalo aku banyak salah sama kamu.. " ujar Ana sembari terisak isak
" salah apa sih.. kamu gak punya salah kok.. " ujar Riko yang lemah lembut, lalu memeluk istri nya dengan erat
" udah udah cup sayang.. udah ah masak udah gede nangis " ujar Riko yang bercanda
" hem..." ucap Ana dengan ekspresi manja nya..
__ADS_1
" coba sayang ini nya di pakai.. pasti kamu tambah cantik kalo pakai ini " ujar Riko sembari menunjukan perhiasan tersebut.
Riko mulai memakai kan perhiasan tersebut pada istri nya
" terimakasih banyak ya sayang udah kasih aku perhiasan" ujar Ana yang tak banyak bergerak karena sedang di pakai kan kalung pemberian dari suami nya itu.
" iya sayang sama sama " ujar Riko.
usai sudah memakai kan semua perhiasan nya
" tu kan kamu tambah cantik" ujar Riko memuji istri nya. Ana hanya tersenyum lebar.
tak berselang lama mereka mengobrol datang lah anak anak mereka menemui mereka di kamar.
" wa... mama kok berubah " ujar anak anak mereka.
" kok berubah " ujar Riko yang heran sembari memandangi istri nya..
" mama jadi cantik lo papa.. " ujar Anak anak nya
" ya memang mama kalian kan cantik" ujar Riko sembari tersenyum..
" untuk kami mana pa.. " ujar Rizki anak pertama mereka
"hehehehe sayang nya papa.. laki gak bisa pakai perhiasan sayang.. papa ajha gak pakai kok " ujar Riko yang terkekeh.
Anak mereka pun hanya mengeluarkan ekspresi manja nya saja.
mereka pun bercanda tawa dengan anak anak, mereka terlihat sangat bahagia keluarga mereka terlihat harmonis namun disisi lain tiba tiba Ana teringat oleh seseorang yang tak lain adalah Ibrahim.
lagi dan lagi ia selalu di hantui oleh bayangan sosok ibrahim. dan entah kenapa ia sulit untuk melupakan seseorang tersebut. entah lah apa kah keistimewaan Ibrahim tersebut sehingga ia selalu mengenang saat saat bersama Ibrahim.
ya... padahal sudah jelas ia sudah berkeluarga dan memiliki tiga orang anak, tetapi entahlah wanita tersebut seperti sedang kehausan darah segar. di setiap ia merasa hampa atau bosa ia selalu ingin sekali mencari berondong untuk pelampiasan nya
di pikiran Ana jika ia mempunyai masalah atau sedang merasa sepi atau merasa hampa ia seperti harimau yang ingin mencari mangsa. yaitu selalu ingin mencari perhatian dari seorang lelaki muda yang belum berumah tangga.
__ADS_1
( hay kak terimakasih ya masih setia dengan CINTA TERLARANG BERUJUNG DENDAM. yuk kak ikuti terus jalan ceritanya ya...