
TIMBUL NYA PERASAAN ANEH
POV. AUTHOR
malam pun berganti dengan siang hari ini Ana tidak bekerja karena ia sedang mendapat libur dari kantor nya selama 2 hari, masa liburnya pun ia gunakan untuk berjalan jalan di pasar sekalian berbelanja keperluan dapur karena memang keperluan dapur nya itu sudah habis. dan saat sedang memilih milih sayur tiba tiba ia di kejutkan dengan ada nya Riko di samping nya itu. dan sontak saja ia terkejut.
" ini manusia sengaja ngikutin aku atau apa huuuufffff " ucap Ana dalam hati yang merasa sedikit kesal. Ana pun yang sudah melihat keberadaan Riko ia berusaha acuh tak memperdulikannya. dan entah kenapa ia selalu merasa kesal saat Melihat Riko.
". hay Ana.." ucap Riko yang menyapa.
" iya " Jawaban Ana yang sangat singkat.
" kamu sama siapa kepasarnya An " tanya Riko yang masih basa basi
" sendiri " ucap ana yang singkat sembari memilih bahan makanan.
" cuek banget si " ujar Riko yang sedikit merasa diacuhkan
" memang nya kenapa kalo aku cuek suka suka ku dong " ujar Ana yang merasa masih kesal
" nanti kalo cuek cuek gak ada yang mau deketin lo " ujar Riko yang sedikit ngeledekin Ana
" biar aja " jawab Ana yang lagi dan lagi jawaban yang singkat. dan Riko pun terdiam sembari melirik Ana yang sedang memilih milih.
" ini bu jadi berapa semuanya " ucap Ana kepada memilik sayur.. yang selesai memilih sayur dan ingin membayar.
" semua nya 157.000 neng. ". ucap pemilik dagangan tersebut.
" ini pak terimakasih ya " ucap Ana yang berterimakasih sembari berlalu pergi
" sama sama neng. " ucap pemilik dagangan. namun masih bisa di dengar oleh Ana. dan Anamu hanya tersenyum. lain dengan Riko yang di acuh kan dan Riko pun yang berbelanja dengan bergegas membayar dan menyusul Ana yang masih belum terlalu jauh Riko pun sedikit berlari agar tak tertinggal jauh oleh Ana.. karna dia ingin mendekatkan diri pada Ana.
" tunggu dong An, buru buru banget sih jalan nya " ucap Riko yang sedikit berteriak.
" kenapa sih kamu ngikutin aku gak ada kerjaanmu ya selain ngikutin orang " ujar Ana yang masih kesal
" aku kan cuma mau berteman cuek banget sih " ujar Riko
" haaaaa berteman... emang aku gak salah dengar ya. katamu aku cuek kata kamu nanti kalo cuek gak ada yang mau deketin. terus kenapa kamu mau berteman sama aku hhhhmmm. " ucap Ana yang mengulangi ucapan nya tadi. yaaa Ana memang seperti itu orang nya Ana memang selalu dingin pada orang yang tak ia kenali. tapi bila sudah ia kenali ia pun baik.
" oohhh jadi kamu tersinggung to... hehehehe maaf ya aku kan cuma bercanda " ucap Riko yang sedikit terkekeh melihat tingkah Laku Ana yang menurut nya lucu.
" Kamu bisa lucu juga ya. " sambung Riko
" apa nya yang lucu sih. " ucap Ana yang masih kesal. sembari berjalan menuju parkiran motor.. begitupun dengan Riko yang masih mengikuti Ana yang berjalan di depan nya.
" Sebenar nya benar benar cantik.. tapi cuek nya itu lo.. huuufff.. tapi tak ada salah nya jika aku terus mencoba entah kenapa aku merasa nyaman bila dekat dengan Ana. " ucap Riko didalam hati.
" gak papa lucu aja hehehe " ucap Riko pada Ana.
mendengar itu pun Ana hanya melirik Riko dengan lirikan yang cukup menyeramkan.
" iiiiihhhh serem...." ujar Riko yang sedikit ngedekin Ana lagi.
__ADS_1
" kamu kira aku hantu... ngalain sih kamu ngikutin aku terus dari tadi. " ucapAna yang bertanya karena memang dari tadi Riko terus mengikuti Ana.
" aku kan juga mau ambil motor mbak Ana yang cuek + jutek " ucap Riko yang terkehen pelan dan tak terdengar.
mendengar ucapan Riko lagi dan lagi Ana hanya mengerut kan kening dan melirik dengan tatapan tajam nya itu. kini mereka sudah sampai di parkiran moto yang jauh itu Ana pun heran kena bisa juga motor nya Riko bersebelahan dengan motor nya Ana. Ana sempat terfikir bahwa memang Riko mengikutinya dari tadi. tapi Ana terus berusaha Acuh. sembari mengeluar kan motor dari barisan Riko sempat membawa Ana jalan jalan tapi...
" An jalan jalan bentar yuk.. " ajak Riko membawa jalan jalan.
" gak mau... aku mau pulang aja. aku sibuk di rumah " ujar Ana yang masih cuek itu..
"ya sudah.. hati hati ya di jalan " ucap Riko yang sudah berada di atas motor nya dan ia pun tak mau memaksa kan Ana untuk berjalan jalan bersama nya.
mendengar Riko yang menurutnya perhatian itu pun ia menjawab
" iya om Riko..... " jawab Ana yang mulai bercanda.
" hiiiiiiiiiiii jangan panggin om dong An.... masih muda dan ganteng gini kok di panggil om siihhh.. " ucap Riko yang menyela saat di panggil dengan panggilan om.
" diiihhh kepedean " ucap Ana yang singkat dan berlalu pergi mengendarai motor nya.
" An Tunggu dulu dong " panggil Riko yang terlihat seakan akan sudah akrab pada Ana. dan Ana pun menghentikat motor nya dan melihat kebelakang.
" apa lagi sih.. jangan ngikutin terus dong. " ucap Ana yang masih kesal.
" mau tanya aja kok.. aku lupa tanya alamat rumah kamu dimana " ujar Riko yang bertanya Alamat rumah Ana.
" Di jonggol " ucap Ana yang singkat dan berlalu pergi meninggal kan Riko yang masih di atas motor nya itu.
Riko pun menggeleng dan tersenyum mendengar jawaban Ana yang dia tau itu tidak mungkin dan tidak masuk di akal Riko pun menganggapnya itu adalah candaan dari Ana. tanpa fikir panjang pun Riko mulai mengendarai motor nya.
waktu pun berlalu tak terasa kini Ana telah sampai di rumah nya , sesampainya di rumah ia memarkirkan motor nya di halaman rumah nya. dan berlalu membuka pintu
" aku yakin bahwa Ana baik dan tidak cuek.. mungkin hanya saja aku belum terlalu dia kenal mangkanya dia cuek jutek lagi.. kenapa ya klo aku lagi deket sama dia rasanya nyaman banget. mangkanya aku yakin kalo Ana orang nya itu asyik dan baik... Addduuuuuuhhhh jangan jangan tantangan nii.. " ucap Riko yang berbicara sendiri lama sudah ia termenung tiba tiba di kejutkan oleh sahabat nya itu..
" haaaaaa hayo..... ngelamunin apa.. jangan jangan... hehehe" ujar sahabatnya yangsedikit terkekeh saat melihat Riko Terkejut.
" uuuhhhfff kami ini Za kaget lo aku.. untung gak jantungan " ucap Riko yang kesal dan benar benar terkejut.. yaaaa itu adalah sahabat Riko yang bernama Muhammad Dzaki Pratama. ia adalah sahabat Riko Sedari kecil mereka maju bersama sama hanya saja berbeda jurusan Dzaki sudah memiliki usahanya sendiri dalam bidang Perhotelan. yaa kini bisa di anggap nyaman hidup nya karena sudah memiliki usaha. sebenarnya Riko bisa membangun Usahanya sendiri hanya sajaa ia masih ingin berkerja mencari pengalaman yang lebih dalam lagi.
" hehehe iya iya maaf.. habis dari tadi aku liatin lama banget bengong nya.. emang mikirin apa sih.. jangan jangan ketemu cewek baru ya.. " ucap Dzaki yang penasaran karna memang ia sudah mengetahui sifat sahabatnya itu kalau Riko bengong nya terlihat aneh bisa disimpul kan bahwa dia telah bertemu dengan seorang gadis yang membuatnya kagum.
" eleh sok tau luuu... " ucap Riko yang singkat
" gak usah di tutp tutupin udah kelihatan kok dari muka mu kaya lagi kasmaran.." ledek Dzaki kepada riko
" gak ada kok cuma lagi mikirin kerjaan aja " ucap Riko yang belum mau menjawab dengan jujur
" udah deh jangan bohong.. kita kan udah dari kecil kenal sampe umur 23 gini kok sekarang pun masih sama sama.. jadi gak bisa kamu nyembunyiin sesuatu dari aku. " ujar Dzaki yang menjelaskan kembali betapa lama nya mereka bersama sampai sekarang.
yaa... mereka memang sudah lama bersahabat sudah sekitar 23 tahun. sedangkan umur nya Riko kini 26 tahun tak berbeda jauh dari Riko, Dzaki kini pun berumur 25 tahun lebih muda dari Riko.. namun usia tidak menghalangi mereka dalam bersahabat.
" hehhehe.. itu lo tadi cewek cantik banget sudah beberapa hari si aku ketemu dia.. tadi pun aku ketemu dia lagi dipasar " ungkap Riko yang membuka rahasianya sambil tertawa malu.
" tu... kan bener filing ku.. gimana orang nya gimana dia suka juga sama kamu gak "ucap Dzaki yang penasaran akan sosok wanita yang di sebutkan oleh Riko yang tak lain adalah Ana.
" hhhmmmm.. orang nya cuek sih... jutek lagi.. tapi aku yakin kalo dia orang nya tu mengasik kan kalo sudah kenal orang nya.. tapi dia nya susah di deketin.. " ujar Riko yang menjelaskan kepada Dzaki.
" waaaaahhhh... kalo cewek yang ciri cirinya kaya gitu tu biasa nya ngangenin lo Rik.. untuk aku aja ya hehehehe. "
__ADS_1
" enak aja cari dong.. masa dari dulu usaha terus yang di kembangin.. hati juga dong.. jangan mentang mentang sibuk sama kerjaan.. jadi lupa sama perasaan.. hehehehe. " ujar Riko yang ngeledekin Dzaki..
yaa memang Dzaki adalah orang yang sangat sibuk dalam usaha nya.. tapi terkadang ia belum siap untuk mencari pasangan hidup. ia sangat di sibukan dengan urusan bisnis nya.
" jangan gitu dong Rik.. aku kan juga mau punya pendamping, cuma belum dapet yang pas... gitu hehehe.. " ujar Dzaki yang menyela saat di ledekin sibuk kerja..
" tumben kamu kesini biasa nya seminggu sekali baru kesini. " ucap Riko yang bertanya.
" gak kok cuma pengen main aja.. bosen di rumah terus. gimana kalo kita bermalam di hotel ku mau gak.. sekalian cuci mata.. masa di sini terus sepi tau di rumahmu ini gak ada hiburan. ujar Dzaki ingin mengajak Riko untuk berjalan jalan
" tapi Zak kan tempat kerja ku lumayan jauh.. masa aku berangkat subuh kesana nya.. " ucap Riko yang agak malas untuk kemana mana.
" sekali sekali la Rik.. ayok lahh " ujar Dzaki yang memelas..
" yaudah deh.. aku siap siap dulu ya.." ucap Riko sembari bangkit dari tmapt duduk nya dan berlalu pergi memasuki rumahnya.
" oke jangan lama lama lo " ujar Dzaki memperingati
" iya iya " ucap Rtiko kala suara Dzakimasih terdengar..
usai sudah bersiap siap kini merekapun bergegas pergi menaiki motor mereka masing masing.
dan di sisi lain Ana yang selesai merapikan barang barang nya yang ia beli tadi. kini ia berlalu istirahat. kala sedang membaringkan badan nya di kasur , ia merasa deg deg kan saat mengingat Riko.
" Duh kenapa ini jadi deg deg kan ya.. aneh " ucap nya pada diri nya sendiri. dan tak terasa Ana pun mulai terlelap. baru saja memejamkan mata terdengar suara orang yang mengetuk pintu.
" siapa ya.. duh baru juga mau tidur.. " ucap Ana dalam hati
Ana melihat dari jelndela yang ternyata ibu kontrakan mendatangi rumah nya.. Anapun terkejut dan secepat kilat ia membuka pintu yang terkunci.
" maaf ya mbak Ana kalo saya mengganggu " ucap ibu kontarakan itu
" heheh gak papa kok buk.. ada apa ya.. " ucap Ana yang bertanya
" ini lo mbak Ana, saya tadi bikin bubur kacang hijau jadi saya bawakan untuk sampean.
" alah buk buk.. kok yo repot repot to.." ujar Ana yang mengeluarkan logat jawa nya
" alah cuma gini an aja kok repot mbak.. ini bubur nya." ucap ibu kontrakan sembari memberikan bubur itu pada Ana
" terimakasih banyak lo bu.. sampean ini malah repot repot nagntar kesini.." ujar Ana yang merasa tak enak pada ibu kontrakan.
" sama sama mbak.. saya pulang dulu ya soal nya kompor dirumah saya hidup " ujar ibu kontrakan sembari berlalu pergi.
" sekali lagi terimakasih banyak ya buk " ucap Ana dan ibu kontrakan bun hanya menganggung sembari berjalan menuju ruamah nya yang tak jauh dari rumah yang di tinggali oleh Ana.
Anapun memasuki rumah membawa bubur itu. rasa mengantuk pun hila kala mencium harum nya bubur itu.. ia pun berlalu ke dapur mengambil sendok dan langsung duduk memakan bubur kacang hijau nya..
" eeeemmmm... enak nya Ya Allah.. " ucapnya pada dirinya sendiri. saat menikmati bubur tersebut ia teringat pada orang tuanya.
" ibu bapak gimana ya kabarnya waktu itu aku dah janji kalau pulang kerja mau ku telpon tapi kenapa aku bisa lupa ya... aduuhh payah banget si kamu An. " ucap nya sendiri yang tengah merasa payah. sembari menepuk jidad nya sendiri.
" uuuhhhff payah payah" ujar nya yang tak henti hentinya berbicara payah, sembari berjalan meninggalkan buburnya dan menuju kekamar untuk mengambil hp nya. Ana yang sudah menemukan hp nya mulai menelpon .
tuuuuuuuuudddd tuuuuuuddddd tuuuddd terdengar suara hp Ana yang sedang memanggil. sudah berkali kali ia menelpon tapi tak ada jawaban.
"apa ibu sibuk ya jdi gak angkat telpon ku." ucapnya. ia pun melanjutkan memakan buburnya..
__ADS_1
( hay kak terimakasih ya sudah membaca novel ku... masih penasaran kan dengan CINTA TERLARANG BERUJUNG DENDAM. yukkk kak ikuti terus jalan ceritanya yaaa... )