Cinta Terlarang Berujung Dendam

Cinta Terlarang Berujung Dendam
CINTA TERLARANG BERUJUNG DENDAM


__ADS_3


MEMINANG SANG KEKASIH HATI.



POV: OUTHOR


hari demi hari pun mereka lalui bersama dengan perasaan cinta yang hangat. Ana belum memberi tahu kan tentang tunangan nya yang ingin menemui orang tua Ana untuk meminta restu pada mereka. Ana dan tunangan nya itu ingin membuat kejutan untuk orang tua Ana. karena memang Ana sudah lama tak pulang kekampung halaman nya, sedangkan Riko pun yang masih belum dalam mengetahui asal usul Ana ia dengan senang hati menerima Ana apa adanya dengan kesederhanaan nya. hari terus berlalu kini Ana meminta cuti dalam waktu satu bulan, Ana ingin menemui orang tua nya untuk membicarakan tentang restu untuk mereka berdua. dan tibalah dimana saat mereka berdua dan kakak nya Riko yang menggunakan masker dan topi yang tak dapat di kenali Ana.. kakak Riko tersebut memang sengaja tak menunjukan muka nya itu karena untuk kejutan juga nanti nya. Tibalah mereka menaiki pesawat berangkat dari Kalimantan menuju kampung halaman Ana, yang ada di jawa Timur mereka berdua dan kakak Riko menaiki pesawat jadi tak akan lama sampai nya. 1 jam 30 menit akhirnya mereka sampai di bandara dan melanjutkan perjalanan menggunakan taxi untuk memasuki kampung halaman Ana yang ada di Blitar perjalanan terus berlanjut hingga akhirnya sampai di kampung tempat orang tua Ana tinggal.


" Assallammu'allaikum " ucap Ana yang berdiri di depan pintu, berkali kali mengucap kan salam namun tak ada jawaban.


" mungkin ibu kamu keluar An. " ucap Riko yang memberitahu pada Ana


" enggak Rik.. pasti Bapak sama ibu lagi di sawah. " ucap Ana yang sangat yakin kalau orang tua nya ada di sawah.


" aku temui ibu ku dulu di sawah ya " lanjut Ana


" ikut An " ucap Riko.


" gak usah Rik.. disini aja istirahat temani kakak mu. gak jauh kok tempat nya sebentar aja " ucap Ana yang masih penasaran dengan kakak Riko yang dari tadi tak mau berbicara.


" yasudah kami tunggu disini " ucap Riko. dan Ana pun berlalu pergi menuju kesawah ibu bapak nya. sedangkan kakak Riko yang sedari tadi terdiam kini mulai berbicara.


" uuuhhhff lelah nya dari tahi harus menutupi wajah" ujar kakak Riko.


" iya kan buat kejutan.. awas ya kalo ketahuan '' ucap Riko. mereka pun melanjutkan berbincang bincang.


sementara Ana tak jauh lagi berjalan menuju sawah. kini sawah nya dapat di pandang dari jarak beberapa meret. ia terus berjalan hingga sampailah di gubuk tempat berteduh dan beristirahat. orang tua Ana yang melihat dari kejauhan merasa heran.


" pak pak pak.. " ucap ibu Ana yang memanggil Suaminya.


" opo to bu " ucap suami nya.


" itu lo di gubuk siapa.. kaya nya lagi cari seseorang yo pak " ucap ibu Ana


" jal buk samperin " ucap Ayah nya ana. ibu nya ana pun mendatangi gadis tersebut.. sesampainya dagubuk Ibu nya Ana masih belum mengenali Ana karena ia juga menggunakan masker dan kacamata.


" Maaf mbak.. sampean cari siapa kok sampai kesini. " tanya ibu nya Ana. Ana yang lama tak melihat ibu nya pun meneteskan air mata.


" ibu ini Ana. "ucap Ana samabil melepaskan masker dan kacama mata nya.


" Walaaaaahhhhhhh pakkkkkkkk Aaannnaa kiii loo pakkk pulang..... " seketika Ibu nya Ana berteriak mengejutkan suaminya itu.


" yang bener buk. " Bapak nya Ana pun melepaskan cangkul yang ia pegang dan berlari menuju kegubuk. dan disisi lain ibu nya Ana pun menangis histeris melihat Anak nya datang menemui mereka. dan hampir pangling karena lama mereka tak bertemu dan ana pun sekarang tambah cantik.


" Ya Allah.. nduk.. kamu tambah cantik sekarang.. " ucap bapak Ana yang langsung memeluk Anak nya.


" maaf ya pak buk.. Ana baru sempet pulang.." ucap Ana yang menghapus air mata nya.


" gak apa apa nduk.. yang penting kamu masih inget sama orang tua " ucap bapak ny.


" iya nduk.. ya sudah ayok kita pulang aja kita siapin makanan yang kamu suka. " ucap ibu nya Ana. Ana pun masih belum memberitahukan bahwa ia kemari bersama tunangan nya. mereka pun berjalan melewati hamparan sawah yang luas. beberapa menit mereka berjalan akhira nya sampai juga di rumah. dan ketika kakak Riko melihat kedatangan mereka ia pun langsung menutup wajah nya kembali menggunakan masker nya dan topi nya. saat bapak dan ibu nya Ana melihat Riko dan Kakak nya mereka pun heran


" maaf nggeh mas.. sampean cari siapa ya " ucap ibu Ana yang bertanya pada mereka berdua.


" ibu ini temen nya Ana nama nya Riko dan ini kakak nya " ucap Ana yang meperkenal kan mereka berdua. dan mereka berduapun hanya mengangguk dan tersenyum.


" oooohhh ya sudah ayo masuk masuk.." ucap bapak nya Ana sembari membuka pintu.. dan terlihat istrinya memasuki rumah terlebih dahulu untuk membuat kan teh.

__ADS_1


" ayo masuk masuk.. " bapak Ana lagi.


mereka pun masuk diikuti oleh Ana dan mereka pun duduk di lantai sederhanya nya hanya di alasi dengan tikar. Ana berlalu kedapur untuk membantu ibu nya. sementara Riko dan kakak nya sedang berbincang bincang dengan bapak Ana mengenai perjalanan mereka. usai sudah Ana dan ibu nya membuatkan teh dan di barengi dengan biskuit saja. ya memang karna tak ada persiapa dan Ana tak memberi tahu prihal kedatangan mereka.


" silahkan diminum nak teh nya" ucap Ibunya Ana


" siapa nama nya le.. " ucap ibu nya Ana yang bertanya.


mereka pun bersalaman dan memperkenalkan diri.


" saya Riko bu.. " ucap Riko.


" saya Lilis itu suami saya nama nya Udin " ucap ibu nya Ana sembari melepaskan salaman nya dan beralih ke kakak Riko


" saya Andra bu.." ucap kakak Riko yang belum melepaskan topi nya.


" gini buk pak.. maaf kalo kami lancang perkenal kan dulu saya Andra Anang pratama kakak nya Riko. " ucap Andra yang membuka masker dan topi nya. seketika Ana terkejut.


" pak bosss " ucap Ana yang terkejut dengan suara pelan. tapi ia berusaha mengendalikan keadaan agar tetap baik.


" Gini pak buk... kedatangan kami kesini dengan niat dari hati kami yang paling dalam.. saya selaku kakak nya Riko sebagai wali pembicaraan bahwa Riko adik saya inggin menikahi putri Bapak dan ibu yang bernama Ana Tasya.. kami dengan setulus hati ingin meminta restu dari bapak dan ibu untuk Adik saya Dan Ana. dan mohon maaf mereka berdua melakukan pertunangan tanpa seizin bapak dan ibu.. di karenakan ini keinginan dari Ana yang ingin memberikan kejutan untuk Bapak dan ibu. " ucap Andra kakak Riko yang berbicara mewakili Riko.


" kok kamu ghk kasih tau ibu sama bapak nduk kalo kamu sudah bertunangan. " ucap Udin bapak nya Ana yang sedikit merasa kecewa tapi ia tetap tenang dan memaklumi bahwa memang putrinya ingin memberinya kejutan. sementara Lilis ibu Ana hanya menatap dengan penuh gembira. seakan tak percaya akan kedatangan putrinya itu.


" Ana minta maaf pak.. Ana hanya ingin memberi kabar gembira kepada bapak dan ibu secara langsung.." ucap Ana yang tertunduk..


" ya sudah tidak apa apa.." ucap Udin


" lalu bagai mana pak dengan restu bapak dan ibu.. apakah kalian memberikan Restu untuk Riko dan Ana." ucap Andra yang mengambil alih pembicaraan.


" InshaAllah saya merestui kalo memang Ana putri saya mencintai nak Riko dan ini sudah jadi takdir dan jodoh Ana saya dengan ikhlas melepas Ana.. iya to buk.. " ucap Udin dan lalu bertanya pada istrinya. Lilispun hanya mengangguk dengan penuh senyuman. sementara itu Ana dan Riko saling berpandangan dan merekapun tersenyum bahagia.


" jadi pak.. buk.. mari kita tentukan tanggal nya saja.. kalo menurut saya lebih cepan lebih baik.. " ucap Andra. mendengar itu pun Riko langsung berbinar binar bahagia tak terkira..


" saya setuju.. kalo kamu bagaimana Rik " ucap Andra dn bertanya pada Riko.


"kalo aku selalu setuju " ucap Riko pada kakak nya


" jadi kalo begitu kita Semua setuju ya untuk melangsungkan pernikahan Minggu depan..dan saya akan kabari orang rumah untuk mempersiapkan seserahannya.. " ucap Andra.


setelah perjanjian telah di setujui, mereka pun melanjutkan berbincang bincang kini waktu sudah mulai sore. dan Adat di kampung tersebut tidak boleh menginapkan calon suami di rumah calon mempelai wanita. jadi akhirnya meraka pun berpamitan untuk menginap di musholah. karena ingin keluar memesan hotel pun sangan jauh sekali dan jalan yang rusak dan tak mendukung.


" buk pak kami pamit dulu ya " ucap Andra


" maaf ya nak Andra nak Riko kalo kalian harus bermalam di musholah. karena kami mengikuti aturan dari kepala desa disini.. " ucap Udin


" gak apa apa pak. kami menghargai peraturan yang berlaku ya sudah kami pamit dulu ya pak buk.. " ucap Andra yang di berengi dengan anggukan Riko.


" Tunggu dulu... ini untuk makan malam dan ada cemilannya juga biar gak laper nanti kalo tengah malam. " ucap Lilis sembari memberikan tempat bekal yang berisi nasi lauk pauk beserta cemilan teh hangat dan air putinya.


" terimakasih banyak buk.. pak.. kami permisi dulu ya.. " ucap Andra dan Riko berbarengan. Lilis dan Udin pun hanya mengangguk kan kepala. mereka berlalu pergi meninggalkan rumah Ana dan menuju ke musholah, tak begitu lama berjalan Akhirnya mereka sampai di musholah yang sederhana ini tapi terasa nyaman dan tentram.


hari demi hari Andra dan Riko lalui di kampung tampat tinggal Ana enam hari sudah berlalu. Andra sudah mengurus semua keperluan seserahannya dan sore ini pun akan datang barang barang yang sudah di siap kan oleh keluarga Andra Yang ada di Kalimantan.


haripun menjelang sore barang barang yang di tunggu pun akhirnya datang dengan keluarga Andra yaitu Anak dan istri Andra.dan malam ini juga mereka menuju kerumah Ana untuk menyerahkan seserahannya. dilihat dari kejauhan banyak warga yang membantu proses persiapan pernikahan Ana dan Riko.


" lama gak pulang.. pulang pulang bawa jodoh yo mbak Mir. " ucap tetangga Lilis yang sedikit bergosip biasalah kalo ibu ibu.


" iya yo jeng.. kalo nama nya jodoh kan kita ndak tau yo.. " ucap Tetanggal Lilis yang sedang mengobrol. dan teman bicara nya pun mengangguk kan kepala.

__ADS_1


sampai lah keluarga Riko di depan Rumah nya Ana. keluarga Riko pun tak banyak berbicara tentang keadaan Rumah dan bagaimana pun mereka. keluarga Riko sangat baik mereka memandang orang itu semua sama dan tidak membeda bedakan siapa jodoh Riko dan bagaimana orang nya. merekapun memasuki Rumah Ana sembari tersenyum pada warga yang telah membantu poroses persiapan pernikahan Riko Dan Ana. dan mereka di sambut Ramah oleh keluarga Ana dan warga sekitar.mereka memberikan seserahan untuk calon mempelai wanita dan diterima dengan senang hati. malam pun berganti dengan pagi. banyak warga yang sudah pulang tadi malam merekapun datang lagi untuk membantu. dan Riko dan Ana yang sudah berjanji pada Penghulu ijab kabul akan di lakukan pada jam 10.00. sebelum jam itu datang Riko dan Ana bersiap siap. Ana yang masih di hias oleh MUA pun merasa lapar karna belum makan pagi. untung ibu nya membawakan makanan untuk Ana.


" ini nduk makan dulu. dari tadi kamu belum makan " ucap Lilis.


terimakasih banyak buk." ucap Ana. lilispun berlalu pergi. dan Ana langsung memakan makana nya


sembari makan sembari di hias agar cepar kelar hiasan nya. waktu menunjukan pukul 9.30 menit akhirnya hiasanpun selesai dilakukan. hanya menunggu waktu saja. Ana yang terduduk di bangku rias ia merasa gemetar dan jantung yang berdetak kencang. begitupun dengan Riko yqng gerogi takut ia tak bisa mengucapkan ijab kabul di atas panggung. waktu terus berlalu sampai lah waktu ijab kabul yang di tentu kan.


" Anaaaa.... " ucap Riko yang melihat Ana dengan kebaya putih yang menutupi seluruh tubuh nya dan hiasan jilbab yang menutupi kepala nya serta hiasan di wajah nya yang membuat Riko sangat Pangling bahkan sempat tak percaya bahwa itu adalah Ana.


" ini kamu Ana kan " ucap Riko dan Ana yang berdiri di ruang tamu yang hendak menemui pak penghulu.


" iya Ini aku emang nya kenapa kok kamu pandangi aku kaya gitu. emang aku jelek ya. " ucap Ana yang sedikit tersenyum malu.


" siapa sih yang bilang calon istriku ini jelek.... calon istri ku ini caaaaannntiiikk banget kaya bidadari.. hehehehe" ucap Riko terseyum yang menggoyakan tangan dan badan nya seakan akan seperti anak yang sedang di manja.


" hehehe jangan gitu ah... kn aku jadi malu.. " ucap Ana yang sembari berlalu pergi menaiki panggung ijab kabul


Ana dan Riko pun menaiki panggung yang dimana sudah ada pak Penghulu yang yang menunggu. mereka pun duduk dihadapan pak penghulu.


" sudah siap " ucap pak penghulu.


"Bismillah Siap " ucap Riko


baik saya Mulai. pertama tama kita sama sama membaca do'a agar acara ini berjalan dengan lancar tanpa kendala apapun.


**********


********


**********


*********


Berdo'a pun sudah dilangsung kan Riko dan penghulu mula bersalaman. terlihat Riko yang gugup, dan selalu berusaha tenang. di sisi lain pun ibu Ana menetes kan air mata ia mengenang kembali saat Ana masih kecil. Ijab kobul pun dimulai


" siap ya jangan gugup." ucap penghulu


" iya pak " ucap riko sambil tersenyum.


" Bismillah Hirohmanirohhim.. saya nikah kan dan saya kawin kan engkau Riko Bin Bayu Pratama dengan Ana Tasya Binti Jainudin dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar tuuunnaaii... " ucap penghulu dan disambung dengan Riko.


" Saya terima nikah nya Ana Tasya binti Jainudin dengan seperangkat alat sholat dibayar tuunaii." ucap Riko yang langsung merasa lega dan gembira.


" gimana saksi sah. " ucap penghulu"


Saaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhh... ucap para saksi dan para warga. persetujuan itu pun di warnai dengan tepuk tangan para warga desa.. dan mereka berdua pun mendapan Nasehat dari Pak Penghulu.


" kalian sudah sah menjadi Suami Istri.... tapi ingat pernikahan hanyalah sekali seumur hidup. jika nanti ada masalah dalam rumah tangga. coba lah untuk mengerti dan memahami bagaimana keadaan pasangan kita. dan setiap pasang wajib hukum nya untuk saling membantu.. dan untuk kamu nak Riko.. Mulia kan lah istrimu sebagaimana kau memuliakan ibu mu.. niscaya Rezeki mu akan terus mengalir deras tanpa henti.. dan layani lah dan pergaulilah istrimu sebagaimana yang di anjurkan dan di ajarkan Oleh Rosul kita Baginda Nabi Muhammad SAW. dalam agama islam... dan untuk kamu nak Ana.. tolong hargai suamimu bagaimana pun dia sudah menjadi suamimu. layani lah suamimu dengan benar dan patuh lah engkau pada nya selama perkataan nya dan perbuatannya tidak keluar dari ajaran Rosul kita yaitu Baginda Nabi Besar MUHAMMAD SAW.dan aturan agama Islam. apakah kalian faham?". ucap pak penghulu kepada Riko Dan Ana.


" Insha Allah kami faham pak.. terimakasih banyak nasehat nya pak...." ucap Riko dan Ana berbarengan. pak penghulu pun mengangguk dan berpamitan pergi lagi karena sudah ada janji dengan yang lain. sementara itu resepsi pun dimulai. mulai dari makan makan dan bersalaman dengan pengantin dan berfoto dengan pengantin.


" Laper banget deh.. tapi masih banyak yang antri bersalaman dan memberi kami selamat. 'aadduuhhh" ucap Ana didalam hati. Riko pun melihat kegelisahan di wajah ana ia pun bertanya.


" Kenapa cinta ku.. " ucap Riko yang sedikit merayu istri nya dan mulai menggoda istrinya.


" hiiiiisss malu tau kamu ini... nanti di dengar orang lo. " ucap Ana sembari menyalami tamu tamu yang datang.


" gak papa yank... kan kita udah Sah.. hehehehe" ucap Riko yang terkekeh.

__ADS_1


namaun lagi dan lagi Ana mengeluarkan sikap cuek nya itu. iya hanya menanggapi perkataan Riko dengan ekpresi manja nya dan tersenyum. tamu terus berlalu lalang untuk menyatami sang pengantin, Ana masih menghargai para tamu ia masih menahan lapar nya itu. sedangkan untuk ibu dan bapak nya Ana mereka juga sibuk menyalami para tamu yang datang begitupun dengan Saudara dari Riko yang masih berdiri diatas panggung pengantin untuk menyalami para tamu yang datang. hari berlalu sore Ana yang sedari tadi menahan lapar nya ia hanya mengganjal perut nya dengan air minum dan kue kue yang di sediakan di meja pengantin. tamu pun masih banyak yang berdatangan dari desa sebelah. yaaaa karna memang orang tua Ana mempunyai banyak kenalan dan ia pun sangat baik pada warga warga didesa nya dan di desa sebelah.


( Hy kak... Terimakasih yaa masih setia dengan CINTA TERLARANG BERUJUNG DENDAM masih penasaran kan.. yuuukk kak ikuti terus kelanjutan ceritanya ya... Salam Manis dari Author..🥰🥰


__ADS_2