Cinta Untuk Nazyra

Cinta Untuk Nazyra
Bab 100


__ADS_3

Dokter Jonathan memasang wajah serius, dia tampak menjalankan tugasnya sebagai dokter dengan penuh tanggung jawab, rasanya wajar jika meminta Nazyra melepas pakaian untuk melakukan pemeriksaan pada tubuhnya.


Kenapa Nazyra harus merasa malu?


Ganindra menunjukkan ekspresi tidak senang, dia lalu menarik Nazyra agar menjaga jarak dari dokter Jonathan.


Ganindra kemudian berkata dengan dingin, “Dia tidak akan menjalani proses ini.”


“Dia harus melakukan semua hal yang diperlukan dalam pemeriksaan kesehatan atau hasilnya tidak akan akurat,” Dokter Jonathan berkata dengan tegas.


Ganindra memandang dokter Jonathan dengan tatapan tajam dan berbahaya .


'Bagaimana bisa dia membiarkan wanitanya membuka pakaiannya dan membiarkan pria lain melihatnya?'


"Aku akan melakukan pemeriksaan untuknya."


Nazyra kaget, wajahnya memerah. Jika Ganindra yang melakukan pemeriksaan, berarti dia harus melepas pakaian di hadapan Ganindra?


Apakah lebih baik dia harus membatalkan saja pemeriksaan ini ?


Dokter Jonathan menggodanya, "Pak Ganindra , apakah kamu tahu cara melakukan pemeriksaannya?"


"Tidak ada yang tidak aku tahu,"


Ganindra mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah pintu, "Dokter Jonathan silakan keluar."


Dokter Jonathan nampak kesal dan marah tapi dia tetap tersenyum masam dan mengangkat bahunya acuh tak acuh


"Baiklah , kamu yang akan memeriksanya."


Setelah mengatakan itu, dokter Jonathan keluar dengan santai.


Setelah pintu ditutup, ruangan menjadi sunyi.


Nazyra berdiri di depan tempat tidur dengan kaku dan melihat ke arah Ganindra dengan gugup.


Jika dokter yang melakukannya, dia dapat menghibur dirinya sendiri karena dokter hanya memperlakukannya sebagai pasien. Namun, jika itu Ganindra akan beda cerita.


Ganindra memandang Nazyra, tatapannya nampak membara .


Nazyra menelan ludahnya, dia memegang


pakaiannya erat-erat tanpa sadar.


“Pak, pak Ganindra bisakah aku melakukannya sendiri?, kamu tidak tahu bagaimana melakukannya,"


Nazyra ragu-ragu. Dia ingin membatalkan pemeriksaan kesehatan ini , Lagipula mereka datang kesini untuk mengobati Amanda dan itu tidak ada hubungannya dengannya.


Kenapa Ganindra malah disini menemaninya bukannya menemani Amanda?


"Tutup matamu, jangan lihat aku,"

__ADS_1


Nazyra membalikkan tubuhnya , punggungnya membelakangi Ganindra. Mau tak mau dia menggerakkan tangan kecilnya untuk membuka kancing bajunya.


Itu sangat memalukan.


Ganindra melengkungkan bibirnya saat melihat gerakannya. Ganindra kemudian berjalan ke arahnya dan berkata dengan suara menggoda "pelan-pelan saja, tidak usah buru-buru."


Nazyra langsung menghentikan gerakannya, wajahnya langsung memerah.


Mengapa Nazyra merasa kata-kata Ganindra menyiratkan seolah-olah dia yang ingin sekali melepas pakaiannya agar Ganindra bisa melihatnya?


Ganindra berjalan melewatinya dan berjalan menuju ketengah ruangan. Dia kemudian berdiri diatas kursi.


Ganindra memiliki tinggi 180 cm, dia sangat tinggi . Ganindra berdiri diatas kursi hampir mencapai langit-langit ruangan .


Nazyra bingung, "Apa yang kamu lakukan?"


Ganindra tidak berbicara, dia mengulurkan tangannya dan melepas penutup lampu .Ada kamera kecil di dalamnya.


Ketika Nazyra melihat kamera, ekspresinya berubah dan terlihat terkejut.


"Mengapa dokter Jonathan memasang kamera tersembunyi di sini?. Apakah dia mesum?!" ujar Nazyra kaget hampir berteriak.


Dia memegang pakaiannya erat-erat karena terkejut. Itu sangat menakutkan, untungnya dia belum melepas bajunya .


Saat itu, di koridor luar ruangan, dokter Jonathan yang melihat ke layar CCTV, ekspresinya berubah ketika mendengar kata-kata Nazyra


Dia dikatakan mesum...Dia sangat sedih karena disalahpahami.


Ganindra langsung mencabut kameranya dan duduk di kursi. Dia terus menatap Nazyra.


Dia berkata dengan nada rendah, "Kamu bisa melepas bajumu sekarang."


Nazyra marah dengan kelakuan mesum dokter Jonathan, tiba-tiba dia merasa malu.


Dia segera memegang erat pakaiannya, "pak Ganindra aku tidak ingin melakukan pemeriksaan lagi. Aku khawatir masih ada kamera lain."


"Aku sudah memeriksa, tidak ada kamera lagi."


Ganindra terus memandangi Nazyra dengan pandangan dalam.


Nazyra memegang pakaiannya lebih erat. Setelah kejadian tadi, dia tidak berani melepas pakaiannya di depan Ganindra.


Dia melangkah mundur dengan gelisah, ingin menjaga jarak dari Ganindra.


"aku pernah melakukan ECG sebelumnya, aku tahu caranya. Biarkan aku melakukannya sendiri."


Ganindra menyipitkan matanya, suaranya terdengar seksi. "Apakah kamu malu?"


Bagaimana mungkin dia tidak malu melepas pakaiannya di depan seorang pria?


Nazyra mengangguk tetapi kemudian menggelengkan kepalanya setelahnya.

__ADS_1


Ia begitu gugup hingga tidak berani menatap ke arah Ganindra “Aku benar-benar bisa melakukannya sendiri."


Ganindra memperdalam pandangannya ke arah Nazyra .Dia melihat ekspresi malu dan panik Nazyra.


Ganindra kemudian berpikir jika dia melakukan pemeriksaan ini, dia mungkin akan kehilangan kendali dirinya sendiri.


Dan itu membuatnya berpikir lagi lalu memutuskan "Aku akan tetap di luar pintu, tanyakan kepadaku jika ada yang kamu tidak tahu,"


Ganindra berkata pelan dan berjalan keluar. Setelah dia menutup pintu, hanya Nazyra sendirian di ruangan itu.


Nazyra menghela napas lega. Kemudian dia mengeluarkan ponselnya dan mencari cara melakukan proses ECG.


Di luar kamar, dokter Jonathan bersandar di dinding dan langsung mengejek Ganindra .


" Kau juga diusir?"


Ganindra tidak menanggapinya, dia berdiri dengan acuh tak acuh dan menjaga jarak dengan dokter Jonathan.


Ganindra bahkan tidak melihat ke arah dokter Jonathan dan tidak memperdulikannya sama sekali.


Dokter Jonathan tidak merasa kesal, dia tetap melanjutkan memandang Ganindra dengan tatapan meremehkan.


Ganindra diusir keluar oleh tunangannya. Tampaknya hubungan antara Ganindra dan Nazyra tidak sedekat kelihatannya. Itu sangat menarik.


Pemeriksaan lain berhasil dilakukan kecuali insiden kecil saat ECG. Setelah menyelesaikan pemeriksaan, Nazyra dan Ganindra tetap berada di luar ruangan menunggu pemeriksaan Amanda juga selesai. Awalnya, mereka mengira harus menunggunya selama tiga jam. Namun, pintu ruangan tiba-tiba terbuka.


Tommy tampak keluar kamar dengan wajah memerah, ekspresinya terlihat gelisah.


Nazyra bingung, "Tommy kenapa kamu keluar?, Apakah terjadi sesuatu ?."


Tommy menggelengkan kepalanya dan menenangkan dirinya, "Saya sudah selesai melakukan pemeriksaan sesuai dengan instruksi dokter Jonathan."


“Bukankah dia bilang durasinya tiga jam?”


Semua orang mengalihkan pandangan mereka untuk melihat jam.


Dokter Jonathan yang duduk di samping terlihat santai. Dia tidak peduli dengan pertanyaan mereka dan tersenyum. Nada suaranya sangat acuh , "Aku sudah lama tidak menggunakannya, aku lupa durasinya."


Tommy tidak bisa berkata-kata, wajahnya memerah, dia merasa marah. Nazyra juga tidak bisa berkata-kata.


Nazyra bergumam di dalam hati 'Mengapa dia tidak mengizinkannya membantu Amanda? Dia seharusnya bisa membantu Amanda melakukan ECG!'


Ganindra tidak terkejut, dia sudah menduganya. Dia bisa menebak rencana dokter Jonathan sejak awal.


Dia tidak akan pernah membiarkan dokter Jonathan berduaan dengann Nazyra , dokter Jonathan jelas mempunyai rencana jahat.


"Klik."


Saat pintu dibuka, Amanda keluar kamar dan berpakaian rapi. Berbeda dengan Tommy, ekspresinya tampak natural dan tanpa beban. Sepertinya pemeriksaan berlangsung normal di dalam ruangan dan tidak ada hal memalukan yang terjadi .


Amanda merasa lega saat melihat Nazyra dan Ganindra di sana.

__ADS_1


__ADS_2