
"Kamu mau dipukuli sampai mati oleh Ganindra besok?!." Temannya yang lain mencemooh ide bodohnya karena mereka semua tahu Ganindra sangat benci bersentuhan dengan wanita mana pun.
Biasanya Ganindra selalu melarang mereka membawa atau mengundang wanita jika mereka berkumpul untuk bersenang-senang.
Mata Refal berbinar ketika sebuah ide cemerlang tiba-tiba muncul di benaknya, "Wanita lain tentu saja tidak mungkin, tapi jangan lupa bahwa Nazyra adalah pengecualian!"
Ini juga akan menjadi kesempatan bagus untuk melanjutkan rencananya tadi yang sempat berantakan. Jika Nazyra datang membantu Ganindra akan bisa mendorong mereka menciptakan percikan asmara saat Nazyra merawat Ganindra yang mabuk sendirian. Refal merasa dirinya sangat jeniusnya lalu dia dengan cepat menelpon Nazyra untuk melanjutkan rencananya.
Nazyra sudah tertidur lelap ketika suara nada dering ponselnya membangunkannya di tengah malam.
Nazyra mengangkat teleponnya dengan mata terpejam tanpa membuka matanya, "Halo, siapa ini? Ada apa?"
"Nazyra ini aku, Refal. Ganindra sedang mabuk berat di bar sekarang, jadi bisakah kamu datang dan menjemputnya?"
“Tidak” Nazyra langsung menolak permintaan Refal tanpa ragu-ragu . Nazyra tidak mau melihat wajah Ganindra sekarang.
Setelah terdiam sesaat Nazyra menambahkan, " kamu bisa memesan taxi online saja di aplikasi jika kalian semua tidak bisa mengemudi. Aplikasi taxi online sangat berguna dalam situasi seperti ini."
Nazyra masih ingat saat terakhir kali dia mengantar Ganindra dalam keadaan mabuk ,dia masih bingung entah bagaimana dia akhirnya bermalam di rumah Ganindra setelah mengantarnya pulang .Nazyra merasa bodoh jika dia mengulangi kesalahan yang sama lagi.
“Ganindra benar-benar tak sadar kali ini, dia bahkan tidak bisa berdiri sendiri. Kamu tahu dia adalah orang terkaya di kota S, berbahaya jika dia diculik oleh orang yang berniat jahat. Aku mengatakan ini karena ini belum pernah terjadi sebelumnya."
Nazyra terdiam beberapa saat lalu menyarankan lagi “Kamu bisa meminta bantuan Tommy.”
"Itu juga yang kupikirkan tadi, tapi Nenek Nani baru saja menelepon, dia pasti akan bertanya tentang kondisi Ganindra nanti karena dia sudah tahu Ganindra sedang mabuk sekarang. Jika nenek Nani tahu bahwa kamu tidak datang untuk menjemput Ganindra padahal Ganindra sedang mabuk berat ,bukankah dia akan curiga dengan hubunganmu?"
Mata Nazyra yang sedang terpejam terbuka seketika setelah mendengar kata-kata Refal.
__ADS_1
Dia masih menjadi tunangan Ganindra, jadi dia tidak bisa membiarkan nenek Nani berpikir berlebihan dan menghancurkan hatinya sebelum pertunangan mereka dibatalkan.
Namun, berpikir bahwa dia harus menjemput Ganindra dini hari begini membuat Nazyra kesal, namun dia akhirnya menyerah lalu berkata pada Refal dengan kesal, "Aku akan ke sana secepatnya, tunggu aku."
Nazyra menutup telepon dengan marah dan bangkit untuk mengganti pakaiannya . Nazyra hanya bisa pasrah pada nasibnya.
Saat itu sudah jam tiga pagi ketika Nazyra sampai di class One. Nazyra membenamkan dirinya di dalam jaketnya sambil mengedipkan matanya yang mengantuk.
Kalau dipikir-pikir sungguh melegakan dia tidak akan benar-benar menikah dengan Ganindra, kalau tidak dia harus selalu menjemputnya larut malam begini dalam keadaan mabuk. Nazyra berpikir untuk menghibur diri lalu segera berjalan menuju ke ruang VVIP tempat Ganindra berada.
Ketika Nazyra tiba, pemandangan pertama yang dia lihat saat dia membuka pintu adalah botol-botol kosong yang tak terhitung jumlahnya berserakan di atas meja. Pelipisnya langsung berdenyut kesakitan sambil menatap bingung karena melihat banyaknya minuman keras yang Ganindra minum.
"Akhirnya kamu sampai di sini, Nazyra . Kalau kamu datang lebih lambat, kita semua tak punya pilihan selain bermalam di sini dengan menyedihkan." Refal menyambutnya dengan tangan terbuka sambil berjalan ke arahnya.
Nazyra berkata dengan sikap acuh tak acuh, "Kamu sebenarnya bisa membiarkan dia bermalam sendirian di sini karena tempatnya aman di ruang VVIP dan sofanya sepertinya cukup nyaman."
Kalau begitu mengapa dia malah mabuk bukannya tidur di rumah saja ? . Nazyra merasa kesal, dia kemudian berjalan ke sofa tempat Ganindra duduk.
Ganindra sedang berbaring di sofa sambil memejamkan matanya, nafasnya terdengar teratur sepertinya dia telah tertidur. Namun, kulit putih porselennya masih berkilau sementara wajahnya yang tampan tetap menawan seperti biasanya, dan penampilannya tidak menunjukkan bahwa dia mabuk sedikit pun.
Nazyra agak bingung lalu dia bertanya pada Refal "Kamu yakin dia mabuk?"
“Kamu tidak bisa membedakannya dari wajahnya karena wajahnya tidak akan memerah setelah minum. Kalau tidak percaya, kamu bisa mencoba mengendus aroma alkohol yang keluar dari tubuhnya." saran Refal.
Nazyra membungkukkan tubuhnya dan begitu dia mendekati Ganindra , dia bisa mencium aroma tajam alkohol yang bercampur dengan aroma tubuh Ganindra yang menyegarkan .
Nazyra tidak punya pilihan selain memanggilnya dengan pelan "Pak Ganindra, pak Ganindra.."
__ADS_1
Alis Ganindra bergerak sedikit, tapi dia tidak membuka mata atau menanggapinya, hanya bernapas dengan ritme yang teratur dan lambat sambil terus tidur.
Refal berkata, "Dia benar-benar mabuk ."
Nazyra berkata dengan pasrah, "Kalau begitu aku akan membantunya, bisakah kamu membantuku?"
Refal tetap berdiri di tempatnya dan bahkan mundur dua langkah sambil menjelaskan, "Ganindra belum pingsan, jadi aku yakin kamu bisa membangunkan dia sendiri."
Nazyra memandang Refal dengan curiga karena dia bertingkah aneh dan Nazyra merasa ada sesuatu yang salah dengan Refal.
Namun, Nazyra dengan cepat menghilangkan pemikiran itu dari benaknya karena hari sudah larut malam, dan jika dia terus mengulur waktu di sini, fajar akan segera tiba.
Nazyra kemudian mengangkat lengan Ganindra untuk membantunya berdiri, Seketika semua pria yang ada di ruangan itu mengarahkan pandangan mereka pada Nazyra yang berusaha untuk menopang tubuh Ganindra, mata mereka terbuka lebar saat mereka menatap Nazyra dengan tegang.
Sebelum Nazyra muncul, beberapa dari mereka sudah mencoba menghampiri Ganindra untuk membantunya berdiri tetapi malah diusir olehnya tanpa ampun, bahkan menerima tendangan menyakitkan. Beberapa lutut mereka juga masih berdenyut kesakitan.
Apakah Nazyra akan diusir juga...?
Semua yang ada disana memperhatikan dengan hati berdebar saat Nazyra mulai meletakkan lengan Ganindra di bahunya sambil mengguncang tubuh Ganindra untuk membantu Ganindra berdiri ..Tak disangka Ganindra membiarkan Nazyra menopang tubuhnya yang lunglai .
Sudut mulut semua orang bergerak-gerak setelah melihat adegan itu dengan tercengang , tampaknya Ganindra hanya bisa mengenali wanitanya bahkan ketika dia sedang mabuk seperti ini.
Berat badan Ganindra jauh lebih berat daripada Nazyra oleh karena itu Nazyra tidak akan bisa menggendong Ganindran sendirian jika dia benar-benar mabuk berat .
Nazyra hanya bisa mengerahkan seluruh kekuatannya sambil berteriak padanya, "Bangun, Pak Ganindra ,Cobalah berdiri, kita akan pulang sekarang."
Bulu mata Ganindra sedikit berkibar sementara lengannya menekan tubuh Nazyra dan memeluknya lebih erat. Setelah mendengar kata-kata Nazyra terlihat Ganindra berusaha mengerahkan kekuatannya untuk berdiri dan pada akhirnya Ganindra berhasil berdiri tegak dengan bantuan Nazyra.
__ADS_1