
Nazyra tercengang mendengar permintaan Ganindra, dia memandang Ganindra tidak percaya. Apakah Ganindra sudah gila?
Nazyra merasa jengkel, Ganindra terus membuat ulah sejak tadi dan sekarang Ganindra malah mengucapkan kata-kata tidak masuk akal tanpa berpikir. Terlebih lagi, Ganindra memintanya untuk memandikannya.
Ini keterlaluan
"Aku tidak bisa memandikanmu, kamu mandilah sendiri." ujar Nazyra jengkel.
Ganindra terus mengatupkan bibirnya tanpa menjawab. Dia hanya menatap lurus ke arah Nazyra dengan pandangan serius . Dia tampak lebih serius dari biasanya.
Nazyra merasakan pelipisnya berdenyut, dan kepalanya mulai terasa sakit.
Nazyra tidak tahu apa yang salah dengan Ganindra hari ini. sepertinya Ganindra akan terus menatapnya selama beberapa jam tanpa bergerak sampai dia menyerah.
Nazyra merasa sangat tidak berdaya, jadi dia mencoba membujuk Ganindra .
"Pak Ganindra, aku bukan istrimu atau pengasuhmu. Aku tidak bisa memandikanmu."
Ganindra terus diam, hanya menatap lekat ke arahnya.
Nazyra menambahkan, "Orang yang bisa memandikanmu haruslah istrimu."
"Aku akan menikahimu."
Ganindra berkata sambil memandang Nazyra tanpa sedikit pun keraguan.
Nazyra merasa kepalanya semakin pusing, mendengar kata-kata Ganindra yang tidak masuk akal. Sudut mulutnya bergerak-gerak menggerutu kesal.
"Pokoknya, aku tidak akan memandikanmu. Biarkan aku pergi, aku harus pulang sekarang."
Ganindra diam saja, tetapi dia masih memegang tangan Nazyra dengan erat tanpa ada tanda-tanda akan melepaskannya. Dia hanya menatap Nazyra dengan dalam.
Tatapannya membuat Nazyra kehilangan kata-kata, Nazyra tiba-tiba merasa sangat lelah.
__ADS_1
Nazyra merasakan penyesalan yang sangat besar sekarang. Mengapa dia mengangkat telepon Refal? . Mengapa dia tidak mematikan ponselnya saat dia akan tidur?. Kenapa dia harus tertipu dengan kata-kata manis Refal ? Dan kenapa dia harus mengenal Ganindra sejak awal!
Setelah menarik napas dalam-dalam, Nazyra mengucapkan kata-kata ini dengan susah payah, "Kalau begitu, buka bajumu sekarang."
"Bantu aku melepasnya." Jawab Ganindra sambil merentangkan tangannya lebar-lebar, menunggu untuk dilayani dan dibantu oleh Nazyra.
Nazyra hampir muntah darah.
Namun, Ganindra yang mabuk benar-benar kehilangan akal sehatnya dan Nazyra pasti tidak akan menang melawannya . Akhirnya dengan terpaksa Nazyra mengulurkan tangannya untuk melepaskan jas yang di pakai Ganindra
Kemudian, Nazyra membuka kancingnya satu persatu untuk melepaskan kemeja Ganindra. Saat Nazyra semakin kebawah melepaskan kancing kemeja Ganindra , tubuh Ganindra yang terpahat sempurna terpampang jelas dimatanya, semakin kebawah kancingnya terlepas perasaan Nazyra semakin tak menentu.
Dengan wajah memerah, Nazyra dengan gugup mencoba mengalihkan pandangannya dari Ganindra . Nazyra langsung membuang pakaian Ganindra ke samping dan tidak berani memandang Ganindra lagi .
Kemudian, tiba waktunya untuk melepaskan celana yang dipakai Ganindra. Nazyra menatap ikat pinggangnya dengan gugup. Dia tidak berani melepaskan ikat pinggang Ganindra.
Kecuali pada malam yang tidak disengaja itu, Nazyra tidak pernah lagi melakukan hubungan fisik dengan pria manapun. Sebenarnya, Nazyra masih seorang gadis yang sangat murni dan polos. Ini adalah pertama kalinya dia melepas baju dan celana dari tubuh pria.
"Uhuk, uhuk. Aku tidak bisa melepas ikat pinggang ini. Kamu lepaslah celanamu sendiri."
Dengan gerakan cepat, Ganindra dengan mudah melepaskan ikat pinggangnya hanya dengan menjentikkan jarinya. Dia kemudian melemparkan ikat pinggang itu dengan acuh tak acuh. Tapi dia kemudian kembali berdiri mematung , diam tidak mau membuka celananya sendiri .
Nazyra menggerakkan sudut mulutnya kesal . Kenapa dia diam saja tidak melepas celananya sendiri ?
Nazyra mengangkat matanya dan melihat Ganindra masih menatapnya, menunggunya melakukan sesuatu.
"Ganindra, aku sangat berharap kamu tidak melupakan apa yang terjadi sekarang. Kamu harus ingat bagaimana sikapmu saat sedang mabuk."
Nazyra merasa sangat marah sekarang, dia menggertakkan giginya lalu mengulurkan tangan untuk membuka kancing celana Ganindra dan menurunkan ritsletingnya dengan pasrah.
Jantungnya berdebar tak terkendali dan wajahnya memerah panas hingga serasa ada yang bisa menggoreng telur di atas wajahnya. Nazyra mengarahkan pandangannya ke tempat lain saat dia membuka celana Ganindra. Tapi sudut matanya tetap menangkap bayangan kaki Ganindra yang panjang dan putih.
Ini benar-benar keterlaluan. Nazyra merasa dia tidak tahan lagi.Dia ingin segera lari dari kamar ini , lari dari hadapan Ganindra.
__ADS_1
Nazyra lalu menarik lengan Ganindra dan membawanya ke bak mandi dengan wajah memerah. Dia berkata dengan canggung,
" duduklah di dalam bak mandi ini."
Ganindra lalu melangkah menuju bak mandi sambil tetap diam tak menjawab .Dia lalu duduk dengan anggun di dalam bak mandi .
Air bersih segera merendam sebagian tubuh Ganindra dan tubuhnya yang hanya mengenakan dalaman tampak samar-samar di balik air. Benar-benar menggoda.
Nazyra hampir mimisan saat melihat pemandangan ini .
Kalau bukan karena malam ini Ganindra sedang mabuk , Nazyra mungkin akan curiga bahwa Ganindra melakukan ini dengan sengaja untuk merayunya.
Airnya hangat dan menenangkan. Setelah membenamkan dirinya di dalam bak mandi, Ganindra menutup matanya tenang dan kembali diam mematung
Nazyra ternganga melihat Ganindra hanya duduk diam di bak mandi dan tiba-tiba merasakan amarah yang membara. Apakah Ganindra benar-benar akan memintanya untuk memandikannya sekarang?. Karena dia sudah terendam air, tidak apa-apa jika dia berendam sedikit lebih lama.
"Aku lupa mengambil piyamamu. Tetaplah di dalam air dulu, kamu bisa keluar setelah sepuluh menit."
Nazyra mengingatkan sebelum dengan tergesa-gesa keluar dari kamar mandi.
Saat Nazyra keluar dari kamar mandi , Ganindra segera membuka matanya yang awalnya tertutup.
Ganindra menatap ke arah Nazyra tapi pandangannya tidak terlihat sedang mabuk seperti sebelumnya.Matanya bersinar jernih.
Setelah beberapa saat, pandangan Ganindra beralih, dia melihat piyamanya tidak jauh dari sana, lalu mengalihkan pandangannya ke arah tubuhnya sendiri yang sedang berendam air hangat dengan hanya memakai ****** *****. Dia tiba-tiba merasakan gelombang ketidakberdayaan.
Wanita ini memanfaatkan dia yang sedang mabuk untuk membodohinya.
Ganindra kemudian bangkit dari bak mandi menciptakan suara cipratan air yang keras.
Setelah Nazyra meninggalkan kamar mandi, dia tidak membuang waktu sedetik pun , dia kemudian bergegas turun ke lantai bawah dan menelpon Ivanna untuk menjemputnya ke Villa Valley.
Tapi ketika dia hendak keluar dari Villa , dia tidak dapat membuka kunci pintu utama meski berulang kali mencoba. Pintu mengeluarkan suara dentingan keras tetapi pintunya tetap tidak bisa terbuka .
__ADS_1