Cinta Untuk Nazyra

Cinta Untuk Nazyra
Bab 88


__ADS_3

Tiga hari kemudian telah berlalu ...


Nazyra yakin Ganindra akan menyelesaikan masalah mereka. Tapi Ganindra justru tidak mengambil tindakan apapun, dia tetap saja


memintanya memberi makan anak kucing itu serta mengantarnya ke tempat kerja dan menjemputnya dari tempat kerja setiap hari seperti yang dia lakukan biasanya.


Ganindra.masih memperlakukannya seolah dia masih tunangannya. Nazyra agak khawatir.


Apakah ini baik-baik saja jika didiamkan berlarut-larut?


"Nazyra , apa yang kamu pikirkan? "Di ruang istirahat kantor , seorang rekan kerjanya berjalan mendekati Nazyra dan bertanya


Nazyra menggelengkan kepalanya, "Tidak ada."


Rekannya memandangnya dan tersenyum penuh arti, lalu berkata dengan misterius,


"Kita semua wanita. Aku mengerti. Biasanya jika sudah diam-diam begini dan melamun , pria adalah alasannya ."


Nazyra tertegun beberapa saat dan lalu sedikit tersipu. Dia sebenarnya sedang memikirkan Ganindra.


Rekannya melanjutkan, "Itu karena Pak Ganindra kan ? . Kami semua dikantor sudah tahu bahwa kamu dan pak Ganindra...."


Nazyra melirik rekannya dengan kaget dan tidak percaya..Bagaimana mereka tahu tentang hubungannya dengan Ganindra ?


"Ketika kamu belum bekerja di sini , tidak pernah ada wanita di sisi Pak Ganindra. Tapi kamu tiba-tiba menjadi karyawan perusahaan. Apalagi kamu makan siang dengan Pak Ganindra dan naik mobil yang sama setiap berangkat dan pulang bekerja dengannya setiap hari."


Wanita itu kemudian menambahkan dengan percaya diri, "Kalian sepasang kekasih, kan?"


Nazyra merasakan pikirannya meledak saat ini ,seolah-olah sebuah peristiwa besar telah terjadi.


Dia pikir interaksinya dengan Ganindra sangat terselubung, tapi dia tidak menyangka semua staf perusahaan mengetahuinya.


Dia bingung dengan pikiran yang kacau, “Sebenarnya hubunganku dengan Pak Ganindra tidak seperti yang kalian pikirkan. Kami hanya... hanya... Nazyra tergagap dan bingung merangkai kata-kata untuk membentuk alasan yang masuk akal.


Perusahaan pasti telah menyimpan informasi pribadinya. Jika dia mengatakan mereka keluarga tapi latar belakang keluarganya sama sekali bukan kerabat Ganindra.

__ADS_1


"Aku mengerti." Rekannya tertawa penuh pengertian dan melanjutkan, "Aku mengerti


bahwa kamu menjalin hubungan dengan Pak Ganindra dan kalian berdua ingin merahasiakannya. Jadi kami tidak menyebarkan gosip tentang kalian berdua.."


Nazyra tercekat dan merasa sangat tidak berdaya, "Sebenarnya bukan itu masalahnya."


"Oh ya, Nazyra, aku menyerahkan proposal kepada Pak Ganindra yang membutuhkan persetujuannya. Jika kamu bisa, tolong sampaikan kata-kata baik tentang aku di depannya ya." Rekannya secara khusus merendahkan suaranya dan berbisik di telinga Nazyra.Tampaknya dia sangat yakin bahwa Nazyra adalah kekasih Ganindra.


Nazyra bingung dan pikirannya berantakan. Karena dia dan Ganindra akan segera membatalkan pertunangan mereka, kesalahpahaman dari staf perusahaan sangat merugikan mereka nanti.


Mereka tidak bisa menunda pembatalan lagi. Dia membuat keputusan setelah merenungkan beberapa saat dan kemudian menuju ke kantor presiden dengan tergesa-gesa.


Ketika Tommy hendak memasuki kantor presiden dengan setumpuk dokumen di tangannya, dia melihat Nazyra melangkah menuju kantor dan menarik tangannya yang hendak mengetuk pintu.


Dia berbalik dan menatap Nazyra sambil tersenyum, bertanya, "Bu Nazyra ,apakah kamu akan datang menemui Pak Ganindra?"


"Ya. Apakah dia tidak sibuk sekarang?".


Nazyra terus berjalan ketika menjawab pertanyaan itu dan segera berjalan ke pintu kantor.


Tommy mengangguk, "Dia tidak sibuk. Kamu bisa langsung masuk."


Nazyra kemudian mengetuk pintu. Ketika dia memasuki kantor, dia melihat Ganindra duduk di belakang meja kantor seperti biasa dan membolak-balik dokumen dengan jarinya yang panjang dan ramping.


Ganindra sepertinya sedikit terkejut melihat kedatangannya.Sentuhan senyuman yang tak bisa dijelaskan terlihat di matanya saat dia berkata dengan suara rendah, "Oh, duduklah."


Dia kemudian memanggil sekretarisnya dan memerintahkan sekretaris untuk mengantar susu dan makanan ringan ke sini.


"Tidak perlu. Ada yang ingin kubicarakan denganmu." Nazyra langsung menolaknya. Setiap kali dia datang ke kantornya, Ganindra akan menyediakan makanan ringan, dan Nazyra menduga ini mungkin salah satu alasan mengapa para karyawan lain salah paham tentang hubungannya dan Ganindra.


Dia takut sekarang dia dianggap sebagai kekasih Ganindra di mata rekan-rekannya.Tapi Ganindra tak perduli dan tetap memerintahkan sekretarisnya mengantarkan susu dan makanan ringan.


Ganindra menutup panggilannya dan berkata dengan tenang, "Ada perlu apa kamu kemari?"


Nazyra terdiam, sepertinya dia tidak bisa menolak suguhan itu lagi sekarang. Khawatir sekretaris akan datang ketika mereka membicarakan masalah tersebut, Nazyra duduk di sofa dan memilih untuk membicarakannya nanti.

__ADS_1


Ganindra hanya menatapnya dan tidak mendesaknya. Dia tidak keberatan tidak peduli berapa lama Nazyra ingin berada disini.


Dia kemudian meletakkan dokumennya, berjalan ke sofa, dan tentu saja duduk di samping Nazyra. Jarak antara mereka sangat dekat.


Nazyra sedikit terkejut ketika dia merasakan aura pria yang akrab dan mengesankan itu. Dia buru-buru berdiri lalu berjalan ke sofa lain dan duduk.


Ganindra menatapnya muram ,terlihat sedikit kemarahan di wajahnya yang tampan.Setiap orang pasti tidak senang ketika dihindari oleh orang lain, tidak terkecuali Ganindra.


Nazyra buru-buru menjelaskan, "Sekretaris akan datang sebentar lagi. Dia bisa salah paham tentang hubungan kita jika dia melihat kita duduk berdekatan. Itu tidak baik."


Tapi justru dengan penjelasan Nazyra ini membuat ekspresi Ganindra menjadi lebih mengerikan .


Apakah wanita ini sangat tidak mau berhubungan dengannya?


Nazyra merasa bingung ketika melihat ekspresinya yang mengerikan. Apakah dia mengatakan sesuatu yang salah??


Suasana di kantor menjadi sedikit kaku. Untungnya, tak lama kemudian sekretaris segera datang . Dia dengan sopan meletakkan susu, kopi, dan makanan ringan di atas meja, "Pak Ganindra, Bu Nazyra silakan menikmatinya." Sekretaris itu tersenyum pada Nazyra dengan sopan lalu berjalan keluar membawa nampan.


Nazyra biasanya tidak akan terlalu memikirkannya ketika dia melihat senyuman seperti itu , tetapi sekarang dia merasa senyuman sekretaris itu cukup ambigu.


Sekretaris itu pasti salah paham lagi tentang hubungannya dengan Ganindra. Nazyra merasa sedikit tertekan. Dia merenung sejenak dan kemudian menatap Ganindra sambil bertanya, "Pak Ganindra , apakah kamu tahu bahwa ada begitu banyak ... rumor tentang kita di perusahaan?" Nazyra merasa malu ketika membicarakan hal ini.


Ganindra memandang Nazyra dengan penuh arti, "Terus kenapa?"


Nada suaranya cukup datar dan sikapnya begitu santai seolah-olah itu hanya masalah sepele atau hal biasa.


Nazyra tercengang. Bukankah seharusnya kini Ganindra merasa repot dan segera membuat perintah untuk meredam rumor yang beredar di perusahaan.


Tampaknya Nazyra harus mengambil inisiatif untuk membicarakan masalah ini lebih lanjut, "Pak Ganindra, kita akan segera membatalkan pertunangan , sehingga akan merusak reputasimu jika ada rumor tentang hubungan kita di perusahaan. Apakah kamu punya ide untuk menangani masalah ini?"


Nazyra menatap Ganindra penuh harap. Namun jawaban Ganindra membuat Nazyra tersedak .


" Tidak.”


Kenapa Ganindra terlalu santai?

__ADS_1


Nazyra mencoba menenangkan diri setelah beberapa lama dan kemudian mencoba bersabar, "Kalau begitu kita harus membatalkan pertunangan ini secepatnya. Jika kita tidak memiliki hubungan di masa depan, rekan-rekan kita tidak akan menyebarkan gosip lagi. "


Gosip pasti perlahan akan hilang dengan sendirinya.


__ADS_2