
Meski bersikap tenang di luar , di dalam hatinya Nazyra merasa sangat kacau, tidak mengherankan jika Ganindra langsung memberitahu kekasihnya Amanda jika dia mengalami sesuatu apalagi jika dia mengalami kejadian buruk.
Lagipula bukankah ini bagus? jika Amanda datang , Amanda bisa menjaga dan merawat Ganindra jadi dia bisa pulang .
Nazyra kembali ke ruang makan, berniat berpamitan pada Ganindra bahwa dia akan pulang .
Amanda melangkah ke ruang makan. Saat melihat tangan Ganindra yang dibalut perban, dia merasa sangat tertekan.
Amanda berjalan ke arah Ganindra dan bertanya dengan prihatin, "Ganindra apakah lukamu parah? Apakah kamu baik-baik saja?"
Ganindra diam tidak menjawab pertanyaan Amanda tapi malah memandang Amanda dengan dingin .
Ganindra kemudian bertanya dengan nada tidak senang , “Bagaimana kamu tahu kalau aku terluka?”
Setelah terluka di restoran, dia langsung pulang ke villa bersama Nazyra dan tidak memberi tahu siapa pun tentang hal ini. Dia juga belum pernah bertemu dengan orang lain.
Sentuhan rasa bersalah melintas di mata Amanda. Namun dia bereaksi dengan cepat dan berkata, "Aku tadi ke Restoran LB dan managernya memberitahuku bahwa kamu terluka. Kamu juga tahu bahwa para manajer di sana semua tahu tentang hubungan kita. Dia bertanya kepadaku tentang kondisimu dan memberi tahuku bahwa mereka benar-benar bersalah."
Ganindra awalnya tidak bermaksud menyalahkan restoran, lagi pula, karena kejadian itu Nazyra merawatnya dengan sepenuh hati.
Tapi sekarang... Ekspresinya menjadi dingin, "Tidak perlu merasa bersalah. Restoran dan pelayan itu akan menghilang dari Kota S besok.!!"
Mendengar kata-kata Ganindra wajah Amanda menjadi pucat. Amanda mengenal sifat Ganindra dengan sangat baik, kata-kata Ganindra sebenarnya menyiratkan bahwa dia tidak senang dengan kedatangannya yang mungkin mengganggu waktunya berduaan dengan Nazyra.
Amanda merasa sangat kesal dan berusaha keras menahan emosinya, berpura-pura tidak tahu apa yang dibicarakan Ganindra.
Dia membuka kotak makanan sambil tersenyum,
“Ganindra, aku tahu kamu pasti tidak makan terlalu banyak, jadi aku secara khusus membawakan makanan yang kamu suka.”
Amanda kemudian meletakkan kotak makanan di depan Ganindra dan melirik mie di atas meja.
“Aku ingat kamu tidak suka mie.”
Nazyra tercengang. Ganindra tidak suka mie?
Nazyra akhirnya mengerti mengapa Ganindra tadi memasang ekspresi aneh ketika dia memberitahunya bahwa dia akan memasak mie untuk Ganindra.
Tapi kenapa Ganindra tidak memberitahunya kalau dia tidak suka mie? , jadi dia bisa memasak makanan lainnya.
Namun, ketika Nazyra melihat makanan di kotak makanan Amanda terlihat cantik dan beraroma lezat , Nazyra langsung kehilangan semangatnya. Makanan yang dia masak sama sekali tidak ada bandingannya dengan makanan lezat yang dibawakan oleh Amanda.
__ADS_1
Ganindra menatap Nazyra dan berkata pelan dengan nada suara penuh arti. "Seleraku berubah."
Nazyra yang merasa kesal sangat terkejut mendengar jawaban Ganindra. Nazyra menatap Ganindra heran. Kenapa dia berkata seperti itu?
Ganindra mendorong kotak makanan itu ke arah Nazyra dan berkata
"Kemarilah. Makan ini."
Nazyra bertanya dengan heran, "Bagaimana denganmu?"
“Aku akan makan mienya.” Ganindra mengambil garpu dan berniat untuk terus memakan mie buatan Nazyra lagi.
Nazyra buru-buru berjalan mendekat, "Jangan dimakan lagi. Rasanya tidak enak."
Bahkan Nazyra sendiri merasakan mienya sangat tidak enak.
Ganindra menatap mata Nazyra dan berkata dengan suara lembut dan mesra seolah berkata kepada kekasihnya "Aku suka semua masakan buatanmu."
Jantung Nazyra tiba-tiba berdetak kencang dan dia tidak tahu harus berbuat apa saat ini.
Wajah Amanda langsung memucat mendengar kata-kata Ganindra. Dia memandang Ganindra dan Nazyra penuh kebencian.Amanda merasa hampir menjadi gila karena cemburu. Dia kemudian menyadari dia seperti orang ketiga yang mengganggu dan tidak berguna di sini.
Sejak awal Ganindra tidak pernah memandangnya dan menatapnya. Amanda merasa sangat malu sehingga dia tidak berani berada di sini lebih lama lagi.
Nazyra merasa bingung saat melihat ekspresi muram Amanda.
Dia tidak mengerti kalau Amanda adalah kekasih Ganinda mengapa Ganindra malah menggodanya di depan Amanda?
"Hmm... Amanda, tangan pak Ganindra terluka dan dia membutuhkan seseorang untuk merawatnya. Tetaplah di sini dan rawat dia."
Mendengar perkataan Nazyra, wajah Ganindra langsung menggelap. Dia meletakkan garpu di atas mangkuk dengan keras lalu menatap Nazyra, dan bertanya, "Apakah kamu mencoba untuk lari dari tanggung jawab?"
"Aku... aku tidak bermaksud begitu, Tapi dia keka....."
"Zyra!! " Saat menyadari Nazyra hendak mengucapkan kata sensitif " kekasih", Amanda buru-buru menyela kata-kata Nazyra.
"Ada yang harus aku urus. Aku harus pergi sekarang."
Amanda berhenti dan berjalan ke arah Nazyra, "Tolong bantu aku merawat Ganindra selama dua hari ini. Terima kasih." Dia berkata dengan suara yang sangat rendah.
Nazyra tidak bisa berkata-kata.
__ADS_1
Pada awalnya dia setuju untuk menjaga Ganindra karena dia merasa bersalah. Namun ketika Amanda yang memintanya melakukan hal tersebut, dia merasa sangat kesal dan tidak nyaman.
Amanda menekan rasa cemburu di hatinya dan mempertahankan senyum anggunnya. Dia berkata kepada Ganindra dengan lembut, "Ganindra, jaga dirimu baik-baik. Aku akan pergi sekarang."
"ya." Melihat Amanda tahu apa yang harus dia lakukan saat ini dan hendak pergi, Ganindra akhirnya menjawabnya.
Setelah Amanda pergi , kembali hanya ada Nazyra dan Ganindra di villa itu lagi.
Saat melihat Ganindra yang sedang menyantap mie dengan anggun, Nazyra untuk pertama kalinya merasa bingung.
Setahunya, Ganindra adalah kekasih Amanda. Tapi kenapa pemandangan tadi terlihat sangat aneh?
Keduanya sama sekali tidak terlihat seperti pasangan. Setidaknya Ganindra tidak berperilaku seperti seorang kekasih.
Dengan keraguan dalam hatinya, Nazyra memandang ke arah Ganindra dan bertanya setelah ragu-ragu sejenak, "Pak Ganindra, apakah kamu bertengkar dengan Amanda?"
"TIDAK."
Ganindra menjawab dengan nada datar bahkan tanpa mengangkat kepalanya, seolah-olah dia tidak peduli sama sekali.
Nazyra menjadi semakin bingung dan ragu. Mengapa Ganindra terlihat seperti tidak perduli pada Amanda sama sekali?
Menyadari Nazyra diam tidak menyantap makanan yang dibawa Amanda .Ganindra menatapnya, "Apakah kamu tidak menyukainya?"
"Tidak terlalu."
Nazyra menggelengkan kepalanya. Dia mengembalikan kotak makanan itu kepada Ganindra. "Mienya tidak enak. Kenapa kamu tidak makan ini saja?"
"Aku tidak memakan makanan orang lain," jawab Ganindra tegas.
Ganindra kemudian segera menghabiskan semua mie .
Nazyra memandang Ganindra dengan heran. Dia hampir tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
Kenapa Ganindra mengatakan makanan yang dibawa Amanda adalah "makanan orang lain"?
Bukankah Amanda pacarnya?
Kebingungan melonjak dalam hatinya, membuat Nazyra bingung. Tiba-tiba dia berpikir hal yang tidak pernahnterpikirkan olehnya sebelumnya .
Mungkinkah antara Ganindra dan Amanda...
__ADS_1
Ganindra akhirnya menyelesaikan makannya. Melihat tidak ada lagi yang bisa dia lakukan untuk Ganindra, Nazyra berkata bahwa dia akan pulang ke rumah.
Ganindra menatapnya dalam, lalu berkata dengan nada seolah-olah memberi perintah, "menginaplah di sini malam ini."