Cinta Untuk Nazyra

Cinta Untuk Nazyra
Bab 110


__ADS_3

Wajah Dion berubah pucat , apalagi saat dia mendengar kata-kata Ganindra selanjutnya.


"Jangan biarkan keluargamu datang mencarimu." Kata-kata Ganindra adalah ancaman terang-terangan.


Dion makin pucat ,tampaknya Ganindra sudah menyelidiki dan mengetahui siapa keluarganya.


"Pak Ganindra tidak perlu khawatir. Saya sudah memesan tiket pulang."


"Kamu akan pergi?" Nazyra terkejut. Tapi begitu kata-kata itu keluar dari mulutnya, dia menerima tatapan dingin yang berbahaya dari Ganindra.


Ganindra kembali menyeret Nazyra pergi dengan cepat .Tubuhnya yang tinggi dipenuhi dengan amarah yang mengerikan.


Nazyra memandang Ganindra dengan bingung. Siapa yang memprovokasi Ganindra? Kenapa dia begitu marah?


Nazyra merasa ketakutan, takut akan menjadi korban pelampiasan kemarahan Ganindra kapan saja.


Setelah berjalan beberapa saat, Nazyra berbicara dengan ragu-ragu, "Pak Ganindra aku tiba-tiba ingat bahwa ayahku memintaku untuk segera pulang. Ada sesuatu yang mendesak. Bolehkah aku pulang dulu?"


Langkah kaki Ganindra langsung terhenti.


Nazyra sedikit lega. Untungnya, dia bisa lolos.


"Kalau begitu aku pergi dulu . Kalau ada hal lain..." Sebelum Nazyra bisa menyelesaikan kata-katanya, lengan Ganindra melingkari pinggangnya dan menarik Nazyra ke dalam pelukannya. Memeluknya dengan erat.


Tubuh Nazyra langsung menempel pada tubuh Ganindra. Aroma familiar pria itu menerpa wajahnya.


Ganindra menatap lurus ke arah Nazyra. Ganindra berkata dengan penuh amarah.


"Nazyra, apakah kamu sadar atau tidak kalau kamu adalah tunanganku?!"


Nazyra terkejut, dia menjawab tergagap "Kita hanya tunangan palsu...Hmm!"


Sebelum menyelesaikan kata-katanya, bibir Nazyra ditutup rapat oleh Ganindra dengan ciuman paksa.


Ciuman Ganindra ganas dan cepat, seolah sedang menghukum Nazyra dan menunjukkan sikap posesifnya. Seolah-olah Nazyra akan ditelan hidup-hidup.


Nazyra merasakan bahaya yang kuat dan sedikit rasa sakit di bibirnya. Dia mengayunkan tangannya dan mencoba mendorong Ganindra menjauh.


Tapi Ganindra malah memeluk Nazyra lebih erat. Gamindra menciumnya dengan lebih marah dan kuat, hampir menyebabkan Nazyra kehabisan napas dan jatuh lunglai.


Baru ketika Nazyra terjatuh dalam pelukannya, Ganindra akhirnya melepaskan Nazyra.


Melihat Nazyra yang lunglai di pelukannya, wajah Ganindra berubah sedikit tidak senang.

__ADS_1


Ganindra berkata dengan suara rendah, "Jangan pernah main-main dengan pria lain lagi."


Nazyra merasa bingung dan malu. Nazyra menarik napas dalam-dalam beberapa kali baru akhirnya Nazyra bisa menenangkan suasana hatinya yang tertekan dan mendapatkan kembali kekuatannya.


Nazyra berdiri dari pelukan Ganindra dan menatap Ganindra dengan ekspresi serius.


"Pak Ganindra, bisakah kamu berhenti menciumku lagi kapan pun kamu mau ? . Aku adalah orang yang konservatif, lagipula kita akan membatalkan pertunangan kita . Aku tidak ingin melakukan hal seperti itu denganmu tanpa alasan."


Tanpa alasan?


Ganindra menatap lurus ke arah Nazyra. "Kamu enggan berhubungan denganku karena kita pasti akan membatalkan pertunangan kita, dan karena hubungan kita tidak nyata?"


"Tentu saja"


Nada bicara Nazyra tegas. Nazyra bukan tipe wanita yang suka bermain-main, suka melakukan one night stand dan tidak perduli pada aturan apa pun. Bahkan ciuman saja akan membuat pikiran Nazyra gelisah sepanjang hari.


Ganindra tampak bersemangat saat dia tiba-tiba memahami sesuatu. Dia menatap Nazyra dalam-dalam. Ganindra tiba-tiba merasa sedikit gelisah dan gugup, sesuatu yang jarang dialami Ganindra.


Ganindra berbisik pelan "Bagaimana jika kita tidak membatalkan pertunangan kita, dan aku akan menikahimu?"


Nazyra terpana saat mendengar kata-kata Ganindra yang diucapkan dengan ringan dan dsntai. Hatinya terasa sangat rumit.


Nazyra tidak tahu apakah Ganindra hanya bermaksud menggodanya atau ingin terus bermain-main dengannya?


"Pak Ganindra, aku tidak bercanda denganmu. Aku harap kamu dapat mengakhiri pertunangan kita , lebih cepat lebih baik."


Nazyra terdengar sangat serius ketika dia mengatakan ini.


Ganindra merasa sangat tidak berdaya. Nazyra jelas tidak percaya sepatah kata pun apa yang diucapkannya.Namun, Ganindra tidak akan membiarkan Nazyra terus menjauhkan diri darinya lagi. Tampaknya ada sesuatu dalam hubungan mereka yang harus diubah.


Di Villa Valley International.


Refal menggosok matanya yang setengah tertutup sambil berjalan masuk ke dalam Villa, "Ganindra, kenapa kamu memanggilku ke sini pagi-pagi sekali? "


"Datanglah ke halaman belakang."


Suara Ganindra terdengar dari halaman belakang. Hari masih pagi dan langit masih gelap. Apa yang dilakukan Ganindra di halaman belakang?


Refal benar-benar tidak bisa berkata-kata tetapi dia tidak berani mengeluh . Refal berjalan ke halaman belakang dengan malas.


Tapi kemudian Refal terkejut saat melihat


halaman belakang yang awalnya megah telah berubah menjadi sebidang tanah datar dan gersang. Semua jenis tumbuh-tumbuhan yang di tanam disana telah dibersihkan dari permukaan tanah.

__ADS_1


Rasa kantuk Refal tiba-tiba menghilang , dia lalu berjalan ke arah Ganindra dan bertanya heran "Apakah villamu diserang oleh *******? Atau apakah ada bom di sini? Apakah kamu baik-baik saja? Apakah kamu terluka di mana saja?"


Refal menghujani Ganindra dengan pertanyaan bertubi-tubi sambil mengulurkan tangannya ke arah Ganindra untuk memeriksa pakaiannya. Namun tangannya ditepis dengan kasar oleh Ganindra.


"Halaman belakang akan diubah dengan ditanami bunga-bunga . Lihatlah Blue Print desain ini. Beritahu padaku jika ada yang perlu diperbaiki atau dimodifikasi."


Refal menerima desain itu di tangannya dengan sudut mulutnya bergerak-gerak keras. Dia memandang Ganindra sambil tercengang seolah - olah Ganindra adalah monster.


“Kamu memanggilku ke sini pagi-pagi sekali hanya untuk menyuruhku melihat desain ini?”


Ini adalah masalah sepele. Apakah perlu baginya datang kesini secara khusus pagi-pagi sekali? . Apalagi biasanya dia belum bangun jam segini.


Mendengar Refal mengeluh, Ganindra melirik ke arah Refal "Apakah ada yang ingin kamu katakan?"


Kata-katanya singkat, namun terdengar sangat berbahaya.


Refal merasa tenggorokannya tercekat lalu buru-buru membantah , "Tidak."


“Kalau begitu, cepat lihat. Aku harus pergi.


Tempat ini harus sudah selesai direnovasi dengan baik sebelum besok malam."


Ganindra memerintahkan Refal untuk bertindak cepat, bahkan ada pekerja yang menunggu di sampingnya.


Refal tiba-tiba merasakan tekanan besar yang membebani dirinya. Dia bukan karyawan Ganindra kan?


Namun, Refal tidak berani menentang Ganindra. Refal dengan patuh membuka desainnya dan mulai mempelajarinya. Dalam waktu singkat Refal dapat menebak sesuatu yang penting.


Rasa malasnya langsung menghilang seketika dan rasa ketertarikannya langsung terguncang. Refal memalingkan wajahnya ke arah Ganindra dengan tatapan ambigu.


"Ganindra, apa tema desainmu kali ini?"


Kilatan ketidaknyamanan muncul di wajah Ganindra sebelum dia mengucapkan kata-kata ini, “Lihatlah sendiri.”


"Aku pasti bisa melihatnya sendiri, tapi bagaimana jika aku salah memahami tema yang kamu inginkan? Jika arah desainnya salah..."


Refal berkata dengan nada menggoda.


Ganindra meliriknya dengan dingin, "Melamar."


“Benarkah? Sungguh?”


Refal tercengang , dua begitu gembira hingga tak sadar sampai melompat-lompat kegirangan .

__ADS_1


Dia menatap Ganindra "Kamu akhirnya akan melamar Nazyra?"


__ADS_2