Cinta Untuk Nazyra

Cinta Untuk Nazyra
Bab 98


__ADS_3

Ganindra tidak senang. Dia menggeser tubuhnya dan menutupi Nazyra dengan perawakannya yang tinggi. Setelah itu, dia melihat ke arah Amanda.


Amanda segera mengerti maksudnya, dia berjalan ke arah dokter Jonathan, tersenyum dan berkata, "Dokter Jonathan, sayalah yang membutuhkan bantuan dokter ."


Tapi dokter Jonathan sama sekali tidak memandang Amanda, tatapannya masih tertuju pada Nazyra . Tatapannya memanas seolah dia bisa melihat Nazyra dibalik tubuh Ganindra.


Amanda merasa malu. Dia tidak pernah diabaikan seperti ini sebelumnya. Dia merasa sedikit kesal dan cemburu.


Ekspresi mata Ganindra berubah menjadi dingin dan suasana menjadi menegangkan.


"Dokter Jonathan, jaga pandanganmu."


"Haha..."


Dokter Jonathan tertawa acuh tak acuh. Dia kemudian bersandar lagi dengan malas di pintu .


Dokter Jonathan berkata dengan nada sinis dan merendahkan "Aku bisa membantu tetapi dengan dua syarat."


Amanda tercengang, "Tetapi dokter Jonathan , bukankah kamu sudah setuju tadi?."


"memangnya kenapa kalau aku mengajukan syarat sekarang?"


Dokter Jonathan tersenyum lebar tetapi ekspresinya penuh dengan ancaman seolah-olah dia telah memutuskan bahwa dia tidak akan membantu mereka jika mereka tidak menyetujui persyaratannya.


Amanda dan Ganindra telah berusaha keras untuk menemukan keberadaan dokter ini, Amanda tidak ingin gagal mendapatkan bantuannya.


Amanda melirik Ganindra sambil bertanya pada dokter Jonathan dengan ragu-ragu.


“Apa syaratnya?”


“Pertama, operasinya akan memakan waktu lama. Kalian semua harus menginap di sini malam ini, tidak boleh ada yang pergi."


Dia berkata dengan acuh tak acuh tetapi tatapannya sepertinya menembus Ganindra dan dia hanya melihat ke arah Nazyra. Sepertinya dia mengajukan syarat tersebut karena Nazyra.


Mata Ganindra bersinar dingin, dia melihat tajam ke arah dokter Jonathan dan mencoba mengetahui apa tujuannya.


Dokter Jonathan tidak perduli, lalu melanjutkan berkata. "Kedua, saya ingin memeriksakan seluruh tubuh dua waninta ini."


"TIDAK."

__ADS_1


Ganindra menolak tanpa ragu-ragu.


Amanda memandang Ganindra terkejut, dia merasa salah dengar.


Menurut Amanda syarat itu sangat mudah. Itu hanya pemeriksaan tubuh untuk Nazyra bukan masalah besar. Amanda merasa tertekan dan merasa cemburu.


Ternyata di mata Ganindra pemeriksaan tubuh Nazyra lebih penting daripada mengobati penyakit Amanda.


Dokter Jonathan mengangkat bahu acuh tak acuh, "Kalau begitu silakan pergi."


Wajah Ganindra berubah kelam. Dia menatap dokter Jonathan sambil menggenggam tangan Nazyra dengan erat. Dia tidak akan mengajak Nazyra jika dia tahu Nazyra akan menarik perhatian dokter sialan ini.


Ganindra berkata dengan dingin, " Pikirkan baik-baik, begitu aku pergi, kau akan segera menemukan mayat orang yang kau cari itu." Nada suaranya dingin dan tegas


Wajah dokter Jonathan berkedut, " Ganindra Megantara , kamu membuatku bosan dengan ancaman yang sama ."


"Dan aku tidak keberatan mengancammu lagi dan lagi ." Ganindra langsung menjawab dengan tegas.


Wajah dokter Jonathan menjadi lebih gelap.


Ia menatap tajam ke arah Ganindra dengan kesal namun akhirnya berkompromi, "Aku hanya penasaran dengan penyakit yang di deritanya. Mirip dengan penyakit sulit yang sedang aku teliti, makanya aku ingin memeriksa seluruh tubuhnya . Kalau aku melihat penyakit sulit yang menarik seperti itu dan jika tidak diobati, suasana hatiku akan buruk dan tidak ingin melakukan apa pun dengan baik setelahnya. Jangan salahkan aku jika ada yang tidak beres saat aku merawat wanita muda ini nanti."


Wajah Amanda menjadi pucat pasi, dia menatap Ganindra dengan gugup dan berkata dengan nada memohon, "Ganindra..."


Tapi penyakit apa yang diderita Nazyra?


Dia menoleh ke arah Nazyra dan mengamatinya "Apakah kamu merasa tidak enak badan?"


Nazyra terkejut. Dia menggelengkan kepalanya dan berkata, “Tidak , hanya saja kekebalan tubuhku lebih lemah dari orang normal."


Itu seharusnya bukan gejala penyakit yang sulit disembuhkan atau tidak dapat disembuhkan.


Amanda merasa khawatir Nazyra akan menolak dan berkata dengan cepat.


“Kadang-kadang diri sendiri tidak bisa merasakan apa-apa meskipun sedang menderita penyakit . Misalnya Kanker , kadang orang baru mengetahuinya pada stadium akhir. Lebih baik melakukan pemeriksaan daripada berpikir bahwa kamu mengenali tubuhmu dengan baik tapi ternyata ada penyakit tersembunyi."


Ganindra mengerutkan kening, dia memikirkannya dengan serius. Dia tidak ingin Nazyra menderita suatu penyakit, tapi dia juga sangat curiga pada dokter Jonathan. Dia merasa dokter ini punya motif tersembunyi dan tidak ingin dia dekat dengan Nazyra.


Itu hanya pemeriksaan tubuh dan Ganindra berpikir keras untuk memutuskannya. Dia menganggap pemeriksaan tubuh Nazyra lebih penting daripada kesembuhan penyakit Amanda. Melihat itu, Amanda merasakan kecemburuan yang luar biasa muncul dalam hatinya.

__ADS_1


Meski penuh kecemburuan , tapi di luar, Amanda bisa menyembunyikan emosinya, dia menatap Nazyra dengan tatapan memelas memintanya untuk membantunya.


Nazyra menelan ludah, kenapa dia yang mengambil keputusan sekarang?. Dia di sini hanya untuk menemani mereka dan tidak seharusnya terlibat.


Nazyra memikirkannya dan merasa tidak ada salahnya melakukan pemeriksaan tubuh, "Pak Ganindra , aku akan melakukannya."


Jika di pikir-pikir pemeriksaan ini bisa menghemat uangnya juga , jadi dia tidak perlu memeriksa sendiri ke rumah sakit.


Ganindra tidak langsung menyetujuinya. Dia menoleh dan menatap dokter Jonathan, matanya dipenuhi rasa tidak percaya.


“Aku akan menemaninya selama pemeriksaan. Aku akan memastikan bahwa kau akan menyesal jika kau melakukan hal yang tercela."


Ada sedikit kegembiraan di mata dokter Jonathan .Dia tersenyum dan berkata, "Jangan khawatir, aku tidak tertarik padanya."


Setelah itu, dokter Jonathan memandang Nazyra dengan dalam. Dia kemudian berbalik dan masuk ke dalam rumah.


Suaranya terdengar dari dalam rumah "Masuk."


Jantung Amanda yang berdebar kencang akhirnya bisa tenang. Harapannya tumbuh karena dokter Jonathan akan membantunya.


Nazyra hendak memasuki rumah ketika Ganindra tiba-tiba meraih tangannya. Dia berkata dengan nada suara yang serius.


"Kamu harus tetap bersamaku setiap saat


ketika kita berada di dalam, oke?"


Nazyra terkejut; dia melirik Amanda yang sudah berjalan di depan dengan perasaan tidak nyaman. Dia merasa bersalah.


Dia merasa tidak enak bersikap genit di depan Amanda karena Amanda adalah kekasih Ganindra.


"Aku... aku tahu."


Nazyra bergumam sambil mencoba menarik tangannya dengan paksa dari Ganindra.


Ganindra tidak senang dengan sikap Nazyra. Saat dia hendak meraih tangannya lagi, Nazyra maju selangkah dan berdiri di sampingnya..


Ganindra tidak bisa menahan senyum melihat Nazyra mengambil inisiatif berdiri disampingnya.


Kepala desa begitu terkejut hingga matanya hampir copot, melihat semua orang berjalan memasuki rumah dokter Jonathan.

__ADS_1


Sudah bertahun-tahun berlalu. Ini adalah pertama kalinya dia melihat seseorang berhasil membuat dokter Jonathan untuk mengobati mereka dan diizinkan masuk ke dalam rumahnya.


Dia kagum, Ganindra Megantara pantas mendapatkan reputasinya.


__ADS_2