Cinta Yang Di Abaikan

Cinta Yang Di Abaikan
Bab 12


__ADS_3

Gion kini menjadi bimbang dengan keputusannya. Fred adalah orang yang selalu menanam curiga terhadap siapapun. Itulah sebabnya, ia tak pernah memiliki banyak teman selain dirinya dan Amora. Lalu hadirlah Cinta. Bahkan Fred lebih dekat dengan Cinta dibandingkan Amora yang sudah di kenal nya sejak kecil.


Setiap yang di katakan Fred menjadi rasa ragu untuk Gion. Pria itu ingin sekali memastikan apa yang di katakan Fred benar. Jika benar Cinta tak berselingkuh lalu apa hubungannya dengan Ringgo. Semenjak berpacaran dengannya Cinta tak pernah sekalipun menyinggung sedikit pun tentang pria itu.


Gion hanya tahu, jika Cinta tinggal berdua dengan Abah Idan. Ayah angkatnya.


"Gi, kamu melamun lagi?" Amora duduk di sampingnya. Wanita itu menyodorkan sepotong coklat kepadanya. "coklat bisa membuat mu sedikit lebih rileks." Ujarnya.


"tidak, Mora. Aku sedang tak ingin memakan apapun hari ini." Gion menolaknya.


Amora menghela nafas panjang. Dia tahu apa penyebabnya, kabar tentang Fred yang telah kembali ke Indonesia membuat Amora sedikit khawatir. Karena pria itu bisa mengacaukan semua rencananya.


"Dimana Fred, kamu sudah bertemu dengannya bukan?" Tanya Amora.


"ya. aku bertemu di tempat pameran. setelah itu aku tak bertemu lagi. nomornya pun tak bisa di hubungi."


Amora menggigit bibirnya gelisah. Takut jika Fred akan menghancurkan segala sesuatu yang telah di susunnya dengan sangat rapi. Amora tahu jika Fred lebih pro terhadap Cinta. Ia bisa membantu wanita itu dan lebih bahaya nya Fred bisa membuatnya di jauhi oleh Gion.


"kenapa? apa kamu ingin bertemu dengannya?" Tanya Gion yang melihat Amora nampak gusar ditempat duduknya.


"aah...kamu kan tahu, aku dan Fred sudah lama berselisih. dia pasti tak ingin bertemu denganku. meski sejujurnya aku sangat rindu dengan bocah nakal itu. dia seperti saudara ku, tapi Fred tak pernah menyukaiku." Amora memasang wajah sedih.


Gion mengangguk mengerti. Dari dulu Fred memang selalu ketus terhadap Amora. Tapi, meski begitu Amora tak pernah menunjukan rasa kesal ataupun membalas apa yang di lakukan Fred. Oleh karena itu, Gion merasa jika Amora adalah seorang wanita yang berhati tulus. Meski di sakiti tapi tak berusaha untuk membalasnya.


Tak tahu saja, jika di belakangnya Amora begitu kejam dan licik. Gion tak pernah tahu jika setiap wanita yang dekatnya menjauh semua karena ulah Amora. Wanita itu meneror dan terus membuli setiap wanita yang dekat dengan Gion.


Mungkin jika dulu dia tahu Gion dekat dengan Cinta. Pasti sudah dari dulu dia pisahkan. Tapi, semua terlambat. Saat dirinya berada di luar negeri, Gion telah menikahi Cinta. Oleh karena itu dia cepat kembali dan berusaha untuk menyingkirkan Cinta dengan tangannya sendiri.


Obsesinya untuk memiliki Gion sangatlah menyeramkan. Tapi sayangnya Gion tak menyadari hal itu.


"Aku akan cuti untuk beberapa hari, kamu bisa kan menggantikan ku di kantor?" Tanya Gion pada Amora.


Amora nampak berpikir. Dia takut selama cuti Gion akan mencari keberadaan Cinta. Dia tak bisa membiarkan hal itu terjadi.

__ADS_1


"kamu mau kemana?"


"hanya beristirahat saja. aku merasa kurang sehat akhir-akhir ini."


"mmmm...baiklah. kamu tenang saja. aku akan mengurus segalanya."


"terimakasih ya, Mora."


"iya."


Amora tersenyum senang saat Gion menyentuh pipi nya. Rasa hangat yang diberikan Gion membuatnya semakin tak bisa mundur.


...****************...


Nita mengeluh sakit perut beberapa hari ini. Sudah berobat bahkan menjaga pola makannya. Tapi, rasa sakit itu tak kunjung sembuh juga. Dengan susah payah dia berjalan dari kamarnya menuju ruang tamu.


"Bibi, antarkan aku kerumah Gion ya." Pintanya pada pembantu rumah.


"iya Bu." Bi Sari langsung memapahnya keluar. "Pak Sarman, ayo. Bu Nita ingin kerumah Den Gion."


"Bu, apa sebaiknya kita kerumah sakit dulu?" Tanya Sari, cemas melihat keadaan majikannya yang nampak pucat dan lemas.


"terserah kamu saja. aku sudah tak kuat rasanya." Keluh Nita. Wanita paruh baya itu memejamkan matanya, rasa pusing dan lemas begitu mendominasi saat ini.


Sari pun meminta Sarman untuk membawa mereka kerumah sakit. Di perjalanan Sari tak lupa menghubungi Gion dan memberitahunya kalau saat ini Nita tengah dalam perjalanan menuju rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, Nita langsung di bawa ke IGD. Kondisinya memprihatinkan. Tubuhnya begitu lemah sampai tak sanggup lagi untuk menggerakkan tangan dan kakinya.


Di sisi lain, Cinta tengah berada di tempat pendaftaran. Hari ini jadwal USG nya. Dia sendirian karena Ringgo tak bisa mengantar sementara Abah Idan menjaga Susan di rumah.


"Terimakasih." Cinta mengambil nomor antriannya lalu segera duduk di kursi tunggu.


Bibirnya tak berhenti tersenyum dan tangannya terus mengelus perutnya yang mulai sedikit terasa keras.

__ADS_1


Dan diluar area parkir, Gion nampak berlari tergopoh-gopoh. Khawatir dengan keadaan sang ibu. Tak banyak tanya lagi, Gion langsung berlari menuju ruang IGD karena tadi Sari sudah memberi tahukannya.


"Ibu.." Gion terkejut melihat ibunya yang terbaring di ranjang pesakitan.


Selang infus menancap di tangan kirinya.


"Gi, ibu sakit sekali. akhir-akhir ini perut ini ibu sering sakit." Adunya pada Gion.


Gion mengangguk lalu segera menghampiri Sari yang baru kembali dari tempat pendaftaran.


"Bi, apa kata dokter?" Tanya Gion.


"hasil lab nya belum keluar Den. bibi baru saja selesai melakukan pendaftaran. Kata perawat nya sebentar lagi hasil lab nya keluar. Den Gion sabar saja." Sari duduk di kursi yang ada di samping ranjang. Dengan cekatan tangannya mengelus perut Nita.


Usianya mungkin lebih muda dari Nita. Tapi, sikapnya begitu keibuan. Nita sangat nyaman dengan adanya Sari saat ini.


"humm...Bu. aku akan keluar sebentar untuk mencari minum. ibu tak apa kan sama Bi sari?"


"iya."


Gion pun segera keluar. Berjalan menyusuri koridor dengan lesu. Pikirannya bertambah resah saja. Usia ibunya tak lagi muda, Gion takut jika Nita menderita penyakit berbahaya di usianya yang sudah renta.


"Bu Cinta, saya harap lain kali bawalah suami anda. agar tahu perkembangan si janin."


"mm... itu, suami saya sangat sibuk. Saya tak yakin bisa mengajaknya." Jawab Cinta ragu.


Gion menghentikan langkahnya. Matanya menatap tajam kearah Cinta yang tengah berbincang dengan seorang dokter wanita yang berada tak jauh dari hadapannya. Gion mendengar semuanya. Kenapa Cinta menjawab seperti itu, bukankah Ringgo bukan termasuk pria yang sibuk.


Tapi, tiba-tiba saja Gion teringat dengan kata-kata Fred yang memintanya untuk mencari tahu kebenaran tentang hubungan Cinta dengan Ringgo.


"Cinta...tunggu..." Gion langsung mengejar Cinta begitu melihatnya akan pergi.


Cinta langsung mempercepat langkahnya saat tahu Gion lah yang tengah memanggilnya. Dia tak ingin bertemu pria itu untuk saat ini.

__ADS_1


...*************...


__ADS_2