Cinta Yang Di Abaikan

Cinta Yang Di Abaikan
Bab 13


__ADS_3

"Cinta ku mohon, ada yang ingin aku tanyakan." Pinta Gion memohon, ia genggam erat pergelangan tangan Cinta.


"Lepaskan dulu. aku tak bisa, aku sedang buru-buru." Cinta berusaha melepaskan genggaman tangan Gion.


Rasanya tak nyaman untuk saat ini berada bersama dengan suaminya atau mantan suaminya, entahlah. Cinta tak bisa lagi berdekatan seperti ini karena akan terbayang wajah Gion yang tengah mencelanya waktu itu. Menuduhnya berselingkuh dan meragukan bayinya sendiri.


"Ku mohon. Please?" Pinta Gion tak mau kalah.


Cinta menghela nafas berat. Bagaimana pun ketidaknyamanan yang di rasakannya saat ini benar-benar membuatnya resah. Tapi, menolak pun tak berguna karena Gion begitu kuat menggenggam tangannya.


"baiklah, kita bicara di taman rumah sakit saja." Putus Cinta pada akhirnya.


Gion mengangguk setuju. Meski demikian, ia tak lepaskan genggamannya. Cinta pun tak bisa menolak lagi. Gion memang tak pernah berubah. Selalu memaksakan kehendaknya.


Begitu tiba di taman belakang rumah sakit. Gion langsung mengajak Cinta untuk duduk di bangku besi yang ada di sana. Dia tak sabar ingin segera menanyakan kebenarannya pada wanita cantik ini.


"Katakan mas, apa yang mau kamu tanyakan." Seru Cinta.


Gion menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan perlahan. Ia tatap wajah Cinta dengan begitu dalam.


"Cinta, aku masih ingin tahu kebenarannya." Lirih Gion membuat Cinta langsung mendengus. Dia tahu kearah mana pria itu akan bertanya.


"jika mas hanya ingin tahu soal hubunganku dan mas Ringgo atau siapa ayah dari janin ini, ku rasa mas tak akan mendapatkan jawabannya dari ku." Ujar Cinta tegas.


Hatinya kembali tersayat. Kenapa Gion begitu tega terhadapnya, pria ini benar-benar tak percaya dengannya.


"Cinta...aku..."


"apapun yang aku katakan bukankah mas tak percaya akan itu. Hanya Amora yang mas percaya jadi..." Cinta menghembuskan nafas kasar. "percaya pada wanita itu saja, itu sudah cukup. Lagipula aku tak akan menuntut hak apapun darimu untuk bayi ini."


Gion merasa resah ketika melihat Cinta mengelus perutnya. Entah kenapa, dadanya mendadak sesak dan tangannya ingin sekali menyentuh perut Cinta. Keinginannya itu begitu kuat sehingga tanpa sadar Gion mengulurkan tangannya untuk menyentuh perut Cinta yang terlihat masih rata itu.


"apa yang kamu lakukan mas?" Cinta menepis tangan Gion dengan cepat. Buru-buru menghindari Gion takut jika pria itu akan melukainya.

__ADS_1


Gion terdiam. Dia sendiri bingung, kenapa bisa melakukan hal seperti itu. Tapi, jujur saja keinginannya untuk menyentuh perut Cinta begitu besar.


"aku..." Gion tercekat saat melihat Cinta meneteskan airmatanya. "Cinta, kamu menangis?" Serunya.


Cinta buru-buru menghapus airmatanya. Dia tak ingin terlihat lemah di hadapan Gion. Sebenarnya hati kecil nya pun sangat ingin mendapatkan elusan lembut dari pria itu. Cinta tak bohong dengan perasaannya sendiri, tapi meski begitu tak mungkin dirinya membiarkan Gion melakukan itu. Pria itu telah membuang bayi ini dengan meragukan identitasnya. Gion meragukan anaknya sendiri karena hasutan Amora.


Cinta berjanji akan membalas setiap perlakuan Amora. Wanita itu harus mendapatkan balasannya karena telah memisahkan anak dan ayah nya.


"jangan mendekat." Cinta memperingati Gion yang hendak mendekatinya. "Kamu meragukan cintaku. meragukan bayi ini. jadi...jangan pernah melakukan apapun atau mencari tahu kebenarannya. Anggap saja, semua yang mas percaya itu adalah kenyataannya. Bayi ini hanya milikku, anakku."


Gion terdiam. Tak pernah dia melihat Cinta semarah ini sebelumnya. Cinta selalu bersikap lemah lembut dan berkata dengan nada rendah terhadapnya. Tapi hari ini, tatapan matanya dan suaranya yang begitu tinggi membuat Gion tak bisa berkata apa-apa.


"aku pergi dan jangan pernah bertanya tentang siapa ayah dari bayiku. Karena akulah ayah dan ibunya. Bukan dirimu atau pria manapun." Seru Cinta lalu pergi meninggalkan Gion yang masih terkejut dengan apa yang baru saja terjadi.


"apa maksudmu Cinta. apa aku telah keliru selama ini." Gion duduk lemas di bangku taman. Tak berniat mengejar Cinta kembali.


Dengan cepat Gion mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang.


Rupanya Gion baru sadar jika ada keganjilan dalam masalahnya dengan Cinta. Jika memang Amora benar, maka ia akan langsung melakukan gugatan cerai ke pengadilan. Tapi, jika semua itu kekeliruannya maka Gion tak akan pernah melepaskan Cinta dan bayi itu.


Dia akan berjuang untuk mendapatkan kembali Cinta. Bagaimana pun caranya.


...******************...


Fred menyilangkan tangannya dengan terus menatap Amora. Pria berwajah tampan menyerempet cantik ini sangat tak suka dengan Amora. Apalagi saat melihatnya berpura-pura baik seperti ini.


"apa mau mu?" Tanya Fred ketus.


Amora tersenyum lalu duduk di hadapan Fred. Meletakkan bungkus makanan yang sengaja di bawanya untuk Fred.


"aku hanya ingin bertemu dengan mu Fred. Kita kan teman sejak kecil. Aku senang saat tahu kamu telah kembali."


Fred mendengus.

__ADS_1


"tapi aku tidak." Ujarnya sambil tersenyum kecut.


Amora mengepalkan tangannya. Padahal niatnya baik datang ke apartemen Fred. Hanya ingin menanyakan kabarnya saja. Tapi sepertinya Fred tak menyambutnya dengan baik.


"Fred, ayolah. Aku hanya ingin kita berhubungan dengan baik. kita teman bukan?"


Fred memutar matanya jengah. Sungguh jika saja Amora bukan seorang wanita sudah dia pukul dengan keras agar tersadar dari mimpinya. Bagaimana bisa Amora mengatakan jika mereka berteman sementara sejak dulu tak pernah akur.


"teman? Tapi aku tak merasa begitu." Fred menatapnya dengan tajam. "apa yang telah kamu lakukan terhadap Cinta?" Desisnya.


Amora berdecih mendengar nama Cinta di sebut. Dia langsung menunjukkan wajah aslinya di hadapan Fred. Hanya di depan Fred saja dirinya bisa bersikap seperti apa dirinya.


"oh...jadi, kamu sudah tahu?"


"jangan lupa, Fred Perry tak pernah sekalipun percaya pada setan seperti mu. Dan aku akan menunjukkan wajah asli mu di depan Gion."


"hahhaha..." Amora tertawa merasa lucu. "Oh...ya, apa kamu mampu. dari dulu kamu selalu berusaha menyingkirkan ku bukan? tapi tak pernah berhasil karena Gion sangat menyayangi ku dan selalu percaya terhadap ku." Amora begitu yakin dengan ucapannya.


Fred tak memungkiri itu. Gion memang tak pernah mendengarkan pendapatnya, dia lebih percaya terhadap Amora sehingga membuat wanita itu besar kepala.


"dan satu lagi, siapapun yang berusaha memisahkan ku dengan Gion. Maka orang itu harus mati." Desis Amora.


"dasar gila, pergi dari apartemen ku sekarang juga atau aku telpon penjaga untuk menyeret mu." Marah Fred.


"santai saja, lagipula aku juga akan pergi." Amora beranjak dari duduknya lalu pergi.


Fred memejamkan matanya. Kemarahannya tak boleh membuatnya terlihat lemah di hadapan Amora. Wanita itu harus mendapatkan balasan setimpal.


"tunggu saja Cinta, aku akan membersihkan nama baikmu." Serunya sambil mengambil sesuatu dari dalam pot bunga.


Benda kecil berlensa itu telah merekam segalanya. Fred akan mengumpulkan setiap bukti jika Amora adalah seorang wanita licik. Gion harus tahu itu dan sadar jika selama ini telah termakan hasutan nya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2