
" rian....bangun rian....nanti kamu telat ke sekolah..."
Suara ibu yg meneriaki ku dari dapur.
sejenak ku usap kedua mata ku sambil sebisa mungkin menoleh ke arah jam yg letaknya di samping kanan tempat tidur ku
" ****....mati gue..hari ini kan yg piket pak ian "
Waktu telah mununjukan pukul 7 : 20 tanpa pikir panjang aku pun bergegas masuk ke toilet
Beberapa menit kemudian aku keluar dari kamar, dengan masih terburu buru, aku hampir lupa untuk sarapan.
" Rian...??? kamu melupakan sesuatu ya...??? "
Tegur ibu yang saat itu menepuk bahu ku
" ooo ia...hehehehe hampir lupa "
dengan segera aku bergegas ke dapur sambil menghabiskan roti yang ibu siapkan
" Rian berangkat dulu ya bu..." sambil mencium tangan nya
" iya... hati-hati di jalan....!! "
" ok... boss...."
Sambil mengangkat jari jempol ke atas.
Perkenalkan nama aku *RIAN ADITYA PUTRA* saat ini aku bersekolah di *SMA ANGKSA 1 BANDUNG* kelas XI Ips 2.
Pembaca dapat memanggil ku Rian.
Ayah ku pergi saat aku berusia 5 tahun, alasan ayah pergi aku pun tak tau pasti. dan aku pun malas untuk mengetahui hal yg menurutku sia-sia untuk di ketahui.
Ibu adalah my hero di dunia ku, ia membesarkan ku hanya dengan profesi sebagai buru cuci.
Keseharian bersama ibu, menjadikan ku lelaki yg mandiri.
Mungkin kalian tidak akan percaya, saat aku menuliskan ini, air mataku menetes perlahan -lahan.
Mungkin sedikit teringat akan pengorbanan ibu selama ini.
Akhirnya aku pun telah berada tepat di depan gerbang sekolah
__ADS_1
" hufff... hampir saja telat "
Ujar ku dalam hati
Sambil berjalan yg sedikit tergesa-gesa, tiba-tiba saja brukkkk... aku pun memutarkan kepala, untuk mencari asal suara tersebut.
Terlihat seorang wanita dengan seragam sekolah yg sama persis dengan ku, terjatuh di belakangku
" kamu nggak apa-apa..???"
Tanyaku yg saat itu mengarahkan tangan kanan kepadanya.
" iya saya nggak apa-apa "
Jawabnya sambil menggenggam tangan kanan ku, dengan tangan kanannya
" makasih ya..."
Ujarnya sambil melepaskan genggaman tangan kanannya
" kamu murid pindahan ya...?? "
Tanyaku yg saat itu masih penasaran
" iya... hari ini adalah hari pertamaku bersekolah disini "
Aku yg menyadarinya serentak mengambil obat luka di dalam kantong ku.
" kamu ngapain...??!! "
Tanya wanita itu yg sedikit terlihat kaget saat aku memegang lututnya.
" beres deh..."
Ujarku yg kala itu tidak menghiraukan pertanyaan wanita itu.
Dia mulai terlihat paham saat memandang lututnya yg kala itu telah tertempel sebuah obat luka.
" sebaiknya kamu bergegas, sebentar lagi pelajaran pertama akan di mulai "
Ucap ku yg kala itu mengingatkannya.
Aku pun mulai berjalan mendahuluinya.
__ADS_1
Di dalam kelas yg saat itu terlihat kacau, dan sangat ribut, sontak diam karna guru yg terkenal kesadisannya dalam memberi hukuman kepada murid, telah berjalan memasuki kelas kami.
" pagi anak-anak...."
Ucap pak ian yg kala itu memberi salam
" pagi pak...."
Jawab anak-anak yg sontak membalas salam pak ian
" pada hari kamis ini, kelas XI ips 2 telah kedatangan murid baru "
Ucap pak ian
Sontak seisi kelas dibuat heboh dengan apa yg pak ian sampaikan, dan banyak yg penasaran siapakah sosok murid pindahan tersebut.
" rian taruhan yuk "
Aku pun kaget dengan suara tersebut, yg ternyata itu adalah suara dari Ichal.
Ichal adalah sahabatku dari smp, dia mungkin adalah sahabat terbaik yg pernah ada.
Ayahnya adalah pemilik perusahaan ternama di bandung saat itu. Dan itu alasan mengapa dia suka mempermaikan orang dengan seenaknya, bahkan para wanita di anggap barang olehnya. Dan tak jarang dia menggonta ganti pasangan.
" maksudmu taruhan seperti apa " jawab kudengan raut muka yg sedikit bingung.
" jadi jika kamu menang aku bakalan kasih kamu 200 ribu"
" Tapi jika kamu kalah, kamu harus mengerjakan PR ku selama seminggu "
" bagaimana....?? Kamu tertarik...?? "
Ucap Ichal yg coba menjelaskan
" ok...siapa takut "
Jawabku dengan santai
" ok jika dia wanita, aku bakalan kasih kamu 200 ribu, tapi jika dia seorang pria kamu harus mengerjakan PR ku selama seminggu...DEAL...??? "
ucap ichal saat itu
" ok deal...!!
__ADS_1
Jawab ku dengan sediki menganggukkan kepala
Tiba-tiba saja seseorang yg muncul dibalik pintu tersebut membuatku sangat kaget. Dengan senyum yg sedikit menyeramkan akupun mulai santai saat itu