
Saat berada di dalam ruangan BP banyak sekali pertanyaan guru pada kami
Namun kami berdua hanya diam seribu bahasa. Tidak ada sekata pun yg kami jawab
" Rian dan Risky, kenapa kalian berkelahi...?? "
"Ada masalah apa...?? Coba jelaskan pada saya..!! "
Tanya guru BP pada kami berdua
" tidak ada masalah apa-apa bu..."
Jawab kami serentak
" Hmm, baiklah jika kalian tidak ingin menjawabnya namun sepulang sekolah
Nanti semua toilet di sekolah ini harus bersih. Apakah kalian paham...?? "
Kata guru BP yg langsung menyuruh kami untuk keluar
Seketika itu aku dan Risky saling bertatapan, dan kami mulai berjalan keluar dari ruangan BP. Kami barjalan
Barsama melewati lorong-lorong sekolah hingga kami terpisah saat memasuki kelas masing-masing.
Saat aku memasuki ruang kelas hal pertama yg aku cari adalah Cici namun sayang, ternyata Cici telah pulang
Duluan saat kami di ruang BP. Hari itu terasa panjang, waktu yang berlalu serasa lambat dengan tatapan kosong
" Yang mulia Cici maafkan hamba....hamba adalah lelaki yg bersalah maafkan hamba "
Aku mulai pasrah pada kenyataan yg akan menimpaku saat ini
" jadi kamu telah mengakui kesalahan mu...??, aku hargai keberanian mu itu
Jendral Ichal bawa dia ke tampat eksekusi mati "
Sesaat aku melihat dari dalam ruangan yg gelap ada seseorang yg telah mati disiksa algojo-algojo
Sangar itu. Tiba-tiba Jendral Ical yg keluar dari dalam ruang gelap itu mulai memegang erat kedua tangan ku
Hingga aku hanya sanggup berteriak agar Ratu Cici mengampuni kesalahan ku.
" maafkan hamba yg mulia....maafkan hamba...!! Tolong lepaskan hamba yg mulia..."
Teriakku memelas... agar Ratu Cici dapat mengampuni kesalahanku
" bawa dia jendral Ichal....penggal kepalanya...hahahahah....hahahahah....hahahahaha "
__ADS_1
Perintah Ratu Cici pada Jendral ichal
Saat berada di dalam ruangan BP banyak sekali pertanyaan guru pada kami
Namun kami berdua hanya diam seribu bahasa. Tidak ada sekata pun yg kami jawab
" Rian dan Risky, kenapa kalian berkelahi...?? "
"Ada masalah apa...?? Coba jelaskan pada saya..!! "
Tanya guru BP pada kami berdua
" tidak ada masalah apa-apa bu..."
Jawab kami serentak
" Hmm, baiklah jika kalian tidak ingin menjawabnya namun sepulang sekolah
Nanti semua toilet di sekolah ini harus bersih. Apakah kalian paham...?? "
Kata guru BP yg langsung menyuruh kami untuk keluar
Seketika itu aku dan Risky saling bertatapan, dan kami mulai berjalan keluar dari ruangan BP. Kami barjalan
Barsama melewati lorong-lorong sekolah hingga kami terpisah saat memasuki kelas masing-masing.
Saat aku memasuki ruang kelas hal pertama yg aku cari adalah Cici namun sayang, ternyata Cici telah pulang
Duluan saat kami di ruang BP. Hari itu terasa panjang, waktu yang berlalu serasa lambat dengan tatapan kosong
" Yang mulia Cici maafkan hamba....hamba adalah lelaki yg bersalah maafkan hamba "
Aku mulai pasrah pada kenyataan yg akan menimpaku saat ini
" jadi kamu telah mengakui kesalahan mu...??, aku hargai keberanian mu itu
Jendral Ichal bawa dia ke tampat eksekusi mati "
Sesaat aku melihat dari dalam ruangan yg gelap ada seseorang yg telah mati disiksa algojo-algojo
Sangar itu. Tiba-tiba Jendral Ical yg keluar dari dalam ruang gelap itu mulai memegang erat kedua tangan ku
Hingga aku hanya sanggup berteriak agar Ratu Cici mengampuni kesalahan ku.
" maafkan hamba yg mulia....maafkan hamba...!! Tolong lepaskan hamba yg mulia..."
Teriakku memelas... agar Ratu Cici dapat mengampuni kesalahanku
__ADS_1
" bawa dia jendral Ichal....penggal kepalanya...hahahahah....hahahahah....hahahahaha "
Perintah Ratu Cici pada Jendral ichal
Sesampainya di ruangan itu, aku hanya bisa melihat 5 algojo dengan berwajah sangar sedang menatapku
Dengan senyum yg menakutkan mereka yg mulai mendapat perintah dari jendral Ichal untuk mengikatku
Dengan sigap melaksanakannya.
Pandanganku hanya terfokus pada lelaki bertubuh besar yg sedari tadi memegang
Pedang yg sangat tajam, saat tubuhku mulai terikat lelaki itu pun mulai mengayunkan pedangnya untuk memenggal
Kepala ku, sontak itu membuatku berteriak dengan sekencang kencangnya.
" Aaaaaaarrrrrrrggggghhhhhhttttttt "
Teriakan ku sangatlah keras hingga bisa mengalahkan aungan singa, namun apa yg terjadi
Semua orang menatapku dengan tatapan konyol hingga membuat ku sadar kalo semua itu hanyalah mimpi.
Dengan respon konyol yg kubuat sontak menjad bahani tertawaan teman sekelas ku.
" Kamu Rian... skrang berdiri dan pergi cuci mukamu itu "
Ucap seorang guru yg dari tadi sedang mengajar di kelasku
" baik bu..."
Jawabku
Trrriiiinnngggg Trrrriiiinnnggg
Bel pulang telah berbunyi, semua murid telah berhamburan ke jalan. Rasa cape di sekolah membuat mereka
Bergegas untuk kembali ke rumah masing- masing. Hanya tersisa kami berdua yg mulai menjalankan
Hukuman dari guru BP, satu persatu toilet di sekolah telah kami bersihkan. Hingga waktu telah menunjukan pukul 4 : 30
Menit rasa cape dan lapar mulai menghantui kami berdua.
Sssrrrreeeetttt Risky membuka tasnya dan mengeluarkan 2 botol minuman dan 2 buah roti coklat. Sambil mempersilahkan aku
Untuk mengambilnya Risky mulai menanyai hal yg sungguh mengagetkan ku
JIKA KALIAN SUKA DENGAN CERITA INI JANGAN LUPA $$ LIKE AND COMENT $$
__ADS_1
NANTIKAN EPISODE SELANJUTNYA
JANGAN KETINGGALAN EPISODE SELANJUTNYA YA GUYS...