CINTAILAH AKU

CINTAILAH AKU
menikah


__ADS_3

satu Minggu kemudian,,,


di kosan bunga,,,tampak beberapa mahasiswa


duduk di depan rumah,sebagian lagi tampak sibuk .


beberapa saat kemudian...


sah,sah......


terdengar suara serempak dari beberapa orang yang hadir di ruangan itu.


kebetulan keduanya menikah di sebuah masjid dekat kampus.


air mata jatuh menetes membasahi pipinya,ia mencium kedua tangan orang tuanya,di pandangi wajah yang sudah mulai keriput,rambut yang sudah mulai beruban,


semakin terisak bahunya terguncang,betapa hancur hati kedua orangtuanya tatkala mendengar kabar,putri mereka satunya akan menikah,padahal ia masih di bangku kuliah.


memang benar,bunga merahasiakan kehamilannya dari kedua orangtuanya,karena bunga ingin mereka jangan terlalu bersedih hati,mengetahui keadaan anak gadis mereka yang sebenarnya.


baju kebaya putih dengan renda di tepinya,sangat pas di tubuhnya yang ramping.


bunga tau kedua orang tuanya pasti sangat kecewa dengan keputusan yang di ambilnya,


menikah muda , walaupun dengan terpaksa karena ia tidak ingin nasib anaknya kelak terkatung katung tanpa status yang jelas.


walau ia sendiri tau mungkin Bastian tidak mencintainya sedikitpun.


kini pernikahan ini telah terjadi,apa mau dikata segalanya telah berbeda dari yang dulu..


kini sudah menyandang status istri orang ,walaupun nanti tak di anggapnya seperti yang lain.


sedangkan Bastian juga sama,ia merasa sangat sedih,karena kedua orangtuanya sama sekali tidak mengetahui perihal pernikahannya dengan bunga.

__ADS_1


entah apa yang akan mereka pikirkan nanti ,apakah mereka bisa memaafkan dirinya atau tidak.


biarlah yang akan terjadi nanti,yang penting untuk saat ini ia harus bertanggung jawab atas bayi yang di kandung oleh gadis itu.


walaupun di dalam hatinya ada sedikit keraguan mengenai bayi yang di kandung oleh bunga.


apakah benar bayi itu miliknya atau bukan.


Bastian tenggelam dalam pikirannya sendiri dan tidak menyadari tatapan gadis itu,yang menatapnya dengan perasaan sedih.


bunga merasa bahwa Bastian seakan tak mau menikahi dirinya,padahal bayi yang di kandungnya milik Bastian,entah apa yang di pikirkan olehnya.


dipegangnya kedua tangan pemuda itu,wajah yang kelihatan tampak gusar.


"Bastian,orang tua aku ingin bicara sama kamu,,please...kalau kamu tidak suka sama aku tidak masalah,yang penting sekarang jangan tunjukan wajah yang seperti ini pada mereka,aku rela melakukan apa saja yang penting biarkan kedua orang tuaku pergi kembali ke kampung dengan perasaan yang tidak sedih,karena aku..."


pemuda tampan itu terkejut mendengar ucapan bunga,ia tak menyangka. gadis yang baru dinikahinya itu,seakan tau apa yang ia pikirkan.


ia menoleh ke arah kedua orang tua bunga,mereka nampak sedang berbincang bincang dengan penghulu yang menikahkan anaknya.


"ayo ,kita temui kedua orang tuamu,maafkan aku jika aku tampak seperti ini ,ayo kita teui orang tuamu..."


bunga dengan cepat menganggukkan kepalanya ia berdiri dari duduknya dan bergandengan tangan dengan Bastian,keduanya kemudian menemui kedua orang tua bunga .


nampak mereka masih bercengkrama , sepertinya ada sesuatu yang di bicarakan dengan serius.


saat keduanya mendekat,ibu dan ayah bunga nampak tersenyum ke arah keduanya.


terlebih ibunya,wanita yang masih terlihat sisa sisa kecantikan di usianya yang sudah memasuki usia senja,nampak meneteskan air mata,begitu pula dengan ayahnya beliau tampak sedih,karena sekarang bunga sudah menikah ,itu artinya anak gadis mereka satu satunya tidak bisa lagi pulang kampung sesuka hatinya,dia akan lebih banyak tinggal bersama suaminya di kota.


"bunga,,turuti ucapan suamimu nak,bapak cuma berharap kalian hidup bahagia,dan mengenai kuliah mu yang belum selesai ,bapak harap kamu bisa menyelesaikannya dengan baik,mengenai biaya kuliah,biar bapak sama ibu yang cari uang,yang penting kamu berhasil, ya nak..."


bunga menangis,di pangkuan bapaknya,rasa bersalah merasuki dirinya,ia tak menyangka begitu sayangnya kedua orang tuanya kepada dirinya,mereka begitu memaafkan dirinya begitu berdosa dan menyesal dirinya atas apa yang sudah terjadi.

__ADS_1


ada usapan lembut di punggungnya,


"sudah nak,jangan sedih,ibu dan bapak tidak marah sama kamu,bagi kami yang penting kamu bahagia ,itu sudah cukup bagi kami.


dan yang terpendam kamu selesaikan kuliahmu dengan baik,itu saja keinginannya kami ..."


bunga mengangkat wajahnya,ia kembali mencium tangan ibunya,..


"maafin bunga ya Bu...sudah bikin kecewa ibu sama bapak.."


ucapnya dengan senyum penuh penyesalan.


."sudah ...sudah..bapak sama ibu mau pamit langsung pulang,kamu jaga diri baik baik.."


ayahnya menambahkan,ia menatap Bastian yang terdiam memandangi keluarga itu,ada rasa bersalah menghujam relung hatinya yang terdalam ,semua yang terjadi adalah karena kesalahannya sendiri hingga menyusahkan banyak orang,seandainya ia tak melakukan hal itu,maka semuanya tak akan seperti ini.


Bastian memeluk bunga yang masih duduk di depan kedua orang tuanya,


"bapak ibu saya minta maaf ,semua ini salah saya,...".


"sudah,,,sudah ....jangan seperti ini,kami hanya ingin kau menjaga putri kami satu satunya,,itu saja..."


ucap ayah bunga ,sambil memegang bahu Bastian.


"saya,,,saya,berjanji...."


ucap Bastian terbata...


ayah dan ibu bunga mengangguk pelan ,ada senyum mengembang di wajah keduanya,


mereka kemudian kembali ke kosan bunga, begitupun dengan Bastian,


setelah mengemasi barang yang di bawa,kedua orang tua bunga di antar ke stasiun kereta api,..

__ADS_1


awalnya Bastian ingin mengantarkan mereka dengan mobilnya,tapi kedua orang tua bunga menolaknya.


kini tinggal Bastian dan bunga mereka terdiam di dalam mobil yang di kendarai Bastian,keduanya tenggelam dalam pikirannya sendiri.


__ADS_2