CINTAILAH AKU

CINTAILAH AKU
MURID BARU


__ADS_3

Terlihat seorang wanita yg saat itu tidak asing di ingatanku.


" diakan...?? Wanita yg tadi aku temui..."


Ucapku dalam hati


" perkenalkan nama saya *AMANDA CICI* teman-teman dapat memanggilku Cici "


Kata cici yg sedang memperkenalkan diri


" oke anak-anak.... ada yg ingin bertanya...??? "


Tambah pak ian


Kelas tampak sunyi, merekapun seoalah-olah menghiraukan perkataan pak ian. Mungkin mereka yg sedang terpaku dengan sosok wanita yg sangatlah anggun dan cantik jelita ini.


Bahkan Cicipun berhasil membuat Ichal ternganga hingga membuka mulut yg sangat lebar.


" oke cici tempat duduk kamu disana " ucap pak ian yg menunjuk ke arah kursi kosong di sebelahku.


Cicipun memandang kearahku, hingga membuat mata kami saling bertatapan.


Dengan langkah yg begitu anggun, Cicipun duduk di sebelahku. Sambil menatap kearah ku cici menyodorkan tangan kanannya.


" aku Cici salam kenal "


Ucap Cici dengan senyum yg begitu manis.


" aku rian salam kenal "


Jawabku dengan membalas senyuman Cici.


Tak terasa bel istirahatpun telah berbunyi.


" ok anak-anak pelajaran hari ini cukup sampai disini "


Kata seorang guru yg saat itu mengajar bahasa inggris


" iya bu...."


Jawab para murid di kelasku


" hay....nama kamu Cici ya...?? Perkenalkan nama aku Ichal "


Dengan pedenya Ichal memperkenalkan dirinya kepada Cici.


Kami yg sedikit kaget dengan kehadiran Ichal, perlahan mulai berbincang-bincang


" iya Ichal samlam kenal. "


Jawab Cici yg kala itu memberi senyum kepada Ichal.


Namun di balik senyum itu, ternyata Ichal menganggap itu adalah kode kepada dirinya.


" hey-hey...sudahkan kenalannya. Aku ingin ke kantin, kalian berdua mau ikut nggak "


Kataku yg sedikit mengacaukan pikiran Ichal


" hahahahaha, yuk kita ke kantin "


Ucap Ichal dengan senyum jengkel kepadaku.

__ADS_1


Aku pun membalas dengan mengkerutkan dahi.


Dan kami pun mulai berjalan keluar kelas, untuk menuju ke kantin.


Sesampainya di kantin kami mulai melanjutkan obrolan yg tertunda tadi.


" ooo ia Ci, Btw kanapa kamu pindah kesini...?? Bukannya di jakarta sekolahnya bagus-bagus ya...?? "


Tanya Ichal pada Cici


" aku pindah ke Bandung dikarenakan ayahku pindah tugas disini "


Jawab Cici seadanya.


" memang profesi ayahmu apa Ci...?? "


Tanya Ichal sekali lagi


" Ayah ku...???, Ayahku seorang prajurit AD "


Jawab Cici


Sontak saja membuat raut wajah ichal berubah.


Aku pun yg melihat wajah ichal ingin sekali ketawa.


" hahahaha, mampus kau dasar playboy cap gajah "


Ejek ku dalam hati


Sesaat suasana menjadi hening. Dan tanpa sengaja pandangan aku mengarah ke Cici. dan hal yg membuatku tak habis pikir dan membuatku bertingkah aneh. Cici membalas dengan memandangiku, hingga membuat kami bertatapan untuk yg ke 3 kalinya. Sumpah....dengan senyum yg begitu dalam, kalian para pembaca pasti akan merasakan hal yg mungkin tak bisa digambarkan oleh kata-kata.


Namun hal indah yg baru sekejap aku rasakan dibubarkan oleh bunyi bel berakhirnya istirahat.


Trrrriiiinnngggg.....Trrriiinnnggggg


" ok anak-anak pelajaran hari ini cukup sampai disini.


Selamat siang"


Ucap seorang guru saat itu


" Siang bu...."


Jawab anak-anak di kelasku


" Ci kamu pulangnya ama siapa...??? "


Tanya Ichal pada Cici


" aku pulangnya sendiri "


Jawab Cici


" kalo gitu kamu pulangnya bareng aku aja ya...?? "


Tawar Ichal yg kala itu mulai mempraktekan jurusnya


" maaf Chal aku nggak bisa "


Jawab Cici yg kala itu mencoba untuk menolak

__ADS_1


Dengan raut muka yg cemberut Ichalpun berkata.


" ooo, kalo gitu aku duluan ya..."


" hoi Rian mau pulang bareng nggak...?? "


Ajak Ichal padaku


" maaf Chal hari ini aku ingin ambil pesanan ibu dulu, kamu duluan ajah "


Ucap ku menolak ajakan Ichal


" huuufff, ok deh hari ini aku pulangnya sendiri ajah "


Kata Ichal dengan cemberut.


Ichalpun mulai meninggalkan kami berdua, yg saat itu masih merapikan tas kami


" yuk balik..."


Ajak Cici saat itu


" yuk..."


Jawab aku yg mengiyakan


Saat kami berjalan melintasi lorong-lorong sekolah, tiba-tiba saja aku kepikiran untuk meminta nomor telpon Cici.


Entah darimana rasa itu muncul. Namun rasa itu semakin menjadi-jadi.


Dan tanpa sadar aku mulutku bergerak sendiri.


" Ci...."


Panggilku


" ya....rian ?? "


Respon cici


" ng...aa...kkkuu...boleh minta nomor mu nggak "


" aa...ku...nggak bermaksud apa-apa kok, cuman ingin berteman saja "


Ucapku dengan terbata-bata, seperti orang yg mau mati.


JIKA KALIAN SUKA DENGAN NOVEL INI, JANGAN LUPA TINGGALKAN


LIKE DAN COMENT.


KARNA LIKE DAN COMENT KALIAN MEMBUATKU SEMANGAT UNTUK MENULIS.


JIKA TIDAK INGIN KETINGGALAN EPISODE SELANJUTNYA.


JANGAN LUPA TAMBAHKAN KE MENU FAFORIT KALIAN.


NANTIKAN EPISODE SELANJUTNYA


FOLLOW :


INSTAGRAM : @joelfik5

__ADS_1


FACEBOOK : julfikri sion


__ADS_2