CINTAILAH AKU

CINTAILAH AKU
dia bukan siapa-siapa


__ADS_3

malam kini sudah menutupi siang,cuaca dingin menusuk tulang.


airina sedang berbaring dengan memakai selimut tebal,sejak sore tadi ia merasa tidak enak badan , beberapa kali ia bersin,tubuhnya terasa meriang.


ia juga tidak ingin minum obat,karena mengingat bayi yang ada dalam kandungannya,walaupun Bastian tidak peduli dengan dirinya,tapi setidaknya ia masih bersama dengan janin yang ada dalam kandungannya,membuatnya bertahan hingga sampai kapan ia sendiri tidak tau.


di liriknya jam weker yang ada di atas nakas,


waktu sudah menunjukan pukul setengah delapan malam,ia masih belum bisa terlelap walaupun tubuhnya terasa remuk karena sakit.


ketukan pintu dari luar mengagetkannya,


''tok,tok, tok,,non,apa non sudah tidur?


terdengar suara mbok Juminah dari luar,wanita paruh baya itu rupanya sedang membawa makanan untuk di santap majikannnya.


"masuk saja mbok,,aku belum tidur"


Bunga menjawab pelan,sambil berusaha duduk dan bersandar di tempat tidur.


pintu kamar terbuka pelan,munculah mbok Juminah dengan nampan di tangannya,ia segera meletakan makanan yang di bawanya di atas meja dekat tempat tidur.


"di makan non,,bibi buatin sup ayam buat non"


ucap bik Jum,menatap bunga yang masih terbaring di tempat tidur.


"iya bik,bentar aku pasti makan kok,gak ada nafsu makan,mulutku rasanya pahit,kalau ada aku pingin makan buah aja bik,tapi kalau gak ada biar aku makan sup aja ,dari pada gak makan sama sekali"


.ucap bunga pelan, kepalanya terasa pening,ia ingin muntah,tapi untuk bergerak terasa sangat berat,tubuhnya juga sangat lemah.


mbok Jum jadi kasihan melihat majikannya memperlakukan istrinya seperti ini


sudah beberapa hari ini Bastian tidak pulang ke rumah,kalaupun ia datang ,hanya sekedar mengambil barang atau sesuatu yang ia perlukan itupun tak lama .

__ADS_1


padahal istrinya sedang mengandung,tapi mengapa Bastian bisa sekejam ini membiarkan istrinya sendiri ,sedang sakit dan dalam keadaan hamil.


setelah meletakkan makanan yang di bawa ,mbok Jum segera keluar dari kamar bunga,ia menuju dapur mengambil buah yang di minta majikannya.


bunga sangat berterima kasih kepada perempuan yang sudah membantu ya di rumah ini,walaupun mbok Jum hanyalah seorang asisten rumah tangga,tapi bagi bunga ia menganggap wanita itu sebagai ibu,ia juga sangat senang tinggal di rumah yang cukup besar walaupun tidak dipedulikan oleh Bastian tetapi ,masih ada orang yang masih peduli padanya .


bunga kini sudah selesai makan,ia kemudian bangkit dari tempat tidur dan menuju kamar mandi dan mencuci muka sebelum tidur.


selesai dari kamar mandi,ia kembali naik ke tempat tidur dan kembali berbaring dengan memakai selimut tebal.


terdengar deru mobil dari luar memasuki garasi,langkah kaki terdengar tergopoh-gopoh membuka gerbang pintu utama.


bunga yang sudah terlelap tidak menyadari kehadiran Bastian yang kini sudah masuk kedalam rumah,tapi ia tidak sendiri,Bastian menggandeng seorang gadis,keduanya tampak seperti orang yang sedang mabuk,di lihat dari cara jalan mereka yang sempoyongan,suami mbok sum yang membuka pintu terheran heran dengan sikap tuannya,yang datang membawa wanita lain ke rumahnya padahal ia sudah beristri,tapi sebagai seorang pembantu ia cukup tau diri untuk tidak terlalu mencampuri urusan rumah tangga majikannya ,melihat hal itu ia hanya geleng-geleng kepala,


"dasar anak muda jaman sekarang anak orang di buat sesuka hati,hmm,duh Gusti.."


gumamnya pelan sambil melihat ulah majikannya yang sudah berjalan masuk ke dalam kamar.


pria paruh baya itu tak habis pikir dengan sikap tuannya,tapi mau bagaimana lagi ,ia disini cuma seorang pembantu,kalau di pikirkan,ia merasa kasihan pada istrinya Bastian.


kini keduanya berjalan memasuki kamar tamu yang terletak di dekat ruang tamu,terdengar pintu di tutup dengan kasar.


tawa keduanya terdengar hingga ke ruang tengah.


bunga yang sudah terlelap dalam tidurnya,ia terjaga tepat tengah malam ,saat hendak ke dapur mengambil air minum.


dengan menahan kantuk ,bunga memasuki area dapur,akan tetapi langkahnya terhenti ketika mendengar suara suara dari ruang tamu.


bunga segera,menuju ruang tamu ia berusaha mendengarkan baik baik suara yang semakin terdengar dekat semakin ia melangkah.


tepat di ruang tamu ,ia dapat mendengar suara suara ******* dan tawa ,bunga mendekat, tangannya memegang pintu hendak membuka ,dengan pelan ia membuka


pintu .

__ADS_1


betapa terkejut dirinya melihat pemandangan yang menjijikan di depan mata, bagaimana tidak,bunga dapat melihat dengan jelas kedua insan yang sedang memadu kasih ,mereka bergelut dengan tubuh yang penuh keringat,di sertai ******* ,seakan tak menyadari bahwa ada yang sedang melihat keduanya.


bunga menutup pintu kamar pelan,ia berjalan mundur,dengan tubuh lemah,kedua lututnya terasa lunglai tak bertenaga,ia tidak percaya terhadap apa yang di lihatnya.


bisa bisanya Bastian membawa perempuan lain di rumah yang di tempati bunga.


bunga tak habis pikir mengapa Bastian bisa sekejam itu padanya,ia ingin berteriak sekuat-kuatnya tapi tak bisa lidahnya terasa kelu,walaupun Bastian hanya menganggapnya sebagai seorang istri di atas kertas,tapi setidaknya pria itu harus menghargai pernikahan keduanya .


air mata tampak mengalir di kedua pipinya,bunga berjalan lemah kembali ke kamarnya.


kini ia sadar dirinya hanyalah seorang istri yang tidak di anggap oleh suaminya,pernikahan keduanya hanyalah pernikahan di atas kertas ,ia bukan istri yang sebenarnya bagi suaminya.


bunga segera naik ke atas tempat tidur,gadis itu menangis terisak-isak,ia menutup mulutnya dengan tangan,agar tak ada seorangpun mendengar tangisannya,terutama Bastian.


biarlah ia bertahan demi bayi yang ada dalam kandungannya.


bunga masih terjaga,ketika di lihatnya jam weker di atas meja menunjukan pukul setengah empat pagi,ia berbaring dalam selimut dengan kedua mata yang tampak sembab akibat menangis semalaman.


ketika adzan subuh berkumandan,bunga segera keluar dari kamar, menuju ke kamar mandi,ia kemudian mengambil air wudhu.


setelah selesai gadis itu kemudian kembali masuk kedalam kamar dan segera melaksanakan sholat subuh.


dalam doanya bunga meminta kepada sang maha pencipta agar di berikan kesabaran dan ketabahan dalam menjalani pernikahannya.


ia berharap suatu saat nanti Bastian akan sadar dan menjadi suami yang baik bagi dirinya dan anaknya kelak.


akan tetapi jika takdir berkata lain,maka ia akan dengan ikhlas menerima semua keputusan dari sang maha pencipta.


selesai berdoa ia merasa semua beban yang ada di hatinya berkurang,dengan menyerahkan semua takdir kehidupan kepada sang maha pencipta setidaknya kita sebagai manusia biasa yang tidak luput dari salah dan dosa,setidaknya kita dapat lebih mengintrospeksi diri sendiri dari setiap kesalahan yang pernah kita buat.


dengan begitu ,kita akan lebih dapat menerima semua keputusan dari sang maha pencipta dengan hati yang lapang dada.


karena manusia adalah tempatnya salah dan dosa,manusia harus belajar dari kesalahannya sendiri,agar tidak melakukan kesalahan yang sama dalam hidup.

__ADS_1


begitu juga dengan bunga,kini ia harus dapat menerima semua keadaan dirinya.


__ADS_2