CINTAILAH AKU

CINTAILAH AKU
pindah kontrakan


__ADS_3

dua hari setelah menikah..


tampak sebuah mobil sedan mewah warna silver,terparkir di depan sebuah kos kosan.


tampak beberapa orang tengah sibuk keluar masuk mengangkat barang,di antara mereka terlihat Bastian yang juga ikut membantu mengarahkan Beberapa orang yang membantu mereka mengangkut barang.


setelah semuanya selesai,bunga nampak keluar dari kosan sambil menguncinya.


beberapa sahabatnya yang tinggal berdekatan


terlihat sedih ,apalagi Vera sahabatnya.


sebenarnya bunga menyarankan kepada sahabatnya itu agar tidak pindah tempat kos,tapi bunga bersikeras ingin pindah,gadis tomboi dengan dandanan sederhana itu,merasa sedih dengan pindahnya bunga yang sudah dianggapnya seperti saudaranya sendiri.


mobil yang membawa sahabatnya , pelan pelan sambil menjauh dari kosan,Vera melambaikan tangan ke arah bunga,ia sempat menitikkan air mata, walaupun nanti mereka akan tetap satu kampus ,tetapi rasanya ia akan sangat kehilangan teman sekaligus sahabat terbaik.


sementara itu,bunga yang diam diam melihat dari spion mobil,perlahan air matanya menetes melihat Vera memandanginya yang pergi dengan perasaan yang sedih.


Bastian mengemudikan mobilnya menuju kearah taman kota,pria itu sudah menemukan kontrakan yang layak untuk istrinya,bunga.


ia berencana meninggalkan bunga di tempat yang agak jauh dari kampus,agar pernikahan siri yang ia lakukan dengan bunga tidak sampai ke telinga ibunya.


begitu banyak yang ia pikirkan tentang keluarganya yang terkenal cukup pemilih dalam urusan jodoh.


seminggu lagi ibu dan ayahnya akan pulang dari luar negeri,ia harus bisa menyembunyikan pernikahan ini rapat rapat.


karena kalau tidak,ibu dan ayahnya pasti marah besar,entah apa yang akan terjadi seandainya semua ini terbongkar.


sambil mengemudi pikirannya menerawang jauh membayangkan segala kemungkinan yang mungkin terjadi.


bunga tau,apa yang Bastian pikirkan,dia juga sadar diri jika suatu saat nanti Bastian akan pergi meninggalkan dirinya ,tapi mau bagaimana lagi semua sudah terlanjur terjadi,yang sekarang di pikirkan ya adalah bayi yang ada dalam kandungannya,biarlah orangtua Bastian nantinya akan menerima dirinya dan anaknya atau tidak,yang terpenting sekarang ini adalah anaknya punya ayah.


perlahan,mobil yang membawa keduanya melaju pelan berbelok ke arah kanan,lalu memasuki sebuah gang yang cukup sempit hingga sampai ke alamat yang dituju.


ada sebuah rumah yang cukup sederhana dan tampak bersih,di teras rumah terdapat pot bunga yang berjejer rapi, sepertinya pemilik tempat ini orang yang sangat memperhatikan kebersihan rumah.


Bastian menepikan kendaraan ,sebelum membuka pagar samping rumah yang ternyata ada garasi mobilnya.

__ADS_1


perlahan mobil memasuki garasi,lalu berhenti tepat di dalamnya,ia bergegas turun lalu membuka pintu untuk bunga.


"ayo turun,kita tinggal di sini,"


"baiklah,,aku ambil tas dulu.."


bunga mengambil tasnya lalu keluar dari dalam mobil.


ia berjalan menuju teras rumah ,Sabil melihat-lihat sekeliling,tiba tiba pintu depan terbuka,munculah seorang ibu ibu dengan senyum ramah.


"permisi non,perkenalkan saya Juminah,panggil saja bik Minah,saya bekerja di sini, sekarang non boleh masuk istirahat di dalam,nanti saya bikinin teh, kebetulan saya sudah siapin kue,mari non.."


"oh,,bik,gak usah repot-repot,saya bisa sendiri kok,oh ya kenalin nama saya bunga,bibi gak usah panggil saya non,orang saya bukan siapa siapa kok.. santai saja bik,panggil saja ,bunga,,,"


"tidak non,ini sudah menjadi kebiasaan kami semenjak kami sekeluarga bekerja di rumah den Bastian.."


"oh ,gitu ya bi,,ya sudah terserah bibi aja..,ayo bi,,mari,,,"


"sini non,saya tunjukkin kamar non bunga,,"


keduanya segera masuk ke dalam rumah,


bibi Sumi segera membawa bunga menuju ke kamar yang terletak di sebelah barat dekat jendela.


setelah itu ia keluar membantu Bastian mengangkat barang barang yang di bawanya,


Bastian sudah selesai dari luar,ia segera masuk kedalam kamar menemui gadis itu,tanpa menoleh mungkin karena kelelahan,ia langsung mengambil baju yang berada di dalam tas,kemudian memasuki kamar mandi.


bunga kemudian berbaring di tempat tidur,mungkin karena kehamilannya,dengan cepat ia tertidur,padahal niatnya ingin menunggu Bastian mandi.


terdengar pintu kamar mandi terbuka,Bastian berniat menyuruh bunga mandi tetapi saat melihat gadis itu tertidur,ia mengurungkan niatnya,biarlah dia istirahat mungkin karena kelelahan, pikirnya.


dengan cepat ia mengganti pakaiannya,lalu naik ketempat tidur,sebenarnya ia sangat kelelahan,mungkin karena mengurus pernikahannya,hingga ia dengan cepat tertidur pulas.


tepat jam tiga sore,bunga merasakan ada yang memeluknya,saat membuka matanya,begitu dekat jarak gadis itu dengan wajah pria yang kini sudah menjadi suaminya.


di pandangi wajah tampan suaminya,ternyata Bastian kalau lagi tidur sangat tampan jika di lihat dari dekat.

__ADS_1


tanpa sadar ia tersenyum,,


"bas,aku cinta kamu,sejak awal kita bertemu,tapi mungkin sekarang kamu sudah berubah,tidak seperti dulu,yang mencintai aku,tapi biarlah aku terima asalkan kau terima bayi yang ada dalam kandunganku ini,di benci pun aku rela,,"


Bastian rupanya mendengar apa yang di ucapkan gadis itu,,


perlahan ia membuka matanya...


"maksud kamu apa...?


"apa kamu...,itu...bukan anakku?


bunga terkejut,rupanya dari tadi Bastian tidak tidur,ia mungkin mendengar apa yang di ucapkan gadis itu.


"tidak bas,ini anak kamu..., percayalah pada diriku,,.


"kamu tidak bohong kan?


"untuk apa aku bohong sama kamu,,,tapi kalau kamu tetap bersikeras bahwa dia bukan darah dagingmu,tidak apa-apa,aku rela,tapi tolong biarkan aku,sampai anak ini lahir,aku akan pergi membawa dirinya,kamu jangan takut.."


"aku,,tidak bermaksud seperti itu,maaf..,aku mungkin terlalu sensitif akan hal ini...


"tidak apa-apa,aku juga sadar diri...


bunga segera bangun dari tempat tidur,ia kemudian masuk kedalam kamar mandi, sambil berpura-pura memutar kran air,agar suara tangisnya tidak terdengar oleh orang lain.


ia menangis, menumpahkan semua sedih di dalam hatinya,yang sudah lama di pendamnya.


rupanya,pemikirannya salah selama ini tentang Bastian,begitu sakit hati yang ia rasakan,mungkin hanya dirinya saja yang mencintai,tidak untuk Bastian yang sudah sah menjadi suaminya.


tiga puluh menit berlalu,terdengar ketukan pintu dari luar,


"bunga,masih lama,,apa yang terjadi..?


bunga menghapus air matanya,dan sengaja membasuh muka agar tidak di ketahui oleh Bastian kalau sebenarnya ia tadi menangis.


dengan cepat ia membuka pintu kamar mandi

__ADS_1


,sementara Bastian yang berdiri di depan pintu,ia heran melihat wajah gadis itu,terlihat sembab di kedua matanya,mungkin kelilipan atau,, entahlah.


__ADS_2