CINTAILAH AKU

CINTAILAH AKU
menemui bastian


__ADS_3

sesampainya di kampus, waktu menunjukkan pukul setengah tujuh pagi,mereka berdua,Vera dan bunga dengan tergesa gesa keduanya menaiki tangga menuju kelas masing masing.


untunglah mereka berdua menaiki ojek hingga sampai tepat waktu.


sesampainya di kelas,berselang dua menit dosen yang bersangkutan kemudian masuk dan mulai membagikan kertas ulangan.


tepat pukul sembilan, keduanya telah selesai melaksanakan tes semester genap di hari pertama.


bergegas Vera menggandeng sahabatnya bunga menuju kantin kampus yang terletak di sebelah kanan gedung fakultas.


sesampainya di sana merek memesan dua porsi mi ayam,tapi baru beberapa suap masuk ke mulutnya,bunga sudah tak tahan mencium aroma mi ayam yang terasa membuat mual perutnya .


ia kemudian berlari cepat keluar dari kantin kampus menuju toilet umum yang terletak tidak jauh dari kantin.


"hoek,hoek,..


di keluarkan semua makanan yang di santap hingga tak tersisa,.


keringat dingin membasahi dahinya,di ambilnya tisu yang terletak di dalam tasnya,ia mengelapnya pelan.


setelah dirasa cukup,ia bergegas melangkah keluar, karena buru buru tanpa sengaja ia menabrak seseorang yang datang dari arah samping, sepertinya orang itu juga terburu-buru hingga tak melihat gadis itu.


bunga menjadi sempoyongan,ia melihat seorang pemuda yang cukup di kenalnya.


"kau,,,,,......"


"maaf,aku buru buru..."


ucapnya pelan sambil berlalu dari hadapannya,bahkan tidak menghiraukan dirinya yang terjatuh akibat menabraknya.


"Bastian tunggu,,,!!!


sekuat tenaga ia berteriak,melihat pemuda itu seperti enggan bertemu dengan dirinya,bahkan setelah apa yang terjadi di antara keduanya.


seketika ia menoleh,Bastian tau mungkin gadis itu akan memaki maki dirinya habis habisan,setelah perbuatan yang ia lakukan kepadanya beberapa bulan lalu.


"ada apa,,?


kalimat itu,terdengar seperti enggan bertemu dirinya,,


air mata menetes di pipinya,ia tidak menyangka,ini reaksi pemuda itu setelah apa yang ia lakukan, benar benar membuatnya tidak bisa membendung air matanya.


"kau,,,setelah apa yang kau lakukan... beraninya kau,,,,".


Bastian membalikkan badannya ia kemudian menarik tangan gadis itu menuju ke halaman tempat parkir mobilnya,ia sengaja ingin berbicara serius dengan gadis itu,biar bagaimanapun juga ia merasa sangat bersalah,,


"ayo,,kita bicara di tempat lain,aku mengerti apa yang ingin kau katakan,tapi jangan di sini,


kau paham maksudku kan?

__ADS_1


bunga semakin terisak,ia tidak mengerti apa kesalahannya sehingga Bastian tega, memanfaatkan dirinya dengan berpura-pura menjadi seorang penolong yang baik.


"aku,,,aku,,


tak sanggup rasanya melanjutkan kata-katanya,,, bibirnya bergetar menahan emosi dan perasaan tersayat yang sudah di torehkan pemuda itu


"ayo,aku paham maksud kamu,tapi please ,jangan di sini,,,kita ke tempat yang agak jauh dari kampus..


dengan berat hati,bunga mengikuti pemuda itu,sementara Vera yang menuggu sahabatnya,ia merasa ada yang tidak beres dengan temannya,selesai membayar makanan yang sudah di pesannya,ia bergegas ke luar,menuju ke arah toilet umum yang terletak agak jauh dari kantin ,tempat bunga pergi tadi.


tapi sesampainya di sana,ia tidak menemui bunga,gadis itu rupanya sudah pergi dari sana bersama Bastian.


sementara itu,bunga di bawa ke suatu tempat yang agak jauh dari kampus keduanya sudah berada di sebuah pantai,yang biasa digunakan untuk tempat rekreasi.


angin bertiup sepoi-sepoi menyibakkan rambutnya yang hitam panjang,tapi tidak dengan air mata yang mengalir dari pelupuk matanya yang indah, kenyataannya tidak bisa ia memaafkan dirinya sendiri yang sudah bertindak bodoh.


percaya dengan semua ucapan dan kebaikan yang di tunjukan oleh Bastian membuatnya lupa diri.


Bastian menggenggam tangannya,membawanya menuju kearah sebuah pohon yang cukup rindang.


yang terletak di tepi pantai.


deburan ombak memecah di pantai,laut biru yang menyejukkan mata dengan ketenangan.


keduanya duduk di atas pasir putih yang terhampar sejauh mata memandang.


terlihat burung burung camar yang beterbangan kesana kemari.


jujur saja ia merasa bersalah.


"bunga, aku,,, minta maaf,,,,"


kata kata itu meluncur dari bibir nya begitu saja.


bunga yang masih terisak,ia tidak menjawab,baginya tidak ada yang bisa di ungkapkan lagi semuanya sudah terlanjur terjadi.


mau di buat seperti apa,tetap saja ia sudah terlanjur ternoda.


dan bahkan tidak mungkin bagi dirinya pulang ke rumahnya di kampung dalam keadaan hamil .


sungguh memalukan,ia tidak akan berani menghadapi kedua orang tuanya,apalagi ayahnya yang sudah bekerja keras mati Matian selama ini membiayai kuliahnya.


ia lebih memilih mati jika harus kembali.


"Bastian,aku hamil....


ucapnya cepat.


menunggu jawaban dari pemuda itu..

__ADS_1


sebenarnya Bastian sangat terkejut atas apa yang di ucapkan gadis itu,tapi jika di ingat ingat olehnya,ia adalah orang yang mendapatkan kesucian gadis itu,dan juga tidak mustahil jika bunga hamil akibat perbuatannya malam itu.


tapi ia masih memiliki sedikit keraguan di hatinya.


"apa,,,benar kamu ..hamil...?


ucap agak tak percaya...


kedua matanya memandang wajah gadis cantik yang bersamanya.


bunga mengangguk pelan.


"tapi,,aku harus bagaimana,apakah aku...


sampai di situ Bastian menghentikan ucapannya.


"ya,aku cuma ingin kau bertanggung jawab atas bayi ini...hanya itu yang ku minta darimu.."


ucap bunga dengan air mata yang masih menetes di pipinya.


ingin rasanya ia mengeluarkan semua kemarahan dari dalam hatinya,ingin rasanya ia meluapkan emosi yang sudah tertahan,tapi setelah bertemu dengan Bastian hatinya menjadi luluh dengan sendirinya.


kini tinggal menunggu jawaban dari pemuda itu.


"bunga,bukanya aku tidak mau bertanggung jawab,tapi tolong beri aku waktu memikirkan semua ini..please".


rasanya tak percaya, mendengar kata demi kata dari Bastian.


"apa kau berusaha menghindari aku Bastian?


teganya kau pada diriku...aku lebih baik mati jika harus kembali dalam keadaan seperti ini!!


ucap bunga terisak,ia tidak tau harus berbuat apa jika Bastian tidak bertanggung jawab atas semua perbuatannya.


Bastian memeluk tubuh gadis itu,jujur saja ia menyesal atas apa yang sudah ia lakukan,tapi bagaimana dengan orang tuanya,apa yang harus ia lakukan,dan apakah mereka bersedia menerima gadis ini.


ia tau betul watak ibunya,yang tergolong wanita karir yang cukup sukses.


"baik aku akan bertanggung jawab,aku akan menikahi mu,tapi untuk sementara ini kita akan menikah secara siri..,apa kau setuju,,


bunga memandang wajah tampan di depannya itu,ia seperti tak percaya,secara sirih bukankah di mata hukum ia ..


tapi untuk sementara biarlah Bastian menikahinya walaupun hanya secara siri, daripada nantinya ia malu,demi bayi yang di kandungnya.


"benarkah,,, demikian...


"aku akan bertanggung jawab,menikahi mu,untuk sementara karena kita berdua masih kuliah,dan aku juga belum siap menghadapi orang tua aku,begitu juga dengan kamu,menurutku ini jalan yang terbaik bagi kita berdua ".


"berhentilah menangis ,aku akan menikahi mu...

__ADS_1


Bastian memeluk tubuh gadis itu..


ia sendiri masih bimbang,tapi mau bagaimana lagi,inilah jalan satu-satunya bagi dirinya dan bunga.


__ADS_2