
Semenjak malam itu, malam dimana gue terhanyut dalam dosa, setiap kali ketemu ma vito kita selalu melakukan hubungan tidak sehat ini..
meski akal sehatku meronta menolak gue melakukan itu, tapi badanku menikmati begitu saja..
sebulan berlalu, hari ini gue nggak masuk kerja karena rasanya sangat pusing dan mual, gue rasa ini asam lambingku yang kumat, karena gue memang punya penyakit asam lambung..
hujan turun gue lihat jam udah menunjukkan pukul 11:30 belom waktunya makan siang karena biasanya gue makan siang paling cepet jam 12:30, tapi rasanya udah sangat lapar..
tapi rasanya badan ini sangat lemas mau beranjak dari atas kasur, gue ambil Hp gue mau telfon vito minta beliin bakso rasanya sangat ingin makan bakso yang sangat pedes..
tut.. tuut...
*halo sayank ada apa ??* jawabnya diseberang sana
*bisa nggak beliin gue bakso, masih lemas ne yank mau bangun*
*oke bentar lage gue beliin, udah berobat belom ?*
*yang pedees ea, belom males pergi klinik tante juga kan lage kerja*
*ea udah biar gue aja yang ngobatin nanti..hehe*
*mang bisa ?*
*bisa lah pakek vitamin cinta..hahaha*
*mulai deh, udah ah cepet ea datang nya lapar ne yank*
*ok ok sayaank*
lalu kita mengakhiri telfon..
gak pakek lama setengah jam kemudian terdengar bunyi klakson didepan rumah gue lihat vito dah datang, gue langsung chat vito
*langsung masuk pintu kamar ajha nggak dikunci*
Cekleek
Vito masuk, gue langsung memeluknya rasanya sangat rindu mencium wangi tubuhnya, sampai² gue lupa kalo lage laper..
"manja kalii sih" katanya mengelus rambutku
"kangen"
"kerumahku aja yok nanti sekalian gue anter ke klinik"
"emang sayank nggak balik ke kantor?"
"nggak gue dah ijin yank, biar bisa nemenin sayank yang lage sakit"
akhirnya gue ganti baju dan kita langsung menuju rumah vito..
sesampainya dirumah vito gue baru inget kalo pengen makan bakso
"yank baksonya dah dibeliin nggak??" tanyaku
" udah sayank, gue juga beliin sayank sop, makan nasi dulu ea dikit baru makan baksonya, nanti asam lambungnya makin parah"
" tapi nggak mau makan nasi, maunya bakso aja yank"
"dikit ajha sayank"
__ADS_1
"ok lah tapi suaap" kataku manyun
lalu vito menyiapkan semua makanan dimeja dan mulai menyuapiku..
tiba..tiba....
uweeeeeek uweeeek gue langsung lari kekamar mandi untuk memuntah kan isi perutku, rasa nya sangat mual saat vito menyuapiku sop ada kentang yg kemakan, rasanya sangat aneh, geli, gimana gitu didalam mulut gue..
vito menghampiriku dia kelihatan sangat khawatir, lalu memijit mijit pundakku, gue berbalik menghadap tubuhnya lalu memeluknya..
eemmhh rasanya sangat nyaman saat mencium aroma tubuhnya...
" sayank nggak apa??" tanya vito panik
" gue kan dah bilang nggak mau makan yang lain selain bakso sayank malah maksa"
"ea udaaah, maaf ea sayank, sekarang sayank makan baksonya ajha" katanya sambil merangkulku kembali ke meja makan..
gue pun makan bakso itu dengan sangat lahap sampai tetes terakhir, vito sampai heran melihatku makan seperti itu...
"mau lage sayank ?" tanya vito
"mau sayank ajha.. hehe"
"jadi dah sehat ne jangan nantangin ea" kata vito nyamperin gue lalu menggendongku ke kamar..
entah apa yang merasukiku, kali ini gue yang malah kepengen banget dimanja dan disentuh olehnya...
rasa pusing dan mualku dah hilang, yang gue rasa saat ini hanyalah ingin melakukan kenikmatan yang selama ini sering kita lakukan..
vito pun menidurkanku di atas kasur, dengan cepat gue tarik lehernya agar mendekat denganku, lalu kukecup bibirnya perlahan dan makin menjadi memanas..
vito sepertinya sangat kaget dengan perlakuanku hari ini
"gue suka ini, lakukan lebih sayank" bisiknya ditelingaku, dia pun mulai menanggalkan seluruh pakaianku..
kita berdua semakin menggila, gue nggak mau mengalah selalu memberikan perlawanan terhadapnya, hingga gue dengar desahan demi desahan keluar dari bibirnya yang sexy itu, ku kecup manja seluruh tubuhnya kumainkan inti miliknya hingga dia mendeaah nggak karuan lalu menarikku untuk berada dibawahnya..
"udah hebat ea bikin gue nggak tahan, kita lihat siapa yang akan menyerah nanti" katanya sambil terus memainkan tubuhku
"aahh mulai sayaank gue juga nggak tahan.. aah.. uuhhg" kataku menggeliat menikmati kenikmatan ini
Vito pun langsung memulai aksinya di intiku, dia mulai menghentak² dengan keras tapi sangat nikmat, tubuh kita sudah sangat basah seperti sedang diguyur hujan, membuat kita semakin bergairah...
desahan demi desahan kita lontarkan tiada henti, ini sangaat nikmat, hingga akhirnya kita mencapai puncak kenikamatan kita..
vito tersenyum menyeringai menatapku..
" lanjut sayank" katanya menciumi bibirku kembali, gue cuma mengangguk karena tidak ingin mengakhiri kenikmatan ini begitu saja...
kita pun melanjuktan aktivitas kita yang membuat kita bercucuran keringan kenikmatan ini sampai tiga ronde, itu pun berhenti karena gue merasa kram diperutku..
kulihat jam sudah jam 5 sore gue ambil hp buat chat tante..
*tante vinny berobat ke klinik dianter Vito*
" sayank nggak mau ke klinik ?"tanya vito memelukku dari belakang, tubuh kita masih dalam keadaan tanpa sehelai benanpun dalam satu selimut..
" nggak usah sayang keg nya dah sehat"
"oea sayank keg nya ne dah sebulan sayank berhubungan kog nggak ada datang bulan" kata vito
gue langaung tersentak kaget mendengarnya, gue ambil hp dan melihat kalender, benar saja gue udah telat satu minggu bulan ini..
__ADS_1
tanganku mulai gemetaran, jangan² gue hamil pikirku, karena memang selama ini gue berhubungan sama vito nggak pakai pengaman, meskipun dikeluarkan di luar..
"sayank ada apa?" tanya vito heran melihat ekspresiku yang sangat cemas
"gue telat" jawabku dengan gemetar
" apaa ?? sayank seriuus"
"ea gue nggak tau tapi yang pasti gue telat sayank"
"ea udah jangan khawatir dulu, gue telfon temen dulu minta beliin tespect"
akhirnya vito nelfon widya minta dibeliin tespect, dan minta segera diantar kerumahnya..
setengah jam kemudian terdengar suara ketukan pintu, ea itu widya yang dateng..
" lo gila ea kenapa bisa lo hamilin anak orang" kata widya langsung marah setelah masuk rumah vito
" ea mau gimana lage namanya kecelakaan" jawab vito
"ea nggak bisa gitu juga kan gue udah bilang dari awal jangan sampai diluar batas"
"ea kan belom tau juga ini hamil beneran apa enggak.."
lalu widya memberikan tespect itu padaku, gue langsung ke kamar mandi untuk ngecek
dan cetttaaaaaarrr gue bagai disambar petir melihat hasil nya dua garis merah..
gue langsung tersungkur dikamar mandi menangis tidak tau apa yang harus gue lakuin...
vito terus memanggilku dari luar tapi gue nggak menghiraukan hal itu, mungkin vito cemas karna gue terlalu lama di kamar mandi,
karna nggak ada jawaban dari gue Vito pun teroaksa mendobrak pintu kamar mandu, gue sangat kaget dibuatnya..
"sayank ada apa kog diam aja gue kedor² pintunya" kata vito mengahampiriku
tanpa menjawab apapun gue kasih hasil tespect itu ke vito, dia kemudian menarik rambutnya frustasi..
"kenapa ? takut ? atau nggak bisa bertanggung jawab" kataku melihat ekspresinya, lalu gue berlalu melewatinya..
dengan cepat dia menarik tanganku dan langsung memelukku
"maafin gue sayank, ini semua salah gue, gue akan tanggung jawab" katanya menenangkanku...
widya yang menyaksikan ini cuma terdiam seribu bahasa, terduduk disofa sambil memijit keningnya, sepertinya dia juga terlihat khawatir..
💐💐💐
haaiiii para redeer terima kasih yang tak terhingga atas watunya telah menyempatkan diri melihat, membaca novelku...
kira² setelah ini apa yang akan terjadi di kehidupan Vinny...???
dan kapan kebenaran tentang vito akan terkuaaak...???
pantengun teruss jangan lupa like nya..
happy reading 😘😘😘
__ADS_1