
kupernah merasakan sakit, tapi tak pernah kubayangkan bahwa sakit yang pernah kurasa tak sebanding dengan sakit yang kurasa saat ini..
mungkin cinta ini terlalu indah bahkan sangat sangat indah sehingga kini ku terjatuh begitu dalam , sangat dalam hingga rasanya ku tak melihat cahaya lagi..
rasa takut, rasa bersalah, rasa berdosa, rasa sakit menyatu jadi satu, tuhan masih pantaskah ku memohon padaMu bantu aku bangkit dari rasa ini...
ku terbangun ku buka mataku perlahan, sepertinya gue pingsan tadi, kulihat sekelilingku sepertinya lage di ruang rawat Rumah Sakit, dan tanganku sudah terpasang selang infus kulihat selly nampak sedih disampingku..
" dek " kataku memanggil selly
" kakak dah sadar ?? minum dulu " katanya selly mengambilkan minum untuk ku
" dah jam berapa dek ?"
" jam setengah tujuh kak "
gue kaget dan langsung bangun, gue harus pulang pikirku..
" kakak istirahat dulu kata dokter kakak boleh pulang kalo infusnya udah habis dan kakak nggak boleh banyak tekanan karenaa.... janin kakak lemah.." kata selly pelan
mendengar perkataan selly gue langsung menangis lage, jangan kan bapak nya bahkan anaknya pun yang ada di dalam rahimku tidak mau bersahabat denganku pikirku...
gue sangat kaget saat mendengar suara pintu dibuka dengan keras kulihat ke arah pintu ternyata vito yang datang..
" ngapain lo disini ?" kata gue memalingkan wajahku
" maaf kak tadi telfon kakak terus²an berdering jadi gue angkat aja lage" kata selly
" sayank lo nggak apa² kan..?? apanya yang sakit kenapa bisa keg gini ??" tanya vito lage
" bukankah ini yang lo mau Vito" kata gue menyebut namanya dengan lantang
" sayank ada apa ini ?? emang nya apa salah gue "
" mau sampai kapan lo bakalan bohongin gue, apa salah gue kenapa lo lakuin ini ma gue, gue sangat sayang ma lo, gue sangat cinta ma lo, kenapa lo tega vito" tangisku mulai pecah lage tak kuasa gue membendungnya
__ADS_1
" kakak tenang dulu jangan marah² bahaya buat janin kakak, kakak juga belom minom obat" kata selly menenang kan ku..
kemudian selly menarik tangan Vito keluar dari ruangan..
" gue nggak kenal ma lo dan gue nggak peduli ma lo, tapi yang gue tau lo udah bikin kakak gue hancur, sekarang lo senang kan.." kata selly meneriaki vito
" gue nggak tau apa yang terjadi tadi siang kita masih baek² ajha, gue bingung, toloong biarin gue masuk menjelaskan semuanya "
" gue memang nggak kenal lama ma kak vinny tapi dia nggak bakalan keg gini kalo lo nggak nyakitin dia atau jangan² lo khianatin dia, lo dasar ea brengsek lo"
Vito tersentak mendengar kata terakhir dari selly, apakah vinny dah tau kalo gue udah memiliki istri itu yang vito pikirkan...
tanpa mendengar selly vito langsung masuk ke dalam ruangan vinny dirawat dengan mata yang merah sembab dan diikuti selly..
gue langsung memalingkan wajah ku saat melihat vito..
vito langsung berlutut disampingku menggemgam tanganku, gue berusaha menarik tanganku, tapi dia terlalu kuat...
" pulanglah istrimu pasti sangat merindukanmu vito, gue bisa urus diri sendiri disini " kataku sangat sesak mengatakannya tapi memang inilah yang saat ini terbaek buat semua, tapi bukan buat gue, karena gue mungkin hanya sebuah kesalahan dalam hidup Vito..
" gue mohon gue akan bertanggung jawab, gue nggak bakalan tinggalin sayank, gue nggak bisa hidup tanpa sayank "
" udah cukup vito tolong pergilah sekarang gue lage nggak pengen melihat wajah lo dihadapan gue" kataku terisak
" lo bohong lo sangat cinta kan ma gue ?? tolong jangan keg gini"
" tolooong kasih gue waktu, apa itu pun nggak bisa kau kasih padaku vito ??"
kemudian dia bangkit berdiri dan melepaskan tangan gue.. dia pun berlalu meninggalkan ruangan ini...
" dek tolong panggilkan dokternya kakak mau pulang " kataku ke selly
selly pun pergi memanggil dokter..
__ADS_1
Vito bahkan sekarang gue nggak bisa lage bedain tangisanmu benar atau palsu kau terlalu hebat memerankan dirimu dalam cinta ini...
selly dan dokter pun akhirnya datang..
suster kemudian melepas jarum infus ditanganku..
" ibu harus banyak istirahat, jangan terlalu tertekan, jangan strees makan yang bervitamin, kandungan ibu baru jalan 3 minggu jadi sangat rawan, apa lagi janinnya sangat lemah, kalo ibu bandel nanti durawat disini lebi lama lage" kata dokter itu mengultimatum gue..
" ea dok makasiih "
" oea satu lage, kata adeknya suami ibu lage diluar kota ea, kalo bisa suami ibu mendampingi ibu, karna kondisi janin ibu lage sangan rentan ea, kalo ada suami paling tidak ada yang mengawai dan mengantisipasi kemungkinan² yang tidak kita inginkan, resepnya sudah kita siapun nanti tinggal ambil di apotik..
" ea dok sekali lage terima kasih banyak dok" kata gue canggung mendengar kata suami, suami siapa, suami orang pikirku..
akhirnya gue ma selly bisa meninggalkan rumah sakit..
" dek malam ini gye bisa nginap di kosan adek nggak ?" tanyaku ma selly..
" boleh kog kak dari pada kakak sendirian dirumah nanti kakak kenapa².."
" kenapa bunuh diri ??" kata gue
" kakak nggak boleh ngomong itu "
" kakak mungkin sekarang memang sedikit gila dek hati ma pikiran kakak tidak bisa berpikir dan berjalan dengan normal, tapi yang kakak tau, kakak harus menjaga anak ini, dia nggak bersalah " kataku kembali menangis
" udah jangan nangis terus nanti selly dikira mau culik kakak ma orang² disini.."
" besar kakak dari pada lo mana mungkin lo bisa culik kakak"
akhirnya kitapun pulang tak lupa gue kabarin tante kalo malam ini gue nggak pulang nginep ditempat selly dengan alasan mau nenangin diri..
__ADS_1