CintaMu Sadis

CintaMu Sadis
Syooook


__ADS_3

dag dig dug rasanya memikirkan mau ketemu dengan nyokap dan bokap nya Alvin, semua pertanyaan dan ketakutan berkecamuk dalam otak gue sampai² hari ini gue nggak bisa konsentrasi kerja..


gue lihat lagi jam dipergelangan tangan gue menunjukkan pukul 15:10 sebenarnya udah waktunya pulang kerja tapi gue masih nungguin Alvin..


" ngelamun aja kak !!" tiba² terdengar suara selly


" oowh ea ne dek dikit, nungguin Alvin nggak muncul² " jawab gue


" nungguinnya didepan aja yok kak tambah sumpek nanti kalo disini aja soalnya masih nampak tumpukan kerjaan, gue juga lagi nungguin honey bunny sweetyQ juga kk... hehe "


" oke deh yoook "


kemudian gue chat si Alvin bilang kalo gue nungguin dia didepan, entah kenapa dan ada apa perasaan gue makin nggak enak setelah hampir sampai keluar kantor dan bener aja..


jreeeeenggg...


kaki gue tiba² serasa ada lemnya susah untuk melangkah kedepan maupun putar balik kebelakang, tubuh gue terasa panas antara kesel kecewa serasa ada sesuatu yg udah gue buang jauh² tiba² muncul didepan gue tanpa kode atau pemberitauan sebelumnya, ea dia adalah Vito yang sekarang lagi berdiri disamping mobil menatapku didepan kantorku...


" Astagaaa gue mimpi atau apa ea " kata selly disampingku


gue masih tetap kaku tanpa kata menatap orang yg perlahan mulai mendekatiku, mau apa dia datang lagi dalam hidupku pikirku,, hidupku udah mulai tertata rapi sekarang pleasee jangan hancurin hidup gue lagi gerutuku dalam hatiku..


tanpa aba² Vito langsung membawaku dalam pelukannya, rasanya masih sama hangat nyaman dengan bahunya yg bidang, tapi juga ada rasa perih disana..


gue berusaha melepaskan diri dari pelukan Vito, apa²an ini dia pikir dia bisa seenaknya sesuai apa yang dia mau, tapi tubuhnya yang kekar membuatku susah melepaskan diri darinya..


hingga gue merasa ada yang menarik tanganku dengan kuat, dan ternyata itu Alvin dengan wajahnya yang penuh amarah, satu pukulan mendarat tepat dipelipis Vito hingga membuat pelipisnya biru dan mengeluarkan sedikit darah, gue yang lagi kaget tambah kaget melihat ini..


Vito cuma diam dan tersenyum melihatku..


" Vinny gue datang buat lo, nggak ada orang yg cinta ama lo melibihi cinta gue ma lo apalagi cowok ini " kata Vito


Alvin yang mendengar itu emosinya tambah naek, dengan cepat gue peluk dia dari samping

__ADS_1


" jangan didengar bawak gue pergi, gue nggak mau disini" bisikku ke Alvin


tanpa basa basi Alvin langaung membawaku masuk kedalam mobilnya dan mengemudikan mobilnya dengan cepat.. sementara itu gue masih bisa mendengar Vito teriak² memanggil nama gue..


gue sangat takut untuk memulai pembicaraan dengan Alvin, jujur ini baru pertama kali gue melihat Alvin semarah ini..


" sorry gue tadi nggak bisa nahan emosi melihat lo dipeluk sama si brengsek itu " kata Alvin memecah keheningan


" gue juga minta maaf karena gue membiarkan diri gue dipeluk ma orang itu " kata gue merasa sangat bersalah


" ssssttt lo nggak salah, gue tau lo nggak bakalan biarain dia mendeki lo lagi " katanya sambil memegang pipiku dan tersenyum


" iya, btw baju untuk dinner nanti malam mana katanya udah dibeliin ??!" kata gue mencoba mengubah topik


" yakin masih mau pergi malam ini ?? atau nggak lusa juga bisa kog beib "


" ea yakin donk masak mau ketemu calon mertua harus ditunda²..hehe "


" mau pulang dulu ijin ma tante apa langsung pergi kesalon aja ?"


" ea biar tambah cantik donk beib "


" emang harus ea kan bisa sendiri nanti mekaup nya "


" sesekali manjain beiby boleh donk "


" maniis bangeet sii, ea udah langsung kesalon aja nanti ijin nya lewat telfon aja "


huuuuufftt untungnya dia nggak mempermasalahkan kejadian tadi, tapi gue belom habis pikir setelah apa yang dia perbuat sama gue dulu masih bisa²nya dia sesantai itu langsung peluk² lagi..


nggak lama kemudian kita sampai di salon yang kita tuju, sambil menunggu gue siap Alvin telfon tante minta ijin kalo malem ini gue pulang telat karena mau dinner sama orang tuanya..


sejam kemudian gue baru siap rasanya fresh banget dah lama juga nggak nyalon..

__ADS_1


gue menghampiri Alvin yang lagi menunggu diruang tunggu..


" beib ayook dah siap ne "


" wooow " katanya terbelalak menatapku


" kenapaa ?? nggak cocok ea ??"


" apanya yg nggak cocok, cantik banget beib, kita nggak usah diner ma ortu gue deh, kita bikin acara berdua aja.. hehe "


" iih apaan sih beib "


" mmm... keg nya ada yang kurang ne "


" apaa ???"


" tutup mata donk "


Alvin menyentuh tanganku dengan lembut terasa dia memakai kan sebuah gelang dipergelangan tanganku..


gue buka mata dan melihat, digelang tersebut ada inisial nama kita berdua AV..


" makasiii, ini untuk gue kan bukan dipinjamkan ?! hehe "


" ea iyalah beiby " katanya sambil mencium tanganku


" ea udah yook jangan sampai bokap dan nyokap nungguin kita "


lalu kita pergi menuju hotel dimana ortu Alvin berada, rasa berdebar mulai menghampiriku lagi..


" kalo seandainya ne iya kita pisah lo bakalan benci nggak ma gue vin ?" kata Vito tiba² membuat hatiku semakin nggak enak gelisah


" mmaksuudnya ??"

__ADS_1


" nggak pa² lupain aja tadi cuma asal ngomong.. hehe "


gue cuma diam aja tanpa menjawab lagi, gue nggak mau berfikir yang aneh² sekarang..


__ADS_2