CintaMu Sadis

CintaMu Sadis
kali terakhir


__ADS_3

udah dua hari ini gue nggak mendengar kabar vito, gue sengaja mematikan ponselku..


hari²ku berjalan seperti biasa meskipun terasa hampa, bukankah hidup memang harus terus berlanjut meakipun badau menerjang, itulah prinsipku..



meskipun sangat sulit berkonsentrasi ditempat kerja karena hatiku tidak bisa diajak bekerjasama, hatiku masih sangat sakit rasanya hingga tiada angin tiada hujan gue terserang batuk yang menambah sesak didadaku..



benar kata orang penyakit TBC itu bisa datang karena terkena Tekanan Batin Cinta, gue nggak bisa membiarkan ini berlarut pikirku bisa² gue terkena penyakit TBC beneran, dan itu sangat mengerikan...



" kak minom dulu dari tadi kakak batuk terus " kata selly memberiku sebotol minuman



" makasih dek nggak tau ne dada kakak radanya sesak jadinya pengen batuk².."



" coba diikhlaskan ajha kak, siapa tau bisa lebih tenang "



" ea akan kakak coba pelan "



🍂🍂🍂



jam menunjukkan jam 3 gue bersiap² untuk segera pulang, sesampainya diluar kantor gue melihat ada vito berdiri disamping mobilnya, ngapain dia disini pikirku, gue pura² nggak melihatnya dan mempercepat langkahku melaluinya..



dia dengan sigap menangkap tanganku..



" Vito tolong jangan keg gini kita sudah tidak ada hubungan apa² lage " kataku enggan berpaling dan melihat wajahnya



" vinny ikutlah denganku ada yang ingin gue bicarakan "



" nggak ada yang perlu kita bicarakan lage vito "



tanpa ku sangka vito langsung bersungkur dibelakangku sambil memegang tangan kananku, gue yang sadar akan hal itu langsung berbalik dan membantunya bangun



" apa lo gila, jangan bikin gue malu " kataku kesal



" gue nggak bakalan bangun sampai lo mau ikut gue "



gue yang nggak enak karena dilihat² orang gue langsung setuju dengan mengajukan syarat



" oke gue ikut tapi ada syaratnya dan lo harus memenuhi syarat itu "



" oke gue janji" katanya bangun dan langsung tersenyum..



dia sangat senang membukakan gue pintu mobil dan mempersilahkan gue masuk, gue yang kesel cuma diam ajha..




entah jemana dia mau membawaku ini udah setengah jam perjalanan, gue hanya diam tanpa bertanya andai gue bisa berdua terus dengan lo vito tanpa ada halangan apapun pikirku, dan andai saja lo bukan suami orang..



akhirnya mobil ini berhenti juga iya dia membawaku ke pantai tempat pertama kita jadian dulu...



gue turun dari mobil dan mulai berjalan tanpa menghiraukan vito, semua kenangan indah itu menari² di depan mataku saat pertama dia menyatakan cinta saat pertama bibir ini merasakan manis nya bibirnya, saat² indah kali pertama cinta ini kita jalin..

__ADS_1



" apa lo masih ingat vinny disini lah dulu kita pertama kali merasakan indahnya cinta kita " kata vito memecah lamunanku



gue tersenyum getir melihatnya ada yang berubah dari dirinya selama dua hari ini nggak bertemu dengannya, ada lingkaran hitam di matanya dan penampilannya nampak kusut..



" bagaimana mungkin gue lupa vito karena saat itu adalah saat pertama kau memulai sandiwaramu " kataku kecut



" vinny tatap mata gue " katanya menarikku dan memegang kedua bahuku



" tatap mata gue vinny biar lo bisa lihat kalo cinta gue nyata buat lo itu bukan kebohongan"



gue memberanikan diri menatap matanya, matanya sangat sayu sepertinya dia kurang tidur, mata kuta beradu dan mulai berkaca², gue mengalihkan pandanganku dan melepas tangannya di bahuku



" untuk apa cintamu nyata vito, saat kebohonganmu sudah menghancurkan semuanya, kau bukan untukku " kataku pelan air mataku mulai menetes



kurasakan ada tangan yang mulai memelukku dari belakang, rasanya sangat nyaman, tuhaan aku tau ini tidak benar tapi biarkan aku merasakan ketenangan ini sebentar saja pikirku...



" gue sangat sayang dan cinta sama lo vinny" kata vito membisiki telingaku...



kemudian gue berbalik dan memukuli dada bidangnya dia cuma diam menerima pukulanku



" jangan buat gue rapuh vito tolong bantu gue menghilangkan cinta ini " kataku sambil menangis dan terus meninjunya



hingga akhirnya gue sudah nggak sanggup lage terus memukulnya, Vito pun menggenggam kedua tanganku, dan memelukku dengan sangat erat, gue pun menangis menjadi² sambil berteriak dipelukannya..




setelah puas menangis gue melepaskan pelukan vito dan duduk diatas pasir..



" Vito bisakah kau menceritakan tentang istrimu ??"



" apakah perlu ?" katanya duduk disampingku



" ea kalo lo nggak keberatan "



" namanya Dira, dia temen gue seperti temen² gue yang lainnya, dulu dia tinggal dikota ini tapi pas dia hamil dia pulang ke rumah orang tuanya mungkin karena gue nggak terlalu peduli sama dia, waktu itu gue pergi clubing ma semua temen², tapi temen² yang lain udah pulang duluan tinggal gue ma dira berdua, waktu itu keadaan kita berdua udah mabuk berat, karena dah nggak bisa bawa mobil gue chek in di satu kamar dengan dira, dan hal itupun terjadi begitu saja saat itu, pas gue bangun gue kaget dira lage nangis² disamping gue, gue pun kaget melihat dia disamping gue dalam keadaan telanjang begitupun gue dan ini pertama kalinya buat gue maupun dira, dia tidak berenti menangis sampai gue bilang kalo gue bakalan tanggung jawab, dan akhirnya gue menikahi dia, setelah dua bulan menikah dia hamil, tapi gue biasa saja sama dia, meskipun kita sering melakukan hubungan badan, karena dia udah nggak tahan sama kelakuan gue yang suka clubing hampir tiap malam dia pulang kerumah orang tuanya sampai sekarang "



" emang lo nggak ada perasaan sama dia ??"



" ada tapi sedikit karena dia hamil anakku dan gue sayang sama anakku meskipun gue nggak sayang ibunya "



" umur berapa anak lo sekarang ?"



" baru jalan 4 bulan "



" jadi lo berhubungan dengan gue saat istri lo lage berjuang demi anak lo..??" tanyaku mulai marah



" ea begitulah, gue juga manusia biasa vin gue nggak bisa nahan perasaan gue ma lo.."

__ADS_1



" tapi ini salah vito, tidakkah lo berfikir kalau ini terjadi pada keluarga lo ??"



" terus gue harus apa ?"



" kembalilah ke anak dan istri lo, lo dari kecil tidak memiliki sosok seorang ayah karena beliau meninggalkanmu, apa lo juga mau ini terjadi pada anak lo "



" gue akan membawanya kesini kalo lo mau menikah denganku vin "



gue tarik nafas dalam² dan menatap matanya dalam²..



" Vito gue tau lo cinta sama gue, tapi ini salah, yang anak lo butuhin itu, lo sama dira, bukan lo sama gue, tolong jangan menolak untuk kembali pada mereka ini permintaanku "



air mata kita muali mengalir kembali



" apakah kau akan meninggalkanku " katanya



" enggak lo yang harus ninggalin gue "



" tapi gue nggak bisa "



" tapi lo harus bisa, lakukan ini demi cinta kita, dan demi anak lo, jangan buat gue menjadi wanita jahat karena udah merampas kebahagiaan orang lain "



" maukah kau menungguku ??" kataknya terisak



" tidak lo harus tetap disana bersama mereka" kataku menahan sakit ini



" gue harap jika ada kehidupan selanjutnya cuma ada gue dan lo tidak yang lainnya "



" ea mudah²an begitu " kataku tersenyum sambil terus menagis..


kemudian kita berpelukan sangat lama, biarkan pelukan ini menjadi pelukan perpisahan kita yang terakhir kalinya,, tuhan aku udah melakukan apa yang seharusnya terjadi, toling kuatkan hatiku..



" jadi lo nggak mau merubah keputusan lo " katanya padaku



" nggak ini udah final, nanti kita beli tiket untukmu pulang, jangan pernah kembali lage gue nggak mau lihat lo bersamanya didepan mataku, itu akan menyakutkan" kataku



" kau sungguh kejam membuatku berjanji "



" kau lebih kejam, jahat, sadis"



kita sudah tak mampu lage berkata cuma pelukan ini yang saling berbicara mewakili perasaan kita saat ini...


sakiiiit sangaat sakiit..



💔💔💔




__ADS_1



__ADS_2