
senja datang mulai menampakkan dirinya
perlahan tapi pasti cahaya mulai menghilang berganti gelap
angin semakin sejuk menerpa tubuh ini menyusup hingga ke tulang²
ingin rasanya kutarik kembali matahari
agar pertemuan ini tak berakhir begitu saja..
🍂🍂🍂
perlahan kulepas pelukan kita, sakit tapi harus kutahan dia bukan milikku...
"apa rencanamu selanjutnya ?" tanya Vito
" nggak tau yang pasti gue harus pulang sekarang udah gelap ne"
"apakah kau akan mencari cinta lain ?"
"mungkin gue harap, gue bisa mendapat cinta yang bisa gue miliki"
"maafin gue, gue bisa memberimu cinta kalo lo mau mengubah keputusanmu"
"tidak jangan membuatku menjadi orang yang tak berperasaan"
"apakah lo akan akan baek² saja disini ?"
"tidak usah dipikirkan itu, berjanjilah lo akan menjadi suami dan ayah yang baek buat keluarga kecil lo, dan jangan ada vinny lainnya diluar sana, bisa kita pulang sekarang lo juga harus bersiap² untuk pergi besok " kataku
vito tidak menjawab dia hanya memandang jauh kelaut, gue bangun ingin segera pulang sudah cukup sesak dadaku berada disini terlalu lama..
dengan cepat vito meraih tanganku menarik pinggangku dan ******* bibirku, gue yang sadar akan hal itu langsung mendorong vito perlahan..
"maaf biarkan gue menciumi bibir ini untuk yang terakhir kalinya, biarkan gue merasakan cinta ini, gue mohon" matanya sudah berkaca² memandangku, gue hanya mengangguk mengiyakan permintaannya
perlahan dia menarikku lalu menciumi ******* bibirku ada banyak rasa disana, terasa hangat, lembut, sakit, perih, ditambah dengan airmata kita sudah tak terbendung lagi, ea ada air mata diciuman kali ini, mungkin orang akan berpikir kalau gue gila ataupun bodoh, tapi apa yang bisa gue lakukan tidak mudah bagiku untuk menghilangkan cinta ini, cinta ini terlalu dalam, hingga ku harus berkelahi dengan diriku sendiri agar bisa melepaskan nya..
perlahan gue menyudahi ciuman ini, Vito pun menciumi kedua mataku lalu keningku sangat lama, gue merasakan bibirnya bergetar..
"kita pulang" kataku tak tahan dengan keadaan ini
dia cuma mengangguk menggandeng tanganku, sepanjang perjalanan tidak ada sekata patah pun terlontar dari bibir kita, kita hanya terdiam bergelut dengan pemikiran masing²..
hingga akhirnya kita sampai diperempatan jalan menuju rumah..
"Vito gue turun disini saja, nanti kalo ketauan tante akan jadi masalah" kataku, kemudian mencoba membuka pintu mobil ternyata masih terkunci
"Vito tolong buka kuncinya jangan terus²an menyiksaku " kataku lage
kulihat dia lage tertunduk lesu disampingku..
gue duduk terdiam lage melihatnya, kutarik nafasku dalam²...
" Vinny boleh gue minta sesuatu ?" kata Vito
kutatap matanya memerah, vinny jangan sampai lo berubah pikiran melihatnya pikirku
"apa ?? tapi jangan memintaku untuk tetap bersamamu itu nggak mungkin"
"kenapa nggak mungkin ? bagaimana jika nanti gue memutuskan tetap bercerai dengan istriku"
" itu urusanmu bukan urusanku, tapi jika itu terjadi jangan pernah mencariku lage gue nggak mau "
__ADS_1
"kenapa lo sangat keras kepala Vinny"
"lo yang membuat gue seperti ini Vito, sudah cukup sekarang tolong buka kuncinya gue mau pulang"
"Vinny gue minta lo yang nganterin gue besok kebandara, gue mohon kalo nggak gue nggak bakalan bukain pintu biar lo tetap bersama gue disini.." katanya memohon padaku
" apa lo ngancam gue Vito, apa lo gila..??"
"ea gue udah gila karena cinta gue ma lo vinny"
"okee gue besok datang ke bandara, lo chat ajha berangkat jam berapa, kita bertemu langsung dibandara"
" oke gue tunggu lo disana kalo lo nggak datang gue batalin kepulangan gue"
"terserah sekarang gue udah capek gue mau pulang"
kemudian dia membuka kunci mobilnya gue langsung turun dengan cepat tanpa menoleh lage kebelakang, berat rasanya kaki ini untuk jauh darinya tapi ini harus gue lakukan..
sampai dirumah gue langsung masuk ke kamar sebelum tante tau gue pulang dan bertanya gue dari mana...
gue bersih² badan mandi, setelah itu langsung berbaring diatas kasur berharap bisa cepet tertidur pulas, setidaknya biarkan hati dan pikiran ini beristirahat sejenak..
entah kapan dan bagaimana gue dah tertidur pulas hingga ku dengar bunyi alarm tanda pagi dah datang...
kulihat HP gue ternyata ada 10 chat dan 10 miss call, itu semua dari vito..
*vinny dah bobok belom?*
*vinny bisa nggak kita VC*
*Vinny gue nggak bisa tidur bisa temenin gue nggak*
*Vinny gue kangen*
*Vinny kenapa nggak bales dah bobok ea*
*Vinny maafin gue karena udah bikin lo nange*
*sungguh gue beneran sayang dan cinta ma lo*
*besok gue berangkat pesawat jam 14:30,gue tunggu lo dibandara ea*
*vinny tidak kah lo sedih berpisah dengan gue*
gue cuma tercengang membaca chatnya, maafin gue Vito tapi untuk saat ini lo emang nggak seharusnya disini apalagi bersama gue..
gue langsung bergegas siap² untuk berangkat ke kantor, hari ini gue ijin kerja cuma setengah hari karena harus ke bandara, setidaknya biarkan gue melihatnya untuk yang terakhir kalinya...
nggak terasa sudah waktunya jam makan siang, gue bergegas pergi kekantin untuk membeli roti dan minuman untuk dimakan dijalan, karena gue takut terlambat mengingat perjalanan ke bandara membutuhkan waktu 1 jam belom lage kalo macet nanti..
"kak mau kemana kog buru².." kata selly menghampiriku
"kakak mau kebandara"
"ngapain ?"
"Vito pergi hari ini"
"kakak pergi sama siapa kog nggak bilang selly kan bisa selly ikut pakek mobil robin"
"nggak usah dek kakak udah pesan taxi tu dah nungguin didepan, ea udah kakak jalan dulu ea" kataku meninggalkannya
" hati² kak " kata selly berteriak padaku
sepanjang perjalanan hatiku sangat tidak tenang, tegang, gelisah, sesak bercampur aduk jadi satu..
sesuai dugaanku hari ini macet mungkin karena jam makan siang..
__ADS_1
gue dengar ada bunyi notif dari hp ku, gue lihat itu dari vito..
*sayaank dimana? gue tunggu dibandara tapi gue harap lo nggak datang biar gue nggak perlu pergi*
sayang, sayang apanya pikirku, apakah dia mencoba menggodaku biar gue melarangnya kembali ke keluarganya, nggak mungkin gue bukan orang jahat..
akhirnya gue sampai dibandara gue lihat vito bersandar lemas ditiang besar di samping keberangkatan domistik, disana ada widya dan adit..
perlahan gue berjalan menghampirinya..
" Vito " kataku membuat mereka kaget kecuali vito yang terus menunduk tidak melihatku
" Vinny apa kau baek² saja " kata widya menghampiriku
" ea apa lage yang bisa menyakitiku melebihi ini " kataku padanya
" gue minta maaf atas apa yang terjadi pada lo ini juga salah gue yang nggak jujur"
"gak pa² ini bukan salah siapapun, ini salahku sendiri karena telah mencintai vito"
Vito menarik tanganku memelukku, gue cuma terdiam mematung tak membalas pelukannya..
"kenapa kau datang ?? tidak kah kau mencintaiku" katanya dengan suaranya yang serak sepertinya dia menangis
"karena gue cinta ma lo makanya gue nggak mau lo membenarkan sesuatu yang salah, jangan begini, disini gue yang ditinggalkan jadi tolong jangan menyiksaku vito" kataku mulai terseduh ikut menangis
" gue bisa ninggalin segalanya buat lo vinny apa itu kurang"
gue nggak bisa menjawabnya, gue hanya terdiam dalam peluakannya, sekali lage tuhan ini yang terakhir, kuatkan hatiku, rasanya tak tertahan lage sangat sakit sesak dadaku..
hingga gue dengar panggilan untuk segera untuk benerbangan ke kota X, kota diman vito akan pergi, hatiku tambah hancur mendengarnya, iyaa inilaah akhirnya...
kulepas pelukannya perlahan meskipun dia enggan melepasku
" Vito udah waktu, pulanglah temui anak dan istri mu mereka lagi menunggumu" kataku terisak..
vito kemudian melepas pelukannya dan mencium keningku lama...
" selamat tinggal vinny, jangan lupakan gue " katanya pergi melepaskan tanganku...
widya yang melihat kita ikut menangis...
adit kemudian memeluk vito dan menepuk² pundaknya menguatkannya
"ini yang terbaek buat kalian semua" kata adit
"gue titip vinny" kata vito ke adit dan widya..
kemudian dia berjalan masuk keruang pemeriksaan meninggalkan gue disini, dia terus menatap kebelakang menatapku, gue hanya terdiam mematung melihat kepergiannya...
berakhir sudah pikirku...
💔💔💔💔
__ADS_1