
ada rasa yang berbeda dihati ini
rasa ingin menangis, berteriak, memaki, mengumpat
tapi untuk apa..??
semuanya tak akan sama lage
kalau ini mimpi, tuhaaan..
segera bangunkan aku dari mimpi buruk ini
jika ini nyata maka tolong biarkan aku tertidur
sampai aku yakin bahwa aku bisa melanjutkan hidupku...
remuuk rasa nya hati ini sampai menjalar ketulang tulang di tubuh ini..
se rapuh ini kah aku...?? 🍂🍂🍂
gue udah terbangun dari tidurku tapi rasanya sangat enggan membuka mata ini, rasanya gue belom siap menghadapi kenyataan hidup ku..
tidak perlu berhari hari bahkan berminggu² hanya cukup hitungan jam Vito mampu merubah segalanya..
kudengar telfonku berdering udah berkali² terpaksa gue bangun untuk melihat siapa yang menelfonku..
mamaa.. nama itu tertera dilayar telfonku
" halo ma, maaf telat ngangkatnya vinny tadi lage di kamar mandi.." kataku berbohong padanya
" nak apakah kau baek² saja disana, sejak semalam mama sangat khawatir padamu ??" kata mama dengan suaranya seperti sangat mencemaskanku
" ea ma vinny baek² aja , mama udah makan ??"
" udah, Vinny udah makan ?? "
" udah kog ma "
" udah dulu ea ma vinny masih ada pekerjaan "
" ea sayang hati² kerjanya "
" ea ma, vinny sayang mama "
" mama juga sangat sayang anak mama yang manja ini "
kita pun mengakhiri hubungan telfon kita, maaf kan vinny ma air mataku mulai mengalir kembali..
__ADS_1
nggak lama kemudian vito datang menjengukku membawa buah dan makanan...
" sayank makan dulu ea " katanya menyiapkan makanan untukku
" jangankan makan air pun untuk saat ini tidak mampu gue telan vito, kenapa lo masih berpura² baek sama gue bukankah ini akan menambah sakit hati gue, apa lo memang nggak punya hati dan pikiran, atau lo terbuat dari batu ..??!" rasanya sangat sesak meluapkan seluruh amarahku padanya, tapi air mataku sudah tidak mengalir lage kali ini, mungkin saja sudah mulai mengering..
" sayank gue tau lo nggak bakalan bisa maafin gue, tapi gue mohon jangan suruh gue pergi " suaranya sedikit serak, sebenarnya gue masih sangat sayang sama dia, tapi sebisa mungkin gue tahan perasaan gue, dia suami orang itulah yang selalu kutanamkan dalam pikiranku
" mau nggak mau lo harus pergi dari hidup gue, kembalilah ke anak istrimu, dan jangan panggil gue dengan sebutan sayank, gue muak mendengarnya" kataku terus berpaling darinya gue nggak sanggup melihat wajahnya untuk saat ini..
" sekali saja tolong tatap mataku vinny, ini bukan yang lo mau kan ??? lo masih cinta kan sama gue ?? ea kan ??"
" ea gue cinta sama lo tapi tolong tinggalin gue, dan ini adalah keputusan yang gue buat, oea tante berpesan minta agar lo datang nanti malam kerumah "
" apakah tante ma om tau tentang gue "
" gue nggak tau, kalau pun lo nggak mau dateng gue juga nggak masalah, setidaknya lo bisa dateng untuk minta maaf pada mereka, sekarang tolong pergilah " kataku mengusirnya, sebenarnya semalem tante nyuruh dia dateng, tapi karena kejadian ini gue males ngomong ma vito entah apa yang bakalan om dan tante perbuat sama vito, om sangat marah kata tante..
tapi biarlah dia datang setidaknya dia bisa minta maaf nanti..
Vito yang gue suruh pergi malah duduk di sofa diruangan ini, gue malas menyuruhnya pergi lagi karena gue nggak mau berdebat dengannya gue sangat lelah, hari menunjukkan sudah jam 2 siang...
suster datang mengecek tekanan darahku..
" sus apakah saya udah boleh pulang..?"
" ea udah sus tolong sekalian dibukain jarum infusnya saya mau pulang saja "
kemudian suster tersebut membuka jarum infus ditanganku, kulihat tanganku sedikit bengkak mungkin karena udah 2x di masukin jarum infus..
pintu terbuka gue lihat selly datang bersama robin dan Alvin...
" kakak dah siap² mau pulang ea, emang nya dah boleh pulang..??" kata selly
" ea kakak bisan disini "
" maaf ea kak selly baru datang, soalnya baru bangun tidur, dan mereka berdua maksa mau ikut "
" ea nggak apa² dek, pasti adek kecapean ea, maafin kakak ea.."
suasananya sedikit canggung gue mencoba melirik ke arah Vito, gue lihat sepertinya dia sangat tidak senang dengan kehadiran Alvin ditambah lage saat Alvin memberikan perhatian ke gue..
" Vinny udah makan belom..?? mau makan apa nanti gue cariin " kata alvin
" nggak usah pak Al, gue masih kenyang "
" harus banyak makan biar cepet sehat lage "
__ADS_1
" ea makasih " kataku, gue lihat Vito udah menggenggam tangannya sepertinya dia sudah sangat emosi, kemudian dia bangun dan langsung meninggalkan ruangan ini, syukurlah pikirku dia tidak membuat keributan disini..
" Vinny tadi pacar lo ea ?? tanya alvin
" bukan cuma mantan " kataku datar
" maaf gue nggak lihat dia tadi karena terlalu fokus ma lo.. hehe, tali nggak apa² lah dia kan cuma mantan jadi gue ada kesempatan."
" jangan mulai deh vin, dek bisa anter kakak pulang nggak ?? kataku ke selly..
" bisa kog kak "..
kemudian gue bergegas bersiap² diri untuk pulang, kebetulan selly udah bawain gue baju ganti pakai bajunya..
" dek mampir administrasi dulu ea...??" kataku ke selly
akhirnya gue menuju ke administrasi untuk membayar biaya rawat gue, tapi setelah disana, ternyata biaya rumah sakitnya sudah lunas alias sudah dibayar..
ea mungkin vito yang udah bayar, pikirku, bagus lah gue disini kan juga karena perbuatan dia..
sesampainya diparkir gue lihat vito dia berlari kecil nyamperin gue..
" Vinny biar gue anter pulang ea ??" katanya
" makasih tapi nggak usah gue pulang ma mereka aja " kataku ketus masuh nggak mau melihat wajahnya
" Vin.." belom sampai dia ngomong gue langsung ngomong duluan memotong omongan dia..
" Vito tolooong gue capek " kataku melaluinya lalu masuk ke mobil pak robin termasuk Alvin juga..
gue nggak sanggup untuk menoleh sekedar melihat ekspresi Vito saat ini..
" pak robin makasih ea udah mau direpotin.."
" santai aja kak vinny "
" ciiiih apaan lebih tua lo "
" tapi kan gue pacar nya adek kak vinny " katanya berusaha membuatku tersenyum..
" ealah " kataku datar..
gue udah nggak punya kemampuan lage untuk sekedar tersenyum..
__ADS_1