
hari ini gue harus kerja, tapi rasanya sangat malas pergi ke kantor, hatiku saat ini sedang tidak bersahabat, bagaimana mungkin gue hamil tanpa menikah, apa yang harus gue katakan ke orang² khusus nya orang tuaku kalo mereka tau hal ini...
hatiku bener² hancur memikirkan ini semua, ini lah buah dari dosa yang harus ku tanggung..
hampir semalaman ini gue nggak bisa tidur memikirkan keadaan ku saat ini, tapi hatiku sedikit tenang karena vito mau bertanggung jawab...
ku dengar bunyi klakson, ku lihat dari jendela, itu vito menjemputku untuk berangkat kerja...
gue langsung keluar dari kamar dan menuju masuk ke mobil vito..
"pagi sayank" kata vito mengecup keningku
"jadi apa rencanamu atas kehamilanku vito" tanyaku tanpa basa basi
"eemmh sayank tenang saja gue udah memikirkannya, nanti malam gue bakalan kerumah sayang minta ijin menikahi sayank"
"tapi nggak bakalan semudah itu"
"sayank tenang ajha sebisa mungkin gue bakalan turutin apa pun permintaan dari keluarga sayank"
" nggak bakalan ada permintaan macem² gue juga bakalan usahain itu"
nggak terasa ternyata gue udah sampai di depan kantor..
" sayank nanti pulang gue jemput ea.."
"ok sayank" kataku kemudian langsung turun dan masuk ke kantor..
gue bener² nggak bisa berkonsentrasi hari ini, udah berapa kali gue mengulang mengetik laporan yang sama tapi selalu salah... ayolaah ini tanggung jawab yang harus lo selesain pikir gue..
"doooooorrrr" selly mengagetkanku
"adek ngagetin ajha" kataku singkat
"kakak hari ini kenapa kog keg nya lage ada masalah..??"
"ea kakak lage sedikit pusing dek"
"ada apa kak cerita donk siapa tau gue bisa bantu"
"nanti kakak cerita kalo kakak dah siap"
"ok kapanpun gue bakalan selalu ada buat kakak" katanya memelukku..
akhirnya hari ini selesai juga pikirku, gue sengaja pulang dengan cepet hari ini, vito pulang jam 5 sekarang masih jam 3, gue ngajak selly temenin gue nongkrong ditaman rasanya akan lebih tenang sambil makan es cream diasana..
gue dan selly beranjak keluar dari kantor tiba tiba ada yang memanggilku..
" Vinny tunggu "Dina memanggilku
" hei dina ada apa ??" jawabku tersenyum padanya
__ADS_1
" mau kemana gue boleh ikut nggak ??"
" boleh donk ayok " kataku memegang tangannya
kemudian kita pergi bertiga berjalan kaki, menuju taman terdekat..
" Vinny sebenarnya gue mau ngomong ma lo" kata Dina ditengah perjalanan
" ea ada apa Dina ngomong ajha" kataku
" gue balikan lage ma pacar gue, gue memutuskan untuk menjadi simpanannya, gue tau lo bakalan benci sama gue, gue wmang orang yang bodoh, tapi gue udah ketergantungan dengannya"
" gue udah tau kog, dan gue nggak ada masalah dalam hal itu, lo selamanya akan jadi temen gue, apapun itu kalo menurut lo baek lakuin aja, tapi lo juga harus tau betul seperti apa resikonya menjadi simpanan orang" kataku
" ea gue tau bahkan selamanya gue nggak bakalan memiliki status, tapi saat ini gue cuma butuh dia, perlahan² gue akan berusaha lepas dari dia.."
" ea itu lebih bagus kalo lo punya pikiran seperti itu, gue yakin lo bisa"..
" Vinny sebenarnya cuma itu yang mau gue bilang dan terima kasih masih mau menjadi temen gue, gue pulang duluan ea.."
" nggak bareng aja nanti"
" nggak gue masih ada urusan"
" ok lah kalo begitu hati² di jalan"
" Dek beli es cream donk kakak mau rasa vanila ea " kataku ke selly
" ok kak" selly pun pergi membeli es cream tiba² tefonku berbunyi, gue lihat ternyata tante yang nelfon, gue langsung angkat telfonnya
" hallo tante ada apa?"
" lage dimana ?"
" ditaman deket perusahaan "
" sama siapa ??"
" sama selly, emang nya ada tan..?" tanyaku penasaran
" jauhi vito jangan pulang dengannya putuskan hubungan kalian "
deg.. deg.. deg..
jantungku berdetak tidak beraturan apa yang terjadi pikirku, bukankah selama ini tante yang selalu mendukungku dengan vito
" kena..pa..??" tanyaku gemetar
" dia sudah berkeluarga, dia memiliki istri dan anak"
__ADS_1
" apaaaa??" kataku gemetar, tidak terasa air mataku mulai bercucuran..
" om mu baru dapet informasi ini setelah menyelidikinya, sms aja dia suruh datang kerumah malam ini, tapi vinny jangan pulang dengannya"
" iyaa " cuma itu yang mampu keluar dari bibirku saat ini..
tuhaaaaan apa ini... inikah hukuman yang gue dapat atas dosa²ku kenapa cuma gue yang dihukum, darah ku seakan makin cepat mengaliri seluruh tubuhku, hingga rasanya gue bisa merasakan rasa panas mengalir dikepalaku, sekelilingku srrasa berputar, keringat bercucuran, gue sudah bener² hancur sehancur² nya tidak ada lage yang tersisa dalam hidupku..
bagaimana mungkin gue hamil dari suami orang lain..
" kakak kenapa ??" selly datang dengan es cream ditangannya, dan sangat kaget melihatku sudah sangat terpuruk..
gue tak bergeming hanya makin menundukkan pandangan ku menangis sejadi²nya, bahkan sekarang perutku pun mulai terasa sakit sangat sakit..
"kakak, kakak kenapa, kak jangan bikin selly takut" kata selly gemetaran memelukku
" selly pesan taxi antar kakak ke Rumah sakit, perut kakak sangat sakit, cepat "
dengan cepat selly memesan taxi online nggak lama kemudian taxi tersebut datang dan menolong memapahku naek kemobilnya...
" kak apa perlu selly nelfon tante kakak ??"
" jangan kakak nggak mau tante tau keadaan kakak sekarang "
" sebenarnya apa yang terjadi sama kakak, oea selly telfon pacar kakak ea"
" jangan kalo adek takut, nantis sampai rumah sakit boleh langsung pulang"
" selly nggak takut dan nggak mungkin ninggalin kakak, selly cuma yakut kakak kenapa².."
Hp ku berbunyi hati tambah sakit melihat nama yang tertera di layar telfonku my love ea itu vito yang menelfonku mungkin sekarang dia udah pulang kerja dan ingin menjemputku..
apa yang lo lakuin vito apa salah gue, bukankah selama ini gue selalu mencintaimu inikah balasan yang lo kasih ke gue...
bagaimana mungkin lo bisa dengan tenang tidur denganku saat istri dan anakmu menunggu kedatanganmu...
bagaimana mungkin lo sekejam itu, dibalik wajah tampan dan lembutmu, bagaimana mungkin lo bersikap sangat tenang saat kau membohongiku..
begitu banyak pertanyaan terngiang dikepalaku, hingga rasanya kepalanya terasa sesak berat seperti mau pecah...
bagaimana gue harus hidup kedepannya, bagaimana dengan kehamilanku saat ini, anak ini tidak bersalah, gue lah yang salah, karena telah terbuai dengan cinta palsu ini..
tidak kah ini terlalu sadis untukku... gue hanya mencintai dan ini yang gue dapat.. apa yang salah dengan cintaku.. tidakkah dia berfikir dia telah menghancurkan hidupku, bagaimana mungkin dia memiliki hati dan pikiran saat dia dengan tega mengkhianati istri nya sendiri...
hatiku semakin sakit, saat dia tidak berhenti menelfon dan mengiri gue chat menanyakan gue lage dimana, kenapa nggak angkat telfon, kenapa nggak bales, apa dia ada salah dan sebagainya..
apa dia bilang apa dia ada salah, bukankah dia terlalu munafik menganggap dia tu begitu suci tanpa dosa..
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
__ADS_1