
hari hariku mulai berjalan penuh warna semenjak Alvin pindah sekantor denganku, gue tau dia punya perasaan lebih ke gue tapi gue cuma menganggap nya teman tidak lebih, bahkan bukan punya dia gue juga lage dekat dengan staff baru dikantorku namanya Dion..
entah mengapa gue mulai menikmati ini dan kehadiran mereka mampu menghapuskan cerita masalaluku yang menyedihkan..
bahkan satu persatu staff cowok disini mulai mendekatiku, tapi gue tetap cuek hanya pada beberapa orang saja gue mau bicara, mungkin mereka cuma penasaran saja ma gue...
cuma dalam hitungan 3 bulan setelah kepergian Vito gue bener² sudah menjadi sosok baru dalam hidup gue, bahkan dikantor ini banyak cewek² yang ngecap gue sebagai playgirl, entah apa yang nereka pikirkan padahal gue juga nggak ada pacaran ma cowok² disini selama ini..
terdengar suara telfon terdengar gue angkat ternyata Dion yang nenelfon
* hallo vinny nanti pulang sama gue ea kita pergi dinner *
* makan dimana ?? harus enak ea kalo nggak gue nggak mau *
* tenang saja katanya ini tempatnya recomended deh *
* okelaah * kata gue lalu menutup telfon
setelah beberapa jam berlalu kerjaan gue siap tepat jam 19:00 akhir² ini kita memang sering lembur karena memang banyaknya pekerjaan..
tiba² seseorang menarik tanganku dan merangkul pinggangku sambil menutup mulutku karena gue sedikit teriak karena kaget..
" Alvin lo ngagetin gue tau nggak, lepasin ini kantor nanti ada yang lihat "
" biarin ada yang lihat biar mereka nggak ada yang deketin lo lage "
" jangan keg anak² deh "
" gue cemburu, gue dengar lo bakalan dinner ma dion"
" haha.. apa an sih gue ma Dion cuma temenan doank nggak lebih, lo masih temen gue yang spesial " kata gue membujuknya
" kalo dia ungkapin perasaannya ma lo gimana ??"
" nggak bakalan "
" gue tau, gue bisa lihat tatapan dia ke lo, dia suka ma lo "
" tapi gue cuma menganggap nya temen "
" lo juga gitu ke gue nggak pernah ngasih gue ke jelasan "
" ea udah ayok ikut kalo lo mau "
" iikh ogah males gue harus makan bareng ma dia "
" kalo gitu ea udah lepas gue dia dah nunggu didepan "
Alvin bukannya melepasku malah mencium bibir gue,ea selama ini meskipun kita nggak ada hubungan apapun kita sudah sering melakukan ciuman seperti saat ini dan gue menikmati itu..
" jangan lakukan ini dengan orang lain gue nggak rela " katanya melepas ciumannya
gue cuma tersenyum menanggapinya
" ea udah gue berangkat dulu, yakin nggak mau ikut ??" tanyaku
dia cuma menggeleng dengan wajah kesalnya..
" hei beb jangan kesal dong nanti tampannya ilang gue nggak mau lagi " kata gue lalu mencium pipinya dan meninggalkannya
__ADS_1
sesampainya diluar kantor benar saja Dion sudah menunggu gue dipinggir jalan depan kantor..
" hai lama ea nunggunya " kata gue masuk kemobil nya
" nggak kog, mau nggak datang² semalamanpun gue tungguin "
" jangan bodoh yuk jalan gue dah laper "
Dion pun melajukan mobilnya dengan santai, nggak sengaja gue lihat dari spion mobil sepertinya ada mobil Alvin mengikuti dari belakang, gue tersenyum melihatnya
diajak nggak mau tapi malah ngikutin diam² pikirku..
" kog senyum² sendiri pasti inget pacar ea ??" kata Dion mengejekku
" hahha.. kalo gue ada pacar yakin lo nggak takut ngajak gue dinner berdua aja "
" untuk Vinny jangankan pacar bapak mertua pun akan gue hadapi "
" azeeeek " kataku kemudian kita tertawa bareng..
kulihat kita mulai memasuki area pantai suasananya sepi, tapi diujung sana ada restoran mengapung diatas air laut lumayan ramai suasana cukup romantis dengan lampu sedikit penerangan, angin sepoi² terhalang bukit, mungkin kalau nggak ada bukit makan di restoran mengapung ne bukannya bencana, diayun² ombak.. hehe
kita pun turun dari mobil dan langsung diarahkan ketempat duduk yang kosing oleh pelayan disini..
" gimana bagus kan tempatnya ??"
" bagus, suka tempatnya makanannya pun pasti masih segar " kataku lalu nggak sengaja melihat ke pintu masuk dan melihat Alvin..
ya ampuuun ne anak beneran ngikutin gue sampai sini..
" itu kan pak Alvin kan ??" kata Dion
" panggil aja makan bareng kita, bukannya dia juga deket ma lo, pasti dia kesini tadi sengaja ngikutin lo "
" hehe.. nggak usah kan kita mau dinner berdua aja " kataku kikuk
" nggak apa² kog, lebih rame lebih seru "
" ea terserah lo aja selama lo nggak merasa terganggu "
kemudian Dion memanggil Alvin dan melambaikan tangannya..
" hai kalian disini juga ?" kata Alvin senyum²
" iya pak Alvin mau makan juga iya, bareng aja " kata Dion
" nggak usah gue nggak mau ganggu "
" nggak kog santai aja "
" ok kalo lo nggak keneratan " kata Alvin duduk disampingku
inikan yang lo mau gerutuku dalam hati..
lalu gue ambil hp gue buat chat si Alvin
* tadi diajak nggak mau nggak taunya ngikutin diam²..* kataku lalu mengirimnya
lalu hp nya berdering dan melihatnya, dia tersenyum membacanya..
__ADS_1
*mana mungkin gue biarin bebeb gue jalan ma cowok lain* katanya mengirim balasan padaku, gue hanya menggeleng membacanya..
nggak lama kemudian makanan pesanan kuta datang kita pesan seafood porsi besar..
kita bertiga sangat menikmati makanan malam ini, hingga habis tak tersisa diatas meja..
" ya ampuuun ini beneran enak " kataku merasa sangat kenyang
" nggak nyesel kan gue bawak kesini " kata Dion
" ea makasiii Dion udah bawak gue makan enak malam ini " kataku tersenyum pada Dion, Alvin melirik nggak senang melihatku..
" sebenarnya hubungan kalian apa sih, kata orang² dikantor kalian pacaran ea " kata Dion bertanya padaku dan Alvin..
" nggak dia bukan pacar gue tapi calon Istri, jadi lo jangan macem².." kata Alvin cetus
" jangan kan cuma calon istri dah nikah pun gue tunggu jandanya " kata Dion membalas Alvin..
" sudah cukup kalo berantem gue cari cowok lain ajha disini buat nganterin gue pulang" kataku menyudahi perselisihan mereka sebelum menjadi²..
merekapun langsung diam menurut..
" Vinny pulangnya biar gue anter ea ??" kata Alvin
" maaf ea Vin tapi kan gue tadi kesini sama Dion hafi pulangnya juga sama dia " kataku
" ealah gue juga nggak berhak " katanya bangun dari tempat duduk dan langsung pergi ninggalin gue dan Dion
gue yang melihat merasa nggak enak, gimana kalo dia beneran ngambek ke gue pikirku..
" Vinny kalo lo mau pulang sama pak Alvin nggak apa² kog.." kata Dion
" maksud lo, lo nggak mau anterin gue pulang ??"
" bukan gitu, tapii "
" nggak ada tapi² ayok pulang " kata gue menarik tangan Dion
dan Kita pun pulang kita hanya terdiam didalam mobil, sebenarnya gue kepikiran Alvin, ea selama ini gue cuma menganggap dia teman tapi gue juga merasa sayang sama dia, cuma gue nggak mau lebih jauh tentang hubungan ini takut sakit hati lage..
" Vinny sebenarnya lo suka kan ma pak Alvin, seharusnya lo junur ke lerasaan lo sendiri, gue sebagaintemen dan orang yang suka ma lo, gue harap lo bisa bahagia dengan orang yang lo sayang, jangan terus²an mengabaikan perasaan lo, nanti kalo dia pergi lo bakalan nyesel" kata Dion panjang lebar
" kalo dia pergi berarti dia bukan untuk gue " jawabku..
__ADS_1