CintaMu Sadis

CintaMu Sadis
Tentang Dina


__ADS_3

hari ini hari kedua Dina nggak masuk kerja tanpa alasan yang jelas, gue coba menghubungi tapi nomernya nggak aktif, gue agak khawatir gimanapun Dina adalah orang pertama yang gue kenal dan deket ma gue di kota ini ...



gue sengaja pulang cepat dari tempat kerja hari ini, gue mau nyamperin Dina kekontrakannya, gue ngabarin vito hari ini gue pulang duluan jadi nggak perlu jemput, karena vito hari ini katanya harus lembur..



gue sampai dirumah Dina, gue ketuk pintunya nggak ada jawaban, kemudian ada tetangga yang keluar mungkin merasa terganggu karna gue ketuk pintunya kenceng..



"maaf dek cari Dina ea?" katanya



"eh iya bu, masf ea bu berisik ea ?"



"gak apa², ibu juga dah dua hari ini nggak lihat Dina keluar rumah, terakgir kemaren ada ribut², keg nya berantem dek"



"oowh gitu ea bu, ea udah makasih ea bu" kataku..



gue semakin khawatir, gue coba buka pintunya ternyata nggak dikunci, kenapa nggak dari tadi gue bukak pikirku..



gue masuk dan gue sangat kaget dengan apa yang gue lihat, isi rumah berantakan, sisa botol minuman, dan rokok, berserak dimana mana..


ya tuhaaan apa yang terjadi dengannya pikirku.. lalu gue menuju kamarnya mencari Dina, gue sangat syok liat keadaan dia, dia udah nggak ada beda nya keg orang gila, terlihat dia sangat frustasi, dia duduk disamping ranjangnya sambil memeluk kedua kakinya, wajahnya sangat pucat, dan matanya hitam..



" Dinaaa apa yang terjadi ?" kataku memeluknya, dia memelukku sangat erat dan mulai menangis sejadi jadinya..



"sudah sudah jangan keg gini lihatlah dirimu sekarang gimana kalo orang tua lo tau anak kesayangannya jadi keg gini" kemudian dia melepas pelukanku dan mulai berusaha menenangkan dirinya..


gue beranjak mengambilkan dia minum, biar dia bisa lebih tenang..



" udah makan belom ?" tanyaku, dia cuma menggeleng menjawabku



"ea udah gue pesankan makanan, gue bantu beresin rumah lo" kataku, ketika gue mau bangun, dia menahan tangan ku..



"tunggu Vinny disini aja dulu temenin gue"



"ok gue nggak kemana², apa yang terjadi, cerita ma gue, sekalipun gue nggak bisa bantu, mungkin dengan berbagi lo bisa sedikit tenang" kataku



lalu kudengar bunyi ketokan pintu..



"tunggu dulu itu sepertinya makanan dah datang gue ambil dulu ea"..


kataku lalu, ku ambil makanan tersebut dan memberikannya ke Dina


"makanlah"


tapi dina menggeleng


" lo harus makan, habis tu baru gue mau dengerin cerita lo" kataku memaksa



dan Dina pun makan dengan terpaksa tapi air matanya tidak berhenti mengalir, gue sangat kasian melihatnya sebenarnya apa yang telah terjadi sama anak ini..



dina tidak menghabiskan makanannya katanya rasa nya pahit, gue membiarkannya yang penting dia dah makan meskipun cuma beberapa suap


__ADS_1


" Vinny pacar gue mau menikah ma cewek lain" katanya padaku tangisnya mulai pecah lage..


gue sangat kaget mendengarnya tapi gue berusaha tenang takut dia tambah terpukul..



"lo tau dari siapa ? mungkin dia bercanda aja mau ngerjain lo doank" kataku mencoba menenangkannya



"lo liat ajha tu diatas kasurku kertas yang gue robek².."



lalu gue punguti robekan kertas² itu dan gue satuin, ternyata itu adalah undangan pernikahan dan tertera gambar pacarnya dina dengan cewek lain..



" dia yang memberiku ini sendiri Vinny, kenapa dia sangat jahat padaku vinny, padahal kita pacaran udah lima tahun lebih, kalo gue yang minta di nikahin dia selalu banyak alasan, ternyata dia memang tidak pernah berniat nikahin gue vinny " katanya semakin menjadi² menangis,,,


gue bingung bagaimana cara menenangkannya, gue nggak bisa bayangin kalo gue yang diposisi dia, gue cuma bisa terdiam memeluknya berusaha mengurangi bebannya..



"lo tau kan vinny apapun udah gue berikan buat dia, nngak ada lage yang tersisa dari diriku vinny, gue udah hancur sangat hancur, bahkan gue udah pernah aborsi karena dia, udah nggak terhitung selama lima tahin ini gue bercinta dengannya, gue mau mati aja vinny"



"Dina tenangkan dirimu, udah cukup lo nangisin cowok brengsek itu, lo berharga, masih banyak orang yang sayang ma lo, terutama orang tua lo, bayangkan jika dia tau anaknya terpuruk aeperti ini, gimana perasaannya vinny.."



"tapi gue tidak ingin hidup lage vinny hati gue sangat sakit, lebih sakit lage saat dia bilang kalo dia nggak bakalan putusin gue, gue mau dia jadiin simpanannya vin"



apaaaa gue nggak habis pikir bagaimana mungkin ada orang yang sangat menjijikkan seperti dia, tidakkah dia berpikir kalo ini terjadi ke adek atau kakak perempuannya..



"Dina dengarkan gue sekarang, lo ingin mati cuma karna cowok nggak punya hati sepertinya, lo bisa mati untuk dia mulai sekarang, dan hiduplah untuk orang² disekitar lo yang sayang sama lo, hiduplah untuk mereka, cowok itu nggak pantas lo tangisi, bagaimana mungkin lo bisa segila ini hanya karna cinta yang nggak bisa lo miliki, kita hidup bukan cuma untuk itu kan, tunjukkan ke cowok brengsek itu, bahwa lo juga bisa bahagia meskipun tanpa dia, buat dia menyesal telah membiatmu seperti ini" kataku mulai meneteskan air mata juga, karna nggak tega melihat temanku seperti ini..



lalu tefonku berdering dan gue liat ternyata dari vito, gue mengangkat telfonku dan agak menjauh dari dina, gue takut kalo dia dengar gue telfonan ma pacar gue, dina tambah hancur karna baru ditinggal pacarnya..




" lage dirumah Dina sayank, dia lage sakit "



" pulang jam berapa ?"



"bentar lage pulang sayank"



"mampir rumah donk sayank kangen"



"udah jam enam sayank"



"bentar ajha pleeassss sayaank"



"ok tapi bentar aja ea"



"ea gue jemput sekarang ea kesitu"



"oke" kataku lalu menutup telfon.. kemudian gue pamitan ke dina, dia udah nampak lebih tenang sekarang



"Dina gue pamit ya dah mau malem"

__ADS_1



"iya makasih ea vin udah mau dengerin curhatan gue, dah care ma gue"



"kapan pun lo butuh temen curhat panggil ajha gue" lalu dia memelukku dan gue pun pamit karna vito udah nungguin gue didepan..





🖤🖤🖤🖤🖤🖤




"sayank cepet bnget datangnya" kataku ke vito



"ea soalnya kangen berat, tadi gue nelfon dah deket sini, karna tdi sayank bilang mau ke rumah dina, dan gue beruntung sayank belom pulang jadi bisa ketemu sayank"



"kan bisa datang kerumah"



"nggak enak kalo dirumah sayang nggak bisa peluk² sayank.."



nggak lama kemudian kita udah sampai dirumah vito, kawasan di rumah vito emang selalu sepi seperti biasa, kata dia tetangganya emang pada jarang dirumah tau mungkin emang dia yang nggak pernah nampak..



sesampainya didalam rumah vito langsung menarikku ke kursi diruangan tamu dan mengecup bibirku dengan sangat rakus lamaa sekali, hingga nafasku ter engah²..



"sayank jangan keg gini gue sesak tau, lagean gue belom mandi ne badan asem"



"enggak kog harum, gue kangen sayank"



"kan tiap hari ketemu"



"tapi kan nggak bisa peluk².."



"sayang tau nggak Dina ditinggal nikah ma pacarnya, kasian banget ea sayank, gue nggak bisa bayangin kalo itu terjadi ma gue"



"nggak usah mikir yang macem² sayank" jawabnya singkat lalu menciumku kembali












__ADS_1


__ADS_2