Citra Dan Putri

Citra Dan Putri
episode 18


__ADS_3

Diara sangat hancur sesampainya dia, di rumah sakit hanya kabar duka yang Ia terima dari dokter tapi tidak dengan penyebab utama kematian sang suami seakan kematian suaminya di rahasiakan oleh pihak Rumah sakit .


" Maaf Bu.... suami ibu tidak bisa selamatkan"kata dokter tenang.


" tidak Mukin dokter ,dokter bohong kan sama saya tidak.. mungkin suami saya tege meninggalkan saya,dan Anak kami begitu saja padahal dia baik-baik saja dokter?" kata Diara marah


" Suami ibu meninggal karena serangan jantung yang mendadak di jalan, hingga Ia dibawa ke RS kami sayang nyawa beliau tidak bisa kami selamatkan " kata dokter bohong.


" kalau begitu saya ingin melihat wajah suami saya untuk terakhir kalinya dokter"kata Diara tegasnya.


Dokter sangat takut,dan gugup saat Diara mau membuka pintu kamar jenazah tapi dokter segerah mencegah Diara untuk membuka pintu itu kamar jenazah dan , memberikan alasan agar Diara tidak melihat jenazah suaminya di kamar mayat tersebut.


" maaf ibu tidak bisa melihatnya karena kami sudah merapikan jenazah suami ibu, itu peraturan dari Rumah sakit orang yang meninggal di RS kami jenazah Nya akan di urus oleh rumah sakit kami agar keluarga tidak report, karena itu ibu bisa membawanya segera di makamkan .


" itu sama saja Rumah sakit ini mencegah saya untuk melihat keadaan mayatnya suami saya ada yang salah atau tidak." kata diara tidak percaya.

__ADS_1


"Maaf Bu kami hanya menjalankan perintah " kata dokter


" Saya makin curiga dengan rumah sakit ini, pasti ada yang rumah sakit ini sembunyikan dari saya,itu pasti penyebab kematian suami saya akan mencari tahu penyebab kematian suamiku dan kalian akan menyesali atas segala ke bohong kalian akan ku pastikan hidup kalian sengsara karena kalian menutupi ke benara atas kemati suami saya suatu saat nanti." kata Diara murkah pergi dari tempat itu.


Dokter itu sangat ketakutan dengan perkataan Diara barusan seakan memancarkan ke benci pada sang dokter.


tidak mau untuk memikirkan lagi masalah ini dokter itu berniat pergi ke orang yang menyuruh dia untuk berbohong ke pada keluarga pasien untuk meminta bayaran yang tinggi agar hidup lebih kaya, bukan hanya itu dokter itu juga akan meminta naik jabatan di rumah sakit ini.


Diara sebenarnya belum terlalu jauh pergi dari tempat itu , Saat Ia menengok ke belakangnya untuk melihat dokter sebelum pergi dari tempat itu dia melihat dokter sedang telpon dengan seorang untuk bertemu dokter itu sangat bahagia setelah mematikan telepon orang itu hingga membuat Diara penasaran dengan siapa dokter itu ngajak bertemu hingga Diara memutuskan untuk mengikuti dokter itu.


Diara terus mengikuti dokter itu dari jarak jauh agar Ia tidak ketahuan mengikuti dokter yang Diara curigai akan bertemu dengan orang yang menyuruh untuk merasiakan penyebab kemati Nino.


dokter itu tidak curiga sama sekali kalau dia lagi di ikuti oleh seseorang di belakang nya sampailah dokter itu ketaman tempat dokter janjian untuk bertemu dengan seorang.


terlihat seorang wanita yang cantik , dan penampilannya seperti orang kaya dilihat dari barang-barang yang melekat di seluruh badannya, dia langsung menerkam amplop coklat yang isinya uang yang begitu banyak terlihat dari tebalnya amplop itu, dokter sangat senang menerimanya .

__ADS_1


" INI uang yang dokter minta dari saya ! saya harap tidak ada masalah kedepannya dan ingat dokter anda harus tutup mulut jangan sampai keluarga saya tahu masalah ini." kata orang itu.


" Baik tapi bagaimana dengan keluarga nya?" kata dokter.


" Biarkan itu menjadi urusan saya , sudah sanah nanti ada yang curiga !" kata orang itu.


Diara mendengar semua pembicaraan mereka dari balik pohon yang besar yang tidak jauh dari mereka bicara Ia menahan diri agar tidak menghajar dokter yang telah membohongi dirinya penyebab kematian Nino


Diara sangat marah mengapa seseorang dokter yang seharusnya membatu nya untuk melawan wanita itu , agar Ia dapat keadilan untuk suaminya.


dokter itu pun pergi dari tempat itu tidak lama wanita itu pun ikut pergi , tinggallah Diara di tempat persembunyian untuk mendengarkan mereka bicara air mata yang terus-menerus mengalir di kelopak matanya.


"Ia sadar bahwa dia harus kuat demi anaknya, yang hanya memiliki Ia seorang ,dan menurut keadilan untuk suaminya bagaimana pun caranya dia harus mendapatkan keadilan untuk suaminya" kata Diara dalam hati.


**Salam manis dari ku 😙😚😙***

__ADS_1


__ADS_2