
Reno sangat senang melihat Diara sudah siuman, lalu duduk dekat Diara yang sedang terbaring sambil mencium seluruh wajahnya. Reno tidak merasa Canggu, atau malu lagi karena Ia berpikir Citra pasti akan merestui hubungan mereka karena Citra tidak ada pilihan lain .
" Kamu sudah siuman , kamu mau makan apa.?"kata Reno antusias.
"Tidak..... terima kasih."kata Diara lemas.
"Kamu harus makan , karena kamu tidak sendirian lagi.!"kata Reno tegas
Reno mengelus perut Diara yang terlihat sedikit lebih .Diara melihat perlakuan Reno pada nya ,merasa bingung apa lagi saat Reno mengusapkan kata yang membuat Ia, merasa bahagia, atau takut.
" Terima kasih kamu ,kamu menjadikan aku seorang ayah lagi ."kata Reno bahagia.
Reno menatap Diara penuh dengan bahagia, sampai bergayalah saat Ia hidup bahagia bersama Diara, dan anak-anak nya kelak.
Tidak terasa air matanya Diara begitu saja meluncur dari kelopak matanya,Ia tidak tahu itu air mata bahagia karena Ia akan memiliki anak lagi. Atau air mata kesedihan karena anak yang Ia kandung bukan lah anak suaminya karena Diara tahu betul kalau yang dikandung nya bukanlah anak suaminya yang belum lama meninggal.
Diara sangat takut dengan seratus anak nya Ia kandung , orang-orang akan menayangkan
seratus anak nya nanti.
__ADS_1
Citra melihat kehuatiran ibu kandungnya Diara ,Ia mencoba untuk menenangkan kegelisahan hati diara seakan citar merasakan kecemasan yang dirasa kan oleh ibu yang melahirkan nya, mungkin itu yang dinamakan ikatan batin seorang anak kepada orang tuanya.
Citra langsung memeluk Diara ,dan memberi kekuatan untuk Diara. Seketika Diara berhenti mengeluarkan air matanya ,lalu Diara menatap Citra yang memeluk nya penuh kasih sayang yang tidak pernah Ia dapatkan dari putri .
"Tenang saja pasti papi akan mencari selusi untuk masalah ini.?"kata Citra lembut
"Citra percaya papi akan melindungi tante ."kata Citra lagi.
Diara yang mendengar kata Citra menjadi tenang dan tidak kuhtir lagi.Sedang Reno salut dengan anak yang bicara bijak kepada Diara hingga membuat Diara tenang.
"Terima kasih"kata Diara sedih.
Reno tidak pernah merasakan ke hangat seperti ini sejak kecil sampai dewasa.baru kali ini Reno merasakan kehangatan yang namanya sebuah keluarga dari Diara, yang bukan istrinya .
Ke hangat mereka harus terganggu dengan suara perutnya citra yang berbunyi hingga membuat Reno , Diara mertertawa kan suara perutnya Citra.
" rupanya anak papi sudah lapar yah"kata Reno lembut
" itu bukan Sura perut Citra ko, mungkin itu Sura perut nya Tante Diara yang laper kan tante.?"kata Citra memelas
__ADS_1
"mungkin Dede di perutnya tante Diara lapre .?"kata Citra lagi
"jangan kamu bawa-bawa adik didalam perut tante Diara deh , bilang ajah kamu yang laper."kata Reno lembut
Citra yang merasa malu dengan bunyi perutnya sendiri pen langsung memeluk Diara.
"Tante bilang ke papi jangan meledek ku terus.?"kata Citra cemberut.
"Sudah Jang meledek anak terus pak.!"kata Diara tegas.
"yah sudah aku tidak akan meledek , ayo Kita makan dekati karena udah ada yang laper."! kata Reno meledek.
"papiiiiiiiii......." kata Citra cemberut .
Reno mengajak Citra, Diara untuk makan malam mereka yang sudah di sediakan oleh pelayan sejak tadi.
Mereka makan dengan penuh kehangatan yang tidak pernah citra rasakan saat makan di rumah bersama mami nya.
**Salam manis dari ku 😚😗*
__ADS_1