
Diara terbangun dari tidurnya karena wajah nya terkena matahari yang menyilaukan, perut nya terasa berat seperti ada tangan yang memeluk .
Diara melihat tangan siapa yang memeluk nya semalam, Ia pandangi wajah Citra yang sangat manis itu di belai wajah Citra yang sedang tertidur pulas.
Diara teringat kejadian semalam, saat dirinya menjadi rebutan ayah dan anak yang tidak mau mengalah satu sama lainnya.
Diman Diara lah yang harus turun tangan sendiri, jika Diara tidak turun tangan akan dipastikan mereka tidak akan bisa tidur tepat waktu.
" Apa benar kamu anak tante.?" kata Diara sedih.
Citra merasa tidurnya terusik dengan sebuah tangan ,yang membelai lembut wajah nya. Citra terbangun dari tidurnya yang yeyak.
" Lima menit lagi.!"kata Citra dengan mata yang masih tertutup.
Diara termenung dengan ekspresi Citra saat bangun tidur, ekspresi itu sangat mirip dengan Reno kalu bangu tidur tidak terasa air mata nya keluar begitu saja tanpa Ia sadari.
Citra membuka matanya karena wajah nya terkena air mata Diara. Citra melihat ibu kandungnya menangis segerah bangun dari tidurnya dan menghapus air mata Diara.
" Kenapa Tante nangis.?"kata Citra menghapus air mata Diara.
"Tante tidak suka, Citra tidur sama tante.? kata Citra lagi.
Diara segera menggeleng cepat" Tidak sayang ."kata Diara mengelus kepala Citra.
"Jangan panggil tante , panggil ibu seperti putri memanggil ibu." kata Diara mencium kening Citra.
Citra sangat senang dengan permintaan ibu kandungnya , itu permintaan yang sangat berarti untuk nya yang berarti ibu kandungnya menerima nya sebagai anaknya.
Citra memeluk erat tubuh Diara sambil menangis bahagia, begitu pula dengan Diara membalas pelukan Citra dengan perasaan terharu karena mendapatkan pelukan sehangat ini yang tidak pernah Ia dapatkan dari putri.
__ADS_1
" I..ibu terima kasih ibu mau menerima Citra hiss ....hissss." kata Citra menangis bahagia.
" Seharusnya ibu yang terimakasih , karena Citra mau menerima ibu sebagai ibu kandungnya Citra.!" kata Diara tegas.
mereka saling berpelukan penuh kasih sayang , ibu dan anak itu mencurahkan kepedihan hati dengan dengan pelukan mereka tidak tahu bagaimana nasibnya mereka berdua hari esok.
Diara mencium seluruh wajahnya Citra .Reno melihat semua yang dilakukan oleh dua wanita yang sangat Ia cintai, memang Reno sangat terlihat egois karena dia mencintai orang yang seharusnya tidak Ia cinta.
Seharusnya Reno mencintai istri dan anak kandungnya tapi malah Ia mencintai wanita lain ,dan malah menyayangi yang bukan anak kandungnya.
Reno masuk kedalam kamar .Reno mendekat keranjang Diman Citra, Diara sedang berpelukan dengan hangat Reno terus mendekati ke arah mereka berdua kini Reno berada dekat sebelah dengan Citra.
" Enak...yah pelukan tidak ngajak-ngajak ."kata Reno pura-pura sedih.
Diara, Citra langsung menoleh ke arah Reno , mereka berdua melihat Reno memasang wajah yang cemberut . Membuat ibu dan anak seketika tertawa melihat wajah Reno yang terlihat lucu, sekaligus mengenaskan.
Mereka berdua seakan lupa habis nangis tadi.Citra melihat ekspresi wajah papinya yang pura-pura merajuk menjadi senang karena selama ini yang Citra kenali papinya seorang pria yang tegas,wibawa,dan kejam sama semua musuh nya. Ia Reno sangat kejam dengan musuhnya dia tidak pandang bulu untuk menghabisi para musuhnya, yang berani mengusik ketenteraman hidup nya.
Reno langsung mengangguk."Iya..."kata Reno singkat.
"papi .. ingin dipeluk sama siapa.? kata Citra.
"Anaknya.....a...tau ibu ibunya."kata Citra lagi.
Reno menatap horor seakan ingin membun anaknya yang berani nya menggoda nya seperti itu tidak, mungkin Ia memilih salasatu dari mereka karena mereka berdua adalah jantung hati nya.
" Kamu berani yah menggoda papi... Sini papi kelitikin kamu."kata Reno tegas.
Citra yang tidak suka kalau tubuh nya di kelitikin oleh seseorang ,Ia pun kabur untuk menghindar dari Reno.
__ADS_1
Reno yang melihat Citra kabur untuk menghindar dari nya ,Ia langsung mengejar nya.
"Citra jangan lari kamu... pasti papi akan menangkap kamu." kata Reno mengejar Citra.
Diara yang melihat kelakuan mereka berdua seperti anak kecil yang main kejar kejaran.
Reno tidak mau mengalah pada Citra, hingga membuat Citra terus berlari Ia tidak peduli benda apa yang menghalangi jalan Ia tabra, bahkan tidak segan-segan Ia lempar kan kepada Reno yang terus-menerus mengejar nya, hingga membuat kamar berantakan karena barang-barang yang dilempar, ditabrak oleh Citra berserakan di lantai.
Diara yang melihat kamarnya sudah seperti kapal pecah seketika mengeluarkan ancaman pada mereka berdua agar berhenti untuk saling kejar-kejaran.
"Jika kalian tidak berhenti main kejar-kejaran nya , lebih baik saya pulang sekarang."kata Diara marah.
Reno, Citra berhenti dari luar karena mendengar ancaman yang tidak main-main.
" Jangan pergi." kata Citra, Reno bersamaan.
" lebih baik kalian segera bersihkan kekacauan yang kalian perbuat setelah sarapan nanti.!"kata Diara tegas
" jika kalian tidak mau saya pergi dari sini."kata Diara lagi.
"Iya .." kata mereka berdua bersamaan.
"Ingat sampai bersih."kata Diara tegas.
Mereka semu pergi untuk mandi, selesai mandi mereka menuju meja makan untuk sarapan bersama.
**Salam manis dari ku 😙**
Para pembaca
__ADS_1
Mohon maaf lahir dan batin