
Citra berada di Ruang kerja papinya karena Ia ingin meminjam buku koleksi papi nya yang di simpan di ruangan kerja yang ada di Rumah.
Citra mencari buku yang Ia ingin kan ke seluruh tempat penyimpanan buku papi namun tidak Ia temukan juga , tinggal satu tempat yang belum Citra periksa laci meja kerja papinya Citra membuka laci meja Ia menemukan buku yang Ia cari.
" INI dia buku yang aku cari-cari dari tadi " kata citra senang .
Setelah menemukan buku yang Ia cari segera Citra menutup laci meja kerja papinya, tidak sengaja Ia melihat berkas medis yang bertuliskan namanya.
" Itu kan namaku ini berkas apa yah kenapa ada di ruang kerja papi ?" kata Citra penasaran.
Citra membuat berkas medis Nya Ia sangat kaget, dan sok setelah membaca berkas itu satu-persatu .
Berkas medis yang Citra baca bertulis kan bahwa dia bukanlah anak dari pasangan suami-istri Reno, Dilara berkas yang Citra pegang jatuh berhamburan di lantai.
" Berati aku bukan anak mereka,lalu aku anak siapa?" kata Citra sedih
Citra sangat terpukul dengan kebenaran yang Ia temukan yang tidak di sengaja itu, ke benara yang seharusnya Ia ketahui sejak lama , tapi baru sekarang Citra mengetahui nya dengan cara seperti ini.
__ADS_1
" Kenapa mereka tidak memberi tahukan kebenaran tentang aku bukanlah anak mereka ?" kata Citra menangis.
" Jika mereka tidak mau memberi tahukan aku siapa orang tua kandung ku, Makah aku yang akan mencari nya sendiri " kata Citra marah.
Citra menaruh berkas itu kembali ke tempat semula agar papinya tidak curiga kalau di sudah tahu kebenaran yang mereka sembunyi kan dari nya .
Citra melihat ke langit lagi untuk memastikan jika tidak anda berkas yang tertinggal , setelah memastikan Citra keluar dari ruangan kerja papinya.
Citra pergi ke kamar untuk istirahat karena ini sudah malam .
Di tempat lain
" Putri dari mana uang untuk membelinya barang itu semua ?" kata Diara marah.
" Untuk apa ibu tahu ,barang ini dari siapa apa itu penting untuk ibu yang tidak bisa memberikan apa yang aku inginkan ?" kata putri angkuh .
Setelah berkata kasar pada ibu nya putri memasuki kamarnya dengan membanting pintu kamarnya.
__ADS_1
Diara sangat lelah dengan sikap anak nya yang tidak ada rasa kasih padanya , bahkan menghormat yang sebagai orang tuanya pun tidak Ia tunjukkan.
" Kenapa anak yang aku lahir kan memiliki sifat yang seperti itu ?" kata Diara sedih.
Diara memasuki kamar tidur nya bersama Nino Ia Sangat rindu pada mendiang suaminya yang baru berapa bulan pergi .
" Mas setelah kamu pergi anak kita menjadi anak yang sulit untuk diatur, bahkan dia semakin egois aku harus bagaimana menghadapi anak kita agar sifatnya berubah " bergumah dalam hati memandangi Poto Nino.
Diara pergi tidur karena Ia harus pergi kerja pagi-pagi sekali karena bos nya ada rapat penting .
Setelah Nino meninggal Diara yang berkerja untuk dia,dan anak putri.
Diara berkerja menjadi sekertaris Reno hingga dia, dan Reno menjadi dekat Diara selalu menceritakan anak nya pada Reno .
Reno juga menceritakan anak nya,dan tentang Rumah tangannya yang semakin hari semakin hancur karena sikap istrinya.
Karena sering curhat timbulnya rasa nyaman, perhatian satu samalain hingga tercipta cinta diantar mereka.
__ADS_1
**Salam manis dari ku 😙😚😗**