
Diara memutuskan untuk pulang kerumahnya untuk mengurusi pemakaman suaminya yang dibawa oleh mobil jenazah, Diara ikut bersama dengan mobil jenazah pulang kerumahnya Ia terus memandangi peti jenazah suaminya rasanya Ia ingin berteriak .
Sampailah mobil jenazah ke rumah Diara disambut dengan tetangganya,dan putri anaknya tidak terlihat putri bersedih dia hanya memasang muka datar nya.
para tetangga mengucapkan belasungkawa pada Diara , dan putri .
"Bu Diara saya turut berdukacita atas meninggalnya suami ibu ,semoga ibu tabah menjalaninya ya Bu"kata salasatu tenggara diara perihatin.
" terima kasih yah ibu-ibu mau mengantar ke tempat istirahat terhkir suami saya " kata Diara tulus .
"Sama-sama Bu namanya juga tetangga harus saling mensupport Bu" kata tetangga Diara .
Pemakaman Nino berjalan lancar para pelayat pamit satu-persatu meninggalkan tempat pemakaman Nino, tinggallah Diara bersama anak nya di pemakaman Nino.
Diara menatap sendu bisa yang bertuliskan nama suaminya yang sangat Ia cintai kini hidup tidak bersamanya yang menjaganya, dan mencintai diri sebesar Nino lalu Ia tatapa wajah anaknya Ia tidak menyangka anaknya tidak merasa kehilangan sama sekali .
" Putri kamu pergi kemana semalam apah kamu tahu ayah mu mencari mu sampai Ia mengalami ini, kamu lihat karena ke egoisan mu ayah mu meninggal ...." kata Diara emosi.
" Aku tidak menyuruh kalian mencari ku dan juga kuhtir pada aku bisa menjaga diri ku Tampa kalian. " kata putri lalu pergi.
Putri pergi meninggalkan Ibunya di pemakaman sendiri tidak peduli ibunya terus memanggil namanya Ia tidak menoleh sama sekali pada Diara , Ia terus berjalan hingga menjahu dari tempat pemakaman tersebut.
putri menaiki taxsi online yang sudah Ia pesan tadi , taxsi itu meninggal kan tempat pemakaman .
__ADS_1
Setelah putri pergi Diara menangis di makam Nino Ia tidak peduli bajunya kotor karena kena tanah kuburan mengupah kan isi hatinya
hari semakin gelap Diara memutuskan pulang kerumahnya karena hujan akan turun .
Reno habis pulang dari kantor langsung pergi ke rumah sakit untuk menjaga citra di sana Ia mengendarai mobilnya sendiri tidak memakai supir, atau asisten nya karena Ia akan menginap di Rumah sakit untuk menjaga anak nya Karena Ia menyuruh keluarga pulang untuk istirahat sebentar dirumahnya.
Dalam perjalanan kerumah sakit Reno tidak sengaja melihat seorang wanita sedang berteduh untuk menghindari hujan yang turun begitu deras , karena merasa kasian Reno mendatanginya untuk menawarkan tumpangan untuk mengantar nya ke tempat yang wanita itu tujuh .
Reno turun dari mobilnya berlari menuju wanita itu yang terlihat dari jauh menggigil kedinginan terlihat dari tangannya yang Ia gosok-gosok mencari ke hangat , lalu Reno menawarkan tumpangan ke pada nya.
Wanita itu menegakkan kepalanya untuk menghadap orang yang menawarkan tumpangan, tubuh yang basah, rambut sedikit lepek karena sempat terkena air hujan saat Ia mencari tempat untuk berteduh menghindari guyuran hujan .
Reno begitu kaget saat melihat wajah wanita itu yang mirip dengan anak Nya bahkan Ia juga pernah mengalami seperti Ini,saat dulu anak nya pulang dari dari jalan sore anak pulang dengan keadaan seperti wanita ini persi wanita dewasa Nya yang terlihat cantik,dan menggoda pemikiran-pemikiran kotor memenuhi kepalanya namun pikiran itu Ia tepis tergantikan dengan kemungkinan yang Ia lihat dulu,dan sakarang terlihat sama
" tuan..... tuan tuan" kata Diara sambil melambaikan tangan ke muka Reno yang tidak mendengar panggilan nya.
" oh iya saya Reno saya hanya ingin menawarkan tumpangan apa anda " kata Reno salah tingkah.
" tidak terimakasih atas tawaran Nya saya nunggu taxsi sahaja." kata Diara takut pria itu pria hidung belang yang menawarinya tumpangan .
" Saya rasa tidak akan ada taxsi lewat sini karena hujan dan hari juga sedang malam angkutan umum sudah tidak ada " kata Reno memberi alasan agar Diara mau ikut bersama dengannya naik mobilnya.
" Apakah saya tidak merepotkan tuan karena mengantarkan saya" kata Diara tidak enak sempat berpikiran bahwa Reno pria mata keranjang.
__ADS_1
" tidak merepotkan sama sekali kalau boleh tahu nama kamu siapah." kata Reno salah tingkah karena Diara mau ikut bersama dengan nya naik mobil bersama.
" Saya Diara " kata Diara ramah mengulurkan tangan nya pada Reno disertai senyuman manis nya.
Saat Reno berjabat tangan dengan Diara Reno merasakan jantungnya berdetak lebih cepat daripada bisa nya lalu Ia pegang dada nya Ia dapat merasakan detak jantung nya.
Ia Reno sedang jatu cinta pada Diara pada pandangan pertama hingga membuat jantung berdebar-debar saat memandang wajahnya yang begitu cantik alami , apalagi lesung pipinya yang sama seperti Citra anak nya.
" kenapa jantungku berdetak lebih kencang hanya menyentuh tangannya apakah aku menyukai Diara padahal aku baru pertama kali melihat dia, sedang kan dengan istri ku saja aku tidak merasakan ini padahal kami hidup bersama sudah lama " kata Reno dalam hati .
Reno mengajak Diara masuk ke mobil nya Ia bukakan pintu untuk Diara lalu Reno masuk ke mobilnya .
Mobil itu pun jalan dengan ke cepatan sedang
Reno melakukan Itu dengan sengaja agar lebih lama dengan Diara .
dalam perjalanan Reno mengantar Diara pulang ke rumahnya Diara Reno banyak bertanya ke hidupan Diara hingga Reno tahu Diara baru di tinggal suaminya .
Hati Reno menjadi senang karena dia bisa lebih dekat dengan Diara pencuri hati nya, langkah pertama Reno menayakan kehidupan kedepannya Diara dan,anak nya setelah di tinggal suaminya.
Reno menawarkan bantuannya untuk mencari pekerjaan untuk Diara di kantor nya Ia lakukan agar Diara bersamanya terus di kantor.
Reno tidak peduli kedepannya nanti dia hanya ingin lebih dekat dengan Diara, bahkan mendapat kan diri nya, berserta cinta dari diara walaupun itu dengan cara licik.
__ADS_1
*** Salam manis dari ku 😚😙😚***