
Selesai sarapan Citra, Reno membersihkan kamar tidur yang mereka berantaki sesuai dengan janji mereka berdua akan membereskan kekacauan yang mereka buat.
" papi..... ayo.!" Citra mengajak Reno.
" Kamu.... saja yang bereskan yah....!" kata Reno lembut.
" Tidak papi harus membereskan juga."kata Citra tegas.
Reno sebenarnya tidak pernah membersi -bersih rumah sehumur hidupnya Reno.
Reno tidak menyangka Ia memegang yang namanya sapu di tangannya sekarang, hingga saat Reno menyapu malah membuat beranta kan lagi .
"papi...nyapu nya jangan di sini ."kata Citra marah
" Lalu papi.... harus memberikan yang mana.?"kata Reno bingung.
" Dimana..... saja karena tempat itu sudah Citra sapu."kata Citra tegas.
Reno memberskan tempat yang lain jauh dari anak Citra,agar tidak di marahi lagi oleh anaknya citra.
Sedang kan Diara sedang memasak makan untuk makan siang mereka nanti , Diara sangat serius menyiapkan bahan-bahan di bantu oleh seorang pelayan .
"BI... apa bahan untuk memasak ada.?"kata Diara lembut.
"Lengkap yonya karena tadi pagi saya habis belanja."kata pelayan sopan.
Diara mengambil bahan-bahan di dalam kulkas , Saat membuka kulkas Diara melihat sayuran yang begitu lengkap hingga membuat Diara bingung mau masak apa untuk makan siang mereka.
Diara mulai memasak .Diara begitu talentanya mengolah bahan-bahan untuk Ia masak di bantu dengan seorang pelayan.
__ADS_1
Diara hampir 2jm berada di dapur untuk memasak makanan siang untuk mereka yang terlihat sangat lejat walaupun makan yang Diara masak sangat sederhana tidak seperti makanan di lestoran ,kini masakan Diara sudah matang semuanya hanya tinggal di hidang kan di meja makan.
" BI .... masakan saya sudah matang semuanya ,tinggal bibi hidangan kan di meja makan.! kata Diara sopan.
"Iya yonya..."kata pelayan singkat.
"yah sudah saya mau panggil mereka ."kata Diara sopan.
Pelayan mulai menata masakan Diara di meja makan, sedang Diara pergi ke kamar untuk mengajak Citra, Reno untuk makan siang karena sekarang sudah jam11 siang.
Diara sudah sampai di depan pintu kamar, tapi Ia tidak mendengar suara di dalam kamar
membuat Diara berpikir mereka tidak ada didalam kamar.Untuk memastikan mereka ada di dalam kamar Diara berlahan membuka pintu kamar.
kreek kerkkkkk
Diara masuk ke kamar lalu Ia melihat kamar yang tadinya berantakan kini menjadi rapi, bersih .Diara sangat salut dengan Reno mau membersihkan kamar ini , karena yang Diara tahu bahwa Reno adalah seorang yang tidak pernah mengerjakan hal-hal yang seperti membersihkan rumah.
Diara mencari Reno, Citra tapi Iae tidak menemukan mereka berdua , hingga Diara melihat Reno, Citra sedang tertidur di sofa kamar.
Diara melihat mereka terlihat lelah, sampai mereka berdua tidak beduli tidak di tempat yang tidak nyaman seperti sofa yang kecil tidak muat untuk mereka tidur berdua.
Diara mendekati sofa itu ingin melihat lebih dekat lagi,Ia pandangi wajah Reno , Citra dengan lekat ada rasa sedih melihat wajah Reno.Ia tidak menyangka kalau dirinya akan memiliki hubungan dengan Reno sampai sejauh ini.
Diara mengusap perut ratanya , tidak tahu kenapa dia menjadi sangat sensitif dengan perasaannya sekarang.
" Kenapa kamu harus tumbuh di perut ibu.?"kata Diara dalam hati
Reno terbangun mendengar Isak tangis yang tertahan , karena Reno tidak yaman tidur di sofa hingga membuat Ia tidur tidak pulsa.
__ADS_1
" Diara kenapa kamu nangis.?"kata Reno lembut
Reno langsung memeluk Diara , menatap wajah mencari jawaban kenapa wanita yang dia cintai menangis.
" Sekali lagi aku tanya kenapa kamu nangis.? kata Reno tegas.
" Aku takut dengan nasip anak di dalam kandungan ku jika istri bapak tahu,dan nasip Citra kedepannya.?"kata Diara sedih.
" Kamu tidak perlu memikirkan itu."kata Reno lembut
"Bagaimana ..... jika putri membenci aku karena membuat orang tua nya bercerai ."kata Diara sedih.
" Aku mohon jangan memikirkan hal yang akan mengpengharui ke hamil kau."kata Reno lembut.
Diara langsung memeluk Reno mengeluarkan isi hati nya agar merasa tenang. Citra terbangun mendengar pembicaraan Reno, Diara Citra juga memikirkan apa yang dipikirkan oleh ibunya .
" Kenapa kalian berpelukan Tampa mengajak anak cantik ini." kata Citra merajuk.
Reno,Diara secara bersamaan menengok ke hadapan Citra karena mendengar suara Citra.
Diara tidak menyangka anak kandung memiliki sifat humoris seperti Nino suami nya. memang Wajah Citra mirip dengan nya tapi sifatnya Citra menuru pada Nino.
Diara memeluk Citra dengan rasa terharu kini Ia yakin bahwa Citra benar anak kandung karena melihat kelakuan citra yang mirip dengan Nino,dan dirinya.
" yah sudah pelukan nya kita makan siang dulu."kata Reno.
mereka semu menujuh meja untuk makan siang yang sudah tertata rapih di atas meja makan.
" harum sekali Wang masak kan ,pasti enak."kata Citra antusias.
__ADS_1
Diara senag Citra menyukai masakan nya padahal Ia masak makanan sedarahan tidak seperti masakan di lestoran, mau pun rumah besar Reno.
**Salam manis dari ku 😙😗**