
"Engga mungkin,tapi kalau itu bener.. gue sih seneng banget!" teriak Clarissa pelan.
"Clara mana ya?" tanya Shela.
"Mungkin udah dikelas?" tebak Clarissa.
"Yaudah,yuk naik."
***
Sesampainya dikelas
"Clara belum dateng,tumben."
"Iya ya,mungkin dia bangun kesiangan."
Setelah berkata seperti itu,Clarissa mengedarkan pandangannya dikelas,mencari keberadaan Dylan sekarang.
"Eiyo!" sapa Heyru kepada Clarissa.
"Paan?" tanya Clarissa malas.
"Temenlu kan? ga mau kenalin ke gue?" tanya Heyru.
"Hah? kan kita sekelas..,masa lu ga kenal sama dia?"
"Iya sih sekelas,tapi gue belum dapet nomor teleponnya,kalau belum dapet nomor teleponnya,berarti belum kenal."
"Gajelas,tanya aja langsung sama orangnya."
Shela dari tadi sudah tersipu malu karna mendengar ucapan Heyru.
"E-e..,kamu mau nomor telepon aku?" tanya Shela terbata bata.
"Ih? kok sok imut gituh sih,biasanya ga kaya gituu," sindir Clarissa.
Shela tambah malu lagi karna mendengar ucapan Clarissa.
Tiba tiba ada seseorang masuk kedalam kelas,sebelumnya Clarissa tak pernah melihatnya.
"Siapa dia?" tanya Clarissa kepada Heyru.
"Itu yang kemarin gue ceritain ke lu," jawab Heyru santai.
"Hah? kok gue gatau ya,kalau dia itu sekelas sama kita?" bingung Clarissa.
"Iya,karna dia sebenernya bukan anak kelas kita,tapi anak kelas sebelah,tapi ga tau kenapa dia mau ganti kelas,padahal guru ga boleh,tapi dia maksa."
"Hah?boleh ya kaya gitu?" tanya Shela.
"Engga tau juga,tapi kita liat,diakan udah masuk kekelas kita,berarti dia dibolehin."
"Ganteng!!" seru Clarissa tiba tiba.
"Hah?!" teriak Heyru tiba tiba,karna mendengar ucapan Clarissa.
"Kenapa?" tanya Shela.
__ADS_1
"A-a-anuu,ga adaaa,cuma kaget aja gitu," bohong Heyru.
"Apaansih? gajelas banget!" teriak Clarissa.
Agam duduk disembarang tempat,lalu meletakan kakinya diatas meja.
"Heh! siapa izinin kamu duduk disini?" murka seseorang.
"Gue maunya duduk disini," balas Agam,ia tetap tak menoleh kearah orang itu.
"Ck!,ini meja gue!" teriak orang itu.
Clarissa dan Shela langsung menghampiri mereka dan melerainya.
"Kok lu tumben telat sih?" tanya Shela.
"Gue bangun kesiangan."
"Buruan pindah," suruh Clara.
"Lu aja yang pindah,gapapakan?" jawab Agam.
Clara memutar bola matanya malas,untung saja ada 2 sisa meja disudut,jadi ia memilih duduk disana.
"Dia siapasih?" tanya Clarissa lagi.
"Dia temennya Heyru,kan tadi Heyru udah kasih tauuu," jelas Shela.
"Ihh,iya gue tau,maksud gue tuh,dia siapa sampai berani berani duduk dimeja orang sembarangann," balas Clarissa.
"Engga tau."
"Hah? kok lu bisa tau?" tanya Shela.
"Gue semalem ketemu dia,trus,gue coba cari tau tentang dia," jelas Clara.
"Hah? gilaaa,pro banget! nyari taunya sampai ke akar akarnya dongg," takjub Clarissa.
"Siapa dulu," puji Clara.
Clarissa dan Shela hanya mengangguk malas saja.
***
"Lu beneran kesekolah?" tanya Dylan kepada Agam dihalaman belakang sekolah.
"Iyaa,nih liatt gue sekarang ada didepan lu."
"C**k,jangan deket deket sama cewe lain selain Clara."
"Lah? kenapa?"
Dylan hanya mengehela nafas,lalu berjalan pergi menjauh dari Agam.
"Gajelas," batin Agam.
Dylan pergi kekantin,ia akhir akhir ini tak bisa fokus,karna diotaknya selalu muncul Clarissa,ia ingin sekali menghilangkan Clarissa dari pikirannya,tapi apapun yang Dylan lakukan hasilnya nihil.
__ADS_1
Brukkk
Dylan menabrak Clarissa,mie yang Clarisaa bawa jadi tumpah,mengenai baju Clarissa dan lengan Clarissa.
Dylan mengelak,jadi kuah mienya hanya terkena sedikit lengan Dylan.
"Hah!" teriak Dylan tiba tiba karna panas terkena kuah dari mie tersebut,sedangkan Clarissa langsung mengelapnya dengan bajunya.
"Ini panas banget! lu harus ke-UKS! nanti tangan lu bisa bisa melepuh!" saran Dylan,sambil membantu membersihkan kuah mie tersebut dari tangan Clarissa.
"Gausah,aku gapapa," tolak Clarissa.
"E.. aduh," Dylan merasa bersalah,jadi ia langsung mengendong Clarissa ke-UKS tanpa pikir panjang.
"Dylan?turunin akuu,aku takuttt,Dylannn," teriak Clarissa sambil menepuk nepuk lengan Dylan.
Dylan tak menyahutnya,Clarissapun pasrah,ia melihat sekelilingnya,ia jadi malu karna semua siswa melihat kearah Clarissa.
***
"Ihh! liat ituu,Clarissa digendong Dylan!" teriak Shela.
"Hah? mana?!" balas Clara penasaran.
Clara jadi senyum senyum sendiri,jadi yang tadi malam ia dengar itu benar,Dylan menyukai Clarissa.
"Lu kenapa? senyam senyum sendiri,gila ya?" ledek Shela.
"Engga,jadi semalem itu g--," Clara tidak jadi berbicara,karna takutnya Shela malah membocorkannya kepada Clarissa.
"G? g apaa!,semalem kenapaa?" tanya Shela.
"Engga jadi," ucap Clara.
"Ihhh! buruann,apa?" paksa Shela.
"Ga jadii."
"Yaudahlah,eh? Clarissa kenapa ya?" tanya Shela.
"Gatauu,ayo liat," ajak Clara.
***
Dylan menurunkan Clarissa lalu menyuruhnya duduk di sofa UKS.
"Ihh,aku maluu," ujar Clarissa,Dylan tidak menjawab ia sedang memikirkan apa yang harus ia lakukan.
"Kita disini,ga tau jugakan mau ngapain.."
"Tapi serius,tadi itu kuahnya panas banget,nanti aku gantiin ya mienya," ujar Dylan.
"Gapapa."
"E... sekarang lu mending cuci tangan lu deh," saran Dylan.
"Iya iya."
__ADS_1
____
Halo? ceritanya panjang ga nih?:v atau mau aku panjangin lagi?