
Clarissa hanya diam saja,ia tak mau masuk sendirian,jadi ia menunggu saja dimotor Dylan,tapi tiba tiba terdengar suara klakson mobil yang mengkagetkan Clarissa.
Clarissa menoleh kebelakang dan menyipitkan matanya karna terlalu silau.
"Haii,lo yang kemarin itu kan? kenapa? Dylan ga kasar sama lo kan?" tanya Difda sambil berjalan mendekati Clarissa.
"Hai kak,enggak,Dylan baik banget malah.." ujar Clarissa.
"Kaki kamu kenapa?" tanya Difda.
"Hah? o-oh ini tadi itu.. jatuh,ga sengaja tersandung hehe."
"Ohh,nunggu didalem aja yuk," tawar Difda.
"H-hah? enggak deh kak,aku disini aja,abis ini mau jalan jalan sama Dylan juga.." tolak Clarissa lembut.
"Dylan kemana?" tanya Difa sambil mengarahkan pandangan kiri dan kanan.
"Ke garasi kak,tadi ngambil P3K," jawab Clarissa.
"Ohh,P3K? ada ditasku,tadi aku bawa,soalnya temenku ada yang butuhin,sini aku pakein aja ya," ujar Difda sambil membuka tasnya dan mencari kotak P3K.
"Nah ini,aku obatin ya?" tanya Difda sambil berjongkok.
"Eh! ngapain?!" teriak Dylan sambil mendekati Difda.
"P3Knya ada disini,gue pakein ya," ujar Difda sambil menoleh ke Dylan.
"Eh! gausah gue aja,lo masuk aja,kan lo pasti capek,sana sana.." usir Dylan.
"Ihh,yaudah,gue pergi dulu ya,hati hati Dylan itu psikopat HAHA," canda Difda lalu langsung berlari.
"Masih sakit?" tanya Dylan.
__ADS_1
"E-enggak.. ini tinggal di kasih Hansaplast doangg," ujar Clarissa sambil merebut P3K dari tangan Dylan dan mencari Hansaplast
"Ngapain?" tanya Dylan yang kebingungan melihat Clarissa.
"Nyari Hansaplast lah,gabisa liat?" tanya Clarissa jutek,Dylan mengerjap ngerjapkan matanya,tumben Clarissa membentaknya?
Clarissa menemukan Hansaplastnya lalu langsung memakaikannya dikakinya sendiri.
"Udah,ayok pergi," ajak Clarissa.
"L-lo kenapa?" tanya Dylan ragu.
"Gapapa,yuk jalan..,katanya mau jalan.."
Dylan mengangguk saja lalu menaiki motornya dan memakai helmnya.
"Kita mau kemana?" tanya Dylan.
"Terserah lo."
"Kenapa? udah buruan,kalau ga mau pergi,gue mau pulang aja."
"Hah? lo kan yang ajak gue jalan jalan tadi,masa lo juga yang batalin."
"Ih,banyak cerita lo,gue pulang aja,ayok anterin gue pulang ato gue jalan kaki aja."
"Ok,lo jalan kaki aja,gue banyak kerjaan."
Clarissa mengiyakan,ia turun dari motor Dylan dan berjalan menyusuri trotoar,Dylan memperhatikan Clarissa berjalan sambil menyipitkan matanya,tak biasanya Clarissa seperti ini,mungkin ia sedang tidak mood.
***
kaki Clarissa sepertinya sebentara lagi akan copot,ia sangat lelah berjalan dari rumah Dylan kerumahnya,ia menyesal karna tadi memberikan pilihan kepada Dylan.
__ADS_1
"Hai? lo sendirian?" tanya seseorang,spontan Clarissa kaget.
"L-lucas??"
"Iya ini gue,kita udah jarang ketemu ya,gue udah pindah sekolah sekarang," ujar Lucas.
"Ohh,gimana kabar kamu? baik?" tanya Clarissa.
"Iya baik,lo sendirian? naik aja yuk,gue anterin deh."
"Iya,makasih ya."
Lucas mengantar Clarissa sampai rumah,Clarissa turun dari motor Lucas.
"Makasih ya udah anterin tadi,makasih juga bonekanya,gue suka,hehe,gue masuk dulu ya,byee."
"Iya sama sama."
Clarissa berjalan masuk kedalam,ia kaget karna ia tertabrak seseorang saat ingin masuk kedalam rumah,ia sedari tadi berjalan sambil melihat boneka itu,jadi ia tak sadar.
"Lo batalin jalan jalan,karna mau ketemu dia?" tanya orang itu.
"D-dylan?"
"Lo mau jalan kaki karna mau ketemuan sama dia dijalan?"
"Enggak.."
"Terserah,gue duluan,salam ya buat mama lo."
"Cemburu?" batin Clarissa.
"Kakk,kakak Dylan nitipin ini buat kakak katanyaa."
__ADS_1
"Apa ini?" tanya Clarissa sambil mengambil barang yang adiknya berikan.
"Gatau,liat aja sendiri,aku kekamar dulu ya kak,bye."