
"Bener banget! Dylan kan ga tau rumahku dimana..,jadi siapa dong?" batin Clarissa.
"Tanya siapa ya..,ohh! dirumah kan ada CCTV,aku liat disitu aja," batin Clarissa sambil beranjak dari kasurnya.
***
"Ma? boleh liat CCTV yang didepan gak?" tanya Clarissa.
"Hm? kenapa?" Kirana malah menyannyakan balik.
"Tadi yang datang kerumah kita siapa ma?" tanya Clarissa.
"Engga tau,katanyasih temen kamu."
"Namanya?"
"Ga tau,mama ga nanyain," jawab Kirana.
"Yaudahlah,aku cek cctv,ya ma?"
"Iya."
Clarissa berlari kesuatu ruangan,sesampainya disana,ia langsung mengecek cctv nya.
"Hah?! Dylan? dia ngapain kerumah aku?" batin Clarissa.
Ia menjadi senyum senyum sendiri,lalu pergi keluar dari ruangan itu.
"Apa gue bakalan berhasil ngedapetin hatinya dia..?" batin Clarissa.
Ia segera menaiki tangga dan mengambil ponselnya.
Dylan
Dylan?
Kamu ngapain kerumahku?
Ha? mana ada,udah ah gue sibuk.
"Xixixi,ketawan bohongg," batin Clarissa
***
Sementara itu Dylan.
"Lu bawa Clarissa kemanasih?" tanya Dylan.
"Dia ajak gue ketoko buku.." jawab Heyru.
"Ckckck,gila ya lo? mau rebut Clarissa dari Dylan?" tanya Agam takjub.
__ADS_1
"Paansi? engga woi," jujur Heyru.
"Gausah deket deket dia,kecuali kalau gue yang suruh."
"Iyaa."
"Lu kapan mau masuk sekolah?" tanya Heyru.
"Ga tau,males ke sekolah."
"Anehlu,buruan dah,katanya penasaran yang namanya Clarissa," ujar Heyru.
"Hah? mending lu ga usah kesekolah gam,yang ada nanti dia terobsesi sama lu."
"Kalo gue liat liat nih ya,ada hawa hawa orang cemburu nih,hahahaha," ledek Agam.
"Bener banget! ya gapapalah Dy,kan dia punya haknya," nasehat Heyru.
Dylan menatap Heyru tajam.
"Ahh,iya iyaa terserah kau saja," ujar Heyru karna sadar bahwa Dylan menatapnya tajam.
"Gue masuk sekolah besok."
"Yes!," seru Heyru.
Dylan hanya memutar bola matanya malas dan mengambil minuman kaleng.
***
Sedang berjalan melewati lorong.
"Ah,punya adek nyusahin aja."
Tiba tiba seseorang memberhentikannya.
"Clara temennya Clarissa ya?" tanya orang itu.
"Iya,kamu Heyru kan?" jawab Clara.
"Iya,mau kemana?" tanya Heyru.
"Kedepan,mau beli sabun cuci piring."
"Aku anterin ya," minta Heyru.
"Gausah,udah deket."
"Yaudah aku ikut jalan kaki."
Clara hanya mengiyakan saja.
__ADS_1
Didepan minimarket ternyata ada Dylan dan Agam disana.
"Hai guys," sapa Heyru,Agam dan Dylan langsung menoleh kearah suara.
"Ga jadi pulang?" tanya Agam.
"Mau anterin dia," jawab Heyru.
"Semua cewek,lu babat dah," kata Agam.
"Engga woi,udahlah gue pulang duluan ya."
"M...Makasih ya," ujar Clara.
Clara cepat cepat masuk kedalam minimarketnya karna takut tiba tiba jadi canggung.
"Dia siapasih? cantik," tanya Agam.
"Dia gabakalan mau sama lu,haha,diatuh pinter,lu? sekolah aja jarang," ledek Dylan sambil tersenyum riang.
"Lu pikir Clarissa itu mau sama lu? kalau dia nyerah buat ngejerlu gimana? lu bakalan kehilangan dia broo," balas Agam.
"Ya engga lah,dia orangnya berbeda,percayalah,haha."
"Anehlu,gue duluan ya," pamit Agam.
Dylan mengangguk dan ikut pulang juga.
"Hah? jadi..? Dylan itu suka Clarissa juga ya?" batin Clara.
"Gue ga mau kasih tau ke Clarissa duluan!dia pasti bakalan nembak Dylan,kalau tau ternyata Dylan suka dia juga," batin Clara.
***
Rumah Dylan
"Dari mana kamu?" tanya seseorang.
Dylan memutar bola matanya malas.
"Nongkrong sama temen temen doangg," jawab Dylan.
"Kebiasaan banget sih? Ga usah nongkrong nongkrong terus!" murka orang itu.
"Sewot bangetsih!" teriak Dylan lalu pergi naik kekamarnya.
"Punya adek ga ada akhlak!!" balas Difda lagi.
"Punya kakak ga ada akhlak!" teriak Dylan lagi.
"Kalian kenapasih? udah malem,jangan teriak teriak," pesan Naura (Mama Dylan)
__ADS_1
"Punya anak ga ada akhlak,haha," canda Kevin (papa Dylan)
Dylan dan Difda hanya tertawa saja.