ClaDy

ClaDy
12


__ADS_3

***


Clarissa dan teman temannya sedang duduk dilantai depan kelas,Shela bertanya kepada Clarissa.


"Cla? bukannya tadi pagi itu..,lo dateng sama Dylan? kenapa malah cuekin Dylan?" tanya Shela.


"Hah? serius tadi Dylan yang anterin Clarissa?" tanya Clara.


"Iya,romantis banget gasih," ujar Shela.


"Oke oke,tadinya..,akutuh cuman alasan aja ngomong kaya gitu ke Dylan dan kalian,aku ga mau terlalu bertele tele ke Dylan,aku ngomong ke kalian kayak gitu biar kalau Dylan nanya kekalian,kalian jawabannya sama," ujar Clarissa.


"Ohh,yaudahlah,gue ketoilet dulu."


"Ikutttt."


***


Jam pulang sekolahpun tiba.


Clarissa sejak selesai dari toilet tadi tidak sama sekali melihat sosok Dylan.


"Dia bolos?" batin Clarissa.


Clarissa memang bukan siapa siapanya Dylan tapi dia merasa jika Dylan bolos,itu akan membuat Dylan susah nantinya.


Ia mencari keberadaan Dylan disekitar sekolah.


"Lu nyari gue?" tanya Dylan tiba tiba,Clarissa langsung menoleh kebelakang.


"E.. a... e... enggak.." jawab Clarissa sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.


"He.. kenapa garuk garuk kepala? ga shampoan lu?" tanya Dylan,Clarissa menyiritkan matanya lalu langsung memukul Dylan.


"Jujur aja..,lu nyari guekan?" tanya Dylan lagi.


"I-iya..,pulbar yuk?" ajak Clarissa.


"Pulbar? apaan?"


"Ck,pulang bareng.."


"Oh..,enggak."


Dylan berjalan sambil memasukan tangannya kedalam kantong celananya,Clarissa mengejarnya.


"Ehh! ayok pulang barengg,aku sakit perutt,ayo anterin."


"Kan ada supir lo."


"Yaudahlah,aku pulang duluan."


Clarissa pergi menjauh dari Dylan dengan lesu,Dylan hanya tersenyum miring.

__ADS_1


***


"Ngapain lu disini?" tanya Clarissa malas.


"Jemput lu,buruan ah," jawab orang itu,Ryan.


"Oh."


Clarissa dan Ryan berjalan menyusuri lorong sekolah yang ramai,tidak biasanya seperti ini,biasanya jika sudah waktunya pulang,pasti tempat ini sangat sepi.


"Hai Clarissa,itu kakak kamu ya?" tanya seseorang.


"Iya,kenapa?" jawab Clarissa ketus,karna biasanya orang itu tak mau berbicara kepada Clarissa.


"Kenalin ke aku dongg."


"Ngga,dia udah punya pacar."


"Siapa?"


"Gue."


"Katanya itu kakak lo?"


"Engga,dia pacar gue,bye!"


Ryan menatap Clarissa dengan kebingungan.


"Paansi? gue kan belum punya pacar,gila lu ye," cerca Ryan.


"Ih? trus? lu mau sama mereka? gue sih gamau ya nanti sekeluarga sama mereka,najis."


"Judes amatlu,Dylan mana?"


"...Gatau.."


"Kenapa lagi?" tanya Ryan.


"Gapapa,udahlah buruan."


Tiba tiba klakson motor seseorang berbunyi,membuat Clarissa kaget.


"Eh,Dylan kan?" tanya Ryan.


"Iya,kamu.. dokter yang waktu itu kan?" tanya Dylan.


"Iya! dia kakak akuu," ujar Clarissa sambil memeluk lengan Ryan.


"Oh,yaudah,pinjem adeklu bentar ya."


"Labil lu,tadi panggil gue kamu sekarang manggilnya lu,gajelas."


"Boleh ga?"

__ADS_1


"Iya iya boleh,jual juga boleh."


Plakk


Lengan Ryan dipukul oleh Clarissa.


"Gileee,kejam dia,hati hati ya bro,udahlah gue duluan,selamat berpacaran," setelah berbicara seperti itu Ryan langsung buru buru naik kemobilnya,takut dipukul lagi oleh Clarissa.


***


Dylan dan Clarissa sekarang ada di McDonald's dekat rumah Dylan.


"Ngapain kesini?" tanya Clarissa saat sudah sampai disana.


"Tidur."


"Hah?"


"Yamakan lah,lawak lo."


Clarissa menjadi malu sendiri,jadi dia hanya tersenyum canggung saja,mereka masuk kedalam.


"Dylan!!!" teriak seseorang tanpa rasa malu.


"Kenapa?" tanya Dylan malas.


"Siapa?" bisik Clarissa sambil berjinjit dekat telinga Dylan,Dylan tak menjawab.


"Dia siapa?" tanya orang itu.


"Pacar gue," jawab Dylan,Clarissa membeku,hatinya sangat senang.


"Serius? padahal kata Lova.. kamu jomblo..,aku udah capek capek pulang dariAustralia."


"Siapa suruh lu pulang dari Australia? gue nyuruh?" tanya Dylan.


"Gasopan kamu,akukan lebih tua dari kamu.."


"Hah? jadi lu suruh gue sopan ke lo?,heiii,harusnya lu mencerminkan yang baik ke yang lebih muda!" murka Dylan.


"Emangnya gue salah ya?"


"Iya salah,nempel nempel ke yang lebih muda,apakah hal yang bagus untuk dilakukan? lu udah punya pacar,berhenti ngehubungin gue."


"Gue udah putus.."


"Gue perduli? engga,gue duluan."


Dylan memegang tangan Clarissa dan menariknya pergi ketempat kasir,Clarissa sedari tadi menahan malunya karna Dylan berteriak teriak,sehingga banyak yang memperhatikan mereka.


_____


Bakalan rajin update kalau banyak yang suka ceritanya luvv,byeeeee

__ADS_1


__ADS_2