
"Oh ya,lu punya mantan?" tanya Clarissa kepada Ryan.
"Punya."
"Lo backstreet?"
"Enggak,kenapasih?"
"Bohong! gue ga tau lo punya mantan."
"Oke! gue punya mantan,baru putus."
"Namanya!" tanya Clarissa sambil berseru.
"Mariana," jawab Ryan cepat.
"Kuliah di Australia?" tanya Clarissa lagi.
"Iya," jawab Ryan tanpa bertele tele.
"Oh.."
"Kenapa?" tanya Ryan.
"Gapapa sih..,dia nyiram aku air,karna ga bisa ngelakuin itu ke lo,dia lakuin ke gue," jelas Clarissa.
"Serius?" tanya Ryan memastikan.
"Iya lah masa gue boong soal ginian," ujar Clarissa.
"Oh yaudahlah,udah terjadi,lain kali tu hati hati sama dia," pesan Ryan,Clarissa hanya mengiyakan saja.
***
Hari yang ditunggu tunggu keluarga Clarissa,papa Clarissa pulang.
"Mahh,udah siap?" tanya Shevila dari bawah.
"Udah,Clarissa mana?" jawab Kirana.
"Masih dikamar ma."
"Ryan! kamu ini bukannya siap siap..,malah nonton tv sambil makan kacang,udah sana siap siap!" seru Kirana.
__ADS_1
"Astaga kak! buruann! nanti kita telat!" teriak Clarissa,karna melihat kakaknya belum apa apa,masih memakai baju kaos putih polos dan celana pendek.
"Santailah,gue cepet kok,kalian duluan naik mobilnya."
"Mama tunggu 10 menit!"
Clarissa dan adiknya izin tidak masuk sekolah,karna setelah dari bandara,mereka akan makan bersama,dan menghabiskan waktu bersama sama,Ryan juga izin sebentar saja,ia tak bisa lama lama,pasiennya banyak.
***
"Mah,nanti kita mau makan dimana?" tanya Shevila.
"Belum lagi ke bandaranya Shev!" seru Clarissa.
"Ya.. persiapan ajasih.." tutur Shevila.
"Udah ayok jalan."
***
Mereka akhirnya sampai dibandara,belum melihat tanda tanda keberadaan papa mereka.
"Papa belum sampai kan ma?" tanya Shevila.
Mereka sudah menunggu lebih dari 20 menit,Clarissa takut hal yang selama ini ia bayangkan akan terjadi.
"Ma! papa enggak m--" ucapan Shevila terpotong oleh Clarissa.
"Heh! jangan ngomong sembarangan."
"Udah udah..,kita beli makanan dulu aja,kalian tunggu sini,kakak mau beli roti sama minuman," ujar Ryan sambil berjalan menjauhi adik adiknya.
"K-kak? kita ga bakalan ke--" ucapan Shevila lagi lagi terpotong oleh Clarissa.
"Enggak shev,kita bakalan ngumpul bareng bareng lagi kok,kamu yang tenang ya," ujar Clarissa sambil memeluk adiknya.
"Ma? ga coba hubungi papa?" tanya Clarissa.
"Sudah,tapi ga masuk,kita tunggu ajalah."
***
"Ini rotinya,makan yang tenang,gausah buru buru,ini mah aku beliin roti buat mama," ujar Ryan menenangkan.
__ADS_1
"Makasih kak," ujar Shevila.
"Makasih."
"Iya sama sama."
***
Setelah ditunggu sedari tadi,akhirnya ponsel papa mereka bisa dihubungi.
Call on
Ryan:Pa? dimana?
David:Tadi hujan lebat,jadi kita putar putar dulu diatas.. maaf kalau buat kalian khawatir.
Ryan:Ohh,tapi sekarang udah gapapa kan?
David:Iya gapapa,baru bisa pulang besok kayaknya,kalian jemput papa besok aja.
Ryan:Oke,hati hati disana pa.
David:Iya,jaga mama,Clarissa dan Shevila.
Ryan:Iya pa,aku tutup teleponnya.
Call off
"Kenapa kak?" tanya Clarissa.
"Udah kita pulang aja,besok kesini lagi."
"Yah? sia sia dong Shevila izin.."
"Besok izin lagi,sok rajin lu," ledek Ryan.
"Ih! yaudahlah,kita berempat aja ya makan makannya."
"Iyaa,ayok kamu naik.."
"Abis makan kita ke pantai ya?!"
"Iya,kalian bertiga aja,kakak mau balik kerumah sakit," ujar Ryan.
__ADS_1
Clarissa tak perduli apa yang mereka katakan,ia rindu papanya,ia juga rindu Dylan,besok ia harus menjemput papanya lagi,ia mana bisa bertemu dengan Dylan,dua hari tak bertemu Dylan,sehari saja sudah seperti tidak bertemu bertahun tahun,apalagi tidak bertemu dua hari,akan terasa seperti ber-abad abad.